Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Jakarta) -
Komisi VIII DPR RI bersama pemerintah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 H/2027 M. Jamaah haji reguler rata-rata membayar pelunasan Rp26.248.825. Angka itu masih dikurangi subsidi pemerintah Rp3 juta, sehingga jamaah secara efektif hanya membayar sekitar Rp23.248.825.

“Jamaah secara efektif hanya membayar sekitar Rp23,24 juta. Ini setelah pelunasan Rp26,24 juta dikurangi subsidi pemerintah Rp3 juta,” ujar Anggota Panja BPIH Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanulhaq di Kompleks DPR RI, Rabu (7/10/2026).

Dewan Syuro DPP PKB itu mengatakan, angka tersebut merupakan hasil kesepakatan Panja BPIH Komisi VIII DPR RI bersama pemerintah yang telah diketok dalam rapat Komisi VIII.

“Ini sudah disepakati dan diketok di Komisi VIII DPR RI. Jadi yang penting bagi jamaah adalah berapa uang yang harus disiapkan untuk pelunasan. Setelah subsidi, sekitar Rp23,24 juta,” katanya.

Dia menyebut kesepakatan biaya haji tersebut juga tidak terlepas dari komunikasi antara DPR RI dan pemerintah. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan komunikasi dengan Presiden RI terkait skema pembiayaan haji.

“Komunikasi pimpinan DPR dengan Presiden menjadi bagian dari upaya mencari formula agar beban jamaah bisa lebih ringan, tanpa mengurangi kualitas pelayanan haji,” ujar Kiai Maman.


Dalam hasil keputusan rapat antara DPR RI dengan Kementerian Haji dan Umrah, rata-rata BPIH 1448 H/2027 M ditetapkan Rp98.466.351,35 per jamaah. Sementara komponen Bipih yang menjadi tanggungan jamaah sebesar Rp54.648.825, sedangkan Rp43.817.526,35 bersumber dari Nilai Manfaat. 

Perhitungan pelunasan memperhitungkan setoran awal Rp25 juta dan Nilai Manfaat rata-rata Rp3,4 juta pada rekening virtual jamaah. 

Untuk haji 1448 H/2027 M, Indonesia mendapatkan kuota 221.000 jamaah, terdiri dari 203.320 jamaah haji reguler dan 17.680 jamaah haji khusus. 

“Prinsipnya sederhana, biaya jamaah harus terjangkau dan pelayanan harus tetap baik. Jangan sampai biaya turun, tetapi kualitas pelayanan ikut turun,” kata Kiai Maman menutup.

Reporter : Ali bisma
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon)  -
Puluhan pelaku usaha petambak garam dipertemukan dengan pengusaha penyerap hasil produksi atau off-taker dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah di Kantor OJK Cirebon.

Kegiatan tersebut membahas pengembangan sektor penggaraman di Kabupaten Cirebon, khususnya terkait akses permodalan, teknologi, kepastian pasar hingga kemitraan usaha.

Kepala Kantor OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, FGD tersebut menjadi bagian dari business matching untuk mempertemukan pelaku usaha penggaraman dengan sektor jasa keuangan.

"Tujuannya untuk membukakan akses layanan keuangan dan memperkenalkan ekosistem keuangan yang memang close loop yang ditujukan untuk pengembangan ekonomi daerah," kata Agus kepada wartawan, Kamis (8/10/2026).

Menurut Agus, kebutuhan garam di dalam negeri masih cukup tinggi. Namun, kapasitas produksi garam yang tersedia belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan tersebut.


"Kita melihat fenomena bahwa kebutuhan garam dalam negeri itu sangat tinggi dan sementara kapasitas produksi kita itu masih jauh dari harapan," ujarnya.

Kondisi itu membuat kebutuhan garam di dalam negeri masih harus ditutup dengan pasokan dari luar daerah.

Agus menilai, peningkatan kapasitas produksi menjadi salah satu hal penting yang perlu didorong. Salah satunya melalui akses permodalan bagi para petambak garam.

Menurutnya, sektor jasa keuangan memiliki berbagai produk pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha melalui bank umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR), sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan usaha.

Pembiayaan tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan operasional, tetapi juga investasi, termasuk pembangunan infrastruktur dan penggunaan teknologi dalam proses produksi garam.

"Dengan adanya akses pembiayaan ini, harapannya para petambak bisa meningkatkan produksinya, termasuk dari sisi kualitas sehingga bisa mendapatkan nilai jual yang lebih baik," katanya.

Selain akses pembiayaan, Agus menekankan pentingnya keterhubungan antara petambak dengan off-taker. 


Kemitraan tersebut dinilai dapat membantu petambak skala kecil memperoleh kepastian pasar sekaligus membuka akses ke sektor jasa keuangan.

"Petambak yang masih kecil-kecil ini kemudian bisa mendapatkan akses, kemudian didampingi untuk bisa masuk ke sektor jasa keuangan dan juga terhubung dengan off-taker yang kapasitas penyerapannya lebih besar," ujarnya.

Agus berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas forum pertemuan.

Menurutnya, diperlukan pendampingan berkelanjutan agar pengembangan sektor penggaraman di Kabupaten Cirebon dapat berjalan secara optimal.

"Kami berharap mungkin acara ini juga tidak selesai dalam forum ini, tetapi nanti akan ada kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon kepada seluruh para petambak garam dan juga para pengusaha," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Cirebon) - KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus memperkuat keandalan prasarana perkeretaapian melalui program penggantian rel.

Program tersebut dilakukan secara bertahap dan terukur sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan, keamanan, serta kelancaran perjalanan kereta api.

Dalam program penggantian rel tersebut, KAI Daop 3 Cirebon mencatat realisasi penyebaran rel telah mencapai 100 persen dari target sepanjang 30.850 meter.

Sementara itu, untuk pekerjaan penggantian rel hingga periode pelaporan telah terealisasi sepanjang 16.725 meter dari target 30.850 meter.
Artinya, progres penggantian rel telah mencapai 54,21 persen.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, penggantian rel merupakan bagian dari pemeliharaan prasarana yang dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, pekerjaan tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi jalur tetap andal dalam mendukung perjalanan kereta api.

"Penggantian rel merupakan bagian dari upaya KAI dalam menjaga keandalan jalur. Pekerjaan ini dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi prasarana, kebutuhan di lapangan, serta aspek mutu dan keselamatan," ujar Muhibbuddin, Kamis (8/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, KAI Daop 3 Cirebon juga menggunakan metode penyambungan rel melalui pengelasan flash butt welding.

Metode tersebut dilakukan dengan menyambungkan dua ujung rel melalui proses pemanasan dan pemberian tekanan sehingga menghasilkan sambungan yang kuat dan presisi.


Penerapan metode tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sambungan rel sekaligus mendukung keandalan konstruksi jalan rel.


Sambungan rel yang kuat dan presisi dinilai penting untuk menjaga kualitas jalur serta mendukung kelancaran operasional kereta api.

"Dalam pekerjaan penggantian rel, kami tidak hanya mengejar panjang rel yang berhasil diganti, tetapi juga memastikan proses dan metode yang digunakan memenuhi standar. Salah satunya melalui pengelasan flash butt untuk mendapatkan kualitas sambungan rel yang baik dan presisi," jelas Muhibbuddin.


Ia menambahkan, keandalan prasarana menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perjalanan kereta api yang aman dan lancar.

Karena itu, setiap pekerjaan prasarana dilaksanakan dengan mengutamakan standar teknis, kualitas pekerjaan, dan keselamatan.

"Setiap pekerjaan prasarana memiliki standar dan prosedur yang harus dipenuhi. Kami memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan agar hasilnya dapat memberikan manfaat nyata terhadap keandalan jalur dan keselamatan perjalanan kereta api," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - PT Dharma Electrindo Mfg (DEM) menggelar Employee  Gathering 2026 dengan tema New Energy Next Level yang diikuti sekitar 2.000 karyawan di Hotel Aston International, Kota Cirebon, Sabtu (3/10/2026). Sekaligus   kampanye Menjaga Lingkungan dan Bumi dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia.

Kegiatan tahunan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi, kebersamaan, kekompakan dan rasa memiliki dalan satu rasa, satu hati, satu tujuan dan satu komando yang mengacu pada filosofi kearifan lokal dari Syech Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati, Tokoh Ulana Wali Sanga yaitu Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin.

Setiap kegiatan Gathering yang diadakan oleh PT. DEM dalam beberapa tahun sebelumnya, mengambil view pengenalan alam dan obyek wisata berbasis lingkungan di beberapa kota, antara lain Kuningan dan Jatinangor Sumedang. Dalan Employee Gathering 2026, mengambil lokasi di Hitel Berbintang di Cirehon.


" Setiap kegiatan yg melibatkan karyawan terutama bagian Manufacturing,  misalnya, Family gathering,  employee Gathering,  Group Head Gathering, AOC , Musrenbang Corporate, pastinya kami sisipkan materi program pemerintah, misalnya Edukasi Bahaya Narkotika, Prigram Perlindungan Ibu dan Anak, tentang Lingkungan Hidup dan Budaya, aturan  ketenagakerjaan RI, maupun program internal perusahaan terutama pengembangan bisnis di era globalisasi ini," ujar Prabu Diaz di dampingi Albertus Bomivora Manajer HRD PT. DEM.


Lebih lanjut dijelaskan nya, bahwa PT. DEM dibawah naungan PT. Dharma Polimetal Tbk ( Dharma Group ), yang bergerak dalan produksi kebutuhan automotive roda dua dan roda empat, selalu mengedepankan aturan perusahaan yang mengacu pada Undang-undang serta Peraturan Pemerintah yang berkaitan dengan Ketenagakerjaan, Perindustrian, kesehatan sampai yang berkaitan dengan 5R, K3 maupun pedoman internal yg diterapkan oleh manajemen, seperri peluang karier, edukasi kepemimpinan, peluang berorganisasi maupun pedoman pokok dari corporate yang merupakan perusahaan publik multi  nasional yang bermitra dengan perusahaan internasional, yang harus dijaga dam dilaksanakan oleh seluruh karyawan.

Employee gathering 2026 selain dihadiri oleh ribuan karyawan,  dihadiri pula oleh jajaran Direksi dan para manajer dari semua divisi PT. DEM serta dihadiri oleh Mitra dari organisasi independen kemasyarakatan yaitu dari Forum Aktifis Lingkungan Hidup dan Budaya Indonesia yang memberikan Edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan dari kerusakan pencemaran akibat aktifitas manusia serta memasyarajatkan pentingnya RuangbTerbuka Hijau di lingkungan pabrik.

" Gathering merupakan salah satu program perusahaan dalam memanjakan para pekerja dengan memberikan pengetahuan serta memberikan kegembiraan yang positif dari hasil kerja mereka. Pimpinan kami dari Dharma Group, baik CEO maupun Top Manajemen selalu mengingatkan kepada kami bahwa penghasil rupiah dalam perusahaan adalah para karyawan terutama di bagian produksi, maka perusahaan kami merasa  berkewajiban untuk menjaga dan memberikan fasilitas termasuk kesejahteraan terhadap mereka. Sejujurnya pemilik perusahaan adalah ya pekerja. Maka kami tanamkan bahwa DEM milik kita, " ujarnya Prabu Diaz.

Sementara itu menurut Manajer GA-HRD PT. Dharma Electrindo Mfg,  Albert Bonivora didampingi oleh Krisna Yudistira, menambahkan bahwa dengan menggandeng komunitas eksternal yang berlegalitas resmi dan diakui oleh pemerintah dalam setiap kegiatan di PT. DEM, bertujuan untuk saling melengkapi dalam melaksanakan regulasi yang diatur pemerintah, aturan internal perusahaan dan lingkungan kemasyarakatan.

Oleh sebab itu, menurut Albert Bonivora, dalam membantu program pemerintah terutama dalam dunia industri yang sangat kompleks sekali dengan aturan ketat mengenai ketenagakerjaan, kesehatan, lingkungan dan sosial, manajemen PT. DEM selalu melakukan langkah positif untuk melaksanakan dan mensosialisasikan nya dengan pendampingan dari institusi terkait termasuk komponen masyarakat yang terkoneksi langsung dengan bidangnya yang memiliki legalitas serta bukti pengalaman dalam kolaborasi positif tanpa tendensi kepentingan individu maupun kelompok 8ti

Lebih ditegaskan kembali oleh Albertus, bahwa benar sebelumnya, PT DEM juga pernah memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba dengan melibatkan BNN dan mengenai perlindungan perempuan dan anak dengan melibatkan lembaga resmi pemerintah seperti KPIA.

"Acara tersebut kita sisipi dengan sosialisasi peraturan pemerintah dan hal-hal yang membahayakan seperti narkoba. Tahun ini kita sosialisasi tentang lingkungan," ujarnya.

Selain edukasi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarkaryawan serta menyampaikan informasi mengenai rencana bisnis baru PT DEM.


PT DEM juga mengangkat nilai kearifan lokal Cirebon, yakni filosofi "Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin". Nilai tersebut diwujudkan melalui kegiatan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.


"Kita juga mengangkat kearifan lokal, salah satunya Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin. Dipraktikkan juga dengan berbagi, kita harus berbagi dengan aktivitas berbagi untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan," tutur nya

Dalam kegiatan itu, PT DEM juga memperkenalkan kendaraan roda dua yang menjadi bagian dari produk Dharma Grup. Sebanyak lima kendaraan disiapkan, terdiri dari tiga kendaraan berbahan bakar bensin dan dua kendaraan listrik.

"Dua kendaraan motor listrik itu diproduksi oleh Dharma Grup. Itu yang kami lakukan," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus memperkuat keandalan prasarana perkeretaapian. Salah satunya melalui program perawatan dan penggantian bantalan rel secara bertahap.

Program tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas konstruksi jalan rel sekaligus mendukung keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan kereta api.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan bantalan merupakan salah satu komponen penting dalam konstruksi jalan rel. Bantalan berfungsi menopang rel, menjaga kestabilan dan geometri spoor, serta meneruskan beban kereta api ke struktur di bawahnya.

"Bantalan memiliki peran penting dalam menjaga keandalan konstruksi jalan rel. Karena itu, penggantian bantalan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, kebutuhan prasarana, serta standar mutu dan keselamatan yang berlaku," ujar Muhibbuddin, Rabu (7/10/2026).

Dalam program penggantian bantalan beton sebanyak 3.000 batang, KAI Daop 3 Cirebon telah merealisasikan seluruh target tersebut. Progres pekerjaan tercatat mencapai 3.000 batang atau 100 persen.

Sementara itu, pada program penggantian 8.500 bantalan beton, hingga periode pelaporan telah terealisasi 1.550 batang atau 18,23 persen.


Pekerjaan tersebut masih terus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan prioritas kebutuhan prasarana.

Selain bantalan beton, KAI Daop 3 Cirebon juga melakukan penggantian bantalan sintetis. Dari target 1.650 batang, sebanyak 255 batang telah direalisasikan atau mencapai 15,45 persen.

Penggunaan bantalan sintetis menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan ketahanan prasarana, khususnya pada konstruksi jembatan jalan rel.

Bantalan pada konstruksi jembatan memiliki kondisi lingkungan yang lebih rentan terhadap paparan air dan kelembapan. Selama ini, bantalan kayu banyak digunakan karena memiliki karakteristik yang sesuai dan relatif mudah dalam pelaksanaan pekerjaan.

Namun, material kayu juga memiliki sejumlah tantangan, seperti potensi pelapukan, perubahan kondisi akibat kelembapan, serta serangan jamur dan organisme pengganggu.

Sebagai alternatif, bantalan sintetis memiliki karakteristik yang lebih tahan terhadap air, kelembapan, dan pelapukan. Material tersebut berpotensi memiliki umur layanan lebih panjang sekaligus mengurangi kebutuhan penggantian akibat kerusakan material.

"Pemilihan material prasarana tentunya kami sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Untuk bantalan sintetis, karakteristik material yang lebih tahan terhadap air dan kelembapan menjadi salah satu pertimbangan dalam penggunaannya, khususnya pada lokasi tertentu seperti konstruksi jembatan," jelas Muhibbuddin.


Menurutnya, pekerjaan prasarana tidak hanya berorientasi pada pencapaian target secara kuantitatif. Kualitas dan keselamatan dalam setiap proses pekerjaan juga menjadi perhatian utama.

"Target pekerjaan menjadi bagian penting dalam mengukur kinerja, namun yang tidak kalah penting adalah memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai standar. Dengan begitu, hasil pekerjaan dapat benar-benar mendukung keandalan jalur dan keselamatan perjalanan kereta api," tambahnya.

KAI Daop 3 Cirebon memastikan pemeliharaan dan peningkatan kualitas prasarana akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen KAI dalam menjaga keandalan jalur sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
PT Dharma Electrindo Mfg (DEM) menggelar family gathering yang diikuti sekitar 2.000 karyawan di Hotel Aston International, Kota Cirebon, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan tahunan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan edukasi kepada karyawan.

Family gathering dihadiri Direktur PT DEM Yohanes Susanto, General Manager PT DEM Plan 2 Cirebon Tarmuji, Manager Management Supriyadi, Manager HRD Albert Bonivor, serta Advisor PT DEM Dharma Grup Prabu Diaz.

Advisor PT DEM Dharma Grup Prabu Diaz mengatakan, tahun ini kegiatan family gathering sengaja digelar di Kota Cirebon agar seluruh keluarga besar PT DEM dapat berkumpul dalam satu tempat.

"Pertama adalah kita kampanye bekerja sama dengan Forum Lingkungan Hidup dan Budaya tentang bagaimana menjaga lingkungan dan menjaga bumi, termasuk kebersihan," kata Prabu Diaz saat ditemui di Markas Besar Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, sosialisasi mengenai lingkungan menjadi salah satu rangkaian kegiatan family gathering.

Sebelumnya, PT DEM juga pernah memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba dengan melibatkan BNN.

"Acara tersebut kita sisipi dengan sosialisasi peraturan pemerintah dan hal-hal yang membahayakan seperti narkoba. Tahun ini kita sosialisasi tentang lingkungan," ujarnya.

Selain edukasi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarkaryawan serta menyampaikan informasi mengenai rencana bisnis baru PT DEM.

PT DEM juga mengangkat nilai kearifan lokal Cirebon, yakni filosofi "Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin". Nilai tersebut diwujudkan melalui kegiatan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Kita juga mengangkat kearifan lokal, salah satunya Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin. Dipraktikkan juga dengan berbagi, kita harus berbagi dengan aktivitas berbagi untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan," tutur Prabu Diaz.

Dalam kegiatan itu, PT DEM juga memperkenalkan kendaraan roda dua yang menjadi bagian dari produk Dharma Grup. Sebanyak lima kendaraan disiapkan, terdiri dari tiga kendaraan berbahan bakar bensin dan dua kendaraan listrik.

"Dua kendaraan motor listrik itu diproduksi oleh Dharma Grup. Itu yang kami lakukan," pungkasnya. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top