Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Indramayu) -
Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu secara resmi menghentikan penyelidikan terkait kasus dugaan transfer dana sebesar Rp2 miliar dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Darma Ayu ke pihak ketiga.

Kasi Pidsus Kejari Indramayu, Herry Abadi Sembiring, S.H., menjelaskan bahwa keputusan penghentian tersebut diambil setelah pihaknya melakukan serangkaian pendalaman dan analisis mendalam. 

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan analisis secara komprehensif, kami memutuskan untuk menghentikan penyelidikan karena tidak ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup mengenai dugaan tindak pidana korupsi dalam peristiwa tersebut," tegas Herry.

Senada dengan hal tersebut, Kasi Intel Kejari Indramayu, Tomy Novendri, S.H., M.Kn., menambahkan bahwa seluruh proses hukum telah dilakukan secara profesional. 

"Penghentian ini murni berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Tidak ditemukan adanya unsur kerugian negara yang mengarah pada tindak pidana korupsi sebagaimana yang sempat disangkakan," ujar Tomy.

 Pihak Kejari Indramayu menegaskan bahwa hasil tersebut didapat setelah melalui proses pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) yang objektif. Pihak Kejaksaan menyatakan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan bukti permulaan yang cukup atau perbuatan melawan hukum yang mengarah pada tindak pidana korupsi.

Diinformasikan sebelumnya, Kasus dana Rp2 miliar di PDAM Indramayu (Perumdam Tirta Darma Ayu/TDA) mengacu pada dugaan transaksi janggal berupa transfer uang dari rekening resmi Perumdam TDA ke rekening perusahaan swasta (PT BRS).

 Isu ini pertama kali mencuat ke publik sejak November 2025 setelah bukti transfernya beredar luas di media sosial.

Kasus ini telah dilaporkan dan ditangani oleh Kejaksaan Negeri Indramayu. Pihak kejaksaan mengusut indikasi tindak pidana korupsi atau fraud (kecurangan akuntansi) terkait aliran dana tersebut.

Kasus ini telah dilaporkan dan ditangani oleh Kejaksaan Negeri Indramayu. 

Beberapa pejabat internal Perumdam TDA, seperti Direktur Umum, Manajer Keuangan, dan Manajer Bidang Umum, dijadwalkan untuk dipanggil guna dimintai keterangan. 

Tuntutan dari Elemen Masyarakat: Berbagai organisasi kemasyarakatan terus mendesak aparat hukum untuk bergerak cepat. 

Pada April 2026, Gerakan Mahasiswa Indramayu (Gemi) menggelar aksi unjuk rasa memprotes lambatnya penanganan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang. (wnd)

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten  Cirebon) -
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, hadir dalam acara pisah sambut Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Cirebon yang diadakan di Ballroom Grage Hotel Cirebon pada Jumat, 17 Juli 2026.

Acara ini menandai serah terima kepemimpinan dari Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung, S.E., M.Tr.Opsla. kepada Letkol Laut (P) Mizar Hanoeng.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan suasana hangat dan menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Cirebon, TNI Angkatan Laut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga keamanan dan pembangunan wilayah maritim.


Dalam sambutan yang disampaikan oleh Wakil Bupati Agus Kurniawan Budiman atas nama Bupati Cirebon, Imron, pemerintah daerah mengapresiasi Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung atas dedikasi dan pelayanannya selama memimpin Lanal Cirebon.

Selama kepemimpinan Letkol Faisal, sinergi antara TNI AL dengan Forkopimda, instansi vertikal, para pelaku usaha, dan masyarakat terjalin dengan baik, terutama dalam menjaga keamanan laut, penanggulangan bencana, serta pembinaan potensi maritim.

“Bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon, kebersamaan ini sangat penting. Sebagai daerah pesisir dengan garis pantai yang menjadi pusat aktivitas perikanan, pelayaran, dan perekonomian masyarakat, stabilitas keamanan laut menjadi kunci untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wakil Bupati yang akrab disapa Jigus.


Pemkab Cirebon juga menyambut kehadiran Danlanal Cirebon yang baru, Letkol Laut (P) Mizar Hanoeng. Diharapkan, kepemimpinan baru tersebut mampu memperkuat kolaborasi yang telah terjalin sekaligus menjawab berbagai tantangan di sektor kemaritiman.

“Kami meyakini berbagai tantangan di bidang keamanan maritim, pengelolaan wilayah pesisir, penanggulangan bencana, dan pemberdayaan masyarakat pesisir hanya dapat diatasi melalui sinergi yang kuat antara TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, Forkopimda, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya selama memimpin Lanal Cirebon.

“Kolaborasi yang kita jalin selama masa kedinasan di sini sangatlah luar biasa. Kami berharap, pengganti kami nantinya dapat membawa semangat dan kinerja yang jauh lebih baik lagi,” ujarnya.

Di sisi lain, Danlanal Cirebon yang baru, Letkol Laut (P) Mizar Hanoeng, memohon dukungan dari seluruh unsur pemerintah dan masyarakat agar dapat menjalankan amanah dengan baik.


“Saya memohon doa dan dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian agar saya senantiasa diberikan kekuatan dalam mengemban amanah ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kolaborasi demi kemajuan daerah.

“Mari kita terus menjaga silaturahmi, merawat kebersamaan, dan memperkuat sinergi demi kemajuan Cirebon, kesejahteraan masyarakat, serta kejayaan Indonesia,” tegasnya. 

Sumber : Diskomimfo Kabupaten Cirebon
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Cirebon menggelar musyawarah cabang sebagai bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi Pemilu mendatang. 

Ketua DPD PAN Kota Cirebon, Aldyan Fauzan Ramadlan Sumarna, mengatakan pihaknya optimistis mampu meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kota Cirebon.

Keyakinan tersebut didasarkan pada penguatan struktur partai hingga tingkat ranting serta program yang terus menyentuh masyarakat. 

"Dengan semangat, spirit, dan perjuangan bersama teman-teman DPC serta anak ranting, kami optimistis. Berdasarkan data yang kami miliki saat ini, target kami bisa meraih empat sampai lima kursi," kata Aldyan, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, PAN Kota Cirebon terus mengoptimalkan pembinaan struktur partai melalui berbagai pelatihan yang menyasar pengurus hingga tingkat ranting.

Langkah itu dilakukan agar mesin partai semakin solid dan mampu hadir di tengah masyarakat. Aldyan menegaskan, slogan "PAN Bantu Rakyat" bukan sekadar jargon, melainkan identitas partai yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial secara rutin.

 

"Sesuai dengan identitas kami, PAN Bantu Rakyat bukan hanya sekadar slogan. Itu sudah kami lakukan secara konsisten melalui DPD PAN Kota Cirebon," ujarnya. 

Salah satu program yang dijalankan adalah layanan servis sepeda motor gratis yang digelar setiap pekan di masing-masing daerah pemilihan (dapil). Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Honda. "Setiap satu minggu sekali di satu dapil, kami mengadakan servis gratis bekerja sama dengan Honda," jelasnya. 

Selain itu, PAN Kota Cirebon juga memberdayakan sayap partai untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Setiap bulan, partai memberikan bantuan tenda kepada pelaku UMKM yang membutuhkan sebagai upaya mendukung aktivitas usaha masyarakat.

 "Melalui sayap partai, setiap bulan kami memberikan tenda kepada UMKM yang membutuhkan. Program ini sudah berjalan dan akan terus kami lanjutkan," pungkas Aldyan. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Cirebon) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus memperkuat keandalan prasarana perkeretaapian untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan kereta api. Sepanjang Semester I 2026, berbagai program pemeliharaan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan agar seluruh prasarana tetap dalam kondisi optimal.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya ditentukan oleh kondisi sarana, tetapi juga bergantung pada kualitas prasarana yang menopang operasional setiap hari.

"Keselamatan perjalanan kereta api diawali dari prasarana yang terawat dengan baik. Karena itu, KAI Daop 3 Cirebon secara konsisten melaksanakan pemeliharaan yang terencana, berkelanjutan, dan berbasis kondisi di lapangan agar seluruh lintas operasi tetap dalam kondisi laik. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati perjalanan kereta api yang aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu," kata Muhibbuddin, Jumat (17/7/2026).

Pemeliharaan mencakup jalan rel, wesel, jembatan, drainase, emplasemen stasiun hingga pemeriksaan geometri jalur menggunakan Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR).

Teknologi ini mampu mengukur kondisi geometri jalur secara presisi sekaligus mendukung penataan ballast dan koreksi posisi rel sehingga potensi gangguan dapat dideteksi lebih dini.

Selama Semester I 2026, KAI Daop 3 Cirebon telah melakukan pemeriksaan geometri jalur sepanjang 126 kilometer menggunakan KPJR.

Selain itu, saat ini tengah dilakukan persiapan penyusunan rel untuk pemasangan rel tipe R54 sepanjang 30.850 meter guna meningkatkan keandalan lintas dan memperpanjang usia layanan prasarana.

Peningkatan kualitas jalur juga dilakukan melalui penggantian 3.000 batang bantalan beton. KAI juga menyiapkan penggantian 1.650 batang bantalan kayu di jembatan menjadi bantalan sintetis yang dinilai lebih tahan terhadap berbagai kondisi dan mampu meningkatkan keandalan konstruksi jembatan.

Tak hanya itu, sebanyak 20.000 unit penambat rel telah diganti untuk menjaga kestabilan konstruksi jalur. Sementara penambahan dan penataan ballast sebanyak 4.600 meter kubik dilakukan guna memperkuat struktur jalan rel dan menjaga kualitas geometri lintas.

Di sektor jembatan, KAI Daop 3 Cirebon juga melakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap 836 unit jembatan kelas 1, 2, dan 3 guna memastikan seluruh bangunan penunjang perjalanan kereta api tetap dalam kondisi aman dan laik operasi.
Pengawasan kondisi lintas juga dilakukan secara rutin oleh petugas jalan rel melalui inspeksi dua kali setiap hari.

Pemeriksaan tersebut menjadi langkah antisipasi untuk mendeteksi potensi gangguan sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum berdampak pada operasional perjalanan kereta api.


Muhibbuddin menjelaskan seluruh pekerjaan pemeliharaan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan kerja serta tidak mengganggu operasional maupun pelayanan kepada pelanggan.

"Pemanfaatan teknologi seperti KPJR yang didukung kompetensi petugas prasarana di lapangan membuat proses pemeliharaan menjadi semakin efektif. Berbagai potensi gangguan dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganannya dapat dilakukan secara preventif. Pendekatan ini menjadi salah satu strategi KAI untuk meningkatkan keandalan prasarana sekaligus menjaga ketepatan waktu perjalanan kereta api," ujarnya.


Selain pemeliharaan rutin, KAI Daop 3 Cirebon juga menerapkan pendekatan condition based maintenance atau pemeliharaan berbasis kondisi. Melalui evaluasi hasil inspeksi, perusahaan dapat menentukan prioritas penanganan sesuai tingkat risiko sehingga pemanfaatan sumber daya menjadi lebih efektif.

"KAI Daop 3 Cirebon akan terus memperkuat kualitas pemeliharaan prasarana melalui modernisasi peralatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan teknologi yang semakin adaptif. Seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan transportasi kereta api yang semakin aman, andal, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan," tutup Muhibbuddin. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Polres Cirebon Kota meraih Juara 2 Lomba Tiga Pilar Tingkat Polda Jawa Barat dalam Apel Gelar Bhabinkamtibmas dan Sabuk Kamtibmas Polda Jawa Barat yang digelar di Lapangan Apel Polda Jawa Barat, Jumat (17/7/2026).

Apel bertema Jaga dan Rawat Jawa Barat tersebut dipimpin Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan diikuti jajaran kepolisian dari seluruh wilayah Jawa Barat.

Kegiatan itu menjadi momentum memperkuat peran Bhabinkamtibmas dalam menjaga keamanan, membangun kemitraan dengan masyarakat, serta mendukung program prioritas Polda Jabar.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi yang solid antara unsur Tiga Pilar, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan pemerintah kelurahan bersama masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.


"Prestasi ini merupakan hasil kolaborasi seluruh unsur Tiga Pilar bersama masyarakat. Sinergi yang baik menjadi kunci dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ujar Eko.


Penghargaan tersebut diraih oleh Tiga Pilar Kelurahan Kejaksan, Kota Cirebon, melalui sejumlah inovasi yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.

Salah satu inovasi unggulannya adalah Kampung 1 Pintu, yakni sistem pembatasan akses keluar masuk lingkungan dengan menutup jalan atau gang mulai pukul 22.00 WIB hingga 04.30 WIB. Selama periode tersebut hanya satu akses utama yang dibuka dan dijaga petugas Satkamling untuk meningkatkan pengawasan sekaligus menekan potensi gangguan keamanan.

Selain itu, Tiga Pilar Kelurahan Kejaksan juga rutin menggelar program Jumat Berkah dengan menyalurkan makanan siap saji, paket sembako, serta santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial kepada warga.

Eko berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Cirebon Kota dan jajaran Bhabinkamtibmas untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan serta memperkuat kolaborasi dengan masyarakat.


Menurutnya, Tiga Pilar merupakan garda terdepan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan, sehingga sinergitas yang telah terbangun perlu terus dipelihara dan ditingkatkan.


Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara aparat dan masyarakat mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata.

"Keberhasilan Kelurahan Kejaksan kami harapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk terus memperkuat kemitraan, menjaga keamanan lingkungan, dan menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Aris. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang ) - Keluarga seorang pasien berinisial  KH ,  warga  RT 03/08 Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci,  mengaku  sangat kecewa terhadap pelayanan yang diberikan RS Primaya Kota Tangerang. Mereka menilai rumah sakit tersebut lalai dalam menangani pasien sehingga berencana meminta pertanggungjawaban dari pihak rumah sakit.

Selain itu, keluarga juga menyatakan akan mendesak instansi terkait agar melakukan pemeriksaan secara tegas objektif terhadap dugaan kelalaian tersebut.

Wawan,  menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika pasien yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Primaya Kota Tangerang menggunakan mobil ambulans . Saat itu pasien hanya menjalani observasi dan tidak dirawat inap.

"Sangat aneh dan janggal. Saat itu pasien hanya diobservasi dan tidak dirawat inap, padahal kondisinya sangat memprihatinkan. Pasien merasakan sakit luar biasa di bagian pinggul, tidak bisa bangun dari tempat tidur, apalagi berjalan," ujar Wawan saat ditemui di RSUD Kota Tangerang, Jumat (17/7/2026).»

Wawan mengatakan, sehari setelah pulang dari RS Primaya, kondisi pasien justru semakin memburuk. Pasien terus menjerit menahan rasa sakit hingga membuat keluarga panik dan tetangga berdatangan untuk membantu.

" Satu hari setelah pasien.pulang dari  RS Primaya kondisi kesehatannya semakin memburuk, Kami  segera  membawa pasien ke RS Sari Asih Karawaci. Alhamdulillah pasien ditangani dengan baik dan dirawat selama tiga hari menggunakan BPJS Kesehatan dengan pelayanan yang maksimal," katanya.

Namun, lanjut Wawan, pihak RS Sari Asih Karawaci menyarankan agar pasien dirujuk kembali ke RS Primaya karena dinilai memiliki fasilitas dan alat kesehatan yang lebih lengkap untuk penanganan lanjutan.

Dengan harapan memperoleh penanganan yang lebih optimal, pasien kembali dibawa  ke RS Primaya. Akan tetapi,   pelayanan yang diterima masih belum sesuai harapan keluarga.

Ia mengungkapkan bahwa sekitar dua minggu sebelumnya pasien telah diperiksa oleh dokter spesialis di RS Primaya dan dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan sekitar 10 Juli 2026. Namun, menurutnya, jadwal tersebut ditunda dan kembali dijadwalkan pada minggu berikutnya.

"Ironisnya, pemeriksaan ditunda padahal kondisi pasien terus memburuk. Kami sangat kecewa karena merasa kondisi pasien tidak menjadi prioritas," ungkapnya. "

Saat ini pasien sedang menjalani perawatan di RSUD Kota Tangerang dengan pelayanan yang sangat baik dan maksimal.  Dan  akan dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap, seperti RSCM atau RS Kanker Dharmais di Jakarta.

Lebih lanjut, Wawan menegaskan bahwa pihak keluarga akan menempuh jalur hukum atas dugaan kelalaian yang mereka rasakan.

"Kami akan menindaklanjuti persoalan ini melalui jalur hukum. Selain itu, kami juga akan meminta Kepala Dinas Kesehatan, Wali Kota Tangerang, dan DPRD Kota Tangerang untuk melakukan evaluasi serta mengambil tindakan secara objektif apabila ditemukan adanya pelanggaran," tegas Wawan

Hingga berita ini diterbitkan, pihak RS Primaya Kota Tangerang belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi terkait tuduhan yang disampaikan oleh keluarga pasien. Redaksi membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers

( AWW)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top