Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon terus memperluas jejaring kerja sama internasional melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional.

Program bertajuk UGJ Impact: International Multicultural Partnership for Action and Community Transformation tersebut resmi dibuka di Auditorium Kampus 1 UGJ, Senin (2/11/2026).

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Universiti Utara Malaysia (UUM), mahasiswa internasional yang sedang menempuh pendidikan di UGJ, serta mahasiswa kelas internasional UGJ.

Selain menjadi ajang kolaborasi lintas negara, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal keberagaman budaya sekaligus berbagi pengalaman dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, SP., M.M., ASEN Eng., mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya kampus memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi.

Menurutnya, UGJ juga tengah mempersiapkan mahasiswa untuk mengikuti program pengabdian kepada masyarakat atau KKN di luar negeri, termasuk Malaysia dan sejumlah negara mitra lainnya.

"Melalui inisiatif ini, UGJ terus berupaya meningkatkan kinerja internasional dengan mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dan dosen untuk berkiprah di tataran global," ujarnya.

Achmad menjelaskan, UGJ memiliki sejumlah desa binaan dengan karakteristik yang beragam. Mulai dari desa penghasil kopi, kelurahan di Kota Cirebon, hingga desa yang memiliki kekhasan budaya dan bahasa.

Di antaranya desa berbahasa Sunda di Kabupaten Kuningan serta desa yang masih mempertahankan penggunaan bahasa Cirebon.

Keberagaman tersebut nantinya menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa UUM selama mengikuti kegiatan di Cirebon.

"Keragaman ini dihadirkan untuk memberikan pengalaman langsung mengenai keunikan budaya lokal di Cirebon dan sekitarnya kepada para rombongan. Selain itu, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan city tour ke desa-desa binaan," katanya.

UGJ juga tengah merancang keberlanjutan kerja sama dengan UUM. Salah satunya melalui rencana pelaksanaan KKN dan pengabdian kepada masyarakat di Malaysia pada tahun mendatang.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) UGJ, Dr. Ipik Pemana, S.IP., M.Si., menyampaikan, kunjungan mahasiswa UUM kali ini merupakan kunjungan kedua ke UGJ.

Menurut Ipik, kehadiran mahasiswa dan dosen pembimbing UUM menjadi bagian dari keberlanjutan hubungan kerja sama kedua perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat berskala internasional.

Mahasiswa UUM dijadwalkan mengikuti kegiatan community service selama satu minggu di Cirebon.

Selain melakukan pengabdian kepada masyarakat, mereka juga akan mendapatkan pembelajaran mengenai bahasa dan budaya Cirebon. Peserta turut dijadwalkan mengunjungi lingkungan Pemerintah Kota Cirebon untuk mengenal kehidupan sosial, budaya, serta tata kelola pemerintahan daerah.

Dosen pembimbing UUM, Encik Khairil Azfar Bin Ahmad Zubair, mengapresiasi sambutan dan pelayanan yang diberikan UGJ kepada rombongan mahasiswa Malaysia.

Ia berharap kolaborasi kedua universitas dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua pihak.

"Di Malaysia sendiri, program KKN dikenal dengan sebutan bakti siswa. Melalui program ini, kedua universitas dapat saling berbagi pengalaman dan metode dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat," ujarnya.

Azfar mengatakan, salah satu tujuan kolaborasi tersebut adalah mempelajari pola dan mekanisme pelaksanaan KKN yang diterapkan UGJ.

Pihak UUM juga membuka kesempatan bagi sivitas akademika UGJ untuk berkunjung ke Malaysia dan mengikuti kegiatan serupa di negara tersebut.

Salah seorang mahasiswa UUM, Marna Afnanda binti Ariwowo, mengaku senang bisa terlibat dalam program KKN Internasional di Cirebon.

Mahasiswa semester akhir program Bachelor of Applied Linguistics and Business Administration UUM itu berharap kegiatan tersebut bisa memberikan pengalaman baru, khususnya dalam berinteraksi dengan masyarakat dan mahasiswa dari negara berbeda.

"Harapan kami dari program ini adalah dapat belajar lebih banyak, memperoleh pengalaman KKN internasional, serta berinteraksi dan menjalankan proyek komunitas yang bermakna bersama masyarakat dan mahasiswa UGJ," tutur Marna.

Selama dua hari pertama berada di Cirebon, Marna mengaku mendapatkan sambutan hangat dari panitia UGJ.

Ia juga melihat sejumlah hal menarik dari lingkungan sekitar, mulai dari pemandangan pegunungan hingga karakteristik lalu lintas yang didominasi kendaraan roda dua.

Meski mengaku cuaca Cirebon cukup panas, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses mengenal kehidupan dan kebudayaan masyarakat setempat.



Rangkaian KKN Internasional UGJ juga diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema keberagaman budaya dari negara asal mahasiswa internasional.

Forum tersebut menghadirkan perspektif budaya dari lima negara, yakni Indonesia, Timor Leste, Sudan, Afganistan, dan Malaysia.

Dalam diskusi tersebut, mahasiswa berkesempatan memperkenalkan tradisi, nilai sosial, kebiasaan, serta karakteristik budaya masing-masing negara.

Melalui forum itu, mahasiswa dari berbagai latar belakang negara dapat saling bertukar pengalaman dan memperluas pemahaman mengenai keberagaman budaya.

Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap terbuka dan toleransi di lingkungan akademik internasional.

Melalui program KKN Internasional tersebut, UGJ tidak hanya memperluas jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, tetapi juga mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi UGJ dan UUM diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran lintas budaya sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat di tingkat internasional. (Wandi)

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Cirebon mengungkap peredaran narkotika jenis ganja di Kabupaten Cirebon. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita 10 kilogram ganja kering dan mengamankan dua pria berinisial AR dan AZ.

Ganja tersebut ditemukan di sebuah rumah yang diduga menjadi tempat penyimpanan sekaligus pengemasan narkotika sebelum diedarkan.

Kasat Narkoba Polresta Cirebon, AKP Imanudin mengatakan, pengungkapan kasus itu bermula saat petugas mengamankan seorang pria yang diduga hendak membeli narkotika.

Dari penangkapan tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan hingga menemukan lokasi penyimpanan ganja.


"Awalnya kami mengamankan pembeli, kemudian dikembangkan. Saat petugas masuk ke salah satu rumah, ternyata ganja tersebut sedang dipilah-pilah menjadi beberapa bagian untuk dijual," ujar Imanudin, Saat konferensi pers, Senin (2/11/2026).

Saat penggerebekan, petugas menemukan ganja kering dengan berat keseluruhan mencapai 10 kilogram bruto. Sebagian barang haram tersebut sudah dikemas dalam sejumlah paket yang diduga siap diedarkan.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, ganja tersebut diduga berasal dari Jakarta. Namun, polisi masih mendalami asal pemasok dan jaringan yang mengendalikan peredaran narkotika tersebut.

"Untuk sementara, keterangan tersangka barang itu dipasok dari Jakarta. Kami masih melakukan pengembangan, sehingga belum bisa menyebutkan secara spesifik dari wilayah mana di Jakarta," katanya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Indramayu) -
Bupati Indramayu Lucky Hakim Melantik dan Mengambil Sumpah jabatan terhadap 37 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu hari Jumat tanggal 30 Oktober 2026 Yang Lalu, salah satu Agenda utama dalam pelantikan tersebut adalah penugasan enam camat baru untuk mengisi jabatan disejumlah wilayah kecamatan Indramayu.

Dari Enam Camat Salah satunya hj.Warcitem, STrKeb.,SKM.MM., Yang ditempatkan sebagai Camat Widasari di temui Awak media di ruang kerjanya Senin 2 November 2026, Warcitem Tegaskan Akan Mempriortaskan Peningkatan Pelayanan kepada masyarakat dan Siap akan bersinergi dengan pemerintah kabupaten Indramayu untuk mewujudkan Indramayu reang serta Siap Bersinergi dengan Desa-desa Khususnya di wilayah kecamatan Widasari dan Desa-desa di kabupaten Indramayu.Ujarnya

Baginya Menurut Warcitem Jabatan Camat adalah Amanah dan Pengabdian untuk itu hj. Warcitem siap untuk Mengabdi kepada masyarakat dan Mudah-mudahan dapat menjalankan Amanah dengan baik.

Warcitem juga menjelaskan sebelum dirinya menjadi Camat Melalui Proses dan Prosedur yang sangat panjang sesuai dengan regulasi yang telah di atur oleh pemerintah.

Hj. Warcitem menegaskan bahwa proses kariernya tidak instan dari bidan langsung menjadi Camat.

"Fungsional awalnya memang basic-nya kan fungsional bidan, di tahun 1994 saya mendapatkan tugas sebagai fungsional bidan sampai dengan menduduki struktural," Ucapnya.

Wanita yang sudah 31 tahun mengabdi sebagai ASN ini memaparkan jenjang karier struktural yang dilaluinya secara bertahap.

"Masuk ke UPT KB dengan eselon IV a di Kecamatan Sindang, kemudian juga untuk eselon IV B menduduki Ka TU di Puskesmas Plumbon" paparnya.

Ia juga pernah merangkap jabatan fungsional sekaligus Kepala Puskesmas Pasekan.

"Naik di eselon IV dan fungsional karena Kepala Puskesmas (Kapus) itu fungsional mendapatkan jabatan tambahan sebagai Kepala Puskesmas. Jadi ya sebenarnya dari eselon saya itu dari eselon IV B, IV A,bdan III b di Kabid Dinas KB dan sekarang menduduki eselon III A di kecamatan," Tuturnya

Menurut Hj. Warcitem, anggapan bahwa dirinya dari fungsional langsung menjadi Kabid dan Camat adalah keliru.

"Bukan saya dari fungsional langsung tiba-tiba jadi Kabid dan jadi Camat. Dari yang mungkin disaksikan kan saya dari fungsional tiba-tiba langsung menduduki jabatan eselon III, padahal saya dari eselonnya ya IV B, IV A, III B, III A sekarang," tegasnya.

Terkait kelayakan jabatan, Camat Widasari yang baru ini memastikan telah memenuhi semua persyaratan administrasi dan kompetensi.

"Assessment di tahun 2025 bulan 11 di Bandung di BKN. Barangkali ya mangga cek aja. Dan penilaian pimpinan ekspektasi di tahun 2025 itu di atas ekspektasi, berarti sangat baik," ungkapnya.

Dengan klarifikasi tersebut, Hj. Warcitem, STrKeb.,SKM.MM berharap publik memahami bahwa perpindahan dari Jabatan Fungsional Bidan ke Jabatan Struktural Camat telah melalui proses panjang, assessment BKN, dan sesuai aturan manajemen ASN.Turur hj.Warcitem dalam Pemaparannya.(iwan)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon mengungkap kasus pencurian uang sebesar Rp 850 juta milik seorang agen perbankan di Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon. Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menangkap satu dari tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut.

Menariknya, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan komplotan pencuri untuk melancarkan aksinya. Salah satunya adalah sebuah paku yang diduga dipakai untuk mengempiskan ban mobil korban.

Berdasarkan hasil penyelidikan, komplotan tersebut diduga telah membagi peran dalam menjalankan aksinya. Ada yang bertugas memantau situasi di sekitar bank, menjadi eksekutor pencurian, hingga membantu pelaksanaan aksi menggunakan sepeda motor.

Dari tiga orang yang diduga terlibat, polisi baru berhasil menangkap satu tersangka yang berperan sebagai eksekutor. Tersangka tersebut diamankan di wilayah Jabodetabek.

Sementara itu, dua orang lainnya yang diduga berperan sebagai pemantau situasi dan pembonceng sepeda motor masih dalam pengejaran petugas.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Irfan Mochammad Nur Alireja mengatakan, penangkapan tersangka dilakukan pada malam hari setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat.

"Penangkapan kami laksanakan di wilayah Jabodetabek pada malam hari. Berdasarkan informasi dari masyarakat, kami berhasil mengamankan satu tersangka yang berperan sebagai eksekutor di wilayah tersebut," ujar Irfan saat diwawancarai selepas konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Senin (2/11/2026).


Irfan menjelaskan, tersangka yang ditangkap memiliki tugas utama sebagai eksekutor. Dia diduga bertugas membuka pintu mobil korban dan mengambil uang yang tersimpan di dalam kendaraan.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka diduga dibantu dua orang lainnya yang memiliki tugas berbeda.

Satu orang bertugas memantau situasi di sekitar bank untuk mengetahui kondisi dan aktivitas korban. Sedangkan satu orang lainnya berperan sebagai pembonceng sepeda motor untuk mendukung pelaksanaan pencurian.

"Untuk dua tersangka lain yang berperan sebagai monitoring situasi di bank dan sebagai pembonceng motor untuk melaksanakan aksi," ucap Irfan. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mengimbau pelanggan untuk mengecek kembali jadwal perjalanan kereta api menjelang pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026 pada 1 Desember 2026.

Imbauan tersebut ditujukan khususnya kepada pelanggan yang telah memiliki tiket dengan tanggal keberangkatan mulai 1 Desember 2026. Pasalnya, penerapan GAPEKA baru akan membawa sejumlah perubahan pola perjalanan, termasuk penyesuaian jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan pengecekan ulang jadwal perjalanan penting dilakukan agar pelanggan dapat mempersiapkan perjalanan dengan baik dan tidak keliru memperkirakan waktu keberangkatan.

"Kami mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk kembali mengecek jadwal perjalanan kereta apinya, khususnya bagi yang telah memiliki tiket dengan tanggal keberangkatan mulai 1 Desember 2026. Dengan diberlakukannya GAPEKA 2026, terdapat penyesuaian pola perjalanan yang perlu diketahui pelanggan agar perjalanan dapat berlangsung dengan lancar dan nyaman," ujar Muhibbuddin, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, pelanggan dapat mengecek informasi jadwal perjalanan melalui sejumlah kanal resmi KAI, mulai dari aplikasi Access by KAI, website kai.id, hingga loket stasiun.

KAI juga mengingatkan pelanggan agar selalu mengakses informasi melalui kanal resmi perusahaan untuk mendapatkan informasi perjalanan yang akurat dan terpercaya.

Selain mengecek jadwal keberangkatan, pelanggan diminta memperhatikan kembali waktu yang tertera pada tiket serta memperhitungkan waktu perjalanan menuju stasiun.

Pelanggan diharapkan sudah tiba di stasiun sebelum jadwal keberangkatan guna menghindari risiko tertinggal kereta api.

"Jangan sampai rencana perjalanan yang sudah disusun menjadi terganggu karena pelanggan tidak mengetahui adanya perubahan jadwal. Kami berharap masyarakat dapat lebih proaktif mengecek kembali tiket dan informasi perjalanan masing-masing sebelum hari keberangkatan," tambah Muhibbuddin.

Pemberlakuan GAPEKA 2026 merupakan bagian dari upaya KAI untuk meningkatkan keselamatan dan mengoptimalkan kinerja operasional perjalanan kereta api.

Melalui penyesuaian tersebut, KAI berharap dapat menghadirkan layanan transportasi kereta api yang semakin aman, nyaman, serta memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi pelanggan.

KAI Daop 3 Cirebon pun mengajak masyarakat untuk lebih cermat mempersiapkan perjalanan menjelang penerapan GAPEKA 2026.

Pelanggan diimbau memastikan kembali jadwal pada tiket masing-masing sebelum berangkat agar perjalanan berlangsung lancar dan sesuai rencana. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

Dunia sedang mengirimkan sinyal yang patut diperhatikan. Puluhan negara mulai mengingatkan warganya agar menyediakan cadangan makanan, air minum, obat-obatan, dan perlengkapan darurat. Bahkan negara-negara maju yang dikenal memiliki ekonomi kuat dan teknologi canggih ikut memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.


Ada apa sebenarnya? Mengapa negara-negara maju mulai mengingatkan rakyatnya untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk? Apakah dunia sedang menuju krisis besar?

Dilansir tvOneNews, Jumat, 30 Oktober 2026, sebanyak 33 negara dan wilayah tercatat memiliki panduan penyediaan kebutuhan darurat. Pemberitaan tersebut merujuk pada pemetaan Newsweek yang terbit 28 Oktober 2026.

Negara-negara tersebut antara lain Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, Singapura, Australia, dan sejumlah negara Eropa lainnya. Pemerintah menganjurkan persediaan untuk tiga hingga sepuluh hari, bergantung pada kondisi masing-masing negara.

Pada 27 Oktober 2026, pemerintah wilayah Normandia, Prancis, kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu keadaan darurat terjadi untuk mempersiapkan kebutuhan pokok. Prancis menganjurkan persediaan minimal 72 jam.

Berita Newsner, 31 Oktober 2026, turut menyoroti meluasnya panduan kesiapsiagaan tersebut di enam benua. Ancaman yang diantisipasi meliputi konflik geopolitik, cuaca ekstrem, bencana alam, serangan siber, hingga gangguan infrastruktur.

Meski demikian, bukan berarti 33 negara secara bersamaan menetapkan keadaan darurat atau memastikan perang besar akan terjadi. Sebagian panduan sudah diterapkan sejak beberapa tahun sebelumnya.

Namun, fenomena ini tetap menyisakan pertanyaan besar. Mengapa dunia yang semakin maju justru terus dibayangi ketidakpastian?

Krisis Global dan Persoalan Sistem Kapitalisme Sekuler

Kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi seharusnya membuat kehidupan manusia semakin sejahtera. Namun, kenyataannya, jutaan manusia masih menghadapi kelaparan, kemiskinan, dan ketidakpastian hidup.

Laporan The State of Food Security and Nutrition in the World 2026 yang diterbitkan pada 21 Juli 2026 mencatat sekitar 645 juta manusia mengalami kelaparan sepanjang 2025. Bahkan, sekitar 2,1 miliar orang menghadapi kerawanan pangan sedang atau berat.

Memang, angka kelaparan global mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, jumlah tersebut tetap menunjukkan besarnya persoalan pemenuhan kebutuhan dasar manusia.

Laporan FAO dan WFP pada 17 Juni 2026 juga mengidentifikasi 13 wilayah rawan kelaparan akut, termasuk Sudan, Sudan Selatan, Yaman, Palestina, Nigeria, dan Somalia.

Mengapa persoalan ini terus terjadi?

Mantan Direktur Jenderal FAO, José Graziano da Silva, dalam tulisan yang diterbitkan kembali pada Oktober 2026, menyoroti hubungan erat antara konflik dan kelaparan. Konflik menghancurkan sistem pangan, sementara kelaparan dapat memperburuk ketidakstabilan masyarakat.

Artinya, persoalan pangan tidak bisa dipisahkan dari kebijakan ekonomi dan politik global.

Dalam perspektif kritik ekonomi Islam, sistem kapitalisme sekuler menjadi salah satu akar persoalan struktural yang perlu dikaji.

Kapitalisme menempatkan kepemilikan modal, mekanisme pasar, dan keuntungan sebagai penggerak utama ekonomi. Sementara itu, sekularisme memisahkan agama dari pengaturan kehidupan publik.

Ketika keuntungan materi lebih diutamakan daripada kesejahteraan manusia, kebutuhan dasar berisiko diperlakukan sebatas komoditas perdagangan.

Pangan tersedia, tetapi tidak semua orang mampu membelinya. Kekayaan alam melimpah, tetapi manfaatnya tidak selalu dinikmati secara merata. Pertumbuhan ekonomi terjadi, tetapi ketimpangan tetap menjadi persoalan.

Tentu, tidak seluruh krisis disebabkan kapitalisme. Konflik bersenjata, perubahan iklim, dan bencana alam juga berperan besar. Namun, ketimpangan distribusi kekayaan serta ketergantungan terhadap pasar global dapat memperparah dampaknya.

Ketika jalur perdagangan terganggu, harga kebutuhan melonjak. Ketika harga meningkat, masyarakat miskin menjadi kelompok paling rentan.

Lantas, bagaimana mungkin rakyat diminta menyiapkan makanan untuk beberapa hari, sementara sebagian masyarakat masih kesulitan memenuhi kebutuhan makan hari ini?

Di sinilah letak persoalannya. Kesiapsiagaan darurat memang diperlukan, tetapi tidak cukup untuk menjamin kehidupan rakyat.

Negara tidak seharusnya hanya mengingatkan rakyat menghadapi krisis. Negara juga harus memastikan sistem ekonomi mampu melindungi mereka.

Negara Bertanggung Jawab Menjamin Kehidupan Rakyat

Islam menawarkan prinsip pengelolaan kehidupan yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tanggung jawab kepemimpinan.

Rasulullah saw. bersabda:

"Imam adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang diurusnya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa pemimpin bukan sekadar pembuat kebijakan, melainkan pemegang amanah untuk mengurus kebutuhan masyarakat.

Pertama, Islam menekankan jaminan kebutuhan pokok setiap individu, meliputi pangan, sandang, dan papan. Negara berkewajiban membangun mekanisme ekonomi yang memungkinkan kebutuhan tersebut terpenuhi, termasuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang tidak mampu.

Kedua, Islam mengatur kepemilikan dan pengelolaan sumber daya. Kekayaan yang termasuk kepemilikan umum harus dikelola berdasarkan ketentuan syariat untuk kemaslahatan masyarakat, bukan semata-mata kepentingan segelintir pemilik modal.

Ketiga, Islam melarang penimbunan yang merugikan masyarakat. Negara perlu menjaga produksi, distribusi, dan ketersediaan pangan, sekaligus mengawasi praktik perdagangan yang menimbulkan kezaliman.

Keempat, negara harus membangun ketahanan ekonomi melalui penguatan pertanian, pengelolaan sumber daya, penyediaan cadangan pangan, serta distribusi yang adil.

Sejarah Islam memberikan contoh pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Ketika terjadi kelaparan besar yang dikenal sebagai Am ar-Ramadah sekitar tahun 18 Hijriah, Umar mengupayakan bantuan pangan dari berbagai wilayah untuk masyarakat yang terdampak.

Krisis tidak dianggap sebagai persoalan rakyat semata. Pemimpin mengambil tanggung jawab untuk menggerakkan sumber daya dan menyalurkan bantuan.

Pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, perhatian terhadap pengelolaan Baitulmal, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat juga menjadi bagian penting dari kebijakan kepemimpinannya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana prinsip tanggung jawab negara dapat diwujudkan dalam kebijakan nyata.

Karena itu, Islam tidak hanya mengajarkan masyarakat untuk bersabar ketika menghadapi kesulitan, tetapi juga menuntut hadirnya kepemimpinan yang adil dan bertanggung jawab.

Dalam pandangan politik Islam, penerapan syariat secara menyeluruh, termasuk dalam pengelolaan ekonomi dan pemerintahan, ditawarkan sebagai jalan untuk membangun kehidupan yang lebih adil dan menjamin kebutuhan rakyat.

Dunia hari ini tidak cukup hanya membutuhkan persediaan makanan untuk menghadapi keadaan darurat. Dunia membutuhkan sistem yang mampu melindungi manusia dari kelaparan, ketimpangan, dan ketidakadilan.

Sebab, apa artinya dunia memiliki kekayaan melimpah jika jutaan manusia masih kelaparan? Apa artinya negara disebut maju jika rakyatnya tetap hidup dalam bayang-bayang krisis?

Peringatan kesiapsiagaan dari berbagai negara seharusnya tidak hanya membuat manusia bertanya tentang ancaman yang akan datang, tetapi juga mendorong evaluasi terhadap sistem kehidupan yang dijalankan hari ini.


Oleh : Asma Sulistiawati (Pegiat Literasi)

Wallahu'alam.
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top