Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) - Pemkot Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih dekat dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal itu  pernah ditegaskan Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, saat memimpin apel pagi di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang

Melansir laman tangerangkota.go.id, Wali Kota Tangerang Sachrudin menekankan bahwa tugas utama pemerintah adalah melayani warga.

“Kita semua ada di sini untuk melayani masyarakat. Setiap aspirasi warga harus kita dengarkan dan tindaklanjuti dengan cepat,” ujarnya di hadapan jajaran pegawai.

Namun  hal terdebut  justru ditanggapi kritis oleh warga Kota Tangerang, yang  mengaku pernah beberapa kali menerima pelayanan publik kurang baik alias mengecewakan

" Ah itu   hanya teori , buktinya saya  sendiri sebagai  awak media pernah  beberapa lali merasakan pelayanan yang sangat  rnengecewakan ,   salah satunya waktu saya  membuka  komunikasi terkait  pelunasan PBB dengan kepala Bapenda Kota Tangerang. , tidak  direspon bahkan nomor  WhatsApp saya di blokir.." Ungkapannya

Menurutnya, seharusnya Walikota Tangerang tidak hanya menekankan tapi berani tegas memberikan sanksi atau  mengevaluasi kinerja pegawai yang  dilaporkan kurang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat " Tambahnya

Lebih lanjut ia menyampaikan Komitmen Walikota  terkait  pelayanan publik bisa  disebut   hanya.sebatas teori alias omon - omom , Bila Walikota tidak  tegas dan tidak berani mengevaluasi kinerja pegawai yang dilaporkan kurang baik   dalam memberikan pelayanan kepada  masyarakat

'  Walikota Tangerang jangan hanya memberikan penekanan, tapi juga.harus berani.tegas memberikan sanksi. sekaligus mengevaluasi secara  objektif kinerja pegawai yang dilaporkan kurang memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Bila ini konsisten dilakukan., masyarakat akan semakin banyak merasakan pengalaman  yang baik dan  memuaskan" Pungkasnya

(AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Kepedulian terhadap pekerja sektor informal kembali ditunjukkan Polres Cirebon Kota. Kali ini, institusi kepolisian tersebut menghadirkan layanan cuci motor gratis khusus bagi para pengemudi ojek online (ojol) di Kota Cirebon.

Layanan tersebut berlokasi di kawasan gedung eks Pusdiklatpri, Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, dan dibuka setiap hari. Sejak diluncurkan, fasilitas ini langsung mendapat respons positif dari para pengemudi ojol yang mengandalkan kendaraan bermotor sebagai penunjang utama pekerjaan mereka.

Kapolres Cirebon Kota, Eko Iskandar, mengatakan program ini merupakan bagian dari pendekatan humanis kepolisian dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat. Terlebih, para ojol dinilai memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga di perkotaan.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menjalin komunikasi yang baik dengan para ojol sekaligus mengajak mereka ikut berperan aktif dalam menjaga situasi kamtibmas di Kota Cirebon tetap aman dan kondusif," ujar Eko, Sabtu (2/5/2026).

Tak hanya membantu dari sisi kebersihan kendaraan, program ini juga menjadi ruang interaksi antara polisi dan masyarakat.

Suasana santai di lokasi cuci motor kerap dimanfaatkan sebagai ajang bertukar informasi, termasuk terkait kondisi keamanan di lapangan.

Inisiatif tersebut pun menuai apresiasi dari komunitas ojol. Ketua Aliansi Online Cirebon, Tryas, mengaku kegiatan ini sangat membantu para pengemudi, baik secara ekonomi maupun psikologis.

"Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Selain membantu kami dari sisi ekonomi, ini juga membuat kami merasa lebih diperhatikan dan dekat dengan pihak kepolisian," ungkapnya.

Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan bahkan diperluas, sehingga hubungan harmonis antara aparat kepolisian dan para pengemudi ojol semakin kuat.

Melalui langkah sederhana namun berdampak ini, Polres Cirebon Kota menunjukkan bahwa menjaga keamanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan membangun kedekatan dan kepercayaan bersama masyarakat. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) - Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan dan Demokrasi (FORMASI) Cirebon menyoroti dugaan penyalahgunaan kewenangan dan anggaran dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Japura Kidul, Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan informasi yang dihimpun FORMASI, terdapat dugaan Kepala Desa (Kuwu) Japura Kidul meminjam dana BUMDes dengan nilai lebih dari Rp100 juta.

Namun hingga kini, pengembalian dana tersebut disebut belum dilakukan dalam bentuk uang, melainkan melalui penyerahan aset berupa 40 ekor kambing beserta kandangnya.

FORMASI menilai mekanisme pengembalian tersebut menimbulkan persoalan. Pasalnya, pihak pengelola BUMDes Japura Kidul dikabarkan tidak menyetujui pengembalian dalam bentuk barang dan tetap menghendaki pengembalian dilakukan secara tunai sesuai nilai pinjaman awal.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait tata kelola keuangan desa, akuntabilitas penggunaan aset BUMDes, serta dugaan adanya pelanggaran terhadap ketentuan hukum yang berlaku.

Wakil Ketua Bidang Advokasi Litigasi dan Kajian Kasus FORMASI Cirebon, Adv. Fahmi Aziz, SH., CPLA, menegaskan bahwa persoalan ini harus ditelusuri secara objektif dan terbuka.

“Apabila dugaan penyalahgunaan anggaran BUMDes ini benar terjadi dan dibiarkan tanpa proses penegakan hukum, maka hal tersebut berpotensi menjadi preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Cirebon, bahkan dapat menjalar ke desa-desa lainnya. Oleh karena itu, kebenaran informasi ini harus dibuka secara terang-benderang melalui mekanisme audit, klarifikasi publik, dan penyelidikan hukum,” ujar Fahmi dalam keterangannya kepada media, Sabtu (2/5/2026).

Sebagai langkah tindak lanjut, FORMASI Cirebon berencana melayangkan surat audiensi kepada Pemerintah Desa Japura Kidul dan Kecamatan Astanajapura guna meminta penjelasan resmi terkait transparansi pengelolaan dana BUMDes tersebut.

Selain itu, FORMASI juga akan mengirimkan surat kepada Polresta Cirebon untuk mendorong dilakukannya penyelidikan menyeluruh atas dugaan penyalahgunaan kewenangan serta potensi kerugian keuangan desa.

FORMASI menegaskan bahwa dana BUMDes merupakan instrumen penting dalam mendorong perekonomian desa yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Mereka juga menekankan pentingnya penegakan hukum apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam pengelolaannya. (Wnd)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon menggelar serangkaian kegiatan yang menitikberatkan pada kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, dan peningkatan keselamatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pekerja yang diikuti jajaran manajemen dan pegawai.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Daerah Operasi (Kadaop) 3 Cirebon menyerahkan santunan secara simbolis kepada anak yatim piatu dari anggota Perpenka yang diwakili Ketua Perpenka Cabang Cirebon.
Peringatan May Day kemudian dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon di Stasiun Cirebon Prujakan.


Kegiatan ini diikuti oleh Kadaop 3 Cirebon, Wakil Kadaop, jajaran manajemen, serta Serikat Pekerja Kereta Api Daop 3 Cirebon. Penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan area stasiun yang lebih hijau dan nyaman bagi pengguna jasa.


Selanjutnya, KAI Daop 3 Cirebon menggelar sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang JPL 200 yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Krucuk, Kota Cirebon.

Dalam kegiatan ini, petugas membentangkan spanduk imbauan keselamatan, memberikan edukasi secara humanis kepada pengguna jalan, serta membagikan souvenir sebagai pendekatan persuasif kepada masyarakat.


Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan peringatan May Day menjadi momentum untuk memperkuat peran pekerja tidak hanya dalam operasional perusahaan, tetapi juga dalam kontribusi sosial kepada masyarakat.


“Peringatan May Day kami maknai sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi antara manajemen dan pekerja, sekaligus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran keselamatan di perlintasan sebidang,” ujar Muhibbuddin, Sabtu (2/5/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk disiplin saat melintasi perlintasan sebidang.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu disiplin dan waspada saat melintasi perlintasan sebidang. Dahulukan perjalanan kereta api, patuhi rambu dan sinyal yang ada, serta berhenti sejenak untuk memastikan kondisi aman sebelum melintas. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.


Selain kegiatan sosial dan edukasi, Serikat Pekerja Kereta Api Daop 3 Cirebon turut menyelenggarakan berbagai perlombaan internal bagi para pekerja, seperti e-sport, bola voli, basket, futsal, dan bulu tangkis.


Kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kebugaran, mempererat solidaritas, serta menjaga keharmonisan hubungan industrial di lingkungan kerja.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KAI Daop 3 Cirebon berharap nilai-nilai Hari Buruh dapat semakin memperkuat sinergi antara perusahaan dan pekerja, sekaligus mendorong terciptanya budaya keselamatan dan kepedulian yang berkelanjutan di tengah masyarakat. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon memusnahkan barang bukti dari 180 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) di Kantor Kejari Kabupaten Cirebon, Kamis (30/4/2026).

Kepala Kejari Kabupaten Cirebon, Samsul Arif mengatakan, pemusnahan ini merupakan pelaksanaan tugas Kejaksaan sebagai eksekutor putusan pengadilan, sekaligus bentuk komitmen penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.

“Pemusnahan ini merupakan langkah nyata untuk mencegah penyalahgunaan barang bukti dan melindungi masyarakat dari dampak negatifnya,” ujar Samsul.


Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari perkara periode November 2025 hingga April 2026, meliputi narkotika, obat-obatan ilegal, senjata tajam, minuman keras, serta barang lainnya.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kabupaten Cirebon, Ranu Wijaya, merinci barang bukti tersebut di antaranya sabu seberat 70,26 gram, ganja 2.299,80 gram, serta 191.513 butir obat-obatan tanpa izin edar.

“Untuk tahun ini jumlah barang bukti narkotika yang dimusnahkan meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Ranu.

Selain itu, lanjut dia, turut dimusnahkan 21 senjata tajam, 93 botol minuman keras, 90 unit telepon genggam, 124 potong pakaian, serta ratusan barang bukti lainnya.

Ia menambahkan, sebagian senjata tajam yang dimusnahkan merupakan barang bukti kasus tawuran pelajar yang terjadi sepanjang tahun ini.


Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Cirebon, M. Syafrudin, yang mewakili Bupati Cirebon, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memberantas penyalahgunaan narkoba dan tindak kriminal.

Menurutnya, peredaran narkoba dan minuman keras merupakan ancaman serius bagi generasi muda serta dapat menghambat daya saing bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Negara tidak pernah lelah dan tidak akan berhenti melakukan upaya represif terhadap penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang,” ujarnya.

Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon 

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Pemerintah Kabupaten Cirebon mencatat tren positif pada berbagai indikator sosial dan kependudukan dalam tiga tahun terakhir.

Data terbaru menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat seiring dengan pertumbuhan penduduk yang tetap terkendali.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bertajuk ‘Kabupaten Cirebon Dalam Angka 2026’, jumlah penduduk Kabupaten Cirebon terus bertambah dari 2.360,4 ribu jiwa pada 2023 menjadi 2.387,9 ribu jiwa pada 2024, dan mencapai 2.413,8 ribu jiwa pada 2025.

Meski meningkat, laju pertumbuhan penduduk justru menunjukkan tren penurunan, dari 1,42 persen pada 2023 menjadi 1,35 persen pada 2024, dan turun lagi menjadi 1,30 persen pada 2025.

Penurunan laju pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan pengendalian penduduk yang seimbang dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kondisi tersebut turut mendorong perbaikan pada indikator kesehatan masyarakat.

Angka harapan hidup warga Kabupaten Cirebon tercatat meningkat dari 74,71 tahun pada 2023 menjadi 74,98 tahun pada 2024, dan naik signifikan menjadi 75,39 tahun pada 2025.

Kenaikan ini menunjukkan akses layanan kesehatan yang semakin baik serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat.

Masih menurut BPS, di sisi kesejahteraan, Pemerintah Kabupaten Cirebon juga berhasil menekan angka kemiskinan secara konsisten.

Persentase penduduk miskin turun dari 11,2 persen pada 2023 menjadi 11,0 persen pada 2024, dan kembali menurun menjadi 10,2 persen pada 2025.

Perbaikan tersebut berjalan seiring dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada 2023, IPM Kabupaten Cirebon berada di angka 71,81, kemudian meningkat menjadi 72,30 pada 2024, dan mencapai 73,27 pada 2025.

Kenaikan IPM ini mencerminkan kemajuan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Capaian ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui berbagai program strategis, pemerintah daerah terus memperkuat kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan pertumbuhan penduduk. 

Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon 

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top