Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Indramayu) - Kepala Pasar Karangampel, Masdi, menegaskan bahwa dirinya telah menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat dan pihak Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait pemberitaan dugaan pungutan liar (pungli) di lingkungan pasar.

Masdi menyampaikan hal tersebut saat memberikan klarifikasi kepada media, Minggu (3/5/2026), sekaligus membantah adanya praktik pungli sebagaimana yang ditudingkan. Ia menilai pemberitaan tersebut telah menyudutkan dirinya dan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Saya sudah diperiksa oleh Inspektorat dan Tipikor, dan sudah menjelaskan semuanya sesuai fakta di lapangan kepada penyidik,” ujar Masdi.

Ia menegaskan bahwa seluruh pungutan yang ada di Pasar Karangampel memiliki dasar kesepakatan antara pihak pengelola pasar dan para pedagang, serta mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Masdi menjelaskan, pungutan harian untuk kios sebesar Rp4.500, los Rp3.600, dan pedagang lemprakan Rp2.000 untuk ukuran 1,5 x 1,5 meter. Selain itu terdapat tambahan Rp500 yang digunakan untuk kebersihan, keamanan, dan operasional pungut.

Terkait pungutan khusus pedagang toko emas sebesar Rp50 ribu per kios, ia mengakui hal tersebut memang ada, namun merupakan kebijakan lama yang sudah disepakati sebelum dirinya menjabat.

“Setelah saya telusuri, itu untuk kebutuhan tambahan keamanan, termasuk membiayai tiga petugas jaga malam karena lokasi pasar yang cukup sepi dan jauh dari permukiman,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari 24 kios toko emas, pemasukan iuran tersebut hanya berkisar Rp1,1 juta hingga Rp1,2 juta per bulan, sementara kebutuhan keamanan mencapai sekitar Rp3,5 juta per bulan sehingga masih terdapat kekurangan anggaran yang ditutup oleh pihak pasar.

Masdi juga menyatakan siap mengevaluasi kebijakan tersebut apabila dianggap bermasalah.

“Kalau memang dianggap tidak sesuai atau dipersoalkan, akan kami musyawarahkan kembali, bahkan bisa saja dihapus,” tegasnya.

Terkait dugaan jual beli kios dan los di lingkungan pasar, Masdi mengaku tidak mengetahui hal tersebut karena terjadi sebelum masa jabatannya.

Ia menegaskan bahwa Pasar Karangampel saat ini menaungi sekitar 700 pedagang aktif, terdiri dari 300 kios, 300 los, dan sekitar 100 pedagang lemprakan, yang seluruhnya berkontribusi terhadap pendapatan daerah melalui retribusi pasar.


Diberitakan sebelumnya, aroma tidak sedap menyeruak dari pengelolaan Pasar Daerah Karangampel, Kabupaten Indramayu. Fasilitas publik yang seharusnya berfungsi untuk pelayanan masyarakat diduga kuat telah disalahgunakan oleh oknum tertentu menjadi komoditas bisnis ilegal demi keuntungan pribadi.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan adanya dugaan alih fungsi lahan taman yang merupakan aset resmi daerah menjadi kios toko emas secara sepihak. Lahan tersebut diduga diperjualbelikan kepada pihak ketiga dengan nilai yang fantastis.

Sumber internal menyebutkan sedikitnya tiga kios telah berpindah tangan dengan harga mencapai Rp300 juta per unit. Jika ditotal dengan potensi objek lainnya di area tersebut, nilai transaksi ilegal ini diprediksi mencapai angka miliaran rupiah.

Praktik ini ditengarai bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan indikasi kuat penyalahgunaan wewenang (abuse of power) yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Bukan hanya soal jual beli lahan aset, praktik pungutan liar (pungli) juga diduga terjadi secara sistematis. Sebanyak 25 pedagang kios toko emas dikabarkan wajib menyetorkan “uang keamanan” sebesar Rp50.000 per bulan kepada oknum petugas pasar tanpa bukti setoran resmi.

Tak berhenti disitu, area parkir pasar pun tak luput dari pemanfaatan liar. Sejumlah warung ilegal yang berdiri di lokasi tersebut diduga dipatok tarif koordinasi antara Rp7,5 juta hingga Rp10 juta per unit. Publik kini mendesak transparansi, ke mana aliran dana nonprosedural tersebut bermuara dan pihak Inspektorat di desak untuk respon menindaklanjuti kabar Pungli tersebut.    (TKH)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) - Setelah  beberapa kali sukses mengelar Forum Group Diskusi ( FGD ) , Media Center.Indonesia ( MCI )  Kota Tangerang.,  rencananya akan kembacli mengadakan kegiatan yang  sama.  Namun untuk  selanjutnya akan  mengambil  tema , Gerakan Guru Bercerita Untuk Generasi.Dengan sasaran peserta , para praktisi  pendidikan  di sekolah formal maupun non formal

Menurut  ketua MCI Kota Tangerang , Asep Wawan Wibawan rencana itu timbul karena  dorongan  rekan aktifis.dan praktisi pendidikan yang mengusulkan agar kami  kembali mengadakan event pendidikan

" Rencananya  tersebut timbul karena di dorong oleh rekan aktifis dan praktis pendidikan yang mengusulkan agar kami  mengadakan event Pendidikan .

Karena itulah ,InsyaAllah kami akan mengadakan Forum Group Diskusi ( FGD ) dengan tajuk , Gerakan Guru Bercerita Untuk Generasi Bercahaya

Alhamdulillah kami sudah  membuka komunikasi  dengan Sekdis Pendidikan Kota Tangerang dan disambut dengan sangat baik

Untuk selanjutnya,kami tinggal memikirkan , darimana dan dengan cara apa kami bisa mendapatkan anggaran untuk kegiatan tersebut '  dikediamannya. Sabtu ( 2/ 5/2026 )

Asep , menambahkan  bahwa. sebelumnya MCI pernah   beberapa kali sukses mengadakan kegiatan Forum Group Diskusi ( FGD )

" Sebelumnya kami pernah beberapa kali mengadakan kegiatan Forum Group Diskusi ( FGD )

yang pertama FGD dengan tajuk Pentingnya Pelayanan Informasi Publik Dalam Mendorong Terciptanya Kualitas Pembangunan. dengan sasaran  para pejabat publik.dan para awak media. Kemudian FGD dengan tajuk , Sudut Pandang Masyarakat Terhdap Partai Politik, dengan sasaran aktifis organisasi kemasyarakatan dan anggota dewan

Dan yang terakhir dengan tajuk Peran Serta Generasi Milenial Dalam Mengawal Pesta Demokrasi. Dengan sasara  para mahasiswa " Tambah Asep

Lebih lanjut  ,Asep berharap kegiatan FGD dengan tajuk Gerakan Guru Bercerita Untuk Generasi Bercahaya mendapatkan suport  atau dukungan dari para pihak . Sehingga kegiatan tersebut bisa    terealisasi dengan sukses  sesuai dengan yang diharapkan

" Gerakan Guru Bercerita Untuk Generasi Bercahaya sangat penting diterapkan dalam proses belajar mengajar. sehingga peserta didik mudah termotivasi,  terobsesi dan terimajinasi melakukan hal - hal positif Dan bila sudah demikian proses belajar mengajar akan mudah menghasilkan generasi - generasi berkualitas secara mentalitas maupun daya intelektualitas

Karena itulah  untuk rencana FGD selanjutnya kami mengambil tema " Gerakan Guru Bercerita Untuk Generasi Bercahaya "

Mudah - mudahan rencana kegiatan tersebut mendapat  Support atau dukungan dari para pihak. sehingga bisa sukses sesuai dengan yang diharapkan '" Pungkas Asep

( AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Pemerintah Kota Cirebon memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 melalui upacara yang digelar di Halaman Balai Kota Cirebon, Sabtu (2/5/2026). Momentum ini dimaknai bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi bersama untuk meneguhkan kembali arah dan tujuan pendidikan sebagai proses yang memanusiakan manusia.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Cirebon membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai proses yang dilandasi ketulusan, kasih sayang, dan upaya memuliakan manusia. Hal ini sejalan dengan nilai dasar pendidikan yang telah diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara melalui konsep asah, asih, dan asuh.

Wali Kota Cirebon menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengembangan potensi peserta didik secara utuh.


“Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah manusia. Intinya adalah memuliakan, bukan sekadar mentransfer pengetahuan,” ujarnya, merujuk pada pesan yang disampaikan dalam naskah pidato tersebut. 

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penguatan kualitas pendidikan saat ini diarahkan melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang menjadi program prioritas nasional. 

Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar sekaligus mendorong tercapainya tujuan pendidikan nasional secara lebih menyeluruh.

Dalam pidato yang dibacakan, juga disampaikan lima kebijakan strategis untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan, mulai dari pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, hingga perluasan akses pendidikan yang lebih inklusif, mudah, dan fleksibel. 


Wali Kota turut menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh elemen, termasuk keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan media. 

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Tanpa kolaborasi, upaya peningkatan mutu hanya akan menjadi program yang berhenti di atas kertas,” ungkapnya.

Di akhir amanatnya, Wali Kota mengajak seluruh insan pendidikan di Kota Cirebon untuk memperkuat tiga hal utama dalam menjalankan kebijakan pendidikan, yaitu pola pikir yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. 

Ketiganya dinilai menjadi fondasi penting agar setiap program tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar berdampak bagi kualitas pendidikan.

“Semoga peringatan Hardiknas ini menjadi titik penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, menuju generasi yang cerdas dan berkualitas,” harapnya. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) - Pemkot Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih dekat dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal itu  pernah ditegaskan Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, saat memimpin apel pagi di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang

Melansir laman tangerangkota.go.id, Wali Kota Tangerang Sachrudin menekankan bahwa tugas utama pemerintah adalah melayani warga.

“Kita semua ada di sini untuk melayani masyarakat. Setiap aspirasi warga harus kita dengarkan dan tindaklanjuti dengan cepat,” ujarnya di hadapan jajaran pegawai.

Namun  hal terdebut  justru ditanggapi kritis oleh warga Kota Tangerang, yang  mengaku pernah beberapa kali menerima pelayanan publik kurang baik alias mengecewakan

" Ah itu   hanya teori , buktinya saya  sendiri sebagai  awak media pernah  beberapa lali merasakan pelayanan yang sangat  rnengecewakan ,   salah satunya waktu saya  membuka  komunikasi terkait  pelunasan PBB dengan kepala Bapenda Kota Tangerang. , tidak  direspon bahkan nomor  WhatsApp saya di blokir.." Ungkapannya

Menurutnya, seharusnya Walikota Tangerang tidak hanya menekankan tapi berani tegas memberikan sanksi atau  mengevaluasi kinerja pegawai yang  dilaporkan kurang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat " Tambahnya

Lebih lanjut ia menyampaikan Komitmen Walikota  terkait  pelayanan publik bisa  disebut   hanya.sebatas teori alias omon - omom , Bila Walikota tidak  tegas dan tidak berani mengevaluasi kinerja pegawai yang dilaporkan kurang baik   dalam memberikan pelayanan kepada  masyarakat

'  Walikota Tangerang jangan hanya memberikan penekanan, tapi juga.harus berani.tegas memberikan sanksi. sekaligus mengevaluasi secara  objektif kinerja pegawai yang dilaporkan kurang memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Bila ini konsisten dilakukan., masyarakat akan semakin banyak merasakan pengalaman  yang baik dan  memuaskan" Pungkasnya

(AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Kepedulian terhadap pekerja sektor informal kembali ditunjukkan Polres Cirebon Kota. Kali ini, institusi kepolisian tersebut menghadirkan layanan cuci motor gratis khusus bagi para pengemudi ojek online (ojol) di Kota Cirebon.

Layanan tersebut berlokasi di kawasan gedung eks Pusdiklatpri, Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, dan dibuka setiap hari. Sejak diluncurkan, fasilitas ini langsung mendapat respons positif dari para pengemudi ojol yang mengandalkan kendaraan bermotor sebagai penunjang utama pekerjaan mereka.

Kapolres Cirebon Kota, Eko Iskandar, mengatakan program ini merupakan bagian dari pendekatan humanis kepolisian dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat. Terlebih, para ojol dinilai memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga di perkotaan.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menjalin komunikasi yang baik dengan para ojol sekaligus mengajak mereka ikut berperan aktif dalam menjaga situasi kamtibmas di Kota Cirebon tetap aman dan kondusif," ujar Eko, Sabtu (2/5/2026).

Tak hanya membantu dari sisi kebersihan kendaraan, program ini juga menjadi ruang interaksi antara polisi dan masyarakat.

Suasana santai di lokasi cuci motor kerap dimanfaatkan sebagai ajang bertukar informasi, termasuk terkait kondisi keamanan di lapangan.

Inisiatif tersebut pun menuai apresiasi dari komunitas ojol. Ketua Aliansi Online Cirebon, Tryas, mengaku kegiatan ini sangat membantu para pengemudi, baik secara ekonomi maupun psikologis.

"Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Selain membantu kami dari sisi ekonomi, ini juga membuat kami merasa lebih diperhatikan dan dekat dengan pihak kepolisian," ungkapnya.

Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan bahkan diperluas, sehingga hubungan harmonis antara aparat kepolisian dan para pengemudi ojol semakin kuat.

Melalui langkah sederhana namun berdampak ini, Polres Cirebon Kota menunjukkan bahwa menjaga keamanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan membangun kedekatan dan kepercayaan bersama masyarakat. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) - Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan dan Demokrasi (FORMASI) Cirebon menyoroti dugaan penyalahgunaan kewenangan dan anggaran dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Japura Kidul, Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan informasi yang dihimpun FORMASI, terdapat dugaan Kepala Desa (Kuwu) Japura Kidul meminjam dana BUMDes dengan nilai lebih dari Rp100 juta.

Namun hingga kini, pengembalian dana tersebut disebut belum dilakukan dalam bentuk uang, melainkan melalui penyerahan aset berupa 40 ekor kambing beserta kandangnya.

FORMASI menilai mekanisme pengembalian tersebut menimbulkan persoalan. Pasalnya, pihak pengelola BUMDes Japura Kidul dikabarkan tidak menyetujui pengembalian dalam bentuk barang dan tetap menghendaki pengembalian dilakukan secara tunai sesuai nilai pinjaman awal.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait tata kelola keuangan desa, akuntabilitas penggunaan aset BUMDes, serta dugaan adanya pelanggaran terhadap ketentuan hukum yang berlaku.

Wakil Ketua Bidang Advokasi Litigasi dan Kajian Kasus FORMASI Cirebon, Adv. Fahmi Aziz, SH., CPLA, menegaskan bahwa persoalan ini harus ditelusuri secara objektif dan terbuka.

“Apabila dugaan penyalahgunaan anggaran BUMDes ini benar terjadi dan dibiarkan tanpa proses penegakan hukum, maka hal tersebut berpotensi menjadi preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Cirebon, bahkan dapat menjalar ke desa-desa lainnya. Oleh karena itu, kebenaran informasi ini harus dibuka secara terang-benderang melalui mekanisme audit, klarifikasi publik, dan penyelidikan hukum,” ujar Fahmi dalam keterangannya kepada media, Sabtu (2/5/2026).

Sebagai langkah tindak lanjut, FORMASI Cirebon berencana melayangkan surat audiensi kepada Pemerintah Desa Japura Kidul dan Kecamatan Astanajapura guna meminta penjelasan resmi terkait transparansi pengelolaan dana BUMDes tersebut.

Selain itu, FORMASI juga akan mengirimkan surat kepada Polresta Cirebon untuk mendorong dilakukannya penyelidikan menyeluruh atas dugaan penyalahgunaan kewenangan serta potensi kerugian keuangan desa.

FORMASI menegaskan bahwa dana BUMDes merupakan instrumen penting dalam mendorong perekonomian desa yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Mereka juga menekankan pentingnya penegakan hukum apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam pengelolaannya. (Wnd)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top