E satu.com (Kota Cirebon) - PLN melalui UPT Cirebon turut berkontribusi mendukung dan mengembangkan UMKM Boga Karyamulya, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung para pelaku UMKM untuk dapat naik kelas dan mengembangkan usahanya.
Kolaborasi tersebut berhasil membuat UMKM penyedia produk boga ini naik kelas dengan diperolehnya berbagai sertifikasi produk, peningkatan omzet penjualan hingga peningkatan jumlah tenaga kerja.
Keberhasilan pengembangan tersebut diresmikan dalam kegiatan Launching Toko KUBE (Kelompok Usaha Bersama) Bogakaryamulya pada Rabu (13/11) lalu yang dihadiri langsung oleh Plt.Kepala Dinas Koperasi, UKM Pergadangan dan Perindustrian Kota Cirebon, Camat Kesambi dan Lurah Karyamulya.
General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, Tejo Wihardiyono mengatakan, PLN akan terus mendukung pertumbuhan UMKM melalui berbagai program pembinaan, pelatihan dan pengembangan usaha.
“UMKM yang berkualitas dan naik kelas adalah tulang punggung ekonomi nasional. PLN Peduli tentunya akan terus merawat pertumbuhan UMKM ini agar semakin banyak pelaku UMKM yang dapat berkembang dan mandiri secara ekonomi sehingga menguatkan peran UMKM dalam menggerakkan perekonomian Indonesia,” terang Tejo Wihardiyono, Rabu (4/12/2024).
Sementara itu, Manager UPT Cirebon, Yaya Supriman mengatakan, pada awalnya, UMKM boga yang ada di Kelurahan Karyamulya cukup banyak dengan produknya yang beragam, dan berdiri secara terpisah.
“Disini kami melihat ada keterbatasan pemahaman manajeman usaha dan terbatasnya sarana usaha yang menyebabkan UMKM sulit berkembang,” terang Yaya Supriman.
Berdasarkan kondisi tersebut, PLN Peduli bersama Human Initiative sebagai mitra pendamping program kemudian merumuskan program pengembangan yang meliputi berbagai program pelatihan yang terdiri dari pelatihan penyusunan harga pokok produksi (HPP), pelatihan pemasaran produk berbasis digital & pengemasan, program sertifikasi produk yakni P-IRT dan Sertifikasi halal, dukungan peningkatan produksi hingga perluasan segmen pasar.
Program pengembangan ini bahkan berdampak baik dengan terbentuknya kelompok usaha bersama (kube) Bogakaryamulya sebagai wadah pengembangan usaha bersama.
“Setelah mengikuti berbagai pelatihan tersebut, kami memahami pentingnya pembukuaan dan penyusunan HPP. Ternyata tanpa kami sadari, selama ini kami seolah bekerja tanpa gaji, karena tidak memperhitungkannya sebagai bagian dari HPP,” terang Abdul Aziz selaku Ketua KUBE Bogakaryamulya.
Aziz menambahkan, berkat program pengembangan UMKM dari PLN Peduli yang pelaksanaannya didampingi langsung oleh Human Initiative selaku mitra PLN ini, UMKM KUBE Bogakaryamulya telah memiliki roadmap pengembangan usaha kedepannya.
Apresiasi atas program tersebut juga datang dari pelaku UMKM yang tergabung dalam KUBE Bogakaryamulya, Eva Nurfarihah. Ia mengakui, bahwa semakin baiknya manajeman usaha dan perluasan segmen pasar telah berhasi meningkatkan omzet dan juga jumlah karyawan.
“Program ini telah memberikan manfaat dalam manajemen bisnis dan perluasan segmen pasar. Dibanding sebelum progam, setidaknya saya sudah menambah karyawan lagi 6 orang,” pungkas Eva. (wnd)
Post A Comment:
0 comments: