Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

Ramai  Ditengah Efesiensi Anggaran Reses  Naik Signifikan

E satu.com (Indramayu) - Di tengah seruan pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi anggaran, alokasi dana reses anggota DPRD Kabupaten Indramayu justru mengalami kenaikan pada 2026. Anggaran yang sebelumnya sekitar Rp7,9 miliar pada 2025 meningkat menjadi Rp9,4 miliar tahun ini, atau tepatnya Rp9.425.295.400.

Kenaikan hampir Rp1,5 miliar tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat sipil. Sebab, reses yang sejatinya menjadi sarana anggota dewan menyerap aspirasi masyarakat kini dibayangi dugaan praktik komersialisasi pokok pikiran (Pokir) DPRD yang bersumber dari hasil kegiatan tersebut.

Reses merupakan masa ketika anggota legislatif turun ke daerah pemilihannya untuk bertemu konstituen, mendengarkan keluhan warga, lalu merumuskannya menjadi usulan program pembangunan. Aspirasi yang dihimpun kemudian masuk dalam Pokir DPRD, yang selanjutnya dapat diakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Namun, sejumlah sumber menyebut praktik ideal tersebut diduga tidak sepenuhnya berjalan sebagaimana mestinya.

Seorang warga Indramayu berinisial NR, 53 tahun, mengaku pernah diminta menyetorkan uang muka agar memperoleh pekerjaan proyek yang disebut berasal dari Pokir anggota DPRD.

“Kami sudah membayar DP sekitar Rp34 juta untuk proyek senilai Rp200 juta. Kalau dihitung sekitar 17 persen,” ujar NR kepada wartawan, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurut dia, praktik semacam itu bukan lagi hal asing di lingkungan pelaksana proyek daerah. Ia bahkan menyebut dugaan jual beli proyek aspirasi telah menjadi pembicaraan yang lazim terdengar.

Pernyataan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD terkait tuduhan tersebut.

Ketua Warung Nusantara 88 (WN 88) Kabupaten Indramayu, Ahmad Nur Irsyad, mengaku prihatin mendengar kabar mengenai dugaan transaksi proyek Pokir. Menurut dia, apabila praktik tersebut benar terjadi, maka tujuan awal reses sebagai instrumen perjuangan aspirasi masyarakat telah bergeser menjadi sarana kepentingan kelompok tertentu.

“Rakyat menyampaikan kebutuhan pembangunan dengan harapan diperjuangkan. Jika kemudian proyeknya diperjualbelikan, tentu sangat ironis,” kata Irsyad.

Ia menilai dugaan adanya potongan tertentu dalam proses penunjukan pelaksana proyek berpotensi berdampak pada kualitas pekerjaan di lapangan.

“Logikanya sederhana. Jika sejak awal sudah ada biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan proyek, maka pelaksana akan mencari cara mengembalikan modal dan memperoleh keuntungan. Pertanyaannya, bagaimana kualitas pekerjaan yang diterima masyarakat?” ujarnya.

Irsyad mengatakan organisasinya akan mengumpulkan berbagai informasi dan bukti sebelum menentukan langkah lebih lanjut, termasuk kemungkinan melaporkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.

Sorotan juga datang dari Ketua Forum Peduli Indramayu (FPI), Masdi. Ia mengingatkan bahwa hasil reses seharusnya menjadi instrumen perjuangan aspirasi warga, bukan alat untuk memperkaya pihak tertentu.

“Kalau benar ada jual beli proyek Pokir, ini melukai kepercayaan masyarakat yang telah memilih wakilnya di parlemen,” kata Masdi.

Selain menyoroti dugaan komersialisasi Pokir, Masdi mempertanyakan kenaikan anggaran reses yang mencapai Rp9,4 miliar pada saat pemerintah sedang mendorong penghematan belanja daerah.

Menurut dia, penggunaan anggaran tersebut perlu ditelusuri secara rinci. Sebab, pelaksanaan reses yang selama ini terlihat di lapangan dinilai tidak membutuhkan biaya sebesar yang dialokasikan.

“Sering kali kegiatan reses hanya dihadiri puluhan orang dan berlangsung sederhana. Karena itu publik berhak mengetahui rincian penggunaan anggarannya,” ujarnya.

Masdi mendesak adanya transparansi dan pengawasan terhadap penggunaan dana reses agar tidak menimbulkan potensi penyimpangan keuangan daerah.

Upaya konfirmasi kepada pimpinan DPRD Indramayu belum membuahkan hasil. Wakil Ketua DPRD Indramayu, H. Sirojudin, yang dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Rabu malam, 3 Juni 2026, belum memberikan tanggapan atas pertanyaan mengenai kenaikan dana reses maupun dugaan jual beli proyek Pokir.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak DPRD terkait berbagai tuduhan yang berkembang tersebut.

Di tengah meningkatnya alokasi dana reses dan munculnya berbagai dugaan penyimpangan, satu pertanyaan yang kini mengemuka di ruang publik Indramayu adalah: sejauh mana aspirasi rakyat benar-benar menjadi prioritas, dan bukan sekadar pintu masuk bagi kepentingan lain yang mengatasnamakan pembangunan. (Th)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cirebon menggelar silaturahmi bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Cirebon. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan sekaligus memperkuat sinergi antar pelaku industri media di daerah, Kamis (4/6/2026).

Ketua SMSI Kota Cirebon, Mastari menyampaikan, bahwa SMSI merupakan organisasi konstituen Dewan Pers yang menaungi perusahaan media siber di berbagai daerah. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antarorganisasi pers dan organisasi lainnya, dalam membangun ekosistem media yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.

Ia juga menyebutkan bahwa jumlah anggota SMSI terus berkembang dan menjadi salah satu organisasi perusahaan media siber terbesar secara nasional, dengan ribuan anggota di seluruh Indonesia serta ratusan anggota di tingkat provinsi, termasuk Jawa Barat.

Melalui forum silaturahmi ini, SMSI menekankan pentingnya menjaga kemitraan yang telah terjalin sekaligus meningkatkan kerja sama dalam berbagai aspek, mulai dari publikasi, penguatan organisasi, hingga peran media di tengah masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia pers di daerah.

“Kegiatan silaturahmi ini juga menjadi ruang diskusi untuk memperkuat peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat, profesional, dan berimbang kepada publik,” ujar Mastari.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis menyambut baik silaturahmi SMSI Kota Cirebon dalam rangka penguatan dan kolaborasi kelembagaan. 

"Kami menyambut baik silaturahmi dari SMSI Kota Cirebon ini. Karena kolaborasi dengan media dalam rangka penguatan publikasi perlu dilakukan. Terima kasih selama ini, peran-peran media dalam melakukan informasi dan edukasi bersama BI terus terjalin dengan baik," ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menjelaskan, terdapat dua deputi utama di lingkungan Bl, yakni deputi yang membidangi sistem pembayaran (tunai dan non-tunai) serta deputi yang fokus pada ekonomi dan keuangan daerah, termasuk pengendalian inflasi dan penguatan program ekonomi seperti Lembaga Keuangan Mikro (LKM) syariah.

Selain itu, BI Cirebon juga memperkenalkan tim Humas sebagai garda terdepan dalam komunikasi publik serta penguatan hubungan dengan media di wilayah Cirebon.

Ia menegaskan bahwa rotasi dan penugasan pegawai merupakan hal yang rutin dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus upaya meningkatkan kinerja dan efektivitas pelaksanaan tugas.

“Rotasi dan penugasan ini merupakan hal yang lazim dalam organisasi, sebagai bentuk penyegaran sekaligus penguatan kinerja agar pelaksanaan tugas semakin optimal,” pungkasnya.
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Tangerang) - Untuk mendorong transformasi pelaksanaan pengadaan di lingkungan kerja Pemkot Tangerang, khususnya di bidang konstruksi  agar dapat berjalan secara transparan, akuntabel dan efisien. Pemerintah Kota Tangerang  menggelar  sosialisasi  pelaksanaan E-purchasing pekerjaan kontruksi dengan mimi komposisi. Di Aula Al - Amanah , Puspem Kota Tangerang pada Rabu, 3 Mei 2027

Dalam sambutannya Walikota Tangerang, Sachrudin menyampaikan, bahwa sosialisasi tersebut digelar untuk memasifkan informasi sistem pengadaan barang dan jasa

“Kami menggelar sosialisasi ini untuk memasifkan informasi sistem pengadaan barang dan jasa khususnya di bidang konstruksi agar terciptanya kesepahaman yang jelas antara pemerintah dan para pelaku usaha dan penyedia dari sektor swasa agar bersama-sama menciptakan sistem pengadaan yang transparan dan berkualitas hasilnya,” ujar Sachrudin

Menurutnya pelaksanaan mini kompetisi dinilai bermanfaat besar untuk menciptakan ruang kompetisi yang sehat bagi para penyedia barang dan jasa untuk memberikan produk dan layanan terbaik bagi mitra strategis yang terdiri dari sejumlah dinas terkait seperti Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang.


“Kami akan terus memasifkan informasi adanya mekanisne mini kompetisi dalam proses pengadaan ini. Semoga para pelaku usaha serta penyedia barang dan jasa bisa menyambut baik untuk berkolaborasi ke depan menyukseskan pembangunan di Kota Tangerang,” tambahnya.

Pelaksanaan mini kompetisi juga disambut baik oleh para penyedia barang dan jasa untuk berkolaborasi bersama mendorong produktivitas pembangunan yang berkelanjutan di Kota Tangerang.


“Sosialisasi ini sangat penting untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah dan pihak penyedia terutama adanya mekanisme mini kompetisi yang tadi disampaikan. Kami sendiri menyambut baik karena semuanya jadi jauh lebih terbuka. Semoga ini menjadi langkah yang baik untuk menjalin kerja sama ke depannya,” Kata  Siska Siska dari Perseoan Terbatas (PT) Baraka Karta Jaya.

Sumber  : Diskominfo Kota Tangerang

( AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Dugaan pemerasan yang menyeret salah satu oknum penyidik Polres Majalengka dalam penanganan kasus dugaan pelecehan seksual akhirnya menemui titik terang.

Oknum polisi berinisial Ipda RU dinyatakan melanggar kode etik dan dijatuhi sanksi demosi selama satu tahun.

Hal itu disampaikan kuasa hukum tersangka R, Agus Prayoga, usai mengikuti persidangan etik yang digelar di Unit Propam Polres Majalengka dan dipimpin Wakapolres Majalengka.

"Dalam persidangan, Ipda RU terbukti melakukan perbuatan tercela dan melanggar kode etik. Atas perbuatannya, RU disanksi mutasi dan demosi," kata Agus kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).

Menurut Agus, dalam fakta persidangan terungkap bahwa Ipda RU terbukti meminta uang kepada keluarga tersangka R. Namun, hingga saat ini Propam belum menemukan bukti bahwa uang yang diminta tersebut benar-benar diterima oleh oknum penyidik tersebut.

"Hanya meminta, belum menerima uangnya. Ini yang coba didalami apakah inisiatif sendiri untuk menutup perkara atau ada pihak lain," ujarnya.

Meski mengaku belum sepenuhnya puas dengan hasil sidang etik tersebut, Agus menilai putusan itu menjadi langkah awal untuk mengungkap dugaan pelanggaran yang terjadi dalam penanganan perkara kliennya.

Ia mendesak Propam Polres Majalengka untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam dugaan pemerasan tersebut.

"Pasti ada oknum yang memang sengaja memanfaatkan perkara tersebut untuk kepentingan pribadi. Maka saya meminta dilakukan penyidikan lebih dalam," katanya.

Selain itu, Agus juga meminta kepolisian melakukan pemeriksaan ulang terhadap berkas perkara R yang menurutnya terkesan dipaksakan untuk tetap berjalan ke tahap penyidikan.

Ia menjelaskan, antara korban dan tersangka telah menempuh jalur perdamaian dan saling memaafkan. Namun demikian, proses hukum terhadap R tetap berlanjut hingga penetapan tersangka.

"Jalan damai sudah ditempuh, tapi proses hukum tetap berjalan. Harusnya pihak kepolisian memakai asas Ultimum Remedium, bahwa sanksi pidana hendaknya menjadi upaya terakhir dalam penegakan hukum," tegas Agus.

Sementara itu, ibu tersangka R, Erni, mengaku telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan sejak Desember 2025.

Menurutnya, pihak keluarga telah menyerahkan uang sebesar Rp50 juta kepada korban sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian.

Namun hingga kini laporan yang telah dibuat tidak dicabut sehingga proses hukum tetap berjalan.

Dalam perkara tersebut juga muncul dugaan adanya oknum penyidik yang meminta uang sebesar Rp200 juta kepada keluarga tersangka terkait penanganan kasus. Dugaan itu telah dilaporkan ke Propam dan saat ini masih dalam proses penanganan.

"Sudah ada damai antara anak saya dengan korban. Anak saya memang salah, tapi kan sudah ada perdamaian dengan keluarga korban. Tapi kenapa perkara ini tetap lanjut?" ujar Erni sambil menangis. (Wn)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon)  -
Ribuan warga memadati kegiatan Pertunjukan Kesenian Rakyat bertajuk “Ngajaga Jiwa, Ngajaga Raga: Warga Sehat Bangsa Kuat” yang digelar di Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (2/6/2026) malam.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Selain menghadirkan hiburan rakyat berupa pagelaran wayang golek yang dibawakan Ki Dalang Yogaswara Kusnandar, acara juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi warga.

Sejak siang hari, masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon mulai berdatangan untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang menggabungkan unsur edukasi kesehatan dengan pelestarian budaya lokal tersebut.


Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komdigi RI yang telah memilih Kabupaten Cirebon, khususnya Desa Matangaji, sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang telah memilih Kabupaten Cirebon, khususnya Desa Matangaji, sebagai lokasi kegiatan yang sangat bermanfaat ini,” ujarnya.

Jigus sapaan akrabnya, juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, UPTD Puskesmas Sumber, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, pemerintah desa, hingga masyarakat yang turut mendukung suksesnya acara tersebut.


Menurutnya, kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab rumah sakit atau puskesmas, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, kegiatan yang memadukan edukasi kesehatan dengan kesenian rakyat dinilai menjadi pendekatan yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat.

“Pesan kesehatan menjadi lebih mudah dipahami, lebih dekat dengan masyarakat, dan tentunya lebih menyenangkan,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah disediakan pemerintah sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan sejak dini.

Jigus menilai tema “Ngajaga Jiwa, Ngajaga Raga” sangat relevan dengan kondisi saat ini, karena menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik sekaligus kesehatan mental.

“Warga yang sehat akan melahirkan keluarga yang kuat, masyarakat yang produktif, dan pada akhirnya menjadi fondasi bagi bangsa yang maju,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kemitraan Komunikasi
Lembaga dan Kehumasan, Komdigi, Marroli Jeni Indarto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyosialisasikan berbagai program prioritas Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat.

Menurut Marroli, salah satu isu yang menjadi perhatian pemerintah saat ini adalah kesehatan mental anak di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.

Kemudahan akses terhadap berbagai konten di internet, termasuk konten yang tidak sesuai dengan usia anak, berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan mental generasi muda.

Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Komdigi terus mendorong berbagai kebijakan perlindungan anak di ruang digital, termasuk pembatasan usia penggunaan media sosial sebagai upaya menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak.

Selain itu, Program Cek Kesehatan Gratis juga menjadi salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mendeteksi risiko penyakit sejak dini.


“Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga memperoleh informasi yang bermanfaat untuk kehidupan mereka. Presiden memiliki perhatian besar terhadap masa depan anak-anak Indonesia, sehingga fondasi kesehatan fisik dan mental harus dibangun sejak sekarang,” tutur Marroli.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun mental, sekaligus tetap melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.

Acara yang berlangsung hingga malam hari tersebut menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat sekaligus sarana edukasi yang dikemas secara menarik melalui pertunjukan seni tradisional yang dekat dengan kehidupan warga. 

Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon melakukan pengurasan besar-besaran di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Minggu, Kecamatan Palimanan, Rabu (3/6/2026).

Upaya tersebut dilakukan untuk mengatasi penumpukan sampah, sekaligus menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.

Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengatakan pihaknya mengerahkan satu alat berat, tujuh armada dump truck, dan dua armada truk amrol guna mempercepat proses pengangkutan sampah di lokasi.


“Alhamdulillah, pada hari ini kami dari Dinas Lingkungan Hidup mengadakan pengurasan di TPS Pasar Minggu. Kami mengerahkan tujuh armada dump truck, dua armada truk amrol, dan satu alat berat,” ujar Dede.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen DLH dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung kenyamanan aktivitas ekonomi di kawasan pasar.

“Mudah-mudahan dengan pengurasan ini Pasar Minggu akan menjadi lebih nyaman,” katanya.

Selain melakukan pengangkutan sampah, DLH juga mendorong pemanfaatan sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas pasar.

Dede menilai, sampah organik memiliki potensi untuk diolah menjadi bahan pakan maggot, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.


“Saya lihat sampah pasar di Pasar Minggu ini banyak sekali sampah organiknya, sehingga dapat bermanfaat untuk menjadi bahan pakan maggot,” ungkapnya.

Sejak pagi, alat berat tampak bekerja mengeruk tumpukan sampah dan memindahkannya ke armada pengangkut yang telah disiagakan. Proses pembersihan berlangsung lancar di tengah aktivitas pasar.

Dengan dikerahkannya alat berat dan sembilan armada pengangkut, tumpukan sampah di TPS Pasar Minggu kini berangsur berkurang.

Upaya tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih tertata, sekaligus mendorong pemanfaatan sampah organik secara produktif dan berkelanjutan.

Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top