Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif
E satu.com (Cirebon) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan peran industri perbankan tidak hanya menjaga stabilitas sektor keuangan, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui fungsi intermediasi yang optimal, perbankan didorong memperluas pembiayaan sektor produktif, memperkuat UMKM, hingga menciptakan lapangan kerja.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK RI, Dian Ediana Rae, saat menghadiri Sarasehan Industri Perbankan di Kantor OJK Cirebon. Kegiatan itu diikuti pimpinan Bank Umum, Bank Umum Syariah, Bank Perekonomian Rakyat (BPR), BPRS, serta pelaku industri perbankan se-Ciayumajakuning.
Dalam kunjungan kerjanya, Dian didampingi Plh Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Rianti Dwiyani, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 OJK Jawa Barat Melati Usman, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, beserta jajaran.
Menurut Dian, ketahanan industri perbankan nasional yang tetap terjaga menjadi modal penting untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkualitas. Namun, menurutnya, keberhasilan perbankan tidak hanya diukur dari pertumbuhan aset, laba, maupun ekspansi bisnis.
"Perbankan bukan sekadar menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit. Perbankan adalah penggerak aktivitas ekonomi. Ketika fungsi intermediasi berjalan optimal, dunia usaha berkembang, UMKM naik kelas, lapangan kerja tercipta, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat," ujar Dian, Jumat (17/7/2026).
Ia menambahkan, perubahan lanskap ekonomi menuntut industri perbankan terus memperkuat prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, integritas, serta inovasi agar tetap dipercaya masyarakat.
Dian juga mengingatkan pentingnya memahami karakteristik ekonomi di setiap daerah. Menurutnya, strategi pembiayaan harus disesuaikan dengan potensi lokal sehingga mampu memberikan dampak yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Dana masyarakat yang dihimpun perbankan pada hakikatnya harus kembali menjadi energi bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Semakin besar pembiayaan yang mengalir kepada sektor-sektor produktif, semakin besar pula peluang lahirnya usaha baru, meningkatnya produktivitas, bertambahnya lapangan kerja, dan tumbuhnya kesejahteraan masyarakat," katanya.
Dalam sarasehan tersebut, OJK bersama industri perbankan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan fungsi intermediasi, peningkatan kualitas pembiayaan, penguatan BPR, percepatan transformasi digital, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, pelindungan konsumen, hingga peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
OJK mencatat, hingga Triwulan I 2026, industri perbankan di wilayah Cirebon Raya masih menunjukkan kinerja yang sehat. Penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) terus tumbuh dengan dukungan permodalan yang kuat serta kualitas aset yang tetap terjaga.
Plh Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Rianti Dwiyani mengatakan OJK akan terus memperkuat kemitraan dengan industri perbankan melalui komunikasi terbuka, pembinaan berkelanjutan, dan pengawasan yang adaptif agar industri semakin tangguh dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat dan dunia usaha.
Sementara itu, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menegaskan penguatan industri perbankan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.
"Kami ingin memastikan OJK hadir tidak hanya sebagai regulator yang menjaga stabilitas sistem keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis industri perbankan dalam memperkuat pembiayaan sektor produktif, mendorong UMKM naik kelas, dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. Semakin kuat industri perbankan, semakin besar pula peluang daerah untuk tumbuh dan masyarakat semakin sejahtera," ujar Agus.
Selain menghadiri sarasehan, Dian Ediana Rae juga berdialog dengan seluruh pegawai OJK Cirebon.
Ia mengapresiasi dedikasi jajaran OJK Cirebon dan mendorong seluruh insan OJK untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat kolaborasi dalam mengawal sektor jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan dipercaya masyarakat. (Wandi)




.jpg)

















.webp)












