Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Bandung) -
Daniel Mutaqien Syafiuddin resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Jabar, Kamis (2/4/2026) di Hotel The Trans Luxury Bandung.

Penetapan tersebut dilakukan setelah melalui rangkaian sidang Musda yang diikuti perwakilan DPD kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Proses berlangsung dinamis namun berakhir dengan kesepakatan bersama ( aklamasi.). 

Kandidat lainnya, Ahmad Hidayat, menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan dalam forum resmi. 

Keputusan itu sekaligus membuka jalan bagi penetapan Daniel secara bulat dan terpilih sebagai pemimpin baru  DPD Golkar Jabar.

“Dengan mengucap bismillah, saya menyatakan mengundurkan diri dan sepakat mendukung saudara Daniel Mutaqien Syafiuddin secara aklamasi,” ujar Ahmad dalam sidang Musda.

Ia menegaskan langkah tersebut diambil untuk menjaga persatuan internal partai serta melanjutkan capaian kepemimpinan sebelumnya di Jawa Barat.

Dengan dukungan penuh peserta Musda, pimpinan sidang kemudian menetapkan Daniel sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat periode 2026–2031.

Dalam sambutannya, Daniel menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia juga mengajak seluruh kader untuk kembali bersatu setelah proses kontestasi.

“Kita harus solid dan bersama-sama membesarkan Golkar di Jawa Barat hingga ke seluruh pelosok,” kata Daniel  

Pada kesempatan itu, turut dilakukan serah terima pataka dari kepengurusan sebelumnya sebagai simbol peralihan kepemimpinan.

Musda Golkar Jawa Barat 2026 berjalan lancar dan demokratis. Kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi serta menghadapi agenda politik mendatang. (Tri kh)

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Masyarakat di sekitar Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Sada Bina Futura, Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan bau menyengat yang berasal dari limbah SPPG tersebut. Warga khawatir bahwa limbah tersebut dapat mencemari air sumur dan berdampak pada kesehatan mereka.

Ketua Umum FORMASI, Qorib, S.H., M.H mengatakan, kondisi ini sudah terjadi sejak SPPG tersebut beroperasi dan semakin parah dalam beberapa pekan terakhir. Akibat pencemaran lingkungan dan bau menyengat ini, akan sangat berdampak serius pada kualitas kesehatan masyarakat sekitar.

“Bau limbah dari SPPG ini kian menyengat dan sangat mengganggu kesehatan warga sekitar,“ ujarnya, Kamis (2/4/2026).


Ia mendesak pemerintah daerah melallui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan serta semua pihak terkait untuk segera turun tangan menindak dugaan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah SPPG Yayasan Sada Bina Futura. Jangan sampai nanti  bau menyengat yang dihasilkan juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan, seperti iritasi tenggorokan, batuk, dan kesulitan bernapas.

“Kami minta ada tindakan tegas. Jangan sampai warga disekitar terdampak hingga jatuh sakit karena limbah ini," tambah Qorib.

Dampak Pencemaran Lingkungan dan Bau Menyengat Bagi Kesehatan Masyarakat

Selain itu, lebih lanjut Qorib mengungkapkan, pencemaran air penampung Spiteng dan Air Limbah yang masuk ke sumur resapan disebabkan kebocorang dan keluar airnya menggenangi lingkungan sekitar warga oleh karena jangan sampai juga nanti berdampak negatif pencemaran limbah yang akan menyebabkan penyebaran penyakit yang dibawa oleh air, seperti diare, kolera, dan hepatitis A. Masyarakat yang mengkonsumsi air yang tercemar ini nantinya bisa mengalami gejala seperti sakit perut, muntah, dan demam.


“Dampak jangka panjang dari pencemaran lingkungan ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada ekosistem lokal, serta penurunan kualitas tanah,“ ungkapnya.

FORMASI mendesak pemerintah daerah harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa SPPG Yayasan Sada Bina Futura mematuhi peraturan lingkungan yang berlaku. Selain itu, masyarakat juga harus diberikan informasi yang jelas tentang dampak pencemaran lingkungan ini dan cara untuk melindungi diri mereka.

“FORMASI meminta pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan ini atau SPPG Yayasan Sada Bina Futura ditutup sementara hingga mereka dapat memenuhi standar lingkungan  yang berlaku yang menjamin kesehatanya. Karena kesehatan dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,“ tegas Qorib. (Red)

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Ruang publik kembali menjadi panggung bagi geliat seni rupa di Kota Cirebon. Paguyuban Pelukis Cirebon menggelar Pameran Seni Lukis Nasional bertajuk "Katarsis" di Gramedia Grage Mall, Rabu (1/4/2026). Pameran ini menghadirkan karya-karya terpilih dari para seniman, sebagai ruang ekspresi sekaligus refleksi atas dinamika batin dan kehidupan yang terus bergerak.


Sejak hari pertama, pameran ini menarik perhatian pengunjung dengan ragam karya yang tidak hanya kuat secara visual, tetapi juga sarat makna. Setiap lukisan seolah menjadi medium untuk menyampaikan cerita, tentang kegelisahan, harapan, hingga upaya menemukan keseimbangan dalam diri.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang hadir membuka kegiatan tersebut, mengapresiasi tingginya kualitas karya yang ditampilkan. Ia menyebut pameran ini sebagai bukti bahwa para pelukis, khususnya dari Kota Cirebon, memiliki daya saing yang tidak kalah dengan daerah lain.

"Ya, hari ini saya menghadiri pameran lukisan tingkat nasional, yang dihadiri oleh beberapa kota di Jawa Barat khususnya. Ada dari Bogor, ada dari DKI, kemudian ada dari Solo, Surabaya juga ada, dan lain sebagainya. Ternyata pelukis-pelukis di Kota Cirebon juga luar biasa," ujar Wali Kota.


Ia juga menyoroti keberagaman teknik yang ditampilkan, termasuk karya lukis berbahan kaca yang menunjukkan eksplorasi artistik para seniman. Menurutnya, hal ini menjadi kekuatan tersendiri yang patut terus dikembangkan.

"Ada lukisan dari kaca dan lain sebagainya. Yang dari Cirebon tidak kalah bagus, luar biasa," lanjutnya.

Lebih jauh, Wali Kota berharap kegiatan serupa dapat terus didorong dan dikembangkan melalui dukungan perangkat daerah. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cirebon untuk mempromosikan potensi para pelukis lokal agar semakin dikenal di tingkat yang lebih luas.

"Mudah-mudahan hal semacam ini juga bisa dikembangkan lagi melalui dinas terkait, sehingga Pemerintah Kota bisa mempublikasi, mensosialisasikan bahwa di Kota Cirebon pun ada pelukis-pelukis yang luar biasa. Nanti di event-event tertentu, kita akan hadirkan para pelukis unggulan Kota Cirebon di berbagai event di tingkat nasional," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pelukis Cirebon, Guntur Alibasao, menjelaskan bahwa tema "Katarsis" dipilih sebagai representasi dari proses batin yang dialami setiap manusia, sekaligus menjadi roh dari karya-karya yang dipamerkan.

"Tema pameran kali ini adalah Katarsis, yaitu proses pelepasan segala perasaan batin, senang, sedih, takut, marah, dengan tujuan pemurnian batin atau menjadi netral, sehingga kita menjadi segar secara jasmani juga secara rohani," ungkapnya.


Melalui pameran "Katarsis", seni lukis tidak hanya hadir sebagai karya visual, tetapi juga sebagai bahasa yang mampu menjembatani rasa, mempertemukan perspektif, serta memperkaya kehidupan budaya Kota Cirebon di tengah arus modernitas. Ia berharap pameran ini tidak hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga ruang pertemuan antar seniman dari berbagai daerah untuk saling bertukar gagasan dan memperluas jejaring.


"Kami berharap pameran ini dapat menjadi wadah bagi para seniman, baik seniman dari Cirebon ataupun dari kota-kota yang lainnya, untuk memamerkan karya-karya mereka dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni lukis Kota Cirebon," tuturnya.

Guntur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, termasuk pihak Gramedia yang menyediakan ruang pamer, serta Pemerintah Kota Cirebon atas dukungan dan kehadirannya.

"Terima kasih untuk Gramedia yang bersedia memberikan fasilitas dan tempat untuk kami berpameran. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Cirebon yang telah berkenan membuka pameran ini secara resmi. Kami berharap kehadiran Bapak Wali Kota dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi para seniman dan masyarakat Kota Cirebon," tuturnya.. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu com (Cirebon) -
Pemerintah Kota Cirebon terus mendorong penguatan peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung pembangunan sosial. Hal tersebut terlihat saat Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri kegiatan halalbihalal Pengurus Daerah Gerakan Muslimat Indonesia (GMI) Kota Cirebon, Rabu (1/4/2026).


Kehadiran Wakil Wali Kota menjadi wujud apresiasi sekaligus dukungan terhadap kiprah GMI yang selama ini aktif berkontribusi di tengah masyarakat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga atas peran nyata GMI yang dinilai tidak hanya berfokus pada kegiatan internal organisasi, tetapi juga telah menjadi mitra strategis pemerintah.

"Saya berdiri di sini dengan rasa bangga dan apresiasi yang amat mendalam. GMI Kota Cirebon bukan sekadar organisasi yang berbasis pada kegiatan internal, tetapi telah menjadi mitra strategis pemerintah melalui berbagai inisiasi program nyata," ujarnya.


Ia juga mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan, mulai dari majelis ilmu, pemberdayaan ekonomi perempuan, hingga aksi sosial yang langsung menyentuh masyarakat. Menurutnya, gerakan tersebut turut menjaga nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup di Kota Cirebon.


"Saya sangat mengapresiasi kerja keras Ibu-ibu dalam menggerakkan majelis ilmu, pemberdayaan ekonomi perempuan, hingga aksi sosial yang langsung menyentuh masyarakat bawah. Inisiasi-inisiasi inilah yang menjaga denyut nadi kemanusiaan di Kota Cirebon tetap hidup," lanjutnya.

Lebih jauh, Wakil Wali Kota menyoroti tantangan zaman yang semakin kompleks, seperti pergeseran nilai moral di era digital hingga persoalan kesehatan keluarga, termasuk stunting dan ketahanan pangan. Ia menilai, GMI memiliki peran penting dalam menjawab tantangan tersebut.

"Saya memandang GMI sebagai benteng ketahanan keluarga. Ketika ibu-ibu di GMI bergerak mengedukasi masyarakat tentang pola asuh yang islami dan kemandirian ekonomi, maka sesungguhnya sedang membangun fondasi masa depan Kota Cirebon," ungkapnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Cirebon membutuhkan peran aktif para muslimat untuk masuk ke ruang-ruang keluarga, menanamkan nilai-nilai kebaikan yang tidak dapat dijangkau hanya melalui kebijakan formal. Oleh karena itu, ia mengajak GMI untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.

"Mari kita padukan dengan program pemerintah daerah agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan. Saling menguatkan berarti saling mengisi kekurangan satu sama lain demi kemaslahatan umat," tegasnya.

Sementara itu, Ketua GMI Kota Cirebon, Ana Histiana Sidik, menyampaikan bahwa GMI hadir dengan visi besar dalam melindungi keluarga, khususnya perempuan dan anak, melalui penguatan nilai keimanan serta ketahanan sosial.

"Visi kami adalah melindungi keluarga dengan membentengi iman, terutama ibu dan anak-anak dari berbagai tantangan zaman, serta memperjuangkan hak perempuan dan anak sesuai dengan syariat Islam," jelas Ana.

Ia menambahkan, GMI juga berkomitmen memperkokoh persatuan perempuan sebagai bagian penting dalam menjaga keutuhan bangsa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang dilaksanakan secara konsisten.


"Melalui misi kami, GMI berupaya melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat, agar mendapatkan rida Allah SWT," lanjutnya.


Ana juga menjelaskan bahwa kepengurusan GMI Kota Cirebon terdiri dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari akademisi, pendidik, ustazah, tokoh politik lintas partai, ASN, hingga aktivis. Keberagaman ini menjadi kekuatan dalam menjalankan program-program organisasi.

Dalam momentum Ramadan sebelumnya, GMI turut menggelar aksi sosial dengan membagikan takjil di sejumlah titik serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat, khususnya tetangga terdekat dari para pengurus.

"Kami menekankan kepedulian dari lingkungan terdekat. Setiap pengurus turut berbagi kepada tetangga sekitar. Pada kegiatan kali ini, sebanyak 80 orang menerima bingkisan sebagai bentuk kepedulian kami," ungkapnya. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon menggelar kegiatan ngopi bareng media sekaligus sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat saat bertransaksi tunai, terutama untuk mencegah peredaran uang palsu.

Kepala KPwBI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengimbau masyarakat agar selalu mengecek uang yang diterima dalam setiap transaksi.


“Ketika menerima uang, lakukan pengecekan. Jika ragu, hentikan transaksi. Luangkan waktu untuk memastikan keasliannya dengan metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).


Ia menjelaskan, metode 3D merupakan cara sederhana yang dapat dilakukan siapa saja untuk mengenali keaslian uang rupiah.

Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah membedakan antara uang asli dan palsu.


Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah peredaran uang palsu di lingkungan sekitar.


Karena itu, Bank Indonesia terus mendorong edukasi agar masyarakat semakin waspada saat bertransaksi.

“Saya harap masyarakat bisa lebih aware dan berhati-hati ketika bertransaksi secara tunai,” ungkapnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon menggelar sosialisasi terkait ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada masyarakat guna meningkatkan kewaspadaan saat bertransaksi tunai.

Kepala KPwBI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek uang yang diterima agar terhindar dari peredaran uang palsu.


“Ketika menerima uang, lakukan pengecekan. Jika ragu, hentikan transaksi. Luangkan waktu untuk memastikan keasliannya dengan metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang,” ujarnya saat kegiatan ngopi bareng media di Kantor BI Cirebon, Kamis (2/4/2026).


Ia menjelaskan, metode 3D merupakan cara sederhana yang dapat dilakukan siapa saja untuk mengenali keaslian uang rupiah. Melalui langkah tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah membedakan uang asli dan palsu.


Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah peredaran uang palsu di lingkungan sekitar.


Karena itu, Bank Indonesia terus mendorong edukasi agar masyarakat semakin waspada.

“Saya harap masyarakat bisa lebih aware dan berhati-hati ketika bertransaksi secara tunai,” ungkapnya. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top