Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Polemik pembongkaran eks jembatan rel kereta di kawasan Kalibaru, Jalan Sisingamangaraja, Kota Cirebon, kian memanas. Perdebatan antara pihak pemerintah dan pemerhati budaya terkait keberadaan objek tersebut terus bergulir di ruang publik.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Umar S. Klau, menyatakan pihaknya telah menerima surat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara resmi dari kalangan pemerhati budaya, sejarah, dan cagar budaya di Kota Cirebon. 

“Insyah Allah kami sudah agendakan tanggal 22 April 2026, hari Rabu. Minggu depan ini sudah kami jadwalkan. Kami berharap Wali Kota Cirebon bisa hadir langsung,” ujar Umar, Minggu (19/4/2026).

Ia menjelaskan, kehadiran Wali Kota dinilai penting untuk menjawab berbagai pertanyaan krusial yang berkembang di masyarakat. Salah satunya terkait dugaan bahwa pembongkaran eks jembatan tersebut dilakukan atas dasar permohonan atau perintah dari kepala daerah. 

“Ini berkaitan dengan pertanyaan langsung dari warga. Informasi yang berkembang di media menyebutkan pembongkaran objek tersebut berdasarkan surat permohonan atau perintah dari wali kota.
Jadi kami berharap beliau hadir untuk menjelaskan duduk persoalan secara langsung kepada publik,” katanya. 

Dalam RDP tersebut, DPRD Kota Cirebon berencana menghadirkan berbagai pihak terkait, mulai dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), hingga Sekretariat Daerah. Unsur masyarakat dari kalangan pemerhati budaya juga akan dilibatkan guna mencari titik temu atas polemik yang terjadi. 

Umar menilai, perbedaan pandangan antara pemerintah dan masyarakat menjadi salah satu faktor utama memanasnya polemik. Menurutnya, pemerintah kota kemungkinan melihat pembongkaran sebagai bagian dari penataan kawasan, khususnya di aliran Kali Sukalila. 

“Saya melihat dari sisi wali kota, ini mungkin bagian dari penataan kali. Segala sesuatu yang dianggap menghambat akan ditertibkan,” ujarnya.

Namun di sisi lain, para pemerhati budaya menilai pembangunan kota harus tetap memperhatikan aspek pelestarian sejarah dan budaya, mengingat Cirebon merupakan kota dengan peradaban tua yang telah ada sejak abad ke-14.

 “Teman-teman pemerhati budaya punya sudut pandang bahwa pembangunan harus selaras dengan pelestarian sejarah. Kota Cirebon ini punya nilai peradaban yang panjang,” ucap Umar. 

Ia menegaskan, DPRD dan masyarakat pada prinsipnya tidak menolak pembangunan. Namun, pembangunan harus tetap mengacu pada aturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. 

Selain itu, Pemerintah Kota Cirebon juga telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2024 tentang Kemajuan Kebudayaan yang mengatur objek-objek kebudayaan, termasuk yang memiliki nilai sejarah. 

“Bukan anti pembangunan, tapi harus diselaraskan dengan protokol kecagarbudayaan. Apalagi objek tersebut disebut-sebut sudah pernah diteliti oleh Balai Arkeologi Jawa Barat,” katanya. 

Hasil penelitian yang ditulis oleh peneliti Balai Arkeologi Jawa Barat, Iwan Hermawan, disebut menyimpulkan bahwa objek tersebut memiliki nilai penting dari sisi sejarah. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Ratusan warga Kota Cirebon memadati kawasan Pelabuhan Cirebon, Minggu (19/4/2026), untuk mendapatkan layanan pengobatan gratis di Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati milik PDI Perjuangan yang bersandar di Dermaga Muara Jati.

Kegiatan sosial berupa pengobatan gratis dan donor darah ini digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Cirebon selama dua hari, yakni Minggu (19/4) hingga Senin (20/4).

Antusiasme warga terlihat sejak pagi dengan antrean panjang masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan kesehatan tanpa biaya.


Pada hari pertama, panitia memfokuskan kegiatan pada pengobatan gratis bagi masyarakat umum. Sementara hari kedua dilanjutkan dengan aksi donor darah. Panitia menargetkan masing-masing kegiatan diikuti sekitar 200 peserta.


Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian partai terhadap kesehatan masyarakat.

“Kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis, tidak dipungut biaya. Kami ingin masyarakat Kota Cirebon bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan mudah,” ujarnya.


Ia menambahkan, kegiatan donor darah juga ditujukan untuk membantu PMI Kota Cirebon dalam memenuhi kebutuhan stok darah.


“Donor darah kita targetkan 200 kantong, karena PMI Kota Cirebon saat ini kekurangan stok. Jadi kami kolaborasikan dengan Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati,” katanya.

Fitria menyebut momentum akhir pekan dimanfaatkan agar masyarakat tetap bisa mengakses layanan kesehatan saat puskesmas tutup.

“Karena hari ini hari libur, puskesmas tutup, jadi masyarakat bisa berobat ke sini. Selain itu, obat-obatan yang disediakan juga berkualitas. Masyarakat juga bisa melihat langsung kapal RS Apung Laksamana Malahayati yang biasanya hanya dilihat dari media sosial,” ucapnya.

Salah seorang warga Kampung Pesisir Samadikun, Mutia, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan tersebut.

“Sangat membantu sekali karena hari Minggu puskesmas tutup. Saya datang untuk memeriksa kesehatan dua anak saya, dan Alhamdulillah juga diberi obat gratis,” tuturnya.


Sebagai informasi, Kapal RS Apung Laksamana Malahayati merupakan kapal layanan kesehatan gratis milik PDI Perjuangan yang diluncurkan pada 10 Juni 2023. Kapal ini difokuskan untuk melayani masyarakat pesisir dan pulau terpencil, serta aktif dalam misi kemanusiaan dan penanganan bencana.

Kapal tersebut dilengkapi fasilitas medis seperti ruang operasi dan enam tempat tidur perawatan.

Dengan panjang sekitar 30 meter dan lebar 9 meter, kapal ini telah berlayar ke berbagai wilayah, termasuk Sumatra, Kepulauan Riau, dan Jawa, untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang ) -
Bagi  pejabat publik  yang bijak serta memiliki jiwa Leadership teruji,  kritikan  menjadi asupan   meningkatkan   kualitas  kerja .Kritikan  menjadi salah satu bahan   evaluasi  memperbaiki  kekurangan , agar proses pembangunan  berjalan   sesuai  aturan yang sudah ditentukan .

Figur pejabat seperti itulah  yang mendorong   roda pembangunan bergerak kearah  jauh lebih baik   . Yaitu proses pembangunan yang aman, nyaman damai , tentram ,  sejahtera  dan berkeadilan 

Namun ironisnya   ,di Kota Tangerang ada  pejabat publik yang terkesan tidak suka  bahkan  benci  dikritisi.   Seakan menganggap  bahwa kritikan adalah  
sesuatu  yang  menggangu  ketenangan dan kenyamanannya sebagai pejabat publik.  Hal seperti itulah.yamg justru mengindikasikan bahwa pejabat tersebut.sedang  berusaha menutupi kekurangan  atau  kesalahan yang pernah dilakukannya 

Pejabat seperti itu bila.tidak di evaluasi akan  memberikan dampak kurang  baik. pembangunan akan dianggap otoriter , tidak bekeadlim dan akan   menimbulkan kegaduhan diruang publik 

Bisakah awak media menunjukan pejabat publik di  Kota Tangerang yang  tidak suka atau benci  saat di Kritisi ?

Bagi awak media  yang  rajin , sering dan berani mengangkat berita mengkritsi kinerja pejabat publik  , tidaklah sulit  menunjukkan pejabat publik yang tidak suka atau benci saat di Kritisi.  

Namun bagaimanapun juga , masyarakat harus bersyukur karena masih  ada bahkan  banyak pejabat publik yang tidak takut di Kritisi ,  bahkan memberikan apresiasi saat dikritisi. Yaitu pejabat publik yang amanah, tangung jawab , peduli  serta memiliki rasa empati tinggi. Pejabat publik seperti itulah yang harus dijaga dari segala sesuatu yang tidak baik

( AWW )
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com Cirebon -
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar kegiatan “Travelling by Train” bertema “Menyusuri Jejak Cheribon” sebagai upaya mendukung promosi pariwisata berbasis transportasi kereta api.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan, sekaligus mengajak peserta menjelajahi berbagai destinasi wisata unggulan di wilayah Cirebon yang dikenal kaya akan nilai sejarah dan budaya.

Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan Cirebon memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis sejarah yang perlu terus dipromosikan secara luas.


“Cirebon merupakan salah satu kota bersejarah yang cukup menarik untuk dieksplorasi, dengan banyak tempat bersejarah seperti Keraton Kasepuhan dan Goa Sunyaragi. Kebudayaan serta kulinernya juga sudah sangat dikenal luas oleh masyarakat, seperti Batik Megamendung dan Empal Gentong,” ujar Muhib, Sabtu (18/4/2026).

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan layanan transportasi kereta api dengan pengembangan sektor pariwisata daerah.

“Melalui kegiatan ‘Menyusuri Jejak Cheribon’, kami ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang tidak hanya mengedepankan aspek transportasi, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa edukasi sejarah, budaya, dan kekayaan kuliner khas Cirebon,” tambahnya.


KAI berharap kegiatan ini mampu meningkatkan minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendukung promosi pariwisata berbasis transportasi kereta api, meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan kereta api, serta mendorong pengenalan dan pengembangan potensi wisata di wilayah Cirebon dan sekitarnya,” tutupnya.

KAI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu, serta memperkuat konektivitas antarwilayah guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata nasional. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Indramayu) - Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah memulai proses lelang pembangunan dan rekonstruksi jalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Portal Pengadaan LPSE Kabupaten Indramayu, sebanyak 24 paket pengadaan infrastruktur jalan telah memasuki tahap lelang atau tender penentuan penyedia jasa oleh Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) setempat. 

Berikut detail  lelang/tender sudah berproses per Jumat 17 April 2026 :

1. Rekonstruksi Jalan Sp. Sudikampiran - Gadingan nilai Pagu Rp. 3.499.812.000.
2. Rekonstruksi Jalan SP. Gadingan - Segeran nilai Pagu Rp. 1.999.976.800.
3. Rekonstruksi Jalan Rancajawat - Sukaperna nilai Pagu  Rp. 4.999.968.800
4. Rekonstruksi Jalan RJ. Karangsinom - Gabuskulon nilai Pagu Rp. 4.999.968.800.
5. Rekonstruksi Jalan Sidodadi Mekarjati nilai Pagu Rp. 2.999.992.000.
6. Rekonstruksi Jalan RJ. Drunten Wetan - SP. Gabuskulon nilai Pagu Rp. 1.999.976.800.
7. Rekonstruksi Jalan Pringgacala - Kalianyar nilai Pagu Rp. 4.999.968.800.
8. Rekonstruksi Jalan Karangampel - Juntikebon nilai Pagu Rp. 1.499.996.000.
9. Rekonstruksi Jalan Widasari - Tlakop nilai Pagu Rp. 1.999.816.000..
10.Rekonstruksi Jalan Kedaton - Purwajaya nilai Pagu Rp. 2.999.992.000.
11. Rekonstruksi Jalan Kembar Pabean Ilir - Totoran nilai Pagu Rp. 999.961.600.
12. Rekonstruksi Jalan Panyingkiran - Cantigi kulon nilai Pagu Rp. 2.510.248.800.
13. Rekonstruksi Jalan Trisi - Tugu nilai Pagu Rp. 799.980.000.
14. Rekonstruksi Jalan Gunungsari - Ujunggebang nilai Pagu Rp. 1.999.976.800.
15. Rekonstruksi Jalan Juntikebon - Sp. Segeran nilai Pagu Rp. 1.899.959.200.
16.Rekonstruksi Jalan Sukamelang - Sp. Kedokangabus nilai Pagu Rp. 1.699.977.600.
17. Rekonstruksi Jalan Tukdana - Bangodua nilai Pagu Rp. 1.899.959.200.
18. Rehabilitasi Jalan Tembaga Raya nilai Pagu Rp. 3.499.979.000.
19. Rekonstruksi Jalan Temiyang - Sp. Pejaten nilai Pagu Rp. 4.999.968.800.
20.Rekonstruksi Jalan Juntinyuat - Pondoh nilai Pagu Rp. 1.999.976.800.
21. Rekonstruksi Jalan Sp. Druntenwetan - Kedungdawa nilai Pagu Rp. 2.999.992.000.
22. Rekonstruksi Jalan Sindang - Pecuk nilai Pagu Rp. 2.999.992.000.
23. Rekonstruksi Jalan Sudimampir - Tinumpuk nilai Pagu Rp. 1.499.996.000.
24. Rekonstruksi Jalan Kertajaya - Cipedang nilai Pagu Rp. 1.699.977.600.

Total pagu dari 24 paket yang sedang ditenderkan senilai  kurang lebihnya senilai Rp63,5 M.

Praktisi  hukum dan pemerintahan, M. Renald, S.H   meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Indramayu untuk mengawasi proses  pelaksanaan agar tidak terjadi "kecurangan" yang dilakukan oleh oknum penyedia.

"  Perlu seluruh elemen masyarakat Indramayu untuk mengawasi pelaksanaan termasuk, konsultan pengawas harus tegas apabila ditemukan kecurangan saat pelaksanaan,"ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, apabila pelaksanaan menggunakan pembesian   dowel (besi polos ), harus dipantau jarak antar dowel yang telah dipotong itu apakah sesuai atau tidak   persegmenya  saat akan dipasang pada rancangan besi steak untuk dudukan dowel. 

Kemudian  pada saat pemasangan juga harus dilakukan pantauan, biasanya jaraknya 5 meter untuk pemasangan dowel yg sudah dirakit.

" Karena, untuk pembangunan atau rekonstruksi jalan paling rentan pembesian sehingga patut untuk diawasi serta, harus minta pengawas untuk standby saat proses pelaksanaan," ungkapnya.

Lalu untuk proses seleksi, Dirinya juga meminta agar ULP Pengadaan Barjas Indramayu untuk selektif dalam penentuan penyedia,  Ada beberapa poin krusial yakni tentang keuangan perusahaan agar diverifikasi saat pembuktian kualifikasi serta  Dokumen administrasi baik itu surat kelengkapan surat dukungan kepemilikan alat atau mesin.  Jika  sewa, ia berharap adanya proses verifikasi ke pihak penyewa apakah benar ada proses transaksi.

Lalu, verifikasi neraca keuangan saat pembuktian kualifikasi dengan penghubungi pihak  Bank terkait, apakah itu benar terdapat uang  sesuai dengan yang dipersyaratkan.

Berikut juga dokumen lainnya, seperti SBU,  dan berharap tenaga ahli baik itu ahli kontruksi maupun K3 dihadirkan dalam proses  proses kualifikasi. Serta persyaratan BPJS Jasa Konstruksi dan tidak  dalam masa blacklist.

" Proses inilah yang jadi penentu, untuk menghasilkan penyedia jasa  yang jujur dan memiliki kredibilitas, " pungkasnya.  (Tri Hadi )
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Indramayu) - Dualisme Pengelolaan Garapan tebu Wilayah Cikawung-Sanca  Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Dua kelompok Tani Bersatu dan Tani Merdeka yang sama -sama mengklaim sebagai  pemegang CPCL   dari Pemerintah.  

Menanggapi hal itu itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Drs. H. Sugeng Heiyanto menjelaskan, bahwa tahun ini Pemerintah Kabupaten Indramayu mendapatkan program hilirisasi Pertebuhan, dengan 1000 program Bongkar Ratoon dan 1356 hektare untuk perluasan.  " Kini kami  tengah mencari kelompok yang berkaitan dengan tebu karena ada 2 program, yakni Bongkar Ratoon dan perluasan, " ujarnya, Jumat (17/04) saya jumpa pers selepas acara pertemuan dengan Dirjen Perkebunan.

Lebih lanjut, terkait status, Kepala  Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indramayu saat ditanya terkait status "  Tani Merdeka " menegaskan, bahwa kelompok itu tidak masuk  Simultan karena statusnya " Organisasi Masyarakat". 

" Program ini kan untuk kelompok -kelompok Tani yang masuk ke Simultan. Tani Merdeka itu bukan kelompok itu adalah  Ormas, " tegasnya.

" Kalau mereka mengusulkan, silahkan -silahkan saja tapi kewenangan ada di Dinas, " terangnya.

Sugeng Heryanto juga mengungkapkan, bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Tani Merdeka di  Lahan Tebu Cikawung itu tanpa sepengetahuannya.  " Itu diluar sepengetahuan saya, " jelasnya.

Sementara itu, awakmedia masih berupaya untuk menelusuri lebih lanjut pihak Kelompok Tani Merdeka untuk dimintai keterangan lebih lanjut.  (TKH)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top