Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon kembali menutup perlintasan sebidang tidak teregistrasi atau ilegal di JPL KM 92+7/8 Desa Tanjungrasa Kidul, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Selasa (19/5/2026).

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi masyarakat dari potensi kecelakaan di perlintasan sebidang yang tidak memenuhi standar keselamatan.

Penutupan di wilayah Daop 3 Cirebon menjadi bagian dari kegiatan penertiban serentak yang dilakukan KAI di seluruh wilayah operasional, baik Daerah Operasi di Pulau Jawa maupun Divisi Regional di Sumatera. Total terdapat 172 titik perlintasan liar yang ditutup secara bersamaan.


Kepala Daerah Operasi 3 Cirebon, Sigit Winarto, mengatakan perlintasan yang ditutup merupakan akses ilegal yang tidak terdaftar secara resmi. Selain itu, perlintasan tersebut memiliki lebar kurang dari dua meter dan tidak dilengkapi fasilitas keselamatan.


“Perlintasan ini tidak dijaga serta tidak memiliki rambu lalu lintas maupun alat keselamatan lainnya,” kata Sigit dalam keterangannya.

Menurutnya, keberadaan perlintasan liar sangat berbahaya, baik bagi perjalanan kereta api maupun masyarakat yang melintas di jalur tersebut.

“Keberadaan perlintasan tidak teregistrasi atau ilegal dapat membahayakan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan dan menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kecelakaan di jalur kereta api,” ujarnya.

Sigit menegaskan penutupan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan terkait perlintasan sebidang. Setiap perlintasan, kata dia, wajib memenuhi persyaratan teknis dan administrasi guna menjamin keselamatan operasional kereta api dan pengguna jalan.

“KAI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, serta stakeholder terkait dalam melakukan penertiban perlintasan liar. Keselamatan merupakan prioritas utama dan tidak dapat ditawar,” tegasnya.

KAI juga mengimbau masyarakat agar menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan serta tidak membuka akses baru secara ilegal di jalur kereta api.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan di sekitar jalur kereta api. Jangan membuat ataupun menggunakan perlintasan liar karena risikonya sangat tinggi dan dapat membahayakan banyak pihak,” pungkasnya.


Melalui langkah tersebut, KAI berharap keselamatan perjalanan kereta api semakin meningkat, potensi kecelakaan di perlintasan sebidang dapat ditekan, serta tercipta layanan transportasi publik yang aman, tertib, dan andal. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) - Di tengah keterbatasan biaya operasional, Yayasan Respon Cepat Badan Darurat Kemanusiaan (RC BADAK) terus berupaya maksimal membantu pendampingan pasien penderita kanker anak maupun dewasa dari kalangan masyarakat kurang mampu.
Tidak hanya menyediakan layanan ambulans gratis untuk antar-jemput pasien, RC BADAK juga menyiapkan rumah singgah gratis bagi pasien penderita kanker yang berasal dari luar daerah maupun pasien yang memiliki tempat tinggal jauh dari rumah sakit rujukan.

Kehadiran rumah singgah tersebut sangat membantu pasien yang harus menjalani rawat jalan secara rutin, sehingga mereka memiliki tempat tinggal sementara tanpa dipungut biaya.

Menurut relawan Yayasan Respon Cepat Badan Darurat Kemanusiaan (RC BADAK) yang bertugas sebagai driver ambulans, Putra, saat ini rumah singgah RC BADAK telah terisi penuh oleh pasien penderita kanker anak dan dewasa, baik dari dalam maupun luar Kota Tangerang.

“ Saat ini rumah singgah RC BADAK sudah terisi penuh oleh pasien penderita kanker anak dan dewasa, baik dari dalam maupun luar daerah Kota Tangerang. Untuk ruangan juga kami pisahkan antara pasien anak dan dewasa, jadi tidak disatukan,” ungkap Putra saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu, Minggu (18/5/2026).

Ia menjelaskan, setiap hari relawan RC BADAK terus bergerak melakukan pendampingan dan antar-jemput pasien penderita kanker dari kalangan masyarakat kurang mampu.

“Setiap hari kami antar-jemput dan mendampingi puluhan pasien penderita kanker dari kalangan masyarakat kurang mampu. Ini saya juga baru pulang dari Pandeglang, lalu langsung kembali menjemput pasien lagi untuk dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.

Saat ditanya mengenai suka dan duka menjadi relawan kemanusiaan, Putra mengaku bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk membantu sesama, khususnya pasien kanker yang benar-benar membutuhkan bantuan.

“Alhamdulillah, saya masih diberikan kesempatan dan kemudahan untuk membantu masyarakat yang kondisinya benar-benar membutuhkan bantuan, terlebih mereka adalah pasien penderita kanker dari kalangan masyarakat kurang mampu. Tentunya ini menjadi kepuasan batin tersendiri,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa Yayasan RC BADAK masih sering menghadapi kendala biaya operasional yang cukup besar, mulai dari pemeliharaan rumah singgah, ambulans, hingga kebutuhan akomodasi lainnya.

“Memang kami sering terkendala oleh besarnya biaya rutin yang harus dikeluarkan untuk pemeliharaan rumah singgah, mobil ambulans, akomodasi, dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya berharap ada perhatian dan dukungan dari berbagai instansi maupun lembaga pemerintahan terhadap aktivitas kemanusiaan yang selama ini dijalankan RC BADAK.

“Kami sangat berharap instansi dan lembaga-lembaga pemerintahan dapat lebih banyak menoleh dan memberikan perhatian kepada Yayasan Respon Cepat Badan Darurat Kemanusiaan, RC BADAK,” pungkasnya.

(AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat langkah pengendalian inflasi sekaligus mendorong percepatan digitalisasi transaksi daerah. Hal ini diwujudkan dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD Kota Cirebon yang digelar di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Selasa (19/5/2026).

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, yang mewakili Wali Kota Cirebon Effendi Edo, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk memperkuat arah kebijakan bersama.

"Momentum ini sangat strategis, bukan hanya sebagai refleksi bersama para pimpinan, tetapi juga sebagai ruang membangun sinergi, kolaborasi, dan konsolidasi. Pengendalian inflasi bukan hanya tugas tim, melainkan tanggung jawab bersama lintas sektor untuk memperkuat kinerja secara terukur," ujarnya.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi Kota Cirebon pada April 2026 tercatat deflasi sebesar 0,06 persen (mtm), dengan inflasi tahunan 2,75 persen dan inflasi tahun kalender 0,97 persen. Capaian ini menunjukkan kondisi inflasi yang relatif terkendali dan masih berada dalam rentang sasaran nasional.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), di antaranya melalui Gerakan Pangan Murah, operasi pasar bersubsidi, pemantauan harga dan stok bahan pokok, hingga penguatan UMKM melalui Mall UKM. Sekda juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam pengendalian inflasi yang merupakan indikator makro.

"Setiap pihak memiliki peran strategis. Siapa berbuat apa dan berkontribusi terhadap apa, itu menjadi bagian dari tanggung jawab bersama. Kota Cirebon yang strategis harus mampu menjaga kemandirian di tengah dinamika global," tambahnya.

Sementara itu, Kepala KPw Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi masyarakat masih menunjukkan optimisme. Hal ini tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) April 2026 yang berada di angka 113,0 atau di atas level optimis (>100), meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Dari sisi digitalisasi, transaksi menggunakan QRIS di wilayah Ciayumajakuning selama Januari hingga Maret 2026 mencapai 64,82 juta transaksi dengan nilai Rp5,63 triliun. Kota Cirebon menjadi kontributor terbesar dengan porsi 50,63 persen dari total transaksi. Selain itu, realisasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) di Kota Cirebon hingga Maret 2026 mencapai Rp2,02 miliar, tertinggi di wilayah Ciayumajakuning.

"Secara umum inflasi Kota Cirebon masih berada dalam rentang target. Namun demikian, komoditas pangan strategis seperti beras, daging ayam ras, telur, bawang merah, dan cabai merah tetap perlu menjadi perhatian utama karena kontribusinya terhadap inflasi cukup besar," jelas Wihujeng.


Ia juga menambahkan bahwa deflasi April dipengaruhi oleh normalisasi konsumsi masyarakat pasca Idulfitri serta terjaganya pasokan pangan seiring musim panen.

"Inflasi Mei diprakirakan lebih rendah dengan dorongan deflasi pada komoditas pangan seperti telur, daging ayam ras, dan minyak goreng," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, TPID Kota Cirebon juga memaparkan sejumlah program unggulan tahun 2026. Di antaranya program Mang Pangling (Mobil Pangan Keliling) yang mendistribusikan bahan pangan langsung ke wilayah RW/kelurahan berbasis kebutuhan warga. Selain itu, penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) terus dilakukan untuk menjamin pasokan pangan, mengingat Kota Cirebon bukan daerah produsen.

Optimalisasi program Warung Peduli Inflasi (WADULI) juga menjadi perhatian, dengan upaya pembenahan operasional agar lebih konsisten, menarik, dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Sebanyak 35 atlet atletik asal Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, siap mengikuti Kejuaraan Jakarta Internasional Indonesia yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat hingga Minggu, 22–25 Mei 2026.

Kontingen Kecamatan Beber akan berlaga di sejumlah cabang olahraga atletik, di antaranya tolak peluru, lontar martil, lompat jauh, lompat tinggi, dan lompat jangkit. Keikutsertaan para atlet ini menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan potensi olahraga di Kabupaten Cirebon.

Camat Beber, Hevazi Aldahary, menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh atlet agar bertanding dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti kompetisi internasional tersebut.

“Bertandinglah dengan penuh percaya diri, jaga kesehatan, junjung sportivitas, serta tetap menjaga nama baik daerah dan bangsa,” ujar Aldahary.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan dalam kompetisi tidak hanya diukur dari kemenangan, tetapi juga dari proses, pengalaman, dan karakter yang dibangun selama pertandingan.

“Menang tentu menjadi harapan, namun semangat, kerja keras, pengalaman, dan karakter yang baik juga merupakan kemenangan yang sangat berharga,” tambahnya.

Pemerintah Kecamatan Beber berharap keikutsertaan para atlet dalam ajang internasional ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan bakat dan prestasi di bidang olahraga.

Selain itu, ajang tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat pembinaan atlet daerah sekaligus membawa nama baik Kabupaten Cirebon di tingkat nasional maupun internasional.

“Semoga seluruh atlet diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran, mampu prestasi terbaik. Kita mendoakan yang terbaik,” pungkasnya

Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Kabupaten Cirebon) - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di berbagai wilayah.

Sebanyak 24 ruas jalan telah selesai di perbaiki sehingga manfaatnya bisa di rasakan oleh masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kemantapan jalan di Kabupaten Cirebon.

Adapun 24 ruas jalan yang telah diperbaiki meliputi:

• Jalan Mundu-Pamengkang

• Jalan Sindangjawa-Mandirancan

• Jalan Palimanan-Kramat

• Jalan Gebangilir-Waled

• Jalan Jamblang-Bakung

• Jalan Halimpu-Wangkelang

• Jalan Dukupuntang-Girinata

• Jalan Sindanglaut-Pabuaran

• Jalan Tegalgubug-Kaliwedi

• Jalan Gesik-Sendang

• Jalan Celancang-Pangkalan

• Jalan Dawuan-Wanakaya

• Jalan Arjawinangun-Suranenggala

• Jalan Kalirahayu-Tawangsari

• Jalan Cideng-Kertawinangun

• Jalan Playangan-Bojongnegara

• Jalan Klangenan-Panguragan

• Jalan Gegesik-Kedungdalem

• Jalan Tegalsari-Lemahtamba

• Jalan Pangarengan-Sindanglaut

• Jalan Waled-Cibogo

• Jalan Megu-Lurah

• Jalan Sindanglaut-Ciawigajah

• Jalan Bunder-Luwungkencana

Panjang penanganan pada masing-masing ruas jalan bervariasi, mulai dari 175 meter hingga lebih dari 1 kilometer dengan lebar jalan berkisar antara 3,5 meter sampai 6 meter. Sebagian besar pekerjaan dilakukan menggunakan konstruksi beton untuk meningkatkan kekuatan serta daya tahan jalan.

Kepala DPUTR Kabupaten Cirebon, Sunanto, mengatakan pemerintah daerah menargetkan tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Cirebon dapat tercapai pada 2029 dari total panjang jalan Kabupaten Cirebon 1.240 kilometer.

Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur antar wilayah guna menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain mengandalkan APBD Kabupaten Cirebon, pemerintah daerah juga berupaya memperoleh dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pada 2026, terdapat tiga ruas jalan kabupaten yang direncanakan mendapatkan bantuan penanganan dari pemerintah provinsi jawa barat dimana saat ini dalam proses asistensi DED. Mudah-mudahan dapat terealisasi seperti tahun sebelumnya,” ujar Sunanto.

Selain itu, DPUTR Kabupaten Cirebon juga tengah menyiapkan lelang tahap ketiga sekitar 70 paket pekerjaan.

Mayoritas paket pekerjaan tersebut memiliki nilai di bawah Rp1 miliar dan tetap menggunakan konstruksi betonisasi.


Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Pemerintah Kabupaten Cirebon meluncurkan program pelatihan bahasa dan budaya Jepang bagi masyarakat Kabupaten Cirebon melalui kegiatan rapat launching yang digelar di Ruang Rara Santang Setda Kabupaten Cirebon, Senin (18/5/2026).

Program bertajuk “From Zero to Hero” tersebut merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Cirebon, Yayasan Dewa Aksara, dan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon untuk menyiapkan calon tenaga kerja yang akan diberangkatkan ke Jepang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala mengatakan, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Cirebon.


“Program ini diharapkan mampu memotong rantai pengangguran dan kemiskinan, sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat secara nyata,” kata Hendra.

Ia menyebutkan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Cirebon saat ini masih berada di kisaran 10 persen.

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pembukaan akses lapangan kerja, termasuk melalui kerja sama penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Pada pelaksanaan tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan sebanyak 75 peserta mengikuti program tersebut.

Peserta diprioritaskan bagi warga Kabupaten Cirebon yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Proses seleksi administrasi akan berlangsung mulai 19 Mei hingga 18 Juni 2026. Peserta yang lolos administrasi selanjutnya akan mengikuti tahapan seleksi lanjutan berupa pemeriksaan kesehatan (MCU), tes fisik, dan tes matematika.

Peserta yang dinyatakan lolos seluruh tahapan seleksi akan mengikuti pelatihan secara offline selama tiga bulan di balai pelatihan kerja. Adapun biaya seleksi ditanggung oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Cirebon.

Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto mengatakan, pada program tahun 2025, pemerintah daerah menerima lebih dari 300 pendaftar dari kuota awal 130 orang.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 69 peserta menjalani proses pelatihan. Namun terdapat 20 peserta yang mengundurkan diri karena berbagai alasan, termasuk kondisi kesehatan.

Menurut Novi, sebanyak 48 peserta asal Kabupaten Cirebon kini telah bekerja di Jepang, sedangkan beberapa peserta lainnya masih menunggu proses wawancara keberangkatan.

Ia menuturkan program tersebut memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, karena peserta yang bekerja di Jepang memperoleh penghasilan minimal sekitar Rp17 juta per bulan dengan masa kontrak kerja selama tiga tahun.

“Potensi remitansi devisa yang masuk ke Kabupaten Cirebon dari peserta program ini diperkirakan mencapai Rp29,3 miliar,” tuturnya. 

Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top