Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat II bersama Koordinator Pengawas (Korwas) Kepolisian Daerah Jawa Barat menyerahkan satu tersangka beserta barang bukti kasus pidana perpajakan kepada Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Kamis (12/2/2026).

Tersangka yang diserahkan berinisial FXPS, seorang wajib pajak orang pribadi yang bertindak melalui KOP JKMB2. FXPS diduga dengan sengaja tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (1) huruf i Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) beserta perubahannya.

Berdasarkan hasil penyidikan, nilai kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan tersangka mencapai Rp 1.249.731.399. Kerugian tersebut berasal dari pajak yang telah dipotong atau dipungut dari pihak lain, namun tidak disetorkan ke kas negara sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.


Penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap II ini didahului dengan pemanggilan terhadap FXPS oleh Kanwil DJP Jawa Barat II yang bekerja sama dengan Korwas Polda Jawa Barat. Kerja sama antar aparat penegak hukum tersebut membuahkan hasil hingga proses pelimpahan ke jaksa dapat terlaksana.

DJP menegaskan, langkah penegakan hukum ini menjadi peringatan bagi para pelaku tindak pidana di bidang perpajakan. Dengan dukungan Kepolisian Republik Indonesia dan Kejaksaan Republik Indonesia, otoritas pajak akan terus melakukan penindakan guna mengamankan penerimaan negara demi mendukung pembiayaan APBN.

Selain memberikan efek jera, penindakan ini juga diharapkan menjadi pengingat bagi wajib pajak lainnya agar tidak melakukan perbuatan serupa. Meski demikian, DJP menegaskan kepatuhan sukarela tetap menjadi prioritas utama dalam sistem perpajakan di Indonesia. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Jakarta) -
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak seluruh bawahannya menjadikan budaya bersih sebagai fondasi disiplin aparatur melalui pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar kementerian dan lembaga membangun lingkungan kerja yang tertib, sehat, dan aman sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang profesional.

Menurut Meutya, kebersihan bukan sekadar urusan teknis, melainkan cerminan tanggung jawab dan integritas aparatur negara dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Sesuai arahan Pak Presiden, kita bertanggung jawab terhadap lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI,” kata Meutya di Lapangan Anantakupa, Kantor Kementerian Komdigi, Jumat (13/02/2026).

Meutya menegaskan kebersihan kantor tidak boleh bergantung pada petugas kebersihan. Setiap pegawai harus membersihkan ruang kerjanya sendiri. Ia mengajak seluruh pejabat dan pegawai membangun kebiasaan korve rutin agar budaya bersih menjadi bagian dari etos kerja.

“Hari ini kita sebarkan kegiatan ASRI sampai ke ruang kerja. Kita tidak hanya mengandalkan OB. Kebiasaan ini harus kita lakukan terus,” ujarnya.

Menjelang Ramadan dan Imlek, Meutya meminta kegiatan korve dilakukan setiap Jumat pagi. Ia ingin suasana kerja yang bersih menjadi bagian dari persiapan menyambut bulan ibadah dan hari besar keagamaan.

“Saya ingin setiap Jumat pagi kita lakukan pembersihan lingkungan kantor. Menjelang Ramadan dan Imlek, kita mulai dengan hati yang bersih,” tegasnya.

Kegiatan ini diikuti Pejabat Tinggi Madya, Pejabat Tinggi Pratama, serta seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital. Korve bersama ini menjadi langkah awal membangun disiplin kolektif dan tanggung jawab pribadi terhadap lingkungan kerja.

Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Kebakaran melanda satu unit rumah toko (ruko) permanen di Blok Wates RT 004 RW 001 Desa Karangkendal, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

 Api berhasil dikendalikan berkat kesigapan aparat kepolisian, petugas pemadam kebakaran, dan warga sekitar.

Ruko tersebut diketahui milik Saepudin, seorang pedagang setempat. Saat kejadian, bangunan dalam keadaan kosong karena aktivitas jualan telah selesai dan pemilik tidak berada di lokasi.

Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh Tohani, tetangga korban, yang melihat api membakar bagian atap bangunan. Ia kemudian segera menghubungi korban melalui telepon untuk memberitahukan kejadian tersebut.


Mendapat informasi itu, korban langsung mendatangi lokasi, berkoordinasi dengan perangkat Desa Karangkendal, serta melaporkan kejadian ke Polsek Kapetakan untuk penanganan lebih lanjut.

Personel Polsek Kapetakan yang dipimpin Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan sekaligus membantu proses pemadaman.

Sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran, polisi bersama warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya guna mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Sekitar pukul 12.00 WIB, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Gunung Jati tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman secara menyeluruh. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke permukiman warga.

Berdasarkan hasil pengecekan awal, kebakaran diduga disebabkan percikan api akibat korsleting pada sambungan kabel aliran listrik. Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.


Akibat kebakaran itu, korban mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Rp60 juta akibat kerusakan bangunan dan barang dagangan yang terbakar.

Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana mengatakan, respons cepat jajaran kepolisian bersama pemadam kebakaran dan masyarakat menjadi kunci sehingga kebakaran dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan dampak lebih luas.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M Aris Hermanto mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha. Ia juga meminta warga segera melapor ke pihak kepolisian atau layanan darurat apabila terjadi kondisi berpotensi membahayakan agar dapat segera ditangani melalui sinergi bersama. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon)  - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Wakil DPRD Kota Cirebon dari Fraksi Partai Gerindra, Fitrah Malik, menggelar kegiatan sosial berupa pembagian sembako kepada para manula dan santunan bagi anak yatim.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Fitrah Malik mengatakan, momentum HUT Partai Gerindra menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat melalui aksi nyata.


“Di usia ke-18 ini, Partai Gerindra ingin terus hadir dan bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi menjelang Ramadhan, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan para manula dan anak-anak yatim,” ujar Fitrah saat dihubungi melalui nomor WhatsApp, Minggu (15/2/2026).


Ia menambahkan, bantuan sembako yang dibagikan diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan pokok warga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

Sementara santunan untuk anak yatim diberikan sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral agar mereka tetap semangat menjalani kehidupan dan pendidikan.


Fitrah menegaskan, kegiatan sosial tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen Fraksi Partai Gerindra untuk terus berkontribusi dalam kegiatan kemasyarakatan.


“Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi kita semua dalam menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh rasa syukur,” katanya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon menyediakan sebanyak 29.945 tiket kereta api (KA) untuk periode libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan Tahun Baru Imlek pada minggu kedua Februari 2026.

Jumlah tersebut merupakan total tiket untuk kereta api keberangkatan dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon pada 13-18 Februari 2026.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan selama masa libur panjang tersebut, setiap harinya tersedia sekitar 5.000 tempat duduk yang bisa dipesan masyarakat.


“Selama libur panjang, setiap harinya sebanyak 5.000 tempat duduk bisa dipesan untuk kereta api yang berangkat di sejumlah stasiun wilayah Daop 3 Cirebon menuju sejumlah kota tujuan pada periode 13-18 Februari 2026,” kata Muhibbuddin dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).


Ia menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan tujuh perjalanan KA untuk melayani masyarakat selama periode long weekend tersebut. Dari jumlah itu, enam merupakan KA reguler dan satu perjalanan tambahan yakni KA Cirebon Fakultatif.

“Kami juga mengoptimalkan formasi rangkaian kereta untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,” ujarnya.

Adapun rute perjalanan yang tersedia antara lain KA Cirebon Fakultatif relasi Cirebon-Gambir, KA Gunungjati relasi Semarang-Cirebon-Gambir, KA Cakrabuana relasi Purwokerto-Cirebon-Gambir, KA Ranggajati relasi Cirebon-Jember, serta KA Kaligung relasi Cirebon Prujakan-Semarang Poncol dan Brebes-Semarang Poncol.

Selama masa libur panjang tersebut, tercatat ada 144 perjalanan KA per hari yang melintas di wilayah Daop 3 Cirebon.
Berdasarkan data sementara periode 13-15 Februari 2026, Daop 3 Cirebon telah melayani 18.394 penumpang datang dan 16.366 penumpang berangkat dari wilayah Daop 3 Cirebon.

Muhibbuddin mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan jauh-jauh hari untuk menghindari kehabisan tiket.


“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk merencanakan perjalanannya dengan kereta api jauh-jauh hari, sehingga dapat memilih kereta api dan tanggal keberangkatan yang diinginkan,” ujarnya.


Ia menambahkan, ribuan tempat duduk tersebut dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya yang bekerja sama dengan KAI.

Menurutnya, KAI Daop 3 Cirebon telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan perjalanan penumpang berlangsung aman, nyaman, dan terhindar dari kemacetan di jalan raya.

“Dalam menyediakan transportasi kereta api khususnya di masa long weekend, KAI memastikan akan menghantarkan masyarakat dengan aman dan bebas dari kemacetan di jalan raya, sehingga momen liburan bersama keluarga atau kawan dapat dinikmati pelanggan dengan nyaman dan menyenangkan,” tutup Muhibbuddin. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Perayaan Tahun Baru Imlek bukan sekadar pergantian kalender lunar. Ia adalah momentum refleksi, kebersamaan, dan harapan baru. Di dalamnya ada budaya mudik, berkumpulnya keluarga lintas generasi, doa kepada Tuhan dan penghormatan kepada leluhur—nilai yang sangat selaras dengan budaya Nusantara, khususnya di Kota Cirebon.

Hal ini diungkapkan Pengamat Budaya Tionghoa Cirebon, Hetta Mahendrati Latumeten. Menurutnya, Imlek mengajarkan tentang syukur dan harapan baru, menutup tahun dengan evaluasi, dan membuka tahun dengan tekad.

"Dalam Imlek, ada bakti kepada orang tua dan leluhur,  nilai yang juga kuat dalam budaya Jawa dan Sunda. Ada juga kebersamaan keluarga (mudik) atau tradisi pulang kampung yang bukan hanya milik satu etnis, tetapi menjadi budaya nasional. Serta ada semangat berbagi lewat angpao di mana bukan soal materi, tetapi simbol doa dan kebaikan," ujar Hetta.

Hetta juga memaparkan, sejarah mencatat bahwa interaksi Tiongkok dengan Nusantara telah berlangsung bahkan sebelum kedatangan armada Cheng Ho. Hubungan dagang dan budaya telah lebih dulu terjalin melalui jalur maritim.

"Di Cirebon, sinergi budaya terlihat jelas dalam sejarah Sunan Gunung Jati dan pernikahannya dengan Putri Ong Tien. Perpaduan budaya ini membentuk karakter Cirebon yang terbuka, inklusif, dan kaya warna. Arsitektur Keraton Kasepuhan, ornamen-ornamen naga, keramik Tiongkok, serta kawasan sekitar makam Sunan Gunung Jati menjadi bukti bahwa budaya Tionghoa bukan unsur asing—tetapi bagian dari perjalanan sejarah kota ini," tuturnya, Minggu (15/2/2026).

Ia menambahkan, Cirebon berdiri di atas fondasi akulturasi. Budaya Tionghoa dan budaya Jawa tidak saling meniadakan, melainkan saling menguatkan.

"Dahulu, perayaan Imlek dan ekspresi budaya Tionghoa dilakukan secara tertutup. Tulisan Mandarin, barongsai, dan ornamen khas Tiongkok sempat dibatasi.Hari ini, negara memberi ruang. Kawasan Pecinan dibentuk dan ditata,  tulisan Mandarin diperbolehkan, bangunan dapat direnovasi sesuai karakter budaya sebagai ikon wisata. Ini bukan sekadar izin, ini adalah pengakuan bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa," katanya.

Keberanian pemerintah daerah, termasuk Wali Kota Cirebon bersama Forkopimda, menurut Hetta, menunjukkan komitmen membangun kota yang damai, sejahtera, dan bersinergi dalam bingkai NKRI.

"Budaya Tionghoa hari ini tidak hanya dijaga oleh komunitasnya sendiri. Banyak masyarakat Jawa dan Sunda turut melestarikan nilai-nilai penghormatan kepada orang tua, sesepuh, dan pendiri bangsa—nilai yang juga menjadi roh Imlek.
Semangat 'hormat pada leluhur, bakti kepada orang tua, dan menjaga persaudaraan' adalah nilai universal.
Kita belajar bahwa keberanian membangun lebih penting daripada ketakutan masa lalu. Identitas budaya bukan penghalang, melainkan kontribusi bagi Indonesia," ungkapnya.

Ia juga menyoroti terkait kawasan Pecinan di Kota Cirebon yang bukan hanya simbol sejarah, tetapi peluang masa depan.

"Bila dikelola serius, bisa menjadi destinasi wisata budaya, menghadirkan festival Imlek dan Cap Go Meh berskala nasional, menggerakkan UMKM, kuliner, pengrajin, dan ekonomi kreatif, juga membuka lapangan kerja bagi generasi muda Cirebon.Sekarang bukan lagi era bersembunyi. Ini adalah era pembuktian.
Komunitas Tionghoa Cirebon tidak perlu ragu, sebab negara hadir. Pemerintah membuka ruang. Saatnya membuktikan bahwa budaya yang dijaga dengan niat baik akan menjadi kekuatan pembangunan," ujarnya.

Ia pun berpesan untuk masyarakat Cirebon sebagai bagian dari masyarakat Cirebon yang peduli terhadap pelestarian budaya positif.

"Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk  berani tampil dan berkontribusi, mendukung kebijakan yang membangun, menjadikan Pecinan sebagai ikon baru kota, menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan Indonesia.Di tahun yang baru, mari kita
Membangun tanpa rasa takut, bersinergi tanpa prasangka, menghormati leluhur dan membangun masa depan.
Cirebon adalah kota sejarah, kota percampuran budaya dan kota toleransi.
Kini saatnya menjadikan warisan budaya sebagai kekuatan ekonomi dan persatuan bangsa," tutur Hetta. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top