Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) -
Peran serta masyarakat dalam proses pembangunan dinilai sangat penting, salah satunya melalui pandangan, penilaian, maupun kritik yang disampaikan secara baik, objektif, dan terarah. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi bahan koreksi dan evaluasi guna meningkatkan kualitas pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.

Seperti yang dilakukan komunitas MCI Pejuang Keadilan Kota Tangerang, yang mencoba melakukan survei dan wawancara terkait sudut pandang masyarakat terhadap sikap dan kinerja anggota dewan. Pasar Kamis 21 Mei 2026 

Hasil survei tersebut rencananya akan dijadikan bahan dalam diskusi publik.

Survei atau wawancara dilakukan terhadap sekitar 50 warga Kota Tangerang di beberapa kecamatan, yang terdiri dari aktivis, jurnalis, praktisi pendidikan, praktisi hukum, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda.

Hasil sementara menunjukkan sekitar 80 persen responden cenderung tidak memberikan pandangan, bersikap pasif, atau masa bodoh terhadap sikap maupun kinerja para anggota dewan. Sementara sekitar 20 persen lainnya berani menyampaikan pandangan, kritik, dan evaluasi terhadap sikap serta kinerja anggota dewan, khususnya di tingkat Kota Tangerang dan Provinsi Banten.

Sebagian besar responden juga menyatakan setuju apabila digelar diskusi publik dengan tema “Sudut Pandang Masyarakat Terhadap Sikap atau Kinerja Para Anggota Dewan.”

Berikut beberapa pandangan masyarakat yang berhasil dihimpun:

1. Endah Prihatiningsih, SH
(Aktivis Perempuan)

“Kenyataannya di lapangan, banyak anggota DPRD di Kota Tangerang yang hanya fokus kepada konstituennya saja, sehingga masih ada masyarakat yang merasa terabaikan.
Selain itu, antara anggaran dan penerima manfaat dinilai belum seimbang sehingga hasilnya belum memenuhi harapan masyarakat.”

2. Mahmud Ali
(Pelaku UMKM)

“Saya setuju diadakan diskusi publik. Biar masyarakat tahu mana anggota dewan yang produktif dan mana yang seperti mobil mogok.
Dengan begitu rakyat bisa melakukan evaluasi pada pemilu mendatang. Yang tidak memperjuangkan kepentingan rakyat sebaiknya jangan dipilih lagi. Terus bersuara, kami dukung.”

3. Cak Hendro
(Aktivis)

“Kinerja DPRD Provinsi Banten maupun DPRD Kota Tangerang tentu masih perlu terus ditingkatkan, terutama dalam hal kedekatan dengan masyarakat, transparansi, serta realisasi program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
Masyarakat berharap para anggota dewan lebih aktif turun langsung mendengar keluhan warga dan memperjuangkan kepentingan masyarakat secara nyata.
Saya setuju apabila MCI Kota Tangerang mengadakan diskusi publik dengan tema tersebut, karena bisa menjadi wadah aspirasi masyarakat sekaligus masukan positif bagi para pemangku kebijakan agar pembangunan dan pelayanan menjadi lebih baik.”

4. Rohman Rosadi
(Jurnalis)

“Memang belum terlalu terlihat anggota DPRD turun langsung ke masyarakat sejak masa pencalonan hingga sekarang. Kalaupun ada, biasanya setelah ada pengaduan masyarakat atau saat mengadakan rapat dengar pendapat.
Karena itu penting menghadirkan narasumber dari masyarakat agar keluhan dan harapan warga benar-benar tersampaikan.

Rakyat juga jangan takut bersuara, baik akademisi, aktivis, LSM, maupun masyarakat sipil. Kadang banyak yang mengeluh di belakang, tetapi enggan berbicara di depan kamera atau forum resmi, sehingga aspirasi mereka tidak sampai kepada pemangku kepentingan.”

Pihak penyelenggara menyampaikan bahwa tidak seluruh nama atau data responden dipublikasikan. Namun apabila ada pihak yang ingin mengetahui lebih lanjut terkait hasil survei atau data wawancara tersebut, dapat menghubungi pihak redaksi.

(AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Tangerang) - BAZNAS Kota Tangerang rutin menyalurkan bantuan sosial, pendidikan, dan kesehatan kepada masyarakat yang tercatat sebagai kalangan kurang mampu. Namun, bantuan tersebut dinilai belum dapat menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat karena besarnya bantuan masih menyesuaikan jumlah dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang masuk melalui BAZNAS.

Hal tersebut berbeda dengan bantuan sosial pemerintah yang bersumber dari APBN maupun APBD yang berasal dari pajak masyarakat. Program bantuan pemerintah dinilai memiliki jangkauan lebih luas karena besarnya anggaran disesuaikan dengan jumlah penerimaan pajak yang nilainya sangat besar.

Untuk mengetahui lebih jauh terkait pengelolaan dana ZIS, awak media mencoba menghubungi pengurus  melalui aplikasi WhatsApp guna meminta keterangan mengenai jumlah dana ZIS yang terkumpul serta yang telah disalurkan kepada para mustahiq.


Menurut keterangan pengurus BAZNAS, data tersebut akan disampaikan dalam laporan berkala setiap tiga bulan secara lengkap dengan data yang akurat, otentik, dan transparan.


Namun saat ditanya mengenai jumlah ASN Kota Tangerang maupun anggota dewan yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, pihak pengurus menjelaskan bahwa cukup banyak ASN dari berbagai instansi di Kota Tangerang yang telah menyalurkan ZIS melalui BAZNAS

Sementara itu, untuk kalangan anggota dewan, hingga saat ini disebutkan belum ada yang menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah melalui BAZNAS Kota Tangerang

(AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Indramayu) - Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan (LKD/K) se-Kabupaten Indramayu Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, memperkuat pembangunan desa, serta menjaga kerukunan sosial di lingkungan masyarakat.

Kegiatan tersebut menghadirkan Bupati Indramayu Lucky Hakim  diwakili Staf ahli Bidang Pemerintahan,Hukum dan Politik H. Yus Yusmana, bersama sejumlah narasumber dan pejabat daerah, di antaranya Dari Baprida Kabupaten Indramau,dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabid Iqwan,Ketua APDESI H. Tarkani,dan Ketua LPM Sekabupaten Indramayu Yoga Rahadiansah dengan Menghadirkan Moderator yang Profesional, Dede Hidayat M.Si.

Acara ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas dan peran lembaga kemasyarakatan desa maupun kelurahan sebagai mitra strategis pemerintah.


Dalam sambutannya, Lucky Hakim  diwakili  Staf Ahli H. Yus Yusmana, menegaskan bahwa keberadaan LKD/K memiliki peranan penting dalam membantu pemerintah bmenjalankan program pelayanan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia sangat dibutuhkan agar pelayanan publik semakin optimal dan pembangunan daerah berjalan efektif.


“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pengurus lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pembangunan, serta menjaga kerukunan sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas DPMD Kabupaten Indramayu Melalui Sekertaris Dinas (Sekdis) Kadmidi menyampaikan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas ini juga menjadi wadah pembinaan sekaligus penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dengan lembaga kemasyarakatan di desa dan kelurahan.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi penguatan tugas dan fungsi LKD/K, peningkatan pelayanan masyarakat, pengelolaan kelembagaan, hingga strategi membangun harmonisasi sosial di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.


Dengan adanya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap seluruh LKD/K dapat semakin profesional, aktif, dan mampu menjadi garda terdepan dalam mendukung pelayanan publik serta pembangunan desa yang berkelanjutan di Kabupaten Indramayu.


Adapun Tujuan dari Kegiatan ini adalah adanya pemahaman dari peserta ini dari tugas pokok dan fungsi yang mereka miliki dan yang ke-duanya dari Lembaga kemasyarakatan desa ini berkontribusi, berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah desa dalam melaksanakan percepatan pembangunan desa yang baik, pelayanan yang baik,dan pemberdayaan desa yang baik dan pembinaan yang baik.

Adapun peserta kegiatan ini di bagi dua sesi untuk sesi pertama peserta dari RT dan RW Sekabupaten Indramayu, dan Untuk Sesi kedua dari Lembaga kemasyarakatan desa atau LPM Sekabupaten Indramayu.Tutupnya (iwan)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Jakarta) -
Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Herman Khaeron, menyatakan optimisme terhadap arah kebijakan ekonomi nasional yang disampaikan Presiden RI dalam pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027.

Menurut Herman, pidato Presiden menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen strategis untuk melindungi rakyat dan memperkuat fondasi negara.

“Saya sepakat dengan Presiden bahwa APBN bukan sekadar dokumen. APBN adalah alat untuk melindungi rakyat, alat untuk memperkokoh sendi-sendi negara, dan alat untuk mensejahterakan rakyat,” kata Herman dalam keterangannya di Jakarta, Rabu(20/5/2026)

Ia menilai target ekonomi yang dipatok pemerintah untuk 2027 memang menantang, namun tetap realistis jika dibarengi strategi agresif dan konsisten. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen, dengan pendapatan negara sebesar 11,82–12,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sementara belanja negara diproyeksikan berada pada kisaran 13,62–14,80 persen dari PDB.

Adapun defisit pembiayaan diperkirakan berada pada rentang 1,8–2,4 persen dari PDB.

“Target pertumbuhan ekonomi tersebut tentu bukan hal mudah di tengah ketidakpastian global. Namun kami yakin pemerintah memiliki cara dan strategi yang agresif untuk mencapainya,” ujar Herman.

Ia juga menyoroti target inflasi yang dijaga pada kisaran 1,5–3,5 persen sebagai indikator stabilitas harga barang dan jasa. Sementara asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 dinilai cukup adaptif terhadap dinamika ekonomi global.

Menurut Herman, penguatan ekspor dan pengurangan ketergantungan impor menjadi kunci penting menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia menilai pemerintah perlu terus mendorong hilirisasi industri dan peningkatan daya saing produk dalam negeri.

Selain itu, Herman menilai asumsi harga minyak mentah dunia pada level 70–90 dolar AS per barel cukup realistis di tengah ketegangan geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah. Namun ia berharap harga energi global dapat kembali stabil apabila situasi internasional membaik.

Di sisi lain, ia mendukung langkah pemerintah mempercepat diversifikasi energi baru dan terbarukan, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya serta pengolahan energi berbasis sampah.


Herman juga menyoroti pesan Presiden terkait pentingnya memperkuat sumber pembiayaan pembangunan nasional melalui optimalisasi komoditas strategis seperti sawit, batu bara, dan paduan besi. Presiden disebut memperkirakan potensi devisa dari tiga sektor tersebut dapat mencapai 65 miliar dolar AS atau setara Rp1.100 triliun.

Tak hanya itu, Herman mendukung langkah pemerintah membenahi tata kelola ekspor sumber daya alam, termasuk dugaan praktik under invoicing yang disebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan merugikan negara hingga ratusan miliar dolar AS.

“Kalau ini benar terjadi, tentu tidak boleh dibiarkan terus menerus. Semua lembaga negara harus diperbaiki, termasuk tata kelola di Bea Cukai,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga tetap memberi ruang besar bagi sektor swasta untuk berkembang.

Menurutnya, sejumlah perusahaan nasional telah berhasil menembus pasar global dan menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah dan dunia usaha akan menjadi kekuatan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Polres Cirebon Kota mendadak dipenuhi suara riang anak-anak pada Rabu (20/5/2026) pagi. 

Puluhan siswa TKIT Imam Bondjol Kota Cirebon tampak antusias mengikuti kegiatan Pembinaan Polisi Sahabat Anak (Polsanak) yang digelar Satlantas Polres Cirebon Kota.

Kegiatan edukasi yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu dikemas santai dan interaktif. Anak-anak diajak mengenal profesi polisi sekaligus belajar keselamatan berlalu lintas sejak usia dini dengan cara menyenangkan.

Kasat Lantas Polres Cirebon Kota, Hadi Suryanto mengatakan program Polisi Sahabat Anak bertujuan menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada anak-anak sejak kecil.


“Melalui kegiatan ini kami ingin mengenalkan profesi kepolisian kepada anak-anak sekaligus memberikan pemahaman dasar mengenai keselamatan berlalu lintas dengan metode yang mudah dipahami anak usia dini,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan berbagai materi dasar keselamatan di jalan raya. Mulai dari cara aman berangkat ke sekolah, pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, hingga mengenal rambu-rambu yang sering ditemui di jalan.
Suasana semakin meriah ketika para siswa diajak berinteraksi langsung dengan anggota polisi.

Mereka terlihat aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti simulasi sederhana tentang tata cara menyeberang jalan dengan aman.

Selain edukasi lalu lintas, polisi juga mengenalkan tugas-tugas kepolisian kepada anak-anak. Mulai dari fungsi pelayanan masyarakat hingga pentingnya disiplin dalam kehidupan sehari-hari.


Program Polisi Sahabat Anak ini juga menjadi upaya membangun kedekatan emosional antara polisi dan anak-anak. Dengan pendekatan humanis, diharapkan anak-anak tidak merasa takut kepada polisi, melainkan menganggap polisi sebagai sahabat yang menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Mereka terlihat ceria saat diperlihatkan berbagai simbol rambu lalu lintas sambil mendengarkan penjelasan dari anggota Satlantas.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota, M. Aris Hermanto menambahkan bahwa kegiatan Polisi Sahabat Anak merupakan bagian dari edukasi humanis kepolisian kepada generasi muda.

“Kami mengimbau para orang tua untuk terus mendampingi dan memberikan contoh tertib berlalu lintas kepada anak-anak serta segera menghubungi Layanan Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian maupun informasi terkait keamanan dan keselamatan masyarakat,” katanya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Cuaca panas hingga beragam penyakit tropis yang banyak ditemukan di Indonesia ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa kedokteran asal Belanda untuk belajar di Kota Cirebon, Jawa Barat.

Melalui program student exchange, dua mahasiswa dari Radboud University datang ke Universitas Swadaya Gunung Jati untuk mempelajari langsung penyakit tropis yang jarang ditemui di negara mereka.

Dua mahasiswa tersebut diketahui bernama Bin Yang Liem dan Susanna Bijsterboch. Keduanya menjalani pembelajaran dan magang di Fakultas Kedokteran UGJ selama dua bulan setengah sejak Maret 2026.

Salah satu mahasiswa asal Belanda, Bin Yang Liem mengaku banyak mendapatkan pengalaman baru selama belajar kedokteran di Cirebon.

Ia mengatakan berbagai penyakit tropis yang ditemukan di Indonesia menjadi hal menarik karena belum pernah ditemui sebelumnya di Belanda.

“Di sini ada banyak tropical disease atau penyakit tropis yang tidak ada di Belanda. Ini pertama kali kami melihat penyakit itu di sini,” ujar Bin saat diwawancarai media, Rabu (20/5/2026).

Selain pengalaman akademik, Bin juga mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat dan lingkungan kampus selama berada di Cirebon.

“Kami belajar banyak dan orang-orang di sini baik-baik,” ucapnya.

Namun, Bin mengaku sempat mengalami kendala dalam proses pembelajaran, terutama saat harus berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia dengan pasien.

“Kesulitannya bicara bahasa Indonesia,” jelas dia sambil tertawa.

Meski begitu, ia menyebut mahasiswa koas Fakultas Kedokteran UGJ banyak membantu dirinya dan Susanna saat menjalani praktik lapangan.

“Kami didukung dari koas di UGJ untuk bicara dengan pasien dan supervisor,” katanya.

Sementara itu, Rektor UGJ Cirebon, Achmad Faqih mengatakan program tersebut merupakan bagian dari kerja sama internasional antara Fakultas Kedokteran UGJ dengan Radboud University Belanda.

“Kita kedatangan mahasiswa dari Radboud University, dari Nijmegen, Belanda. Mereka belajar di bidang kedokteran, khususnya penyakit tropikal atau Tropical Medicine,” ujar Achmad.

Menurutnya, kerja sama internasional itu telah berjalan sejak tahun 2024 dan kini memasuki batch ketujuh. Program tersebut juga menjadi langkah UGJ untuk memperluas jejaring pendidikan hingga tingkat global.

“Ini merupakan suatu prestasi. Kami selaku rektor bangga dengan aktivitas Fakultas Kedokteran untuk kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di dunia,” ucapnya.

Achmad menambahkan, selain bekerja sama dengan Radboud University, UGJ juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah kampus luar negeri lainnya seperti Poitiers University, Mahidol University, serta beberapa perguruan tinggi di China.

Dalam kesempatan yang sama, pihak dekanat FK UGJ menyebut selama tujuh batch program student exchange, sudah ada 34 mahasiswa asal Belanda yang datang ke Cirebon untuk belajar di bidang kedokteran tropis.

“Tidak hanya mahasiswa Radboud saja yang ke Indonesia, tapi mahasiswa FK UGJ juga nantinya akan belajar di Radboud University,” jelasnya. (Wandi)

“Dampaknya dirasakan langsung oleh klien kami, baik secara fisik maupun psikis. Jika tidak diturunkan, kami akan mengambil langkah hukum,” tegasnya.

Selain itu, Reno menilai unggahan tersebut memicu munculnya komentar-komentar bernada tendensius yang menyeret nama MU, padahal kliennya disebut tidak mengetahui secara langsung perkara yang dimaksud.

Pihaknya juga mengaku telah mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Sumber terkait persoalan tersebut.

Tak hanya terhadap pengelola akun media sosial, Reno menyebut pihaknya juga mempertimbangkan langkah hukum terhadap sejumlah akun yang meninggalkan komentar bernada dugaan pencemaran nama baik.

“Kami mengimbau masyarakat dan netizen lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” pungkasnya. (Wandi)

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top