Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Jakarta) - Temuan Ombudsman RI terkait keberadaan fasilitas yang disebut sebagai “klaster mewah” di Lapas Kelas IIA Cibinong terus didalami Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenimipas, Mashudi, mengatakan pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap mantan narapidana Ferdy Sambo. Dua narapidana kasus korupsi tata kelola timah, Ahmad Albani dan Hasan Tjhie, juga telah dimintai keterangan oleh tim Ombudsman.

Dalam rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026), Mashudi mengatakan kedua warga binaan tersebut ditemukan berada di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

Menurut Mashudi, keberadaan keduanya di area tersebut masih menjadi bagian dari proses pemeriksaan. Kemenimipas belum menyampaikan kesimpulan mengenai alasan mereka berada di lokasi tersebut.

“Semua kita periksakan,” kata Mashudi, seraya menyebut pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan dari unsur Inspektorat Jenderal dan Pemasyarakatan.

Mashudi menyatakan hasil pemeriksaan akan disampaikan setelah proses investigasi selesai.

55 Warga Binaan Dimintai Keterangan

Selain dua narapidana kasus timah dan Ferdy Sambo, pemeriksaan juga mencakup puluhan warga binaan lainnya.

Mashudi menyebut sebanyak 55 warga binaan telah dimintai keterangan. Rinciannya, 21 warga binaan asimilasi di area SAE, 33 warga binaan perkara tindak pidana korupsi, serta satu warga binaan atas nama Ferdy Sambo.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi dan aktivitas yang berlangsung di lingkungan Lapas Cibinong.

Enam Petugas Lapas Turut Diperiksa

Tidak hanya warga binaan, enam petugas Lapas Cibinong juga diperiksa.

Mashudi menyebut pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah pejabat dan petugas, termasuk Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) serta pejabat pada bidang pembinaan, administrasi, dan pengawasan.

Sementara itu, Kemenimipas sebelumnya menonaktifkan lima pejabat struktural Lapas Cibinong untuk menjalani pemeriksaan.

Kelima pejabat tersebut terdiri atas kepala lapas, KPLP, kepala seksi pembinaan dan pendidikan, kepala seksi keamanan dan ketertiban, serta kepala urusan umum.

Inspektur Jenderal Kemenimipas Rudi Setiawan mengatakan penonaktifan dilakukan karena kelima pejabat tersebut dinilai memiliki tanggung jawab terkait temuan Ombudsman.

( AWW )
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Jakarta) -
Ombudsman Republik Indonesia (RI) tidak menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XIII DPR RI pada Senin (28/9/2026) yang membahas tindak lanjut pengawasan di Lapas Kelas IIA Cibinong.

Anggota Ombudsman RI, Syafrida R Rasahan, mengatakan pihaknya belum menerima undangan resmi untuk menghadiri rapat tersebut hingga pukul 10.00 WIB.

Menurut Syafrida, ketidakhadiran tersebut bukan berarti Ombudsman mengabaikan fungsi pengawasan DPR RI. Ombudsman justru menyatakan menghormati fungsi pengawasan lembaga legislatif serta hubungan kelembagaan antara Ombudsman dan DPR RI.

“Ombudsman RI menghormati fungsi pengawasan DPR RI,” kata Syafrida,  Senin (28/9/2026).

Syafrida mengatakan Ombudsman memiliki informasi yang diperoleh dari hasil pemeriksaan lapangan di Lapas Kelas IIA Cibinong. Informasi tersebut, menurut dia, dapat disampaikan kepada DPR RI, khususnya Komisi II sebagai mitra Ombudsman dan Komisi XIII sebagai mitra Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Ombudsman juga menyatakan siap berkoordinasi dengan DPR RI untuk menyampaikan informasi yang diperlukan terkait hasil pengawasan tersebut.

“Ombudsman RI siap berkoordinasi dan memberikan informasi yang diperlukan kepada DPR RI sebagai bagian dari upaya bersama memperbaiki tata kelola pelayanan publik dan penyelenggaraan pemasyarakatan di Indonesia,” ujar Syafrida.

( AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) -
Seusai kehilangan ibu tercinta yang meninggal dunia setelah menderita kanker, seorang remaja di Kota Tangerang berinisial KH mengaku  kenyamanananta terganggu oleh kedatangan seseorang yang mengaku sebagai petugas  Pinjol 

Petugas Pinjol disebut  datang berturut-turut untuk menagih tunggakan ketika dirinya sedang menjalankan aktivitas  yang membutuhkan konsentrasi di depan komputer.

Menurut KH, tunggakan tersebut terjadi selama dua bulan. Ia mengaku telah menjelaskan kondisi keluarganya sejak kunjungan pertama.

“Di hari pertama kunjungan sudah saya jelaskan bahwa saya menunggak dua bulan karena fokus terhadap  Almarhum ibu yang  baru meninggal dunia akibat menderita kanker. Jadi saya dan keluarga membutuhkan biaya besar,” ungkap KH saat ditemui di kediamannya, Kamis (24/9/2026).

KH mengatakan dirinya telah menyampaikan kesanggupan untuk menyelesaikan tunggakan pada bulan berikutnya.  Namun Petugas Pinjo tersebut  kembali   datang  berkali - kali 

Mengetahui  hal tersebut orang tua KH mengaku keberatan karena proses penagihan tersebut dinilai telah berdampak terhadap kenyamanan  dan fisiologis anaknya 

Ia menyatakan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak terkait dan meminta adanya tindak lanjut.

“Saya akan melaporkan dan mendesak LPK agar tegas menindaklanjuti hal tersebut. Pasalnya, ini sudah menyangkut kenyamanan dan perlindungan konsumen " Tugasnya 
 

(AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Indramayu) - Di tengah mencuatnya berbagai isu terkait pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2026, mayoritas warga Desa Penyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, justru menyampaikan dukungan penuh dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah desa setempat.

Program nasional tersebut dinilai menjadi angin segar bagi warga yang selama ini mendambakan kepastian hukum atas kepemilikan tanah mereka. Tanpa adanya PTSL, biaya pengurusan sertifikat tanah secara mandiri bisa melambung tinggi hingga belasan atau puluhan juta rupiah.

Salah seorang warga setempat, H. Cipto (53), mengungkapkan rasa syukurnya atas masuknya program PTSL di desanya. Menurutnya, partisipasi pembiayaan yang dikeluarkan warga merupakan bentuk inisiatif dan rasa terima kasih atas kerja keras pemerintah desa.

"Saya kira program ini sangat membantu. Kalau mengurus sendiri, biayanya bisa berkali-kali lipat, bahkan sampai puluhan juta rupiah. Adanya PTSL ini benar-benar meringankan beban masyarakat," ujarnya, Senin (28/9/2026).

Senada dengan H. Cipto, warga lainnya juga menegaskan tidak merasa terbebani. Mereka menganggap kontribusi yang diberikan sangat wajar dibandingkan jika harus mengurus sertifikat secara mandiri ke kantor pertanahan.

Dukungan luas dari masyarakat ini tidak lepas dari kepemimpinan Kuwu (Kepala Desa) Penyindangan Wetan, Warmin, yang dinilai tulus dalam mengabdi dan memperjuangkan kepentingan warganya.

Dalam kesempatannya, Kuwu Penyindangan wetan, Warmin menyampaikan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta tetap terbuka terhadap masukan dari warga.

"Pemerintah desa bekerja dengan tulus untuk masyarakat. Silakan koreksi jika ada hal yang kurang atau khilaf dalam pelayanan kami," tutur Warmin.

Ia pun menargetkan seluruh proses administrasi PTSL dapat segera tuntas pada bulan Oktober mendatang, sehingga warga bisa secepatnya menerima sertifikat tanah yang diimpikan.

"Semoga bulan Oktober ini semuanya bisa selesai, agar masyarakat dapat segera menerima dan memegang sertifikat tanahnya masing-masing," pungkasnya. ( TKH)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Komandan Kompi (Danki) 2 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Iptu Alim Fauzi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kompol Apt. Bagus Amrulloh Nurul Immawan, S.Farm., S.I.K., selama menjabat sebagai Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor.

Iptu Alim Fauzi mengaku banyak ilmu, motivasi, bimbingan, keteladanan, hingga kesempatan yang diberikan Kompol Bagus selama memimpin Batalyon C Pelopor.

"Terima kasih atas segala ilmu, motivasi, bimbingan, keteladanan dan kesempatan yang telah diberikan kepada kami dengan kepemimpinan yang luar biasa dari Kompol Apt. Bagus Amrulloh Nurul Immawan selama menjabat sebagai Komandan Batalyon C Pelopor," kata Iptu Alim Fauzi, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, berbagai terobosan dan semangat yang ditanamkan Kompol Bagus selama memimpin satuan tersebut akan terus menjadi inspirasi bagi jajaran.

"Seluruh terobosan dan semangat yang telah ditanamkan akan selalu menjadi inspirasi bagi kami," ujarnya.

Iptu Alim Fauzi juga menyampaikan selamat kepada Kompol Bagus yang terpilih sebagai siswa Dikreg Sesko AD Angkatan 68 Tahun  2026.

"Selamat atas terpilihnya sebagai siswa Dikreg Sesko AD Angkatan 68 T.A. 2026. Semoga beliau sekeluarga selalu berada dalam lindungan Allah SWT, diberikan kesehatan, dan kelancaran hingga kelulusan nanti," ucapnya.

Ia berharap pendidikan yang akan dijalani Kompol Bagus dapat memberikan manfaat dan menjadi bekal untuk melanjutkan pengabdian.

"Semoga ilmu yang didapat semakin membawa berkah dan mengantarkan beliau ke jenjang kepemimpinan yang lebih tinggi," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PT Kereta Api Indonesia (Persero), KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon menggelar skrining payudara dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan tersebut diikuti 70 peserta perempuan.

Kegiatan yang berkolaborasi dengan RSU Siloam Putera Bahagia itu digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian KAI terhadap kesehatan masyarakat sekaligus bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 KAI.


"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya perempuan, untuk semakin peduli terhadap kesehatan diri dan tidak mengabaikan pentingnya pemeriksaan secara rutin. Deteksi dini merupakan langkah penting agar apabila ditemukan adanya indikasi atau kelainan, dapat segera dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut oleh tenaga medis," ujar Muhibbuddin, Minggu (27/9/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi peserta mengenai pentingnya mengenali kondisi kesehatan payudara sejak dini.

Melalui skrining, peserta mendapat kesempatan melakukan pemeriksaan sebagai langkah awal untuk mengetahui adanya potensi kelainan yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut medis.

"Bagi KAI, keberadaan perusahaan di tengah masyarakat harus memberikan nilai tambah. Karena itu, kegiatan sosial dan kesehatan seperti ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mengikuti Health Talk yang disampaikan dr. Neny Irianty dari RSU Siloam Putera Bahagia.

Edukasi tersebut membahas kanker payudara, mulai dari pentingnya mengenali tanda-tanda awal, faktor yang perlu diperhatikan, hingga upaya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin.

KAI menyebut edukasi mengenai kanker payudara penting dilakukan karena perubahan pada payudara terkadang tidak disadari atau dianggap sebagai kondisi biasa. 

Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan lebih peka terhadap perubahan pada tubuh dan tidak menunda pemeriksaan ketika menemukan tanda yang perlu dikonsultasikan kepada tenaga medis.


Selain skrining payudara, KAI Daop 3 Cirebon bersama RSU Siloam Putera Bahagia juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para peserta.

Layanan tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengetahui kondisi kesehatan secara lebih menyeluruh sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan secara preventif.

Muhibbuddin mengatakan kolaborasi KAI Daop 3 Cirebon dengan RSU Siloam Putera Bahagia menjadi salah satu bentuk sinergi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.

"Kami berharap 70 peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi bagian dari gerakan untuk semakin peduli terhadap kesehatan, khususnya kesehatan payudara. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan apabila menemukan tanda-tanda yang tidak biasa dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan," pungkasnya. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top