Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Bekasi) -  Penataan kabel serat optik di wilayah Mustika Jaya, Kota Bekasi, dilakukan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Penataan tersebut dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Tetap Telekomunikasi (Jartatel) dengan dukungan pembiayaan dari para anggota asosiasi.

Langkah ini dilakukan untuk merapikan jaringan kabel sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat dan estetika ruang publik.

Ketua Umum Jartatel, Raymond Hubertus, menyebut penataan kabel penting untuk mendukung layanan internet yang cepat dan andal. Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha telekomunikasi.

Jartatel turut menawarkan skema konsorsium antar-pelaku usaha untuk menekan biaya penataan dan menyeimbangkan kepentingan pemerintah, industri, serta masyarakat.

Penataan kabel menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan internet dan pembangunan jaringan serat optik.

Pertanyaannya, apakah pola penataan tanpa membebani APBD seperti di Bekasi dapat diterapkan di daerah lain?

Kolaborasi pemerintah daerah dan pelaku usaha dapat menjadi salah satu pilihan, sepanjang pelaksanaannya transparan, tidak merugikan masyarakat, dan tetap memperhatikan aspek keselamatan serta kerapian ruang publik.

(AWW )
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Serang) -  Ombudsman Perwakilan Provinsi Banten turun langsung melakukan penilaian pelayanan publik di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Serang, Jumat (2/10/2026).

Penilaian dipimpin Kepala Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan Ombudsman Provinsi Banten, Eni Nuraeni, bersama tim.

Penilaian meliputi standar pelayanan, pengelolaan pengaduan masyarakat, serta sarana dan prasarana pelayanan.

Hasil penilaian dan masukan Ombudsman selanjutnya menjadi bahan tindak lanjut bagi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Serang.

Masyarakat kini menanti agar pengawasan tersebut tidak berhenti pada penilaian, tetapi menghasilkan perbaikan pelayanan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

( AWW )
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

Ada semangat yang terkadang sulit dijelaskan hanya dengan kata-kata. Di tengah kondisi kaki yang sedang terluka dan membuat langkahnya pincang, Gilang, seorang pelajar SMA/SMK PGRI 109 Kota Tangerang, tetap menunjukkan keinginannya untuk berangkat ke sekolah.


Dengan mengenakan sandal dan tanpa menggunakan alat bantu berjalan, Gilang berusaha melangkahkan kakinya menuju SMA/SMK PGRI 109 Kota Tangerang. Langkahnya tidak seperti biasanya, namun keinginannya untuk tetap mengikuti kegiatan belajar menjadi hal yang menarik perhatian.

Sebelumnya, kondisi Gilang telah mendapat perhatian dari dokter. Ia disarankan untuk tidak melakukan banyak aktivitas dan memperbanyak istirahat. Gilang juga telah mendapatkan surat keterangan sakit untuk disampaikan kepada pihak sekolah.

Pihak SMA/SMK PGRI 109 Kota Tangerang pun menganjurkan agar Gilang tidak memaksakan diri datang ke sekolah dan memberikan waktu untuk beristirahat hingga kondisinya lebih memungkinkan.

Hal yang sama disampaikan orang tuanya. Gilang diminta untuk sementara beristirahat dan meminta izin tidak masuk sekolah beberapa hari agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.

Namun, keinginan Gilang untuk bersekolah ternyata tetap kuat.

Ia masih ingin berangkat dan mengikuti kegiatan sekolah meskipun kondisi kakinya belum pulih sepenuhnya.

Bagi Gilang, sekolah bukan sekadar tempat untuk datang dan duduk di ruang kelas. Ada keinginan untuk tetap belajar, bertemu dengan lingkungan sekolah, dan tidak terlalu lama meninggalkan aktivitas pendidikan.

Langkahnya memang pincang. Kakinya sedang terluka. Tetapi semangatnya untuk bersekolah tetap ada.

Kisah Gilang memperlihatkan semangat seorang pelajar untuk tetap menuntut ilmu di tengah kondisi yang tidak mudah. Namun, semangat tersebut tetap perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kesehatan.

Nasihat dokter, orang tua, dan pihak sekolah menjadi pertimbangan penting agar keinginan untuk bersekolah tidak justru menghambat proses pemulihan.

Pada akhirnya, perjalanan Gilang menuju sekolah bukan sekadar tentang seorang anak yang berjalan dengan sandal dan tanpa alat bantu.

Di balik langkahnya yang perlahan, ada keinginan seorang pelajar untuk tetap menuntut ilmu meski sedang menghadapi keterbatasan kondisi fisik.

Selain semangat Gilang, suasana di SMA/SMK PGRI 109 Kota Tangerang juga dirasakan lebih nyaman. Para guru dinilai mampu berkomunikasi dengan baik dan memberikan motivasi kepada siswa, sehingga lingkungan sekolah dapat menjadi bagian yang memberikan dorongan bagi siswa dalam menjalani aktivitas pendidikan.

Pendidikan bukan hanya tentang pelajaran yang disampaikan di dalam kelas, tetapi juga tentang lingkungan yang nyaman, komunikasi yang baik, serta motivasi yang diberikan kepada siswa.

Sebuah langkah kecil menuju sekolah, tetapi menyimpan cerita tentang semangat, perjuangan, dan keinginan untuk terus belajar.

(AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Unit Reskrim Polsek Kapetakan, Polres Cirebon Kota, mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di Desa Suranenggala Lor, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi berhasil menemukan sepeda motor korban dengan memanfaatkan perangkat GPS yang terpasang pada kendaraan. Seorang pria berinisial SS turut diamankan.

Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana mengatakan, peristiwa pencurian terjadi pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Saat itu, korban memarkirkan sepeda motor Honda Beat di depan rumah sekitar pukul 19.25 WIB. Beberapa menit kemudian, korban keluar rumah dan mendapati motornya sudah tidak berada di tempat.

"Setelah dilakukan pencarian di sekitar rumah, kendaraan tidak ditemukan. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian," kata Rudiana dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).

Polisi kemudian melakukan penelusuran terhadap GPS yang masih terpasang pada sepeda motor. Dari pemantauan tersebut, petugas mendapatkan titik koordinat terakhir kendaraan di Desa Kedung Wungu, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.

"Anggota kemudian melakukan penelusuran berdasarkan titik koordinat GPS tersebut. Setelah dilakukan pencarian, titik terakhir kendaraan terdeteksi berada di sebuah rumah di Desa Kedung Wungu," ujarnya.

Petugas langsung mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan. Polisi kemudian menemukan SS yang diduga sedang membongkar atau berupaya menghilangkan perangkat GPS pada sepeda motor.

SS selanjutnya diamankan bersama sepeda motor Honda Beat warna merah hitam yang diduga milik korban.

Tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek Kapetakan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan sepeda motor tersebut sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

Rudiana menyebut pengungkapan kasus tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat.

"Setiap laporan masyarakat harus ditindaklanjuti dengan langkah penyelidikan yang terukur. Dalam perkara ini, informasi dari perangkat GPS membantu petugas mempersempit pencarian hingga kendaraan berhasil ditemukan dan seorang yang diduga terlibat berhasil diamankan," jelasnya.


Saat ini, penyidik masih memeriksa tersangka, korban, dan sejumlah saksi. Polisi juga melengkapi administrasi penyidikan untuk proses hukum selanjutnya.


Rudiana mengimbau masyarakat yang menjadi korban curanmor agar segera melapor kepada kepolisian. Menurutnya, penggunaan perangkat tambahan seperti GPS dapat membantu proses pencarian kendaraan ketika terjadi pencurian.

"Pengamanan tambahan pada kendaraan, termasuk penggunaan perangkat pelacak, dapat membantu proses pencarian ketika kendaraan hilang dan memberikan informasi yang berguna bagi kepolisian dalam melakukan penyelidikan," pungkasnya. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Tim Tekab 852 Satreskrim Polresta Cirebon bersama Unit Reskrim Polsek Losari berhasil mengungkap kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan yang terjadi di wilayah Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku berinisial MTM (23), A (23), dan Z (18). Ketiganya diamankan di sejumlah lokasi berbeda di Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2026).

Pengungkapan kasus tersebut dipimpin Tim Tekab 852 Satreskrim Polresta Cirebon yang dipimpin Ipda Roni Cainudin, bersama Unit Reskrim Polsek Losari yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Toto Casriyanto.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, mengatakan pengungkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan terkait aksi kekerasan terhadap korban RAF (21).

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 02.30 WIB di pinggir jalan menuju Desa Astanalanggar-Barisan, termasuk wilayah Desa Barisan, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.

"Setelah menerima laporan, anggota melakukan serangkaian penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi, rekaman CCTV dan data pendukung lainnya. Dari hasil penyelidikan tersebut, identitas para pelaku berhasil diketahui," kata Kombes Pol. Imara Utama.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para pelaku diduga melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban dengan cara memukul dan membacok menggunakan senjata tajam.

MTM diduga membacok korban sebanyak dua kali pada bagian pinggang menggunakan celurit panjang berwarna biru. Sementara A diduga membacok korban sebanyak dua kali pada bagian kaki menggunakan celurit berwarna merah.

Sedangkan Z diduga membacok korban sebanyak dua kali pada bagian punggung menggunakan celurit pendek berwarna cokelat.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka akibat senjata tajam dan lebam pada sejumlah bagian tubuh, termasuk punggung, tangan dan pantat. Korban kemudian mendapatkan perawatan medis di RSUD Waled.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dalam pengungkapan tersebut, di antaranya dua unit sepeda motor, tiga bilah celurit serta dua bilah parang yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Kapolresta Cirebon menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penegakan hukum terhadap aksi kekerasan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk aksi tawuran yang melibatkan kelompok maupun kalangan pelajar dan pemuda.


"Polresta Cirebon berkomitmen memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat. Setiap laporan akan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Ketiga terduga pelaku berikut barang bukti selanjutnya diamankan di Polsek Losari Polresta Cirebon untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 262 jo Pasal 466 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana.

Polresta Cirebon juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi kekerasan maupun tawuran yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Masyarakat yang mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas dapat segera menghubungi layanan Call Center Polisi 110 agar dapat ditindaklanjuti secara cepat. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kab Cirebon) -
Kepengurusan Pengurus Cabang Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kabupaten Cirebon periode 2026–2030 resmi terbentuk. Herry Indra Murphy, SH dipercaya memimpin organisasi tersebut setelah dilantik sebagai Ketua Pengcab ORADO Kabupaten Cirebon.

Prosesi pelantikan berlangsung di Versus, kawasan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu, 3 Oktober 2026. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) ORADO Jawa Barat Ryan Dwinanda.

Dalam kesempatan tersebut, Ryan Dwinanda menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada Herry Indra Murphy bersama jajaran kepengurusan yang baru dilantik.

Ia berharap kepengurusan ORADO Kabupaten Cirebon mampu menjalankan roda organisasi dengan baik, terus mengembangkan olahraga domino, serta membuka peluang bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi.

“Selamat dan sukses. Semoga ORADO Kabupaten Cirebon semakin berkembang dan banyak menuai prestasi,” kata Ryan Dwinanda.

Pelantikan ini turut disaksikan sejumlah unsur pemerintahan dan organisasi olahraga di Kabupaten Cirebon. Di antaranya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cirebon Jois Putra, Wakil Ketua KONI Kabupaten Cirebon Doddy T. Basuni, serta Kapten Salpian Noor yang hadir mewakili Dandim 0620/Kabupaten Cirebon.

Sejumlah undangan lainnya dan jajaran keluarga besar ORADO Kabupaten Cirebon juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam menjalankan roda organisasi selama periode 2026–2030, Herry Indra Murphy tidak berjalan sendiri. Struktur kepengurusan diisi oleh sejumlah personel yang akan membantu menjalankan program organisasi.

Wahyu Syafaat dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua, Fahmi Dwi Fauzi sebagai Sekretaris, sedangkan Mahatma Handika mengemban tugas sebagai Bendahara.

Kepengurusan Pengcab ORADO Kabupaten Cirebon juga diperkuat dengan sejumlah bidang yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Kehadiran bidang-bidang tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program kerja, pembinaan atlet, serta berbagai kegiatan olahraga domino di Kabupaten Cirebon.

Pelantikan kepengurusan baru ini menjadi bagian dari perjalanan ORADO Kabupaten Cirebon dalam membangun organisasi sekaligus mengembangkan olahraga domino di daerah.  (Hms)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top