Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Majalengka) -
Kasus dugaan pemalsuan dokumen negara mengguncang pemerintahan desa Rancaputat  Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Seorang mantan Sekretaris Desa (Sekdes)  Dudi diduga memalsukan tanda tangan Kuwu/Kades Desa Rancaputat, Eli Herawati, dalam proses penerbitan Akta Jual Beli (AJB) milik warga.

Selain itu juga Oknum Sekdes Telah Memalsukan Stempel Kepala Desa 
Dugaan pemalsuan itu terjadi pada sedikitnya tiga dokumen AJB yang tercatat pada tahun 2025. AJB sendiri merupakan dokumen penting dalam transaksi pertanahan yang memiliki kekuatan hukum dan menjadi dasar legalitas kepemilikan tanah.

Terbongkar Setelah Warga Ucapkan Terima Kasih
Kasus ini terungkap secara tak terduga.
Kuwu Eli Herawati mengaku baru mengetahui adanya dokumen AJB yang "sudah jadi" ketika seorang warga datang mengucapkan terima kasih atas penerbitan AJB lengkap dengan stempel pemerintahan desa.

Namun, Kuwu menegaskan dirinya tidak pernah menandatangani dokumen tersebut.
Merasa ada kejanggalan serius, Kuwu kemudian memanggil Dudi untuk dimintai klarifikasi.

Pelaku Mengakui segalah perbuatan  dan seraya Meminta Maaf
Di hadapan Kuwu Eli, Dudi akhirnya mengakui perbuatannya dan menyampaikan Kecerobohannya dikarenakan hilap

Pengakuan itu juga disampaikan saat yang bersangkutan dikonfirmasi awak media.
"Iya, benar,"ujar Dudi singkat. saya telah memalsukan Tanda tangan ibu Kuwu dan memalsukan Stempel Kepala Desa Rancaputat ,Akunya.

Dalam keterangannya, Dudi berdalih bahwa pemalsuan dilakukan karena proses tanda tangan AJB dinilai lambat.
Ia menyebut Kuwu kerap sulit ditemui atau tidak segera menandatangani dokumen apabila diminta.

Namun demikian, tindakan pemalsuan tanda tangan pejabat pemerintahan tetap berpotensi masuk dalam kategori pelanggaran hukum serius karena menyangkut dokumen negara dan aset pertanahan warga.

Berpotensi Dijerat Pasal Pemalsuan Surat dalam KUHP
Secara hukum, dugaan tindakan tersebut dapat dikaitkan dengan pasal pemalsuan surat sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pelaku dapat dijerat dengan:
Pasal 263 KUHP, tentang pemalsuan surat, dengan ancaman pidana hingga 6 tahun penjara, bagi siapa pun yang membuat atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan hak atau perikatan.


Selain itu, jika pemalsuan dilakukan terhadap dokumen resmi yang berkaitan dengan jabatan pemerintahan, maka dapat pula dikenakan :
Pasal 264 KUHP, yang mengatur pemalsuan terhadap akta autentik atau surat resmi, dengan ancaman pidana lebih berat, hingga 8 tahun penjara.

Pasal-pasal tersebut kerap digunakan dalam kasus pemalsuan dokumen pertanahan karena AJB termasuk dokumen penting dalam proses peralihan hak atas tanah.

Kuwu Merasa Dirugikan, Dugaan Kasus Lebih Luas
Kuwu Eli Herawati menyatakan dirinya dirugikan secara imaterial dan menilai tindakan tersebut mencoreng integritas pemerintahan desa.

Lebih jauh, informasi yang berkembang menyebutkan bahwa kasus ini tidak berhenti pada tiga AJB saja.

Disebutkan pula terdapat lebih dari 10 bidang tanah lain yang diajukan melalui oknum sekdes tersebut hingga kini belum selesai dan berpotensi menimbulkan persoalan kedepannya karena masih banyak warga Desa Rancaputat yang merasa dirugikan akibat tidakan tercela yang dilakukan mantan Sekdes Dudi 

Kasus ini pun menjadi sorotan publik, mengingat pemalsuan dokumen pertanahan dapat berdampak luas terhadap kepastian hukum warga dan kredibilitas pemerintahan desa. 

Sekarang Oknum Sekdes  Sudah Berhasil Di Amankan Pihak Kepolisan dengan tertangkapnya Oknum Sekdes Dudi Harus Mempertanggung Jawabakan  Atas Segala perbuatannya

Editor : Ade Prayitno

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Bupati Cirebon Imron memastikan pemerintah daerah bersama jajaran kepolisian, terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan 1447 Hijriah guna menjaga stabilitas dan daya beli masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Imron usai peninjauan di Pasar Sumber dan Pasalaran, Kabupaten Cirebon, Jumat (13/2/2026).

Imron mengatakan sejumlah komoditas mulai mengalami kenaikan harga, di antaranya telur ayam, daging ayam, dan cabai, terutama cabai rawit atau yang dikenal sebagai cabai setan.

“Beberapa kebutuhan pokok memang ada kenaikan, seperti telur, ayam, dan cabai. Yang paling tinggi itu cabai setan,” katanya.


Ia menyebutkan kenaikan harga saat ini masih dalam batas kewajaran, berkisar antara Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram untuk sejumlah komoditas.

Meski demikian, Pemkab Cirebon bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan terus melakukan pengawasan agar lonjakan harga tidak terlalu tinggi menjelang bulan puasa.

Imron menegaskan, apabila terjadi kenaikan signifikan yang memberatkan masyarakat, pemerintah daerah siap menggelar operasi pasar sebagai langkah intervensi.

“Kalau memang nanti terlalu tinggi, kami bersama Pak Kapolres akan mengadakan operasi pasar,” ujarnya.


Ia menambahkan, pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi harga tetap stabil dan tidak terjadi gejolak yang berlebihan di tingkat pedagang.

Sementara itu, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama mengatakan, pihaknya melakukan monitoring menyeluruh terhadap distribusi bahan pokok, mulai dari supplier hingga petani dan peternak.

“Kami memantau perkembangan ke supplier, petani, dan peternak ayam maupun telur, sehingga bisa ditemukan harga terbaik untuk masyarakat,” kata Imara.

Menurut dia, kenaikan harga menjelang Ramadan merupakan pola tahunan. Biasanya harga akan kembali stabil atau menurun setelah bulan puasa berjalan, sebelum kembali berpotensi naik menjelang Idulfitri.


Imara memastikan jajarannya juga mengantisipasi kemungkinan penimbunan barang dengan mengerahkan tim untuk melakukan pengawasan di lapangan.

“Sejauh ini belum ditemukan adanya penimbunan. Namun jika ada informasi dari masyarakat, silakan disampaikan dan akan kami tindak lanjuti,” pungkasnya

Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon 

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) - 
Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pendidikan bersama INOVASI kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi dasar dengan menyelenggarakan Lokakarya Praktik Perencanaan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Teaching at the Right Level (TaRL) untuk Kemampuan Membaca bagi guru Sekolah Dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Batiqa Cirebon, Kamis (12/2/2026).

Lokakarya diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari perwakilan guru kelas 1, 2, dan 3 serta Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) dari enam kecamatan, yakni Astanajapura, Gegesik, Losari, Pabedilan, Panguragan, dan Mundu.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil asesmen kemampuan membaca siswa di enam kecamatan tersebut yang menunjukkan adanya variasi tingkat kemampuan dalam satu kelas, mulai dari level pengenalan huruf, suku kata, kata, paragraf, hingga cerita.


Kondisi ini menuntut guru untuk mampu merancang pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan belajar setiap siswa.

Melalui pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi, guru didorong untuk menyesuaikan strategi, proses, serta asesmen pembelajaran berdasarkan karakteristik dan tingkat kemampuan siswa.

Peserta juga diperkenalkan dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL), yaitu strategi intervensi pembelajaran membaca yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan aktual siswa, termasuk pemberian dukungan tambahan di luar jam pembelajaran reguler.

Koordinator Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Nano Sutarno, menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut dalam memperkuat kapasitas guru.


“Dinas Pendidikan memandang kemitraan bersama INOVASI ini sebagai langkah krusial dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus menguatkan ekosistem pendidikan di Kabupaten Cirebon,” ujar Nano.

Ia berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh secara konsisten di sekolah masing-masing untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas awal.

Selain itu, peserta juga diharapkan menjadi agen perubahan dengan mendiseminasikan praktik baik kepada rekan sejawat di tingkat sekolah maupun kecamatan.

Lokakarya dirancang secara aplikatif dan berbasis praktik. Peserta melakukan analisis dan revisi RPP, menyusun skenario pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kemampuan membaca, hingga melakukan simulasi peer teaching.


Pada sesi penguatan, fasilitator memperkenalkan strategi TaRL berdasarkan level membaca siswa yang dipadukan dengan pemanfaatan Alat Peraga Edukatif (APE) hasil pengembangan masing-masing KKG dari pelatihan sebelumnya.

Karno, guru SD Negeri 2 Panggangsari, Kecamatan Losari, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini memberikan dampak nyata di sekolah.

“Harapannya ke depan, pelatihan atau workshop seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam membekali kapasitas guru meningkatkan kemampuan membaca murid,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, setiap KKG menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk mendiseminasikan praktik baik di tingkat kecamatan serta menyusun mekanisme pencatatan peningkatan kemampuan membaca siswa secara berkala.


Langkah ini diharapkan dapat memastikan pendampingan belajar dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui lokakarya ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan INOVASI berharap para guru semakin percaya diri dan terampil dalam meningkatkan keterampilan dasar membaca siswa.

Upaya ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan di bidang literasi, agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuannya.



Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon 

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) menggelar bazar murah menjelang Ramadan 2026.

Kegiatan ini digelar di depan kantor Disperdagin, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kamis (12/2/2026).

Bazar murah ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat dengan harga di bawah pasaran. Warga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan menjelang bulan suci.

Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon, Dadang Raiman mengatakan, bazar murah digelar sebagai upaya membantu masyarakat menyambut Ramadan.


“Bazar ini menjual kebutuhan pokok masyarakat yang memang harganya di bawah harga pasaran. Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk warga masyarakat,” ujar Dadang.

Ia menjelaskan, pelaksanaan bazar di halaman kantor Disperdagin diharapkan memberi kemudahan akses bagi warga di Kecamatan Sumber dan sekitarnya.

“Karena ini dilaksanakan di kantor Disperdagin, mudah-mudahan masyarakat di Kecamatan Sumber dan sekitarnya merasakan manfaatnya dan masyarakat siap menyambut bulan suci Ramadan,” katanya.


Dadang menambahkan, untuk sementara kegiatan bazar murah baru dijadwalkan satu kali pada awal Ramadan. Namun, pihaknya berencana kembali menggelar kegiatan serupa menjelang Lebaran.

“Tempatnya (lokus) masih kita komunikasikan. Tentunya lokus bazar murah ini disesuaikan dengan kebutuhan,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, harga sembako yang dijual dalam bazar mengikuti harga dari distributor. 

Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon 

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Komisi III DPRD Kota Cirebon menggelar rapat membahas pasca-ambruknya Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Rabu (11/2/2026). Rapat tersebut, Komisi III mendorong Pemerintah Daerah Kota Cirebon segera melakukan renovasi gedung agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Ketua Komisi III DPRD, Yusuf MPd mengatakan, peristiwa ambruknya bangunan tersebut merupakan musibah. Namun demikian, langkah percepatan perbaikan perlu segera dilakukan karena menyangkut pelayanan publik.

“Hasilnya, Komisi III mendorong agar renovasi kantor Disnaker segera dilakukan Pemkot Cirebon. Karena ini menyangkut pelayanan masyarakat di Kota Cirebon, sehingga harus segera direnovasi,” kata Yusuf.



Komisi III juga mendukung keinginan jajaran Disnaker untuk tetap menempati lokasi semula di kawasan Cipto Mangunkusumo. Menurut Yusuf, Disnaker telah memahami tata letak pelayanan di lokasi tersebut sehingga dinilai lebih efektif dibandingkan harus pindah permanen ke tempat lain.

“Kalau dipindahkan ke tempat baru, akan membutuhkan penyesuaian kembali dan berpotensi membuat pelayanan kurang maksimal. Kami mendorong agar tetap di lokasi semula,” ujarnya.

Terkait pembiayaan, Komisi III akan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD untuk mendorong agar anggaran renovasi segera diputuskan melalui mekanisme yang berlaku, termasuk pembahasan di Badan Anggaran (Banggar). Yusuf menyebut perbaikan dapat menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) mengingat sifat kejadiannya yang darurat.

“Karena ini sifatnya tak terduga, dapat dipertimbangkan menggunakan BTT. Kami akan mendorong pimpinan agar segera berkoordinasi dengan Wali Kota supaya prosesnya bisa dipercepat,” katanya.

Selain itu, Komisi III juga meminta dilakukan evaluasi teknis terhadap penyebab ambruknya bangunan, baik karena faktor usia maupun aspek konstruksi. Hal ini dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang di perangkat daerah lainnya.

“Ini harus menjadi perhatian dinas teknis yang menangani pembangunan, agar kekuatan bangunan benar-benar diperhatikan sehingga tidak terjadi di dinas lain,” tegas Yusuf.



Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon, R Endah Arisyanasakanti SH, menyoroti perlunya kajian terkait kepemilikan aset di lokasi Disnaker. Ia menyampaikan bahwa perlu dipastikan status tanah dan sertifikat aset, mengingat di lokasi tersebut juga terdapat kantor Disnaker Kabupaten Cirebon.

“Perlu ada kajian kepemilikan asetnya. Tanah dan sertifikatnya harus dipastikan masuk aset kota atau bagaimana. Itu harus jelas terlebih dahulu,” ujarnya.

Endah juga meminta agar gedung yang akan ditempati dilakukan peninjauan kembali untuk memastikan kelayakan dan keamanan, mengingat bangunan tersebut merupakan gedung lama.

Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, Agus Suherman memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan pasca ambruknya gedung.

“Sejak hari Minggu pasca kejadian, kami sudah dapat melakukan pelayanan kepada masyarakat. Yang utama, pelayanan tidak boleh berhenti,” katanya.

Agus menjelaskan, sejumlah layanan yang tetap berjalan di antaranya pelayanan Kartu AK-1 (kartu kuning), rekomendasi pekerja migran Indonesia (PMI), penanganan permasalahan PMI, serta pelayanan hak-hak pekerja. Sosialisasi Upah Minimum Kota (UMK) juga tetap dilaksanakan.



Untuk sementara, Disnaker diarahkan menempati gedung eks perizinan di kawasan KSTU. Agus menyebut kondisi bangunan tersebut layak digunakan, meskipun perlu penyesuaian karena merupakan bangunan lama dan berstatus cagar budaya.

“Secara kondisi layak dan bisa digunakan. Memang awalnya terasa pengap karena lama tidak dipakai, namun jika sudah ditempati dan dirawat, diharapkan akan lebih nyaman,” ujarnya.

Ia berharap proses relokasi dapat segera terealisasi sebelum Ramadan, sembari menunggu kebijakan lebih lanjut dari Wali Kota terkait status penempatan tersebut, apakah bersifat permanen atau sementara.

Hadir dalam rapat, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon R Endah Arisyanasakanti SH, serta anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon Hendi Nurhudaya SH, Leni Rosliani SIP, dr. Tresnawaty, Sp.B, Indra Kusumah Setiawan AMd, dan perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon.

Sumber : Humas DPRD Kota Cirebon 

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Harjamukti Tahun Perencanaan 2027 resmi digelar, Rabu (11/2/2026) di aula gedung kecamatan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon Een Rusmiyati SE mengatakan, Musrenbang menjadi forum strategis bagi pemerintahan di tingkat kecamatan menyerap aspirasi masyarakat.

Dari 5 kelurahan di Kecamatan Harjamukti, Een menyebut bahwa permasalahan infrastruktur masih mendominasi dalam usulan Musrenbang 2027.

Di antaranya, penanganan banjir, peningkatan penerangan jalan umum, hingga penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kopi Luhur.

“Musrenbang di Harjamukti mengakomodir seluruh usulan dari lima kelurahan yaitu Harjamukti, Kecapi, Larangan, Kalijaga dan Argasunya. Infrastruktur menjadi fokus usulan utama,” katanya.


Een juga menekankan perhatian khusus pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan banjir yang kerap terjadi ketika musim penghujan tiba.

Maka dari itu, DPRD akan terus mengawasi seluruh usulan yang masuk dalam Musrenbang agar terealisasi manfaatnya bagi masyarakat.

“Tentu kami akan mengawal seluruh aspirasi yang masuk, sehingga nantinya hal itu dapat direalisasikan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, Camat Harjamukti R Yuki Maulana Hidayat SSTP menyampaikan empat perencanaan kebijakan prioritas untuk pembangunan tahun 2027.

Perencanaan tersebut yaitu pembangunan dan pemberdayaan UMKM, urban farming, penanggulangan bencana, serta pengelolaan sampah.

“Jika dipersentase maka untuk tahun 2027, perencanaan pembangunan mencapai 40 persen untuk pemberdayaan masyarakat, dan 60 persen untuk sarpras dari jumlah 202 program prioritas,” katanya.

Turut hadir Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon M Handarujati Kalamullah SSos MAP, dan anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon Ruri Tri Lesmana.

Sumber : Humas DPRD Kota Cirebon 

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top