Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Indramayu) -
Momen kepulangan dari rumah sakit yang seharusnya disambut lega justru memicu kekecewaan bagi salah satu pasien   dan keluarga di RSUD Indramayu, Jawa Barat, Selasa malam (06/10/2026) 

Salah satu keluarga pasien, Wira Hadiyono mengaku heran dan tidak nyaman dengan prosedur tersebut. Menurutnya, pemulangan di jam istirahat memicu kecemasan baru, mulai dari sulitnya mencari transportasi umum hingga kondisi jalan yang sepi.

Persoalan ini menyoroti pentingnya komunikasi awal dari pihak rumah sakit terkait kepastian jadwal kepulangan. Tanpa informasi yang jelas sejak awal, kebijakan pemulangan malam hari berkesan terburu-buru dan kurang humanis.

 Mereka mengeluhkan kebijakan pemulangan pasien yang dilakukan pada malam hari hingga mendekati tengah malam.

Menurut Wira dari keterangan salah seorang pegawai RSUD Indramayu menjelaskan,  bahwa pemulangan pada malam hari dilakukan berdasarkan selesainya rangkaian terapi medis dan pertimbangan keselamatan pasien.

"Kalau untuk proses pemulangan, jika obatnya sudah selesai ya pulang. Tergantung kondisi, misal antibiotiknya selesai jam 8 malam, jam 9 malam baru bisa pulang, tidak apa-apa yang penting dijemput," ujar menirukan ucapan pegawai tersebut. 

Ia menambahkan, menahan pasien yang sudah membaik terlalu lama di ruang perawatan justru berisiko memicu infeksi silang.
"Kalau bapaknya sudah membaik, di rumah sakit justru nggak bagus kalau kelamaan, karena takut tertular infeksi lain," imbuhnya. 

Kini dirinya menunggu langkah konkrit dan penjelasan terbuka dari manajemen RSUD Indramayu untuk mengevaluasi standar pelayanan agar lebih berpihak pada kenyamanan serta keselamatan pasien. (TKH)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Dinas Pendidikan Kota Cirebon menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kota Cirebon 2026. 

Ajang yang berlangsung selama dua hari, 6-7 Oktober 2026, ini diikuti 1.060 pelajar dari jenjang SD hingga SMP.

FTBI menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan bahasa dan sastra daerah sekaligus memperkuat upaya pelestarian bahasa Cirebon dan Sunda.

Dari total peserta tersebut, sebanyak 885 merupakan pelajar tingkat SD dan 175 pelajar SMP.

Mereka mengikuti tujuh mata lomba, yakni Mendongeng, Borangan, Nembang Pupuh, Biantara, Aksara Sunda, Carpon, dan Maca Sajak. Seluruh perlombaan dibagi dalam kategori putra dan putri.

Kegiatan resmi dibuka Bunda Literasi Kota Cirebon, Novianto Edo, di SMPN 9 Kota Cirebon, Selasa (6/10/2026).


Pembukaan FTBI turut dirangkai dengan penampilan Mendongeng oleh Jasmine Aulia Putri, siswi SMPN 1 Kota Cirebon. Jasmine sebelumnya meraih Juara 1 Mendongeng SMP/MTs Tingkat Nasional pada FLS3N 2026.

Penampilan Jasmine yang penuh penjiwaan mendapat apresiasi dari Novianto. Ia mengaku terharu melihat kemampuan siswi tersebut.

"Saya sampai terharu melihat penampilan Jasmine. Itu aset Kota Cirebon. Terima kasih khususnya kepada SMPN 1 Kota Cirebon sudah berhasil melahirkan anak didiknya," ujar Novianto dalam sambutannya.

Menurutnya, SMPN 1 Kota Cirebon dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengembangkan potensi peserta didik.

"Ini salah satu yang saya ingin sampaikan, sekolah-sekolah lain juga bisa melahirkan anak-anak yang luar biasa, yang bisa kita banggakan, kita persembahkan. Apalagi ini tingkat nasional," katanya.

Novianto juga mengapresiasi keberanian 1.060 peserta yang mengikuti FTBI 2026.

Menurutnya, banyak potensi pelajar di Kota Cirebon yang perlu terus dikembangkan, khususnya di bidang literasi.

"Sebagai Bunda Literasi saya jadi optimis bahwa di Kota Cirebon banyak anak-anak yang berpotensi untuk mengangkat talenta-talenta di bidang literasi," ujarnya.

Ia berharap pembinaan terhadap talenta pelajar dilakukan secara berkelanjutan sehingga kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda perlombaan tahunan.

Novianto mengatakan Pemkot Cirebon akan membahas kemungkinan pembinaan bahasa dan literasi menjadi kegiatan rutin di sekolah maupun agenda kota.

"Nanti di sekolah-sekolah mungkin kita bisa lebih meng-coaching lagi buat guru-gurunya, menyemangati lagi bahwa event-event ini harus terus dilakukan, jadi tidak hanya perlombaan festival saat ini saja," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Diksar) Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dr. Ade Cahyaningsih, mengatakan para peserta terbaik dari tujuh cabang lomba nantinya akan mewakili Kota Cirebon pada FTBI tingkat Provinsi Jawa Barat.




"Para pemenang terbaik dari tujuh cabang lomba pada FTBI tingkat kota ini nantinya akan mewakili Kota Cirebon ke tingkat Provinsi Jawa Barat pada akhir November mendatang," kata Ade.

Ade menjelaskan, rangkaian FTBI tingkat Kota Cirebon digelar di dua lokasi. Pada hari pertama, Selasa (6/10), perlombaan dilaksanakan di SMPN 9 Kota Cirebon dengan materi Nembang Pupuh, Ngadongeng, Biantara, Maca Sajak, Borangan, Maca jeung Nulis Aksara Sunda, serta Ngarang Carpon.

Sementara pada hari kedua, Rabu (7/10), kegiatan digelar di Kompleks SDN Sunyaragi 1 dan 2. Adapun mata lomba yang dipertandingkan meliputi Nembang Pupuh, Ngadongeng, Biantara, Maca Sajak, dan Borangan.

"Melalui penyelenggaraan FTBI ini, Pemerintah Kota Cirebon berharap para peserta dapat terus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan bahasa daerah, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarpeserta didik di seluruh wilayah Kota Cirebon," ujar Ade. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Kota Cirebon) - Universitas Swadaya Gunung Djati (UGJ) Cirebon menyambut lebih dari 2.000 mahasiswa baru dalam pembukaan Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.

Pembukaan PKKMB digelar melalui Sidang Terbuka Senat di Auditorium Kampus 1 UGJ, Jalan Pemuda, Kota Cirebon, Senin (5/10/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus semarak dengan memadukan kearifan lokal Cirebon dan nuansa internasional.

Rangkaian acara diawali dengan penyambutan anggota senat melalui Prosesi Lengser.

Selain itu, acara dipandu menggunakan tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Cirebon, dan Bahasa Inggris.


Sidang Terbuka Senat secara resmi dibuka Ketua Senat UGJ, Prof. Dr. Endang Sutrisno, S.H., M.Hum.

Momentum PKKMB tahun ini sekaligus menjadi langkah awal UGJ dalam melakukan transformasi pendidikan melalui reformasi kurikulum di seluruh program studi.

Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., mengatakan pihak yayasan bersama universitas telah menyepakati peluncuran Big Bang Curriculum Reformation.

Menurutnya, reformasi kurikulum tersebut disusun dengan melihat kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

"Kita melihat kebutuhan pasar dunia usaha dan dunia industri terlebih dahulu. Apa yang dibutuhkan di luar sana, kita harus link and match, menyesuaikan pengetahuan dan keterampilannya," kata Mukarto, Selasa (6/10/2026).

Ia mengatakan mahasiswa UGJ akan dibekali pembelajaran dengan komposisi 60 persen teori dan 40 persen praktik atau keterampilan.

Sementara itu, Rektor UGJ Cirebon, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR., menyampaikan apresiasi atas tingginya kepercayaan masyarakat terhadap UGJ yang ditunjukkan dengan jumlah mahasiswa baru yang mencapai lebih dari 2.000 orang.


Achmad menjelaskan reformasi kurikulum tersebut akan diterapkan melalui pola perkuliahan baru yang disebut 2-1-1.


"Dua tahun pertama difokuskan untuk teori demi mencapai Capaian Profil Lulusan (CPL), satu tahun berikutnya diperkuat dengan insert magang atau praktik langsung di lapangan, dan satu tahun terakhir untuk pemantapan serta branding mahasiswa agar siap terjun ke masyarakat," jelas Achmad.

Melalui reformasi tersebut, UGJ Cirebon menargetkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan dan pengalaman praktik.

UGJ menyatakan langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus untuk mencetak lulusan yang adaptif dan kompeten serta mampu memenuhi kebutuhan instansi pemerintah maupun dunia usaha dan dunia industri. (Wandi)

https://ugj.ac.id/
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Cirebon) -  Empat puluh tahun bukan waktu yang singkat. Banyak cerita, perjalanan hidup, dan perubahan yang telah dilalui para alumni SMPN 3 Cirebon sejak meninggalkan bangku sekolah. Namun, kenangan masa sekolah ternyata tetap menjadi pengikat yang mempertemukan mereka kembali.

Semangat itulah yang melatarbelakangi digelarnya Reuni 40 Tahun Zona 86 SMPN 3 Cirebon yang akan berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Pendopo DitPolairud.

Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 12.30 hingga 17.30 WIB dan diperkirakan dihadiri sekitar 120 alumni. Acara tersebut menjadi momentum istimewa bagi para lulusan untuk kembali bertemu, bernostalgia, sekaligus mempererat tali silaturahmi yang telah terjalin sejak masa sekolah.

Ketua Reuni 40 Tahun Zona 86, Asep, bersama panitia terus melakukan berbagai persiapan agar pertemuan empat dekade tersebut dapat berlangsung hangat, meriah, dan meninggalkan kesan bagi seluruh peserta.

"Reuni ini bukan hanya sekadar berkumpul. Yang paling penting adalah silaturahmi dan kembali mengenang persahabatan yang sudah terjalin sejak duduk di bangku SMP," ujar Asep.

Tidak hanya menghadirkan suasana nostalgia, panitia juga menyiapkan sajian kuliner lokal yang akrab dengan lidah masyarakat Cirebon.

Para alumni akan disuguhi sejumlah makanan khas, di antaranya empal gentong, tahu gejrot, jajanan pasar, serta kerupuk sambal.

Hidangan tersebut diharapkan mampu membawa para alumni kembali pada suasana Cirebon tempo dulu. Sambil menikmati makanan, para peserta dapat berbagi cerita tentang masa sekolah, mengenang teman-teman lama, serta mengingat berbagai kejadian yang pernah dilalui bersama.

Reuni juga akan dikemas dengan berbagai kegiatan kebersamaan dan hiburan sehingga suasana pertemuan tidak sekadar menjadi acara seremonial.

Bagi para alumni Zona 86, reuni 40 tahun menjadi lebih dari sekadar pertemuan. Ini merupakan kesempatan untuk kembali menyatukan kenangan yang selama puluhan tahun tersimpan dalam ingatan.

Sebagian alumni mungkin telah menempuh perjalanan hidup yang berbeda-beda. Ada yang tinggal di luar kota, membangun keluarga, menjalankan usaha, maupun meniti karier di berbagai bidang. Namun, ketika kembali bertemu sebagai alumni SMPN 3 Cirebon, jarak dan waktu seolah kembali dipertemukan dalam satu cerita.

Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan menjadi kenangan indah bagi sekitar 120 alumni yang hadir.

Sabtu, 10 Oktober 2026, menjadi hari yang dinantikan Zona 86: empat puluh tahun setelah masa sekolah berlalu, mereka kembali berkumpul, tertawa bersama, mengenang masa lalu, dan memperkuat persahabatan untuk perjalanan ke depan.
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Gunung Santri di Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon. Kebakaran terjadi sejak Senin (5/10/2026) malam.

Api pertama kali terlihat dari bagian tengah kawasan TPAS sekitar pukul 21.45 WIB. Kobaran api kemudian cepat menjalar ke tumpukan sampah lainnya karena kondisi angin yang cukup kencang.

Hingga Selasa (6/10/2026) pagi, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Cirebon masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik.

Warga Blok Mirok, Desa Kepuh, Popo Hartopo, mengatakan dirinya melihat kobaran api dari arah tengah TPAS pada Senin malam.

"Jadi sekitar pukul 22.00 kurang. Api tiba-tiba muncul dari bagian tengah TPAS. Anginnya kencang, jadi cepat merambat dan membakar tumpukan sampah lainnya," ujar Popo.

Popo menyebut kebakaran TPAS Gunung Santri terjadi hampir bersamaan dengan kebakaran lahan di kawasan Gunung Leneng, Desa Kedondong. Hingga Selasa pagi, kepulan asap dari kedua lokasi masih terlihat.

"Semalam berbarengan dengan terbakarnya lahan di Gunung Leneng, Desa Kedondong. Sampai sekarang masih terlihat kobaran dan kepulan asap," katanya.

Dalam penanganan kebakaran, Damkar Kabupaten Cirebon mengerahkan seluruh armada yang tersedia.


Pemadaman juga mendapat dukungan armada dari PT Indocement serta kendaraan suplai air milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon.


Petugas menyisir kawasan TPAS untuk mencari titik api yang berada di sela-sela tumpukan sampah.

Selain penyemprotan air, petugas melakukan pendinginan dan membuat sekat bakar untuk mencegah api kembali menjalar.
TPAS Gunung Santri diketahui memiliki luas sekitar 4,7 hektare. Namun, hingga kini belum diketahui luas area yang terdampak kebakaran.

Petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara api di dalam tumpukan sampah benar-benar padam dan mencegah munculnya titik api baru. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Pemerintah Kota Cirebon mengimbau masyarakat, pelaku usaha, pengembang, serta pemilik dan pengelola kegiatan untuk memastikan setiap kegiatan dan pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana tata ruang yang berlaku di Kota Cirebon.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Cirebon Nomor 1 Tahun 2026 tentang Himbauan Kesesuaian Kegiatan dan Pemanfaatan Ruang dengan Rencana Tata Ruang di Kota Cirebon, yang ditetapkan pada 28 September 2026.

Surat Edaran tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Cirebon mewujudkan tertib pemanfaatan ruang, menjaga keselarasan antara kegiatan masyarakat dengan rencana tata ruang, serta mencegah pemanfaatan ruang yang tidak sesuai peruntukan dan ketentuan zonasi.

Penataan ruang yang sesuai juga diharapkan dapat mendukung terciptanya ruang kota yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Penataan Ruang dan Pertanahan DPUTR Kota Cirebon, Hesti Lestari, S.T., MM. menjelaskan bahwa masyarakat perlu memastikan kesesuaian lokasi sejak awal, sebelum suatu kegiatan maupun pembangunan dilaksanakan. Hal tersebut penting agar masyarakat tidak baru mengetahui adanya ketidaksesuaian tata ruang setelah kegiatan berjalan.

Menurutnya, pengecekan sejak awal juga memberikan kepastian bagi masyarakat maupun pelaku usaha dalam menentukan rencana pemanfaatan suatu lokasi. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya melihat kepemilikan atau ketersediaan lahan, tetapi juga memperhatikan fungsi dan peruntukan ruang pada lokasi tersebut.

“Prinsipnya, sebelum masyarakat melakukan kegiatan atau pembangunan, terlebih dahulu perlu mengetahui apakah lokasi tersebut memang sesuai dengan kegiatan yang direncanakan. Jadi, kesesuaian tata ruangnya dipastikan dari awal,” jelas Hesti.

Hal tersebut sejalan dengan arahan dalam Surat Edaran Wali Kota. Sebelum melaksanakan pembangunan maupun melakukan perubahan pemanfaatan ruang, masyarakat diminta memastikan kesesuaian kegiatan pada lokasi yang akan digunakan serta memperhatikan peruntukan ruang, struktur ruang, pola ruang, dan ketentuan zonasi yang berlaku.

Untuk kegiatan yang dipersyaratkan, pelaku kegiatan juga harus memiliki dan menaati dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hesti menambahkan bahwa perhatian terhadap tata ruang bukan hanya berkaitan dengan kegiatan usaha. Kegiatan nonusaha yang memanfaatkan ruang juga tetap perlu memperhatikan kesesuaian peruntukan lokasi dengan rencana tata ruang yang berlaku.

Dengan demikian, setiap rencana pemanfaatan ruang sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu apabila masyarakat masih belum mengetahui ketentuan pada suatu lokasi.

Pemkot Cirebon juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan kegiatan atau pemanfaatan ruang yang bertentangan dengan rencana tata ruang, termasuk kegiatan yang tidak sesuai dengan peruntukan maupun ketentuan zonasi.

“Masyarakat tidak perlu ragu untuk datang dan berkonsultasi langsung ke DPUTR. Kami terbuka untuk memberikan informasi mengenai peruntukan ruang maupun kesesuaian kegiatan pada lokasi yang akan digunakan, sehingga semuanya bisa dipastikan sejak awal,” ujar Hesti.

Surat Edaran tersebut juga mengarahkan masyarakat yang masih memiliki keraguan mengenai peruntukan ruang atau kesesuaian kegiatan pada suatu lokasi untuk berkonsultasi dan memperoleh informasi dari perangkat daerah yang membidangi penataan ruang sebelum kegiatan dilaksanakan.

Informasi mengenai Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Cirebon dan ketentuan pemanfaatan ruang dapat diakses secara mandiri melalui GISTARU ATR/BPN di gistaru.atrbpn.go.id/rdtrinteraktif serta kanal informasi Penataan Ruang DPUTR Kota Cirebon melalui linktr.ee/prp_dputr.

Surat Edaran dan regulasi terkait juga dapat diakses melalui JDIH Kota Cirebon di jdih.cirebonkota.go.id.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Cirebon berharap kesadaran masyarakat terhadap kesesuaian pemanfaatan ruang semakin meningkat sekaligus mendukung penyelenggaraan penataan ruang yang tertib dan sesuai dengan rencana tata ruang Kota Cirebon.
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top