Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) -
Acara tasyakuran dan pengukuhan pengurus DPD Ormas Frent Banten Bersatu (FBB) Kota Tangerang periode 2026-2029 berlangsung sukses di Gedung KNPI Kota Tangerang, pada Rabu ( 1/7/2026 ). Kepengurusan ini sah berdasarkan SK yang diterbitkan langsung oleh Ketua Umum DPP FBB, H. Moch Soleh, MA. Berikut adalah susunan lengkap jajaran Pengurus DPD FBB Kota Tangerang yang di kukuhkan :

Ketua        : Johani, SH
Sekretaris : Muzianto
Bendahara: Mahmudy

Selain Pengurus DPD, di kukuhkan pula pengurus SRIKANDI FBB Kota Tangerang :
Ketua        : Apriyanti Setia Ningrum
Sekretaris : Susilawati
Bendahara: Windayati.



" Semoga amanah yang di emban oleh jajaran pengurus yang sudah di kukuhkan menjadi bermanfa'at buat masyarakat kota Tangerang dan juga ladang Pahala buat kita semua, Amin ... ", tutur Ketua Umum H. Moch Soleh, MA.

(Soleh)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com
 (Kabupaten Cirebon) - Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Daerah Kabupaten Cirebon menggelar aksi sosial penanaman mangrove di kawasan Wisata Bahari Muara Mundu, Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian pelajar terhadap pelestarian lingkungan pesisir sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cirebon, Jois Putra, mengapresiasi inisiatif IPM Kabupaten Cirebon.

Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi salah satu contoh organisasi kepemudaan yang aktif berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.


“Saya atas nama pribadi dan Dinas Pemuda dan Olahraga mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada adik-adik IPM yang dapat melaksanakan kegiatan penanaman mangrove,” ujar Jois.


“Ini mungkin yang pertama, organisasi kepemudaan di Kabupaten Cirebon yang melakukan kegiatan penanaman mangrove pada saat saya sebagai Kadispora,” katanya.

Jois menilai persoalan lingkungan di Kabupaten Cirebon tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, untuk memperkuat kolaborasi.

“Karena kita pemerintah tidak akan bisa menjalankan fungsinya secara sendiri. Jadi harus berkolaborasi dengan semua elemen,” ucapnya.

Ia juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar di Kabupaten Cirebon. Menurutnya, volume sampah yang dihasilkan masyarakat mencapai sekitar 1.200 ton per hari, sedangkan pemerintah daerah baru mampu menangani sekitar 400 ton setiap hari.

Selain mengatasi abrasi, Jois menilai penanaman mangrove menjadi investasi jangka panjang untuk melindungi kawasan pesisir dari dampak perubahan lingkungan.

“Kalau bukan kita, siapa lagi? Termasuk penanaman mangrove ini untuk menjaga abrasi. Benteng yang paling bagus itu, ya mangrove. Mudah-mudahan di Kabupaten Cirebon tidak terjadi persoalan seperti di daerah lain, sehingga kawasan pesisir tetap terlindungi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PD IPM Kabupaten Cirebon, Rachel Sugiarto, menegaskan bahwa penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan komitmen bersama untuk menjaga ekosistem pesisir agar tetap lestari.

“Kegiatan penanaman mangrove ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian kita terhadap lingkungan, khususnya wilayah pesisir,” ujar Rachel.

“Mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah abrasi, serta menjadi habitat bagi makhluk hidup di laut,” jelasnya.


Ia mengatakan, setiap bibit mangrove yang ditanam merupakan simbol harapan bagi masa depan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.


“Melalui kegiatan ini kita tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan yang lebih hijau, lebih lestari, dan lebih berkelanjutan. Ini adalah langkah kecil yang memiliki dampak besar bagi generasi yang akan datang,” katanya.

Rachel berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan pelajar, agar terus melakukan aksi nyata dalam menjaga kelestarian alam.

Kegiatan tersebut diikuti peserta Taruna Melati II IPM serta dihadiri perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Cirebon, Pimpinan Pusat IPM Bidang Lingkungan Hidup, Pimpinan Wilayah IPM Jawa Barat, dan unsur majelis di lingkungan Muhammadiyah.

Melalui aksi ini, IPM Kabupaten Cirebon berharap semangat menjaga lingkungan dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda dan menjadi gerakan berkelanjutan di wilayah pesisir Kabupaten Cirebon



Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Kabupaten Cirebon) - Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Kabupaten Cirebon tidak hanya menjadi seremoni tahunan.

Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menghadapi tantangan zaman, mulai dari stunting, krisis kesehatan mental, hingga fenomena fatherless yang dinilai berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

Peringatan Harganas digelar di halaman Kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Senin (29/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani, membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN.


Fitri–sapaan akrabnya mengatakan, Harganas harus menjadi momentum refleksi bagi setiap keluarga untuk memastikan rumah menjadi tempat yang aman, tangguh, dan mampu melahirkan generasi unggul.


“Hari ini bukan sekadar baris tanggal untuk seremonial, melainkan sebuah jeda kultural dan refleksi nasional. Mari kita tengok kembali rumah kita dan bertanya, sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang?,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan keluarga harus bertumpu pada tiga pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental.

Pada aspek kesehatan, pemerintah terus mendorong percepatan penurunan stunting melalui pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Sementara itu, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah dengan menanamkan nilai integritas, kejujuran, dan disiplin sejak dini.

Selain itu, keluarga juga dituntut menjadi ruang yang mampu menjaga kesehatan mental anak di tengah berbagai tekanan kehidupan modern.

“Jadilah pelabuhan emosional yang stabil di tengah era yang penuh tekanan, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang resilien dan tidak mudah menyerah,” katanya.

Dalam sambutan tersebut, perhatian khusus juga diberikan kepada peran ayah dalam pengasuhan. Fitri menegaskan, kualitas sumber daya manusia tidak akan tercapai apabila beban pengasuhan hanya dipikul oleh ibu.

“Kehadiran fisik dan kedekatan emosional ayah memiliki pengaruh besar dalam struktur kepribadian anak. Jangan biarkan anak-anak tumbuh dalam fenomena fatherless country, di mana ayah hadir secara fisik namun absen secara psikologis,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak membiarkan gawai mengambil alih peran keluarga.

Menurutnya, penggunaan gawai yang tidak terkendali dapat mengurangi interaksi dalam keluarga dan memengaruhi pola pikir anak.

“Jangan biarkan masa depan dan pola pikir anak-anak kita dikuasai oleh algoritma digital yang tidak bermoral. Jangan biarkan meja makan sunyi, karena semua sibuk menatap layar,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak para ayah untuk lebih aktif mendampingi anak dengan membangun komunikasi yang hangat serta membatasi waktu penggunaan gawai pada aktivitas yang produktif.


“Letakkan gawai Anda di rumah, peluk anak-anakmu, ajak mereka berdialog, dan batasi waktu layar (screen time) mereka pada hal-hal yang produktif,” katanya.


Fitri menilai berbagai persoalan sosial, seperti tawuran pelajar, perundungan, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba, menjadi alarm bahwa fungsi keluarga harus diperkuat.

“Jangan tunggu sampai anak kita menjadi korban atau pelaku. Benteng pertahanan terbaik adalah ketahanan keluarga. Jadikan rumah sebagai tempat yang paling aman dan dirindukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Karena itu, pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter manusia.

“Mari kita bangun keluarga Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter mulia agar siap memetik bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.



Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat Permanen sebagai bagian dari dukungan terhadap program strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah pembentukan Tim Transisi Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Cirebon.

Tim ini akan menjadi wadah koordinasi lintas perangkat daerah dalam mengawal seluruh tahapan persiapan menuju operasional Sekolah Rakyat Permanen.


Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Hafidz Iswahyudi, mengatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada penyediaan sarana pendidikan, tetapi juga membutuhkan dukungan menyeluruh dari berbagai sektor pemerintahan.


“Sekolah Rakyat merupakan program yang sangat strategis, karena tidak hanya menghadirkan layanan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan,” ujar Hafidz.

“Oleh karena itu, diperlukan sinergi seluruh perangkat daerah agar seluruh aspek pendukung dapat dipersiapkan secara optimal,” lanjutnya.


Menurut Hafidz, Tim Transisi akan bertugas melakukan koordinasi, sinkronisasi, fasilitasi, monitoring, dan evaluasi terhadap seluruh kesiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat Permanen.


Kesiapan tersebut mencakup kelembagaan, pendataan dan verifikasi calon peserta didik, penyediaan layanan sosial, dukungan sarana dan prasarana, hingga integrasi layanan pendidikan, kesehatan, pengasuhan, dan perlindungan sosial.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan tim tersebut akan ditetapkan melalui Keputusan Bupati Cirebon sebagai dasar hukum pelaksanaan tugas seluruh unsur yang terlibat.

“Dengan adanya Tim Transisi, seluruh perangkat daerah memiliki arah kerja yang sama, sehingga proses peralihan dari penyelenggaraan tahap rintisan menuju Sekolah Rakyat Permanen dapat berjalan lebih efektif, terkoordinasi, dan berkelanjutan,” katanya.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu kebijakan nasional yang bertujuan memberikan kesempatan pendidikan yang berkualitas kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.


Selain layanan pendidikan formal, program ini mengedepankan pendekatan yang terintegrasi dengan perlindungan sosial, layanan kesehatan, pembinaan karakter, serta pendampingan keluarga, sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Pemerintah Kabupaten Cirebon menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh implementasi program tersebut melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Dengan kesiapan yang matang, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi instrumen penting dalam memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi sekaligus mencetak generasi muda Kabupaten Cirebon yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. 



Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon terus memperkuat upaya pelestarian warisan budaya daerah.

Salah satunya melalui Seminar Gerabah Sitiwinangun yang digelar di Aula Disbudpar Kabupaten Cirebon, Selasa (30/6/2026).

Seminar tersebut menjadi wadah untuk menggali nilai sejarah, budaya, dan potensi ekonomi Gerabah Sitiwinangun, kerajinan tradisional khas Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak masa Sunan Gunung Jati dan perkembangan awal Kesultanan Cirebon.

Selain menjadi hasil karya kriya, Gerabah Sitiwinangun juga merupakan warisan budaya takbenda yang mengandung nilai filosofis, semangat gotong royong, serta menjadi penopang ekonomi masyarakat melalui aktivitas para perajin.


Kepala Dinas melalui Sekretaris Disbudpar Kabupaten Cirebon, Juju Juhariah, mengatakan pelestarian Gerabah Sitiwinangun membutuhkan komitmen bersama agar tidak tergerus perkembangan zaman.


“Kita tidak boleh membiarkan keahlian turun-temurun ini meredup atau bahkan hilang ditelan zaman. Sitiwinangun memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata edukasi dan desa wisata berbasis kriya yang unggul,” ujar Juju.

Ia menambahkan, pengembangan potensi tersebut memerlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media. Saya berharap dari ruangan aula ini, akan lahir pemikiran-pemikiran transformatif, rekomendasi kebijakan, serta jejaring kerja sama yang mampu mengangkat kembali kejayaan gerabah Sitiwinangun ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Cirebon, R. Moh. Al Bana, menegaskan bahwa gerabah tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berperan dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat.

“Di balik pembuatan gerabah, terdapat nilai gotong royong masyarakat sekitar yang sangat luar biasa. Tentu saja, pembuatan gerabah ini berkaitan erat dengan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar atau para pengrajinnya,” ujar Al Bana.


Ia menjelaskan, seminar tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari upaya mengangkat kembali eksistensi Gerabah Sitiwinangun sekaligus memperkaya koleksi Museum Pangeran Cakrabuana.


“Oleh karena itu, kami di Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, mengangkat gerabah sebagai salah satu tema seminar kali ini. Koleksi gerabah tersebut juga akan menjadi bagian dari Museum Pangeran Cakrabuana yang terletak di sebelah timur gedung ini,” pungkasnya.

Melalui seminar ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong Gerabah Sitiwinangun semakin dikenal luas sebagai identitas budaya daerah, mampu berkembang menjadi destinasi wisata edukasi berbasis kriya, serta terus memberikan manfaat bagi pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) - 
Cirebon United FC akan menjalani rangkaian pertandingan persahabatan selama sepekan di Kota Tangerang. Agenda uji coba ini berlangsung mulai Rabu sore, 1 Juli 2026 hingga Minggu, 5 Juli 2026 di Stadion Nambo, Karawaci Kota Tangerang, Banten

Laga sorotan akan tersaji pada Kamis, 2 Juli 2026 saat Cirebon United U-15 dan U-17 dijadwalkan menghadapi BEE BOLD SS. Berdasarkan Match Schedule Liga Yooscout, Cirebon United U-15 akan kick-off pukul : 17.00 WIB dilanjutkan tim U-17 pada pukul : 18.00 WIB hingga selesai.

Sehari sebelumnya, Rabu 1 Juli 2026 sore Cirebon United juga tercatat akan menghadapi Ganesha di venue yang sama, Stadion Nambo Karawaci Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Tur uji coba ini dipimpin langsung Coach Edy dengan Coach Zul.

Terkait persiapan jelang laga pembuka esok sore, Coach Edy menyampaikan fokus timnya. 
"Alhamdulillah anak-anak sudah tiba di Tangerang dan recovery-nya berjalan baik. Untuk Rabu sore melawan Ganesha, kami fokus pada adaptasi lapangan Stadion Nambo dan kekompakan tim. Ini uji coba awal yang penting untuk melihat kesiapan fisik dan mental U-15 dan U-17 sebelum menghadapi BEE BOLD SS di hari Kamis,” ujar Coach Edy.

Menambahkan dari sisi teknis, Coach Zul  menegaskan target yang ingin dicapai tim. 
“Kami ingin anak-anak bisa menerapkan hasil latihan saat di lapangan. Disiplin posisi, kerja sama tim, dan mental bertanding jadi fokus kami di uji coba ini. Stadion Nambo akan jadi panggung yang bagus untuk mengukur progres U-15 dan U-17,” ungkap Coach Zul.

Kehadiran tim usia muda asal Cirebon ini diharapkan menjadi ajang mengasah mental, taktik, sekaligus memantau progres pemain jelang kompetisi.

“Ini bagian dari program pengembangan tim U-15 dan U-17 kami. Bermain di Stadion Nambo akan jadi pengalaman berharga bagi anak-anak,” tambah Coach Edy.

Pertandingan persahabatan ini terbuka untuk disaksikan pecinta sepak bola usia muda di wilayah Tangerang Raya dan sekitarnya.

Di tempat yang berbeda, salah satu driver antar jemput tim Cirebon United FC, Munadi Kadra juga menyampaikan dukungannya untuk perjuangan tim muda Cirebon. 

“Doa saya selalu menyertai anak-anak Cirebon United. Semoga diberikan kelancaran, kesehatan, dan hasil terbaik selama tur di Tangerang. Saya siap antar jemput tim dengan semangat juang sampai selesai,” ucap Munadi Kadra.


(Soleh)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top