Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif
E satu.com (Kota Cirebon) - Kota Cirebon didorong menjadi salah satu daerah yang mampu melahirkan talenta digital dan inovator ekonomi kreatif. Upaya tersebut mengemuka dalam kegiatan IDE.IND yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, komunitas, inovator, hingga pengembang teknologi digital.
Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk mengembangkan potensi kreativitas masyarakat agar mampu menghasilkan produk dan peluang usaha bernilai ekonomi.
Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Cirebon dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.
Menurutnya, Cirebon memiliki potensi besar karena ditopang kekayaan budaya serta perkembangan komunitas kreatif yang semakin pesat.
"Pertama, kami ingin mengapresiasi apa yang telah dilakukan Kota Cirebon dalam mendukung ekonomi kreatif. Kami melihat potensi dan perkembangan komunitas kreatif di Cirebon cukup pesat," ujar Teuku Riefky.
Ia mengatakan, ekonomi kreatif kini menjadi salah satu sektor strategis dalam pembangunan nasional. Bahkan, sektor tersebut dipandang sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Teuku Riefky menyebut potensi ekonomi kreatif Cirebon tidak hanya berasal dari subsektor fesyen, kuliner, kriya, dan kerajinan. Pengembangan sektor digital, seperti aplikasi, teknologi pendukung UMKM, hingga industri gim juga mulai menunjukkan peluang.
Salah satu yang menjadi perhatian dalam IDE.IND adalah pengembangan talenta pembuat gim lokal.
Pihaknya menghadirkan pengembang gim dari Bandung untuk bertemu dan berkolaborasi dengan talenta digital Cirebon. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka jalan bagi lahirnya produk gim asli daerah.
"Kami mendengar bahwa talenta-talenta pembuat gim di Kota Cirebon cukup banyak, tetapi masih membutuhkan wadah. Karena itu, kami menghadirkan pengembang gim dari Bandung agar bisa bertemu dan berkolaborasi dengan talenta lokal," katanya.
Selain pengembangan teknologi, Teuku Riefky menilai kekayaan budaya Cirebon dapat menjadi sumber inspirasi bagi industri kreatif.
Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan penguatan komersialisasi dan perlindungan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP).
Menurutnya, pelaku UMKM tidak cukup hanya meningkatkan produksi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan mengembangkan ide, mendaftarkan kekayaan intelektual, hingga mengomersialkan produk secara berkelanjutan.
Pemerintah juga memberikan pendampingan melalui peningkatan kapasitas, akses pendanaan, perluasan pasar, promosi, hingga peningkatan kualitas produk.
Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengatakan pengembangan inovasi teknologi dan ekonomi kreatif harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan, ekosistem kreatif tidak boleh hanya berkembang di kalangan tertentu, tetapi harus mampu membaur dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Pengembangan inovasi teknologi dan ekosistem kreatif tidak boleh berjarak dari masyarakat. Kegiatan seperti ini harus membaur, menjadi bagian dari denyut nadi ekonomi warga, dan pada akhirnya mampu memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Effendi.
Menurutnya, Kota Cirebon memiliki modal sumber daya manusia yang potensial untuk mengembangkan ekonomi kreatif.
Lebih dari 68 persen penduduk Kota Cirebon berada pada kelompok usia produktif, yang didominasi generasi milenial dan Gen Z. Sementara penetrasi internet di daerah tersebut telah melampaui 80 persen.
Kondisi itu dinilai menjadi peluang untuk mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan produk digital.
"Jangan sampai kita hanya menjadi konsumen digital, yang setiap hari menggunakan aplikasi, gim, dan berbagai platform buatan pihak lain. Kita juga harus mulai mendorong anak-anak muda Cirebon menjadi produsen, menjadi kreator, bahkan menjadi pencipta solusi teknologi," tuturnya.
Effendi juga menyoroti keberadaan belasan ribu UMKM dan pelaku industri kreatif di Kota Cirebon yang membutuhkan dukungan pemanfaatan teknologi.
Menurutnya, kolaborasi antara pelaku usaha dan talenta digital lokal dapat membuka peluang inovasi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Untuk itu, Pemkot Cirebon berkomitmen memperkuat ekosistem kewirausahaan digital melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, akademisi, dan pelaku industri.
Pemerintah daerah juga berupaya menyediakan ruang bagi talenta lokal untuk mengembangkan gagasan, memperoleh pendampingan, serta menghubungkan hasil inovasi dengan kebutuhan pasar.
"Kami ingin memfasilitasi agar talenta digital, pelaku usaha, akademisi, industri, dan komunitas bisa saling bertemu serta berkolaborasi. Harapannya, dari ruang kolaborasi ini lahir startup dan karya inovatif yang berdaya saing," katanya.
Effendi berharap kegiatan IDE.IND tidak berhenti sebatas pertemuan dan pertukaran gagasan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan melahirkan kerja sama dan karya nyata yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Ia juga mengajak generasi muda Cirebon memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menciptakan peluang usaha dan solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat.
"Cirebon bukan hanya kota pelabuhan yang memiliki sejarah panjang, tetapi juga harus menjadi kota masa depan yang mampu melahirkan inovator-inovator digital kebanggaan Indonesia," ungkapnya. (Wandi)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)














.webp)









