E satu.com (Kota Cirebon) - Dinas Pendidikan Kota Cirebon menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kota Cirebon 2026.
Ajang yang berlangsung selama dua hari, 6-7 Oktober 2026, ini diikuti 1.060 pelajar dari jenjang SD hingga SMP.
FTBI menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan bahasa dan sastra daerah sekaligus memperkuat upaya pelestarian bahasa Cirebon dan Sunda.
Dari total peserta tersebut, sebanyak 885 merupakan pelajar tingkat SD dan 175 pelajar SMP.
Mereka mengikuti tujuh mata lomba, yakni Mendongeng, Borangan, Nembang Pupuh, Biantara, Aksara Sunda, Carpon, dan Maca Sajak. Seluruh perlombaan dibagi dalam kategori putra dan putri.
Kegiatan resmi dibuka Bunda Literasi Kota Cirebon, Novianto Edo, di SMPN 9 Kota Cirebon, Selasa (6/10/2026).
Pembukaan FTBI turut dirangkai dengan penampilan Mendongeng oleh Jasmine Aulia Putri, siswi SMPN 1 Kota Cirebon. Jasmine sebelumnya meraih Juara 1 Mendongeng SMP/MTs Tingkat Nasional pada FLS3N 2026.
Penampilan Jasmine yang penuh penjiwaan mendapat apresiasi dari Novianto. Ia mengaku terharu melihat kemampuan siswi tersebut.
"Saya sampai terharu melihat penampilan Jasmine. Itu aset Kota Cirebon. Terima kasih khususnya kepada SMPN 1 Kota Cirebon sudah berhasil melahirkan anak didiknya," ujar Novianto dalam sambutannya.
Menurutnya, SMPN 1 Kota Cirebon dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengembangkan potensi peserta didik.
"Ini salah satu yang saya ingin sampaikan, sekolah-sekolah lain juga bisa melahirkan anak-anak yang luar biasa, yang bisa kita banggakan, kita persembahkan. Apalagi ini tingkat nasional," katanya.
Novianto juga mengapresiasi keberanian 1.060 peserta yang mengikuti FTBI 2026.
Menurutnya, banyak potensi pelajar di Kota Cirebon yang perlu terus dikembangkan, khususnya di bidang literasi.
"Sebagai Bunda Literasi saya jadi optimis bahwa di Kota Cirebon banyak anak-anak yang berpotensi untuk mengangkat talenta-talenta di bidang literasi," ujarnya.
Ia berharap pembinaan terhadap talenta pelajar dilakukan secara berkelanjutan sehingga kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda perlombaan tahunan.
Novianto mengatakan Pemkot Cirebon akan membahas kemungkinan pembinaan bahasa dan literasi menjadi kegiatan rutin di sekolah maupun agenda kota.
"Nanti di sekolah-sekolah mungkin kita bisa lebih meng-coaching lagi buat guru-gurunya, menyemangati lagi bahwa event-event ini harus terus dilakukan, jadi tidak hanya perlombaan festival saat ini saja," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Diksar) Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dr. Ade Cahyaningsih, mengatakan para peserta terbaik dari tujuh cabang lomba nantinya akan mewakili Kota Cirebon pada FTBI tingkat Provinsi Jawa Barat.
"Para pemenang terbaik dari tujuh cabang lomba pada FTBI tingkat kota ini nantinya akan mewakili Kota Cirebon ke tingkat Provinsi Jawa Barat pada akhir November mendatang," kata Ade.
Ade menjelaskan, rangkaian FTBI tingkat Kota Cirebon digelar di dua lokasi. Pada hari pertama, Selasa (6/10), perlombaan dilaksanakan di SMPN 9 Kota Cirebon dengan materi Nembang Pupuh, Ngadongeng, Biantara, Maca Sajak, Borangan, Maca jeung Nulis Aksara Sunda, serta Ngarang Carpon.
Sementara pada hari kedua, Rabu (7/10), kegiatan digelar di Kompleks SDN Sunyaragi 1 dan 2. Adapun mata lomba yang dipertandingkan meliputi Nembang Pupuh, Ngadongeng, Biantara, Maca Sajak, dan Borangan.
"Melalui penyelenggaraan FTBI ini, Pemerintah Kota Cirebon berharap para peserta dapat terus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan bahasa daerah, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarpeserta didik di seluruh wilayah Kota Cirebon," ujar Ade. (Wandi)