Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) -
Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten memberikan apresiasi terhadap inovasi dan digitalisasi layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Tangerang.

Apresiasi tersebut menjadi catatan positif bagi Pemerintah Kota Tangerang dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan keterbukaan informasi publik. Namun, kemajuan sistem digital tidak serta-merta dapat dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan transparansi pemerintahan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, hingga pertengahan 2026 tercatat sebanyak 435 permohonan informasi melalui layanan PPID Kota Tangerang. Permohonan tersebut disebut dapat diproses rata-rata dalam waktu empat hingga lima hari melalui sistem digital.

Komisioner Komisi Informasi Banten Ahmad Saparudin menekankan pentingnya respons yang cepat dan tepat terhadap setiap permohonan maupun laporan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman menyatakan bahwa keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban pemerintah dalam memenuhi regulasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keterbukaan informasi ditempatkan sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Meski demikian, digitalisasi layanan tetap perlu diiringi dengan keterbukaan pada substansi informasi. Kemudahan masyarakat dalam mengajukan permohonan informasi belum otomatis menunjukkan bahwa seluruh informasi publik yang dibutuhkan dapat diperoleh secara mudah dan memadai.

Karena itu, publik masih dapat menguji kinerja PPID melalui sejumlah indikator, seperti jenis informasi yang paling banyak dimohonkan, tingkat pemenuhan permohonan, jumlah permohonan yang ditolak atau tidak dipenuhi, alasan pengecualian informasi, hingga penyelesaian terhadap keberatan pemohon.

Data tersebut penting untuk melihat apakah digitalisasi benar-benar meningkatkan kualitas keterbukaan informasi atau baru sebatas mempercepat proses administrasi permohonan.

Sebab, esensi keterbukaan informasi publik bukan hanya tersedianya platform digital, tetapi juga tersedianya informasi yang mudah diakses, akurat, lengkap, relevan, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, apresiasi KI Banten terhadap inovasi dan digitalisasi PPID Kota Tangerang patut dipandang sebagai sebuah kemajuan. Namun, apresiasi tersebut tetap perlu diikuti evaluasi secara terbuka dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan PPID bukan hanya seberapa cepat masyarakat dapat mengajukan permohonan informasi, tetapi juga seberapa mudah masyarakat memperoleh informasi yang memang menjadi haknya.

Transparansi tidak cukup hanya terlihat modern di layar. Transparansi harus dapat dirasakan dan dibuktikan oleh publik.

( AWW )
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Forum Masyarakat Cirebon Bersatu (Formasi Cirebon) menegaskan akan mengawal proses pemilihan Direktur Utama (Dirut) dan Direktur Umum (Dirum) Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon.

Mereka meminta proses seleksi berlangsung transparan dan bebas dari kepentingan politik.

Ketua Umum Formasi Cirebon, Adv. Qorib, S.H., M.H., mengatakan proses pengisian jajaran direksi perusahaan daerah harus dilakukan secara objektif, profesional, serta mengedepankan integritas dan kompetensi calon.
Formasi, kata dia, tidak ingin jabatan strategis tersebut dicederai kompromi politik, konflik kepentingan maupun dugaan transaksi untuk mendapatkan jabatan.

"Formasi tidak akan kompromi. Kami akan terus mengawal proses pemilihan Dirut dan Dirum Tirta Jati agar berjalan dengan baik, transparan dan profesional. Jangan sampai jabatan direksi perusahaan daerah menjadi ruang kompromi politik ataupun transaksi kepentingan," tegas Qorib, Selasa (2/9/2026).

Menurut Qorib, Perumda Tirta Jati memiliki posisi penting karena berkaitan langsung dengan pelayanan kebutuhan masyarakat Kabupaten Cirebon.

Karena itu, perusahaan tersebut harus dipimpin orang yang memiliki integritas, kapasitas manajerial dan rekam jejak yang baik.

"Kami tidak sedang memperjuangkan kandidat tertentu. Formasi memperjuangkan proses yang benar. Siapa pun yang terpilih harus benar-benar merupakan kandidat terbaik dan mampu membawa Tirta Jati menjadi perusahaan daerah yang sehat, profesional, transparan dan akuntabel," ujarnya.

Qorib mengatakan Formasi akan memantau setiap tahapan seleksi, mulai dari proses penjaringan hingga penetapan jajaran direksi.

Dia menegaskan pihaknya akan mengambil sikap apabila menemukan indikasi pelanggaran, konflik kepentingan, penyalahgunaan kewenangan maupun dugaan praktik suap dalam proses tersebut.

"Kalau prosesnya bersih, kami akan memberikan apresiasi. Tetapi kalau ditemukan dugaan permainan atau transaksi kepentingan, Formasi akan bersikap. Kami akan meminta proses tersebut diperiksa dan, apabila terdapat dugaan tindak pidana, kami akan menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Qorib menilai pemilihan Dirut dan Dirum menjadi momentum untuk melakukan pembenahan terhadap tata kelola Perumda Tirta Jati.

Kepemimpinan baru diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki manajemen perusahaan, mengembalikan kepercayaan publik serta memastikan seluruh kebijakan dijalankan secara profesional dan akuntabel.

"Kita ingin Tirta Jati memiliki kepemimpinan yang lebih baik, lebih bersih dan lebih profesional. Jangan sampai perusahaan daerah ini dipimpin oleh orang yang mendapatkan jabatan karena kepentingan politik atau transaksi tertentu. Yang harus menang adalah kompetensi dan integritas," tegasnya.

Formasi juga menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses seleksi untuk menjaga independensi dan tidak melakukan intervensi terhadap tahapan pemilihan.

"Mari kita selamatkan PDAM Tirta Jati. Berikan kesempatan kepada orang terbaik untuk memimpin. Jangan korbankan kepentingan masyarakat hanya karena kepentingan politik atau kepentingan kelompok tertentu," pungkas Qorib. (Wnd)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Polres Kuningan menggelar Safari Dakwah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Al-Aman Polres Kuningan, Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menghadirkan Dai Polda Jabar KH. Abdurrahman Al-Banjari, beserta rombongan. Safari Dakwah diikuti Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, Ketua Bhayangkari Cabang Kuningan Ny. Widya Bellen, Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah, para pejabat utama, perwira dan personel Polres Kuningan, ASN, Bhayangkari, tokoh agama, Dai Kamtibmas serta para Kapolsek baik yang hadir langsung maupun mengikuti melalui Zoom Meeting.

Mengusung tema “Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam melalui Polri Presisi Mewujudkan Indonesia Berkeadilan dan Makmur,” kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan Kapolres, Mahalul Qiyam yang diiringi tim hadroh Polres Kuningan, tausiyah, doa, serta penampilan juara Lomba Dai Kamtibmas Polres Kuningan.


Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama mengatakan, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi seluruh personel untuk memahami dan mengimplementasikan akhlak Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam dalam pelaksanaan tugas.

“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad Sallallahu 'Alayhi Wasallam ini, kami mengajak seluruh personel Polres Kuningan untuk meneladani akhlak Rasulullah, terutama dalam hal kejujuran, amanah, kesabaran, keadilan dan kepedulian terhadap sesama,” ujar AKBP Bellen.

Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan untuk diterapkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian yang mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.
“Sebagai anggota Polri, kita harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan, humanis dan berkeadilan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Polri Presisi dalam memberikan pelayanan dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat,” katanya.


AKBP Bellen juga berharap kegiatan keagamaan seperti Safari Dakwah dapat semakin memperkuat keimanan dan ketakwaan personel sekaligus meningkatkan kedekatan antara Polri dan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wata'ala serta menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad Sallallahu 'Alayhi Wasallam. Apa yang kita dengarkan dan pelajari hari ini hendaknya tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas,” harapnya.

Sementara itu, tausiyah yang disampaikan KH. Abdurrahman Al-Banjari memberikan penguatan spiritual kepada para peserta untuk senantiasa menjadikan Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam sebagai teladan dalam membangun kehidupan yang penuh akhlak, kedamaian dan kepedulian.


Kegiatan Safari Dakwah berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. Melalui kegiatan tersebut, Polres Kuningan berharap semangat keteladanan Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam dapat semakin memperkuat profesionalisme dan integritas personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, nilai-nilai keagamaan dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan sosok anggota Polri yang Presisi, humanis, dekat dengan masyarakat serta mampu menjalankan tugas secara adil dan penuh tanggung jawab. (Heri)

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Cirebon untuk memaknai kemerdekaan melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Tidak hanya melalui seremoni, makna kemerdekaan juga hadir ketika warga mendapatkan pelayanan yang mudah, jelas, adil, serta pembangunan yang mendukung aktivitas sehari-hari.

Berbagai layanan terus dikembangkan dan diperbaiki, mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan, layanan perizinan, hingga layanan berbasis digital dan tatap muka. Sejumlah kebutuhan pelayanan publik tersebut juga dapat diakses melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cirebon, yang mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu lokasi agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan.


Sementara itu, dalam pelayanan publik, upaya pembenahan juga mulai dirasakan masyarakat. Zardin Harlan (51), warga Kesenden, Kecamatan Kejaksan, menilai pelayanan pemerintah saat ini semakin tertata dan petugas membantu memberikan informasi dalam proses pelayanan.

“Pelayanan saat ini saya selalu merasakan budaya 5S, senyum, salam, sapa, sopan, dan santun,” ujar Zardin.

Meski demikian, ia berharap informasi mengenai persyaratan dan prosedur pelayanan dapat terus diperkuat agar masyarakat tidak perlu bolak-balik karena dokumen yang dibawa belum lengkap.

“Harapannya lebih ditingkatkan lagi dalam hal sosialisasi ke masyarakat, dengan alur Pemkot, kecamatan, kelurahan, RW, sampai RT,” katanya.


Hal serupa disampaikan Juhaeriyah (38), ibu rumah tangga warga Kesenden, Kecamatan Kejaksan. Ia menilai pemanfaatan teknologi mulai membuat informasi dan sejumlah layanan lebih mudah diakses.

“Sekarang terasa lebih mudah dan cepat, terutama karena adanya layanan secara online dan informasi yang lebih mudah diperoleh,” ujar Juhaeriyah.

Menurutnya, layanan digital tetap perlu berjalan berdampingan dengan pelayanan tatap muka agar semua masyarakat mendapatkan akses yang sama.

“Pelayanan publik yang mudah, cepat, dan adil merupakan salah satu bentuk kemerdekaan bagi masyarakat. Masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang baik tanpa dipersulit,” katanya.


Di luar ruang pelayanan, pembangunan infrastruktur dan penataan lingkungan juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kota yang lebih nyaman bagi warga.

Makna kemerdekaan dirasakan dari pembangunan yang mendukung aktivitas sehari-hari. Widyo Priatno (47), warga Syekh Magelung, Kelurahan Kejaksan, yang bekerja sebagai pengemudi ojek online, menilai kondisi jalan menjadi salah satu bentuk pembangunan yang paling mudah dirasakan.

“Kalau kami para ojol mah berharap jalan mulus. Karena kalau jalan rusak, kendaraan cepat rusak juga,” ujar Widyo.

Ia juga melihat perubahan pada kawasan Sungai Sukalila yang mulai ditata.

“Dengan adanya penataan kawasan Sukalila, menurut saya agak nyaman karena tidak ruwet lagi dengan parkir sembarangan di sepanjang pinggiran sungai,” katanya.


Upaya peningkatan pelayanan dan pembangunan tersebut juga tercermin dari sejumlah penghargaan yang diraih Kota Cirebon, antara lain:

  • Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026

  • Total Pencapaian Pelayanan KB Metode Operatif Wanita (MOW) Tahun 2025

  • Capaian Rumah Data Kependudukan Paripurna lebih dari 100 persen

  • Pelaksanaan Fasilitasi Siperindu Terbanyak (kategori minimal 4 kali)

  • Terbaik Pertama Kategori Pengendalian Inflasi - Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

  • Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-10 berturut-turut

  • Juara II Sayembara Penanganan ODGJ Terbaik - Kategori Dinas Sosial Kabupaten/Kota

  • Juara Terunik Fashion Show Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2026

  • Juara Umum Porsenitas XIII KUNCI BERSAMA 2026

  • Koperasi Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat - Anugerah Koperasi Jawa Barat 2026

  • LPM Award 2026

  • Kota Cirebon meraih Hasil Penilaian PEKPPP top 10 Nasional

  • Opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman Republik Indonesia Tahun 2025

  • Public Service Award 2026 Jawa Barat
Bagi Pemkot Cirebon, berbagai penghargaan tersebut bukan sekadar catatan prestasi. Penghargaan menjadi penguat sekaligus pengingat bahwa pelayanan publik, perlindungan kesehatan, pengendalian ekonomi, tata kelola pemerintahan, serta partisipasi masyarakat harus terus diarahkan pada manfaat yang benar-benar dirasakan warga.

Penghargaan juga bukan menjadi tanda bahwa seluruh pekerjaan telah selesai. Pemkot Cirebon menyadari masih terdapat banyak hal yang perlu dibenahi, mulai dari kecepatan pelayanan, kejelasan informasi, pemerataan layanan digital, kualitas pelayanan tatap muka, hingga respons terhadap kebutuhan dan keluhan masyarakat.

Karena itu, semangat kemerdekaan terus dimaknai sebagai ruang untuk bekerja, mendengar, memperbaiki, dan meningkatkan pelayanan. Kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan. Kemerdekaan harus semakin dirasakan dalam kehidupan sehari-hari warga Kota Cirebon. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Polemik rencana penjualan atau pembebasan lahan tambak garam di wilayah Bungko, Desa Suranenggala, Kabupaten Cirebon, memasuki babak baru. 

Kelompok Tani Nenggala Ayu menegaskan tidak ingin kehilangan lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan.

Sikap itu disampaikan dalam pertemuan koordinasi antara Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon, perwakilan petani garam Suryanegala, dan Tim Hukum Law Office QMS Partner di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Selasa (1/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon menyatakan belum mengetahui adanya informasi terkait penjualan lahan di wilayah Suranenggala.

Sementara itu, petani mengaku sebelumnya mendapat informasi mengenai adanya pendekatan pembelian lahan. Mereka juga menyebut beberapa petani telah menjual tanah dengan harga sekitar Rp13 ribu per meter persegi.

Petani juga menyampaikan adanya informasi mengenai rencana pembebasan lahan yang disebut mencapai 500 hektare. Namun, informasi tersebut masih membutuhkan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Kuasa Hukum Kelompok Tani Nenggala Ayu, Adv. Qorib, SH., MH., meminta pemerintah membuka informasi secara transparan terkait rencana tersebut.

"Petani adalah tulang punggung perekonomian desa yang harus dilindungi. Jangan sampai masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari lahan tambak justru kehilangan sumber kehidupannya," kata Qorib, kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).


Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut transaksi tanah, tetapi juga keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Petani khawatir jika lahan dilepaskan, mereka yang sebelumnya menjadi pemilik justru berubah menjadi pekerja di atas tanahnya sendiri.

Kelompok Tani Nenggala Ayu meminta Pemkab Cirebon menjelaskan secara terbuka status rencana pembebasan lahan, termasuk informasi mengenai plotting 500 hektare, dasar hukumnya, pihak yang berkepentingan, serta keterlibatan pemilik lahan.

Tim Hukum QMS Partner juga akan menyampaikan surat resmi kepada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon sebagai tindak lanjut pertemuan.

"Kami akan kawal persoalan ini sampai ada kejelasan. Jangan sampai keputusan mengenai tanah rakyat dibuat tanpa rakyat," tegas Qorib. (Wnd)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Dua personel Polres Cirebon Kota mendapat penghargaan kenaikan pangkat pengabdian. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Kenaikan pangkat itu ditandai dengan Upacara Korps Raport yang digelar di Lapangan Upacara Mako Polres Cirebon Kota, Jalan Veteran Nomor 5, Kelurahan Kebonbaru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Selasa (1/9/2026).

Upacara dipimpin langsung Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan. Dalam kegiatan tersebut, dua personel menerima kenaikan pangkat dari golongan Bintara menuju golongan Perwira.

Keduanya yakni Ipda Warsita Suryawinata yang bertugas sebagai Pama SPKT Polres Cirebon Kota dan Ipda Suprihadi yang bertugas sebagai Pama Sat Lantas Polres Cirebon Kota.


Kenaikan pangkat pengabdian diberikan sebagai bentuk penghargaan atas masa dan kualitas pengabdian keduanya selama berdinas di lingkungan Polres Cirebon Kota.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan menyampaikan ucapan selamat kepada kedua personel. 

Ia menegaskan kenaikan pangkat tersebut merupakan bentuk apresiasi kesatuan atas dedikasi dan pelaksanaan tugas yang telah diberikan selama mengabdi di institusi Polri.

Menurutnya, penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

"Selamat kepada personel yang mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian selama menjalankan tugas," ujar Bimantoro dalam amanatnya.

Bimantoro juga mengingatkan seluruh anggota agar senantiasa menjaga sikap dan perilaku sebagai anggota Polri serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan kenaikan pangkat pengabdian memiliki nilai penting bagi perjalanan karier seorang anggota Polri.

Menurut Aris, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi institusi terhadap personel yang telah menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.


"Pengabdian yang dijalankan dengan dedikasi dan tanggung jawab merupakan bagian penting dari perjalanan setiap anggota Polri. Kenaikan pangkat pengabdian ini menjadi bentuk penghargaan sekaligus motivasi untuk terus memberikan kinerja terbaik hingga akhir masa kedinasan," kata Aris.

Ia berharap semangat pengabdian kedua personel tersebut dapat menjadi teladan bagi anggota lainnya.

"Semoga dapat menjadi teladan bagi seluruh anggota Polres Cirebon Kota untuk senantiasa bekerja secara profesional, menjunjung tinggi integritas, menjaga nama baik institusi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Upacara Korps Raport kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama kedua personel penerima kenaikan pangkat pengabdian, Kapolres Cirebon Kota, serta para pejabat utama Polres Cirebon Kota. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top