Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) - 31 Juli 2026 — Ikatan Wartawan Online (IWO) menggelar aksi penanaman mangrove massal bertajuk “Penanaman Mangrove Bersama IWO 2026” hari ini, Jumat, 31 Juli 2026, di Hutan Mangrove Tanjung Pasir, Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), Kabupaten Tangerang, Banten.

Acara yang mengusung tema “Wartawan Peduli Lingkungan: Menanam Mangrove untuk Pesisir yang Tangguh” ini menargetkan penanaman 1.400 pohon mangrove dengan melibatkan wartawan, komunitas peduli lingkungan, instansi pemerintah, dan masyarakat setempat.

Kerusakan Lingkungan Pesisir Utara Jawa yang Mengkhawatirkan
Pesisir utara Pulau Jawa menghadapi ancaman serius akibat abrasi pantai yang masif, intrusi air laut, subsidence tanah, dan dampak perubahan iklim. Menurut berbagai studi lingkungan, ribuan hektare lahan pesisir di wilayah seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah terus terkikis setiap tahunnya.

“Mangrove sebagai benteng alami pesisir semakin berkurang akibat konversi lahan, pencemaran, dan pembangunan tidak berkelanjutan. Hal ini memperburuk risiko banjir rob, hilangnya biodiversitas, serta ancaman bagi mata pencaharian masyarakat pesisir,” ungkap Ketua Umum IWO Dwi Christianto, Jumat 31 Juli 2026.

Sebagai organisasi profesi wartawan media online, IWO menegaskan bahwa wartawan memiliki peran profesional yang strategis dalam mencari dan menyebarluaskan solusi atas masalah lingkungan ini. Melalui liputan mendalam, investigasi, dan publikasi yang masif, wartawan dapat mendorong kesadaran publik, mengawasi kebijakan pemerintah, serta menginspirasi aksi kolektif dari berbagai pihak.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Sebagai wartawan, kita harus turun langsung memberikan kontribusi nyata sekaligus memberitakan isu lingkungan dengan akurat dan bertanggung jawab. Mangrove adalah benteng alam kita. Dengan menanam hari ini, kita juga menanam harapan untuk pesisir yang lebih tangguh di masa depan.” Papar Dwi.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan
• Melestarikan ekosistem pesisir dan mengurangi emisi karbon.
• Memberikan edukasi tentang fungsi mangrove kepada peserta.
• Memperkuat kolaborasi antara media, pemerintah, swasta, dan masyarakat.
• Menghasilkan liputan media yang luas untuk menginspirasi aksi serupa di seluruh Indonesia.

Acara diawali dengan sambutan, edukasi teknis penanaman oleh pengelola hutan mangrove, penanaman massal, foto bersama, dan ramah tamah.

Pengurus Pusat IWO menggandeng Pengurus Daerah (PD) IWO Kota Bogor, Kota Bekasi dan PD IWO Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Warga sekitar yang diwakilkan oleh Supriyanto, Ketua Rukun Warga (RW) 05 Kelurahan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten, mengungkapkan baru kali ini, ada organisasi wartawan tingkat nasional yang peduli dengan penanaman mangrove di kawasan Tanjung Pasir, PIK 2.

Seperti diketahui, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-14 IWO yang jatuh pada 8 Agustus 2026. Menurut Dwi, puncak peringatan HUT IWO Tahun 2026 ini akan diselenggarakan di Kota Bengkulu yang akan dihadiri sejumlah pengurus di tingkat provinsi dan daerah atau kabupaten/kota di pulau Sumatera.


Apresiasi kepada Para Pendukung


IWO mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada para sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, yaitu Bank Central Asia (BCA) Tbk., PT. Pelni (Persero), PT Garudafood Tbk., dan PT. Pantai Indah Kapuk Tbk.

Dukungan mereka menjadi bukti nyata sinergi antara dunia usaha dan komunitas media dalam upaya pelestarian lingkungan.IWO berharap agar kerjasama antara korporasi dan wartawan media online dapat terus berlanjut di masa mendatang.

“Melalui kolaborasi yang kuat, kedua belah pihak dapat secara konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat luas mengenai pentingnya pelestarian lingkungan, sehingga menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi Indonesia,” tutup Dwi Christianto.(iwan)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Mutasi jabatan di lingkungan Polri yang mengantarkan AKBP Eko Iskandar bertugas sebagai Kapolres Ciamis meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Kota Cirebon.

Salah satu ungkapan tersebut datang dari Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz.

Prabu Diaz menilai, selama memimpin Polres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar dikenal sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan berbagai lapisan masyarakat.

Menurutnya, hubungan baik terjalin dengan tokoh ulama, tokoh lintas agama, tokoh lintas suku, komunitas ojek online hingga kalangan mahasiswa.


"Di masa kepemimpinan Pak Eko Iskandar, masyarakat merasakan kehadiran polisi yang mengayomi. Berbagai keluhan dan pengaduan masyarakat ditanggapi dengan cepat, sehingga masyarakat merasa terlindungi," kata Prabu Diaz dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).


Ia juga mengapresiasi keterlibatan langsung AKBP Eko Iskandar dalam berbagai agenda masyarakat.

Mulai dari pengamanan Operasi Lilin Lodaya, Operasi Ketupat Lodaya, peringatan Hari Guru, hingga kegiatan keagamaan, mantan Kapolres Cirebon Kota tersebut disebut kerap turun langsung memantau situasi di lapangan.

Menurut Prabu Diaz, salah satu momen yang paling berkesan terjadi saat ritual Thudong yang diikuti 36 bhante menuju Borobudur.

Saat itu, AKBP Eko Iskandar disebut menyambut rombongan di perbatasan Kota Cirebon, ikut mengawal perjalanan, serta memastikan keamanan dan pelayanan bagi para bhante maupun pengawalnya dari Laskar Agung Macan Ali Nuswantara.

Tak hanya itu, Prabu Diaz juga mengenang kepedulian AKBP Eko Iskandar terhadap masyarakat.

Ia mencontohkan bantuan yang diberikan kepada seorang mahasiswa asal Cirebon yang mengalami kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), sehingga dapat melanjutkan pendidikannya.

Bagi Prabu Diaz, kepemimpinan AKBP Eko Iskandar layak menjadi teladan karena dinilai mengedepankan sikap rendah hati, mengayomi masyarakat, menjunjung tinggi kearifan lokal, tata krama, dan kesantunan.

Sebagai bentuk penghormatan, ratusan anggota Laskar Agung Macan Ali Nuswantara mengantar kepergian AKBP Eko Iskandar saat meninggalkan Mapolres Cirebon Kota.

Dalam kesempatan itu, organisasi tersebut juga memberikan gelar kehormatan sebagai Anggota Dewan Kelungguhan Luar Biasa kepada AKBP Eko Iskandar.

Di sisi lain, Prabu Diaz menyampaikan harapannya kepada Kapolres Cirebon Kota yang baru, AKBP Bimantoro Kurniawan.


Ia berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan bahkan meningkatkan keharmonisan, komunikasi, dan silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat.


"Laskar Agung Macan Ali Nuswantara siap menjadi mitra Polri, khususnya Polres Cirebon Kota, dalam menjaga persatuan, kebhinekaan, dan nilai-nilai Pancasila," ujarnya.

Prabu Diaz mengaku optimistis AKBP Bimantoro Kurniawan mampu melanjutkan jejak positif pendahulunya.

Menurutnya, rekam jejak AKBP Bimantoro sebelum menjabat Kapolres Cirebon Kota menjadi modal penting untuk menjaga keamanan dan mempererat hubungan Polri dengan masyarakat di Kota Wali. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Sebagai bagian dari pelaksanaan dharma ketiga dalam Tridharma Perguruan Tinggi, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya melalui Program Studi D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) Cirebon, mengadakan kegiatan Deteksi Dini Risiko Depresi dan edukasinya bagi siswa kelas XII di SMAN 4 Kota Cirebon. Program ini dinamai "Kenali Depresi Bersama Depressly".

Program ini juga bertujuan untuk memperkenalkan Depressly, sebuah aplikasi berbasis web untuk skrining awal depresi yang dimaksudkan sebagai sarana edukasi dan deteksi dini risiko depresi pada remaja.

Siswa kelas XII dipilih sebagai fokus karena mereka berada di tahap transisi menuju perguruan tinggi atau dunia kerja. Tekanan akademik yang meningkat, persaingan masuk perguruan tinggi negeri, serta tuntutan menentukan masa depan, adalah faktor-faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental remaja. Oleh sebab itu, edukasi mengenai depresi dan pentingnya deteksi dini dianggap perlu untuk diberikan sejak dini.

Yanto Haryanto, S.Pd., S.Kp., M.Kes., selaku Ketua Tim Pengabdian, menjelaskan bahwa kesehatan mental merupakan bagian integral dari kesehatan secara keseluruhan. Menurutnya, penting bagi remaja untuk memiliki pemahaman yang baik, agar dapat mengenali kondisi diri dan tidak ragu mencari bantuan apabila mengalami gangguan kesehatan mental.

"Kesehatan mental perlu dikenali sejak dini. Melalui aplikasi Depressly, kami berharap remaja lebih berani memahami kondisi dirinya, meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental, serta tidak ragu mencari bantuan ketika diperlukan," ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta mengenai depresi dan kesehatan mental. Selanjutnya, tim memberikan demonstrasi penggunaan aplikasi Depressly, mulai dari cara mengakses aplikasi melalui pemindaian kode QR, pengisian data, hingga cara menjawab setiap pertanyaan skrining secara jujur sesuai kondisi diri masing-masing.

Seluruh proses skrining dilakukan secara anonim sehingga identitas peserta tetap terjaga dan siswa dapat menjawab setiap pertanyaan dengan lebih nyaman.

Selain demonstrasi aplikasi, peserta memperoleh penyuluhan mengenai pengertian depresi, faktor risiko, tanda dan gejala, pentingnya menjaga kesehatan mental, serta langkah yang dapat dilakukan apabila diri sendiri maupun teman menunjukkan tanda-tanda mengalami gangguan kesehatan mental.

Sebagai media pendukung, setiap peserta juga menerima buku saku "Kenali Depresi Bersama Depressly" yang berisi materi edukasi serta panduan penggunaan aplikasi secara mandiri.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti demonstrasi, mengerjakan skrining, serta berdiskusi mengenai berbagai persoalan kesehatan mental yang sering dihadapi remaja. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta kembali mengikuti post-test sebagai evaluasi terhadap peningkatan pengetahuan yang diperoleh.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Nilai rata-rata pre-test yang semula sebesar 69 meningkat menjadi 80 pada post-test.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan melalui penyuluhan dan demonstrasi aplikasi Depressly mampu meningkatkan pengetahuan siswa mengenai depresi, pentingnya deteksi dini, serta upaya menjaga kesehatan mental sejak usia remaja.

Selain memberikan edukasi, tim juga melaksanakan skrining menggunakan aplikasi Depressly terhadap 60 siswa kelas XII SMAN 4 Kota Cirebon. Hasil skrining menunjukkan sebanyak 36 siswa tidak terindikasi berisiko depresi, 11 siswa berada pada kategori risiko depresi ringan, 8 siswa kategori risiko depresi sedang, dan 5 siswa kategori risiko depresi berat.

Temuan tersebut menjadi gambaran bahwa masih terdapat siswa yang memerlukan perhatian lebih terkait kesehatan mental sehingga upaya edukasi, deteksi dini, dan pendampingan di lingkungan sekolah perlu terus ditingkatkan.

Meski demikian, Tim Pengabdian menegaskan bahwa hasil yang diperoleh melalui Depressly bukan merupakan diagnosis klinis. Aplikasi ini dikembangkan sebagai media skrining dini untuk membantu mengidentifikasi tingkat risiko depresi pada remaja.

Peserta yang memperoleh hasil dengan kategori risiko tertentu tetap disarankan berkonsultasi lebih lanjut dengan tenaga profesional, seperti psikolog atau psikiater, agar mendapatkan penilaian dan penanganan yang sesuai.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya berharap pemanfaatan teknologi digital seperti Depressly dapat mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan mental. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah juga diharapkan terus berlanjut guna meningkatkan literasi kesehatan mental remaja serta menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih peduli, suportif, dan responsif terhadap kesehatan mental peserta didik.
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan menegaskan komitmennya mendukung program penataan kawasan Kali Sukalila yang menjadi salah satu proyek strategis Pemerintah Kota Cirebon. Dukungan itu disampaikan saat mendampingi Wali Kota Cirebon Effendi Edo meninjau progres pembangunan kawasan tersebut, Kamis (30/7/2026).

Peninjauan dilakukan usai kegiatan silaturahmi di Rumah Dinas Wali Kota Cirebon. Keduanya melihat langsung perkembangan pembangunan yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Hingga akhir Juli 2026, pembangunan Segmen 1 Kali Sukalila telah mencapai lebih dari 50 persen. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik yang aman dan nyaman.


Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan mengatakan, Polres Cirebon Kota siap mendukung setiap program pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan ruang publik harus diimbangi dengan penguatan aspek keamanan sehingga warga dapat beraktivitas dengan nyaman.

"Polres Cirebon Kota siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Cirebon dan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan berjalan lancar sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif," ujarnya.

Bimantoro menilai penataan Kali Sukalila tidak hanya mempercantik wajah Kota Cirebon, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi, sektor pariwisata, dan aktivitas sosial masyarakat. Karena itu, kepolisian berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal berbagai program pembangunan.


Ia juga menegaskan dukungan kepolisian tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan kegiatan, tetapi juga koordinasi dengan pemerintah daerah agar seluruh tahapan proyek berjalan tertib, aman, dan sesuai harapan masyarakat.

Kawasan Kali Sukalila nantinya akan dikembangkan menjadi ruang publik terpadu yang dilengkapi jalur pedestrian, jogging track, taman, serta penataan lingkungan sungai. Fasilitas tersebut diharapkan menghadirkan kawasan yang lebih tertata sekaligus menjadi ikon baru Kota Cirebon.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menegaskan pihaknya mendukung penuh pembangunan yang berdampak positif bagi masyarakat.

"Kolaborasi yang erat antara kepolisian dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan yang aman, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon," kata Aris. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Seorang pria berinisial RP (65) ditemukan meninggal dunia di dalam ruangan sebuah pabrik septic tank di Jalan Angkasa Raya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Polisi menduga korban meninggal dunia akibat penyakit yang telah lama dideritanya.

Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan dari masyarakat. Petugas gabungan bersama Tim Inafis Polres Cirebon Kota melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

"Setelah menerima laporan, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan para saksi," kata Juntar.

Korban diketahui merupakan warga Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Saat ditemukan, korban berada di dalam ruangan pabrik septic tank milik seorang warga berinisial R di wilayah Harjamukti.

Salah seorang saksi, Marta, yang merupakan rekan kerja korban sekaligus petugas keamanan di lokasi, mengaku sempat diminta menemani kerabat korban yang hendak mengantarkan kacamata sekitar pukul 17.30 WIB. Ia kemudian naik ke lantai dua untuk memanggil korban.

Namun, korban tidak memberikan respons.

Saat didekati, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Marta kemudian memberi tahu rekan kerja lainnya dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Sementara itu, saksi lainnya, Kunto Subagyo, mengatakan korban sebelumnya sering mengeluhkan sakit perut yang telah lama dideritanya. Bahkan, korban sempat menanyakan obat lambung kepadanya.

Hasil olah TKP juga menemukan sejumlah obat-obatan di kamar tempat korban beristirahat. Polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban.

Pihak keluarga menolak dilakukan pemeriksaan luar maupun autopsi.


Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani istri korban di atas materai.

Usai proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun.

Juntar menyampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, keterangan para saksi, dan barang bukti yang ditemukan, korban diduga meninggal dunia akibat sakit yang telah lama dideritanya.

"Meski demikian, kepolisian tetap melakukan langkah-langkah prosedural untuk memastikan penyebab kematian sebelum penanganan perkara dinyatakan selesai," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Pekanbaru) -
Dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Komandan Korem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han., melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial sekaligus silaturahmi dengan Pemimpin Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Riau dan Kepulauan Riau, Dani Satrio, pada Rabu (29/7/2026) .

Dalam kegiatan tersebut, Danrem 031/WB didampingi oleh Kasrem 031/WB Kolonel Inf. Triaji Sartono, M.Han. dan Kasiter Korem 031/WB Kolonel Kav. Nanang Siswoko, S.T., M.M. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan antara Korem 031/Wira Bima dengan Perum Bulog Riau dan Kepulauan Riau.

Melalui komunikasi sosial ini, kedua belah pihak membahas pentingnya membangun sinergi yang berkesinambungan dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan. Sebagai salah satu program prioritas nasional, ketahanan pangan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar ketersediaan, distribusi, dan stabilitas pangan dapat terjaga dengan baik.

Danrem 031/Wira Bima menyampaikan bahwa TNI AD, khususnya Korem 031/Wira Bima, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui penguatan ketahanan pangan.

"Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara TNI dan Perum Bulog dalam mendukung upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan. Ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional," ujar Danrem.

Sementara itu, Pimwil Perum Bulog Riau dan Kepulauan Riau, Dani Satrio, menyambut baik silaturahmi yang terjalin dan menyampaikan apresiasi atas komitmen Korem 031/Wira Bima dalam mendukung program-program strategis pemerintah. Menurutnya, kolaborasi yang erat antara Bulog dan TNI akan semakin memperkuat efektivitas pelaksanaan program ketahanan pangan di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

Kegiatan Komunikasi Sosial ini diharapkan semakin memperkokoh hubungan kerja sama antara Korem 031/Wira Bima dan Perum Bulog Riau dan Kepulauan Riau, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh demi mendukung ketahanan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pertemuan tersebut, turut dibahas pelaksanaan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan Perum Bulog sebagai salah satu upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan beras, mengendalikan gejolak harga, serta memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau. Korem 031/Wira Bima menyatakan kesiapan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program SPHP di wilayah Riau dan Kepulauan Riau melalui koordinasi dan sinergi yang berkesinambungan dengan Perum Bulog, sebagai tindak lanjut bersama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.(heri)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top