Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Rencana Pemerintah Kota Cirebon menghadirkan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam di Puskesmas mendapat perhatian dari kalangan legislatif.

Program yang bertujuan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat ini dinilai perlu dipersiapkan secara matang agar dapat berjalan efektif.

Anggota Fraksi PAN DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti, menyampaikan bahwa gagasan memperpanjang jam layanan Puskesmas hingga 24 jam memang terlihat sederhana. Namun di balik rencana tersebut, terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu dijawab oleh pemerintah daerah.

“Di tengah dinamika kehidupan kota yang semakin cepat dan kompleks, kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan yang responsif memang menjadi tuntutan yang tidak bisa dihindari. Namun pertanyaannya, apakah sistem kesehatan daerah benar-benar siap untuk menjalankan layanan Puskesmas 24 jam secara efektif,” ujarnya.

Menurut Rinna, pernyataan dari Dinas Kesehatan Kota Cirebon yang mengakui masih adanya keterbatasan dalam berbagai aspek krusial menunjukkan bahwa implementasi kebijakan ini tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.

Beberapa persoalan yang masih menjadi tantangan antara lain keterbatasan tenaga kesehatan, kebutuhan anggaran, hingga kesiapan infrastruktur pelayanan.

Ia menjelaskan, menghadirkan layanan kesehatan selama 24 jam bukan sekadar menambah jam operasional fasilitas kesehatan. Kebijakan tersebut menuntut perubahan sistem pelayanan secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur, sumber daya manusia, pembiayaan, hingga tata kelola layanan kesehatan.

Dalam sistem kesehatan modern, Puskesmas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Selain menjalankan fungsi promotif dan preventif, Puskesmas juga menjadi pintu pertama dalam sistem rujukan berjenjang sebelum pasien ditangani di rumah sakit.

“Pada prinsipnya, gagasan menghadirkan Puskesmas dengan layanan kegawatdaruratan selama 24 jam sejalan dengan upaya memperkuat pelayanan kesehatan primer. Masyarakat bisa memperoleh pertolongan medis lebih cepat tanpa harus langsung ke rumah sakit yang sering kali sudah penuh oleh pasien,” jelasnya.

Namun demikian, Rinna menegaskan bahwa idealisme kebijakan harus diimbangi dengan realitas kapasitas daerah.

Berdasarkan perhitungan kebutuhan yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan, Puskesmas Gunung Sari yang direncanakan sebagai proyek percontohan masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan yang cukup signifikan.
Kekurangan tersebut meliputi dokter umum, perawat, bidan, tenaga laboratorium hingga tenaga farmasi. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius bagi pelaksanaan layanan kesehatan yang beroperasi selama 24 jam.

“Layanan kesehatan 24 jam membutuhkan sistem kerja bergiliran yang stabil dan jumlah tenaga kesehatan yang memadai. Tanpa dukungan SDM yang cukup, pelayanan justru berisiko tidak optimal,” katanya.

Rinna juga mengingatkan bahwa ekspansi layanan kesehatan tanpa kesiapan tenaga medis dapat berdampak pada kelelahan tenaga kesehatan, lambatnya pelayanan, hingga meningkatnya risiko kesalahan medis.

Selain persoalan sumber daya manusia, aspek pembiayaan juga menjadi faktor penting. Operasional IGD 24 jam membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar dibandingkan layanan kesehatan reguler, mulai dari gaji tenaga kesehatan tambahan, ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan, layanan laboratorium, ambulans, hingga sistem keamanan fasilitas.

“Dalam kondisi APBD yang terbatas, setiap ekspansi layanan kesehatan harus direncanakan secara cermat agar tidak menimbulkan tekanan fiskal baru bagi pemerintah daerah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengaturan sistem rujukan antara Puskesmas dan rumah sakit. Menurutnya, layanan IGD di Puskesmas harus dirancang sebagai bagian dari sistem rujukan yang jelas, bukan sebagai pengganti fungsi rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan lebih lengkap.

Jika tidak dirancang secara sistematis, lanjutnya, pengembangan IGD di Puskesmas justru berpotensi menimbulkan tumpang tindih fungsi pelayanan kesehatan.

Meski demikian, Rinna mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Cirebon yang menjadikan Puskesmas Gunung Sari sebagai proyek percontohan. Pendekatan bertahap dinilai lebih realistis untuk menguji efektivitas kebijakan sebelum diterapkan secara luas di seluruh Puskesmas.


“Proyek percontohan ini harus disertai dengan evaluasi yang jelas dan terukur, mulai dari peningkatan akses layanan kesehatan, kecepatan penanganan kasus kegawatdaruratan, hingga tingkat kepuasan masyarakat,” ujarnya.


Ia menambahkan, tanpa mekanisme evaluasi yang transparan, proyek percontohan berisiko berhenti sebagai program eksperimental yang tidak pernah berkembang menjadi kebijakan pelayanan publik yang lebih luas.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam reformasi pelayanan kesehatan daerah bukan hanya merumuskan program baru, tetapi memastikan bahwa setiap kebijakan memiliki fondasi sistem yang kuat dan mampu berjalan secara konsisten dalam jangka panjang.

“Masyarakat tentu berharap akses pelayanan kesehatan semakin mudah dan cepat. Namun harapan itu hanya bisa terwujud jika kebijakan dirancang secara realistis dan berbasis pada kapasitas sistem kesehatan yang ada,” pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Warga Kalilunyu, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mengeluhkan kondisi jalan lingkungan yang rusak dan belum mendapat perbaikan. Mereka berharap pemerintah segera melakukan pengecoran atau pembangunan jalan beton agar akses menjadi lebih layak dilalui.

Salah seorang warga yang juga Ketua KNPI Kota Cirebon, Jaka Permana, mengatakan kondisi jalan saat ini berlubang dan tidak rata sehingga kerap menyulitkan pengendara yang melintas.

Menurutnya, kondisi tersebut bahkan kerap disebut warga seperti lintasan sirkuit off-road.

“Kalau hujan jalan jadi becek dan berlumpur, kalau kering banyak lubang dan berdebu. Warga berharap jalan ini diperbaiki menjadi jalan beton supaya halus seperti sirkuit,” kata Jaka dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).

Ia menyebutkan, jalan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas warga sehari-hari, baik untuk bekerja, sekolah maupun kegiatan ekonomi masyarakat. Namun hingga kini kondisi jalan dinilai belum mendapatkan perhatian serius.

Jaka berharap Pemerintah Kota Cirebon dapat memberikan perhatian khusus terhadap wilayah Kecamatan Harjamukti, khususnya di lingkungan Kalilunyu, Kelurahan Argasunya.

“Kami berharap Pemkot Cirebon bisa memperhatikan wilayah Harjamukti, terutama jalan di Kalilunyu agar segera direalisasikan perbaikannya,” ujarnya.

Warga berharap dengan pembangunan jalan beton, mobilitas masyarakat dapat berjalan lebih lancar serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan di kawasan tersebut. (Wnd)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Indramayu) - memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-5 dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan. Dalam momentum tersebut, jajaran redaksi dan pengurus media secara resmi mendaulat H. Mulyadi sebagai Ketua Dewan Penasihat IndramayuNews.

Penunjukan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan agar keberadaan Dewan Penasihat dapat memberikan arahan, masukan, serta penguatan bagi perjalanan media IndramayuNews ke depan.

Pimpinan Redaksi IndramayuNews menyampaikan bahwa di usia yang ke-5 tahun ini, media tersebut terus berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Momentum ulang tahun ke-5 ini menjadi titik evaluasi sekaligus semangat baru bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pemberitaan. Kehadiran H. Mulyadi sebagai Ketua Dewan Penasihat diharapkan dapat memberikan bimbingan serta penguatan terhadap arah dan perkembangan media,” ujarnya.

Sementara itu, H. Mulyadi mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Penasihat.

“Saya berharap IndramayuNews dapat terus berkembang menjadi media yang profesional, independen, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Indramayu,” ungkapnya.

Perayaan HUT ke-5 IndramayuNews juga diisi dengan doa bersama dan silaturahmi antara jajaran redaksi, mitra media, serta tokoh masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan dalam mendukung kemajuan media lokal yang informatif dan terpercaya.

Dengan bertambahnya usia, IndramayuNews diharapkan semakin matang dalam menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi, kontrol sosial, serta sarana edukasi bagi masyarakat. (TKH)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Majalengka) - 
Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan, jajaran Polsek Sumberjaya Polres Majalengka menggelar kegiatan pembagian santunan atau tali asih kepada anak yatim piatu dan para jompo, yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (09/03/2026) bertempat di Halaman Mako Polsek Sumberjaya, Jl. Raya Sumberjaya No.24 Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.


Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Sumberjaya AKP Adeng yang didampingi oleh Ketua Bhayangkari Ranting Sumberjaya Ibu Junia Adeng, serta diikuti oleh seluruh personel Polsek Sumberjaya bersama Bhayangkari Ranting Sumberjaya.

Dalam kegiatan tersebut, Polsek Sumberjaya memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan para jompo sebagai bentuk kepedulian serta wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat. Sebanyak 20 (dua puluh) orang penerima santunan hadir dalam kegiatan tersebut, yang terdiri dari anak yatim piatu dan para lansia, serta didampingi oleh keluarga masing-masing.

Kapolsek Sumberjaya AKP Adeng menyampaikan bahwa kegiatan santunan dan buka puasa bersama ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada mereka yang membutuhkan.


"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan dan sedikit meringankan beban bagi anak yatim piatu serta para jompo, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini," ujarnya.


Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama serta buka puasa bersama antara personel Polsek Sumberjaya, Bhayangkari, serta para tamu undangan.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, serta menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.



Sumber : Humas Polres Majalengka
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Majalengka) - 
Wakapolres Majalengka Kompol Dani Prasetya, S.H., M.H., CPHR melaksanakan pengecekan langsung ke gudang penyimpanan senjata api milik Polres Majalengka guna memastikan seluruh perlengkapan dinas tersebut tersimpan dengan aman dan sesuai prosedur, Senin (09/03/2026).


Kegiatan pengecekan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan dan pengendalian terhadap inventaris senjata api dinas yang digunakan oleh personel. Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres meninjau kondisi gudang, sistem pengamanan, serta kelengkapan administrasi penyimpanan senjata.


Kompol Dani Prasetya menegaskan bahwa pengelolaan dan penyimpanan senjata api harus dilakukan secara tertib dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku. Hal ini penting untuk mencegah penyalahgunaan serta memastikan setiap senjata yang dipinjamkan kepada personel dapat dipertanggungjawabkan.


"Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan seluruh senjata api dinas tersimpan dengan aman, terdata dengan baik, serta dalam kondisi siap digunakan apabila diperlukan dalam pelaksanaan tugas," ujarnya.



Sumber : Humas Polres Majalengka
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif


E satu.com (Majalengka) - 
Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, Unit Samapta Polsek Malausma Polres Majalengka Polda Jabar melaksanakan kegiatan monitoring patroli SPPG di wilayah Kecamatan Malausma, Senin (9/3/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kanit Samapta Polsek Malausma Aiptu Sudarno bersama Bhabinkamtibmas Bripda Ahmad Gina Karzaen dengan menyambangi SPPG Yayasan Maha Karya Mutiara Bangsa yang berada di Desa Lebakwangi, Kecamatan Malausma.

Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Malausma Ipda Riyana, S. Sos., menyampaikan bahwa kegiatan patroli dan monitoring ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam menjaga keamanan serta memastikan situasi di lingkungan masyarakat tetap aman dan kondusif.

"Melalui kegiatan patroli ini, anggota juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat dan pihak pengelola agar selalu menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan apabila terdapat potensi gangguan kamtibmas," ujar Ipda Riyana.

Selain melakukan monitoring, petugas juga menjalin komunikasi dengan masyarakat sekitar guna mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek Malausma akan terus melaksanakan patroli secara rutin guna menciptakan rasa aman bagi masyarakat di wilayah hukumnya.



Sumber : Humas Polres Majalengka
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top