Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -  Anggota DPRD Kota Cirebon dari Fraksi Partai Gerindra, Fitrah Malik, menggelar Reses Masa Persidangan (MP) III Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) 2, Kecamatan Lemahwungkuk. Kegiatan reses legislator dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut berlangsung di salah satu kafe di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Kota Cirebon, Rabu (19/8/2026).

Pertemuan itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang bagi Fitrah Malik untuk berdiskusi dan menyerap berbagai aspirasi masyarakat di wilayah Dapil 2.

Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan dan kebutuhan yang dirasakan di lingkungan masing-masing.


Aspirasi tersebut menjadi masukan bagi Fitrah dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan sebagai anggota DPRD Kota Cirebon.


Fitrah mengatakan, kegiatan reses merupakan momentum penting bagi anggota dewan untuk turun langsung bertemu masyarakat dan mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi.

Menurutnya, aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui lembaga DPRD sesuai dengan kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah daerah.

“Reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Apa yang disampaikan tentu menjadi catatan dan bahan evaluasi untuk kami perjuangkan,” ujar Fitrah.

Ia menambahkan, komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat perlu terus dibangun. Dengan komunikasi tersebut, berbagai persoalan di tingkat masyarakat dapat diketahui secara langsung dan dicarikan solusi bersama.


Fitrah juga berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan aspirasi maupun kritik kepada wakil rakyat.


Menurutnya, masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Silaturahmi dan komunikasi seperti ini harus terus dijaga. Kami ingin memastikan aspirasi masyarakat bisa tersampaikan dan menjadi perhatian dalam pembahasan kebijakan di DPRD,” katanya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -  Polisi mengungkap perkembangan kasus pencurian yang terjadi saat proses evakuasi rumah terbakar di Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan dua tersangka berinisial SS dan SB. Keduanya diduga memanfaatkan situasi ketika warga tengah sibuk menyelamatkan barang-barang milik korban dari rumah yang terbakar.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Bimantoro Kurniawan, mengatakan kedua tersangka awalnya datang untuk membantu korban mengevakuasi barang. Namun, niat keduanya berubah setelah melihat barang berharga milik korban yang tersimpan di dalam sebuah lemari.

"Untuk sementara masih kita dalami keterangan dari para tersangka. Saat ini, yang bersangkutan muncul niat ketika melihat barang berharga milik korban pada saat evakuasi lemari," ujar Bimantoro kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolsek Selatan Timur, Rabu (19/8/2026).


Bimantoro menjelaskan, SS dan SB ikut membantu mengangkut sebuah lemari milik korban ketika proses evakuasi berlangsung. Saat itulah, keduanya melihat barang berharga yang berada di dalam lemari tersebut.


"Modus para tersangka berinisial SS dan SB, yaitu membantu korban mengevakuasi barang-barang pada saat terjadi kebakaran. Pada saat terjadi kebakaran tersebutlah, kedua tersangka ini memanfaatkan situasi untuk mengambil barang berharga milik korban yang tersimpan di dalam lemari," katanya.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi. Petugas melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari sejumlah orang yang berada di lokasi dan ikut membantu proses evakuasi saat kebakaran. Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi SS dan SB sebagai orang yang diduga mengambil barang milik korban.


"Kemudian kita melakukan pencarian terhadap para pelaku. Awalnya saat interogasi, kedua pelaku tidak mengaku. Namun, berdasarkan saksi-saksi, kita melakukan penggeledahan terhadap pelaku," jelas Bimantoro.


Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sejumlah uang yang diduga berkaitan dengan barang milik korban.

Uang tersebut ditemukan di beberapa lokasi, mulai dari saku pelaku, kendaraan, hingga rumah tersangka. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp47 juta serta emas sekitar 8 gram. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -  Kodim 0614/Kota Cirebon menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (19/8/2026).

Penyaluran air bersih tersebut dilakukan Kodim 0614/Kota Cirebon bekerja sama dengan BPBD Kota Cirebon, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon, serta aparatur Kelurahan Argasunya.

Bantuan menyasar warga di RW 05 Kedung Krisik Utara dan RW 08 Kopi Luhur. Sebanyak dua tangki air bersih dengan total kapasitas 10 ribu liter disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.


Babinsa Kelurahan Argasunya, Sertu Engkus Kusnandar, turut mendampingi proses penyaluran bantuan tersebut.

Ia mengatakan, pendampingan Babinsa merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat.

"Kehadiran Babinsa di lapangan diharapkan dapat membantu memastikan kegiatan penyaluran air bersih berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran," kata Engkus.

Menurutnya, TNI akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar.

"Kami akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan instansi terkait serta pemerintah daerah dalam membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti air bersih," ujarnya.

Salah satu warga Kedung Krisik, Sutini, menyampaikan rasa syukur atas bantuan air bersih yang diberikan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0614/Kota Cirebon dan seluruh pihak yang telah membantu menyalurkan air bersih kepada warga. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan sangat membantu memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari," ungkap Sutini.

Sementara itu, Komandan Kodim 0614/Kota Cirebon Letkol Arm Drajat Santoso, S.Kom., M.Han., mengatakan penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI AD, khususnya Kodim 0614/Kota Cirebon, terhadap masyarakat yang membutuhkan.


Drajat menilai sinergi antara Kodim 0614/Kota Cirebon, BPBD, DPRKP, pemerintah kelurahan, dan unsur terkait lainnya penting untuk membantu mengatasi kebutuhan air bersih warga.


"Melalui kegiatan ini, kami berharap kebutuhan air bersih warga dapat terbantu. Kodim 0614/Kota Cirebon akan terus hadir di tengah masyarakat dan bersinergi dengan seluruh pihak dalam memberikan solusi serta membantu meringankan kesulitan warga," ujar Dandim.


Ia menegaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen TNI dalam memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Penyaluran bantuan air bersih ini sekaligus menunjukkan sinergitas lintas instansi dalam memberikan pelayanan dan membantu masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kota Cirebon. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon menggelar aksi kepedulian lingkungan melalui program Green Movement.

Kegiatan penghijauan tersebut dilaksanakan di area Stasiun Cirebon Prujakan. Aksi ini menjadi bagian dari komitmen KAI Daop 3 Cirebon dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Penghijauan diikuti Kepala Daerah Operasi 3 Cirebon, Deputy Daop 3 Cirebon, jajaran manajemen, para Quality Control Daop 3 Cirebon, serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Daop 3 Cirebon.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diisi dengan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.


“Semangat kemerdekaan harus terus kita isi dengan berbagai kegiatan positif dan memberikan manfaat. Salah satunya melalui Green Movement dan penghijauan di lingkungan stasiun,” ujar Muhibbuddin, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian KAI Daop 3 Cirebon terhadap lingkungan sekaligus upaya menciptakan kawasan stasiun yang lebih hijau, asri, dan nyaman.

Muhibbuddin menjelaskan, penghijauan juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong penerapan prinsip keberlanjutan di lingkungan operasional. Keberadaan ruang hijau tidak hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga diharapkan meningkatkan kenyamanan masyarakat, pengguna jasa kereta api, dan para pekerja.

Stasiun Cirebon Prujakan dipilih sebagai lokasi penghijauan karena merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas dan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.

Dengan adanya penghijauan, lingkungan stasiun diharapkan semakin asri dan memberikan manfaat bagi pengguna jasa maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.

“Green Movement ini bukan hanya menjadi kegiatan simbolis, tetapi merupakan bagian dari upaya kita untuk membangun kesadaran bersama bahwa lingkungan juga harus menjadi perhatian dalam menjalankan aktivitas operasional,” katanya.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh jajaran KAI Daop 3 Cirebon.

Karena itu, semangat menjaga lingkungan diharapkan dapat diterapkan di seluruh wilayah kerja.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang transportasi perkeretaapian, KAI terus berupaya menjalankan kegiatan operasional dengan memperhatikan aspek keberlanjutan. Salah satunya melalui kegiatan penghijauan dan pelestarian lingkungan di kawasan operasional perusahaan.

Muhibbuddin menegaskan, keberhasilan kegiatan penghijauan tidak hanya ditentukan dari proses penanaman pohon, tetapi juga dari upaya perawatan setelahnya.


“Yang paling penting bukan hanya bagaimana kita melakukan penghijauan, tetapi bagaimana setelahnya kita bersama-sama merawat dan menjaganya. Ketika dilakukan secara konsisten, langkah sederhana seperti ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dalam jangka panjang,” ungkapnya.

KAI Daop 3 Cirebon berharap kegiatan Green Movement dapat menumbuhkan kesadaran seluruh insan KAI untuk semakin peduli terhadap lingkungan.

Kepedulian tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tertentu, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari dalam menjalankan aktivitas di lingkungan kerja.

“Semangat kemerdekaan bukan hanya kita rayakan, tetapi juga kita wujudkan melalui tindakan nyata. Melalui Green Movement ini, kami ingin terus menumbuhkan semangat bersama untuk menjaga lingkungan, khususnya di kawasan stasiun,” pungkas Muhibbuddin. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Anggota Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat melaksanakan patroli dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di sejumlah tempat keramaian dan objek vital di wilayah hukum yang menjadi tanggung jawabnya.

Patroli tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

DPP Aiptu Syahril Darmansyah mengatakan, patroli dilakukan dengan menyambangi sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat serta objek vital.


"Dalam pelaksanaan patroli, personel menyambangi lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, melakukan pemantauan situasi, serta berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat," ujar Aiptu Syahril, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, patroli juga menyasar kawasan sekitar objek vital untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan. Personel memastikan kondisi di lapangan tetap aman dan kondusif.

Selain melakukan pemantauan, anggota Brimob turut memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar dan menjaga barang-barang berharga.


Masyarakat juga diimbau segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan aktivitas atau hal-hal yang mencurigakan.

"Patroli ini merupakan upaya preventif untuk menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif," katanya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Jakarta) -
Di tengah suasana aksi mahasiswa yang memanas pada Selasa, 18 Agustus 2026, sosok Fatimah Azzahra menjadi salah satu perhatian. Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) tersebut tidak hanya menyampaikan sikap mahasiswa, tetapi juga terlihat mengambil peran ketika situasi di tengah massa mulai menegang.

Aksi mahasiswa yang berlangsung di Jakarta tersebut membawa sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Massa menyuarakan berbagai persoalan, mulai dari korupsi, harga kebutuhan pokok, reforma agraria, kebijakan pembangunan, hingga persoalan ruang sipil.

Namun, di tengah kerasnya suara demonstrasi, terdapat satu hal yang turut menjadi sorotan: keberanian seorang mahasiswa perempuan untuk berdiri di tengah kerumunan dan menyampaikan suara dengan lantang.

Fatimah berada di tengah massa ketika sejumlah mahasiswa mengalami kondisi terhimpit akibat kepadatan dan situasi yang semakin tegang. Ia kemudian menggunakan pengeras suara dan meminta agar situasi dapat dikendalikan.

“Bagi saya, nyawa teman-teman saya lebih berharga.”

Kalimat tersebut menggambarkan bahwa di tengah perjuangan menyampaikan aspirasi, keselamatan manusia tetap menjadi perhatian.

Fatimah juga meminta aparat memberikan ruang agar dirinya dapat membantu mengatur barisan mahasiswa.

“Pak, tolong diam dulu. Biar saya mengatur teman-teman saya.”

Sikap tersebut memperlihatkan bahwa keberanian dalam aksi tidak selalu ditunjukkan dengan berteriak atau berhadapan dengan aparat. Keberanian juga dapat berarti mengambil tanggung jawab ketika keadaan mulai tidak terkendali.

Merebut Kemerdekaan dengan Suara

Momentum aksi yang berlangsung hanya beberapa hari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia memberikan makna tersendiri bagi gerakan mahasiswa.

Kemerdekaan tidak hanya dipahami sebagai terbebas dari penjajahan secara fisik. Bagi gerakan mahasiswa, kemerdekaan juga berkaitan dengan kebebasan menyampaikan pendapat, keberanian mengkritik kebijakan, serta kemampuan masyarakat untuk mempertanyakan keputusan penguasa.

Karena itu, istilah “merebut kemerdekaan” dalam konteks aksi tersebut dapat dimaknai sebagai perjuangan untuk memastikan ruang demokrasi tetap terbuka.

Mahasiswa datang bukan sekadar untuk memenuhi jalanan.

Mereka membawa keresahan, kritik, dan tuntutan yang ingin didengar.

Di tengah situasi tersebut, suara Fatimah menjadi salah satu gambaran bagaimana seorang mahasiswa mengambil posisi ketika aspirasi yang dibawa bertemu dengan situasi lapangan yang penuh ketegangan.

Bukan Sekadar Persoalan Bundaran HI

Aksi mahasiswa juga mempertanyakan pembatasan pergerakan massa menuju Bundaran HI.

Namun, perjuangan mahasiswa tidak semata-mata ditentukan oleh apakah massa berhasil mencapai satu titik atau tidak.

Sebuah gerakan dapat memiliki makna lebih luas ketika tuntutan dan gagasan yang dibawa mampu masuk ke ruang publik dan menjadi bahan perbincangan masyarakat.

Di situlah suara mahasiswa menemukan arti.

Sebab demokrasi tidak hanya membutuhkan pemerintah yang bersedia mendengar, tetapi juga masyarakat yang berani berbicara.

Dan dalam setiap zaman, selalu ada generasi yang memilih untuk berdiri di tengah tekanan dan mengatakan:

“Kami masih peduli terhadap masa depan negeri ini.”

Keberanian Fatimah Azzahra di tengah aksi 18 Agustus 2026 pun menjadi bagian dari cerita tersebut—tentang suara mahasiswa, tentang keberanian menyampaikan kritik, dan tentang bagaimana kemerdekaan terus diperjuangkan melalui ruang demokrasi.

(AWW)

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top