Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif
E satu.com (Kuningan) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memilih Desa Jagara, Kabupaten Kuningan, sebagai salah satu desa yang didorong menjadi ekosistem keuangan inklusif.
Langkah tersebut dilakukan OJK Cirebon sebagai bagian dari komitmen mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan perekonomian daerah.
Desa Jagara dipilih karena memiliki potensi besar, terutama di sektor pariwisata, UMKM, hingga perikanan.
Desa Jagara juga menjadi salah satu destinasi wisata terbaik tingkat nasional dan mendapat penghargaan dari Kementerian Desa pada Januari 2026.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan pihaknya melihat potensi ekonomi yang besar di Desa Jagara.
"Kami melihat ini potensi yang luar biasa. Kultur masyarakat di sini tidak hanya dari sektor UMKM, tetapi juga ada perikanan," kata Agus, kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, OJK juga ingin membantu mempromosikan potensi wisata Desa Jagara. Namun, di sisi lain masih terdapat masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan keuangan secara optimal.
Salah satunya terjadi pada sektor perikanan. Dari sekitar 230 warga pelaku usaha tambak, Agus menyebut baru sebagian yang memiliki potensi untuk dikembangkan secara maksimal.
"Di sektor perikanannya banyak sekitar 230 warga pelaku usaha tambak. Di antaranya sekitar 10 persen memiliki potensi yang bisa dikembangkan dan sisanya terkendala modal," ujarnya.
Karena itu, OJK akan mendorong peningkatan akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Desa Jagara.
Target lainnya adalah mendorong perbankan menghadirkan lebih banyak agen layanan perbankan di desa sehingga masyarakat lebih mudah mengakses layanan keuangan.
OJK juga akan mendorong digitalisasi transaksi UMKM melalui penggunaan QRIS. Program tersebut nantinya akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia.
"Kami berharap nanti melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, banyak pelaku UMKM menyediakan transaksi pembayaran melalui QRIS," katanya.
Digitalisasi juga diharapkan diterapkan dalam transaksi yang berada di bawah koordinasi BUMDes Desa Jagara.
Selain akses pembiayaan, OJK juga akan mendorong masyarakat memiliki simpanan, termasuk melalui program Simpanan Pelajar (SimPel).
Sekolah-sekolah yang berada di Desa Jagara akan didata untuk kemudian didorong membuka rekening tabungan bagi para pelajar.
"Jadi tidak hanya dari akses pembiayaan, tetapi juga simpanan," ucap Agus.
OJK Cirebon juga membuka peluang kolaborasi dengan Pegadaian untuk mendorong masyarakat memiliki tabungan emas.
Program tersebut dapat dikolaborasikan dengan pengelolaan sampah melalui program bank sampah.
Nantinya, sampah yang telah dipilah dan dikumpulkan masyarakat dapat dikonversi menjadi tabungan dalam bentuk emas.
Dengan berbagai program tersebut, OJK berharap ekosistem keuangan di Desa Jagara semakin berkembang dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata desa. (Wandi)












.jpeg)








.webp)









