Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Indramayu) -
Sebuah gubuk di tanggul Cimanuk sekitar Jembatan Merah, Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, diduga menjadi lokasi transaksi obat daftar G tanpa izin edar resmi. Informasi tersebut mencuat dari unggahan akun Facebook berinisial TS pada Minggu, 24 Mei 2026.

Dalam unggahannya, TS mengaku resah dengan dugaan aktivitas peredaran obat keras seperti Excimer, Tramadol, dan sejenisnya yang disebut berlangsung secara terbuka di lokasi tersebut. Ia menilai aktivitas itu sudah berlangsung cukup lama dan dikhawatirkan semakin meresahkan warga sekitar.

Menurut TS, keberadaan lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi obat keras itu berada tidak jauh dari permukiman warga dan akses jalan umum. Kondisi tersebut membuat masyarakat khawatir karena peredaran obat daftar G kerap menyasar kalangan remaja dan pelajar.

Saat dihubungi, TS yang mengaku warga Kecamatan Sindang mengatakan telah melaporkan dugaan tersebut kepada Tim TRC Polres Indramayu. Menurut dia, penindakan tidak cukup hanya menyasar pengedar di lapangan, tetapi juga pihak yang diduga menjadi pemasok utama.

“Saya sudah lapor ke Tim TRC Polres Indramayu untuk segera ditindak. Jangan hanya pengedarnya, tetapi bandarnya juga,” kata TS.

Ia berharap aparat penegak hukum segera turun langsung ke lokasi guna memastikan kebenaran informasi tersebut. Warga, kata dia, tidak ingin lingkungan mereka menjadi tempat bebas peredaran obat keras ilegal yang dapat merusak generasi muda.

“Kalau dibiarkan, takutnya makin banyak anak-anak muda yang terjerumus. Kami ingin lingkungan sini aman,” ujarnya.

Peredaran obat daftar G tanpa izin resmi belakangan menjadi perhatian masyarakat di sejumlah daerah. Selain dijual secara sembunyi-sembunyi, obat keras itu juga disebut mudah diperoleh dengan harga relatif murah sehingga rawan disalahgunakan.

Obat daftar G merupakan golongan obat keras yang penggunaannya harus berdasarkan resep dan pengawasan tenaga medis. Peredaran obat seperti Excimer dan Tramadol tanpa izin resmi kerap dikaitkan dengan penyalahgunaan di kalangan remaja dan pelanggaran hukum pidana.

Dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Pasal 435 menyebutkan bahwa setiap orang yang memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu dapat dipidana penjara hingga 12 sampai 15 tahun serta dikenai denda miliaran rupiah.

Sementara itu, Pasal 436 ayat (2) UU Kesehatan mengatur bahwa setiap orang yang mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin usaha dapat dikenai pidana penjara paling lama lima tahun dan denda ratusan juta rupiah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait tindak lanjut atas informasi dugaan peredaran obat tanpa izin edar itu. (TKH)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Tim kuasa hukum Ahmad Bahar mulai menempuh sejumlah langkah hukum terkait konflik yang melibatkan Bahar dengan Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules. 

Langkah tersebut disampaikan langsung oleh Heru Subagia selaku penerima kuasa Ahmad Bahar sekaligus Ketua Kagama Cirebon dalam konferensi pers bersama awak media, Minggu (24/5/2026).

Heru menjelaskan dirinya telah menerima surat kuasa resmi dari Ahmad Bahar untuk menangani persoalan yang berkaitan dengan keluarga Bahar, termasuk putrinya, Ilmasani Fitriana.

Menurutnya, keterlibatannya dalam perkara tersebut memiliki dasar hukum yang jelas. 

“Saya mendapat surat kuasa langsung dari Mas Bahar untuk mendampingi persoalan keluarga, sekaligus menjadi juru bicara dalam komunikasi kepada media,” ujar Heru.

Ia menyebut pendampingan hukum saat ini juga melibatkan tim advokat dari LPH Muhammadiyah serta dukungan sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam.

Dalam keterangannya, pihaknya telah melaporkan persoalan tersebut ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan. 

Langkah itu dilakukan sebagai upaya penyelesaian melalui jalur hukum sekaligus menghindari konflik berkembang liar di ruang publik. 

“Kami ingin masalah ini diselesaikan secara hukum, bukan dengan kekuatan otot ataupun perang opini di media,” katanya. 

Selain itu, pihak Ahmad Bahar juga telah membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. 

Heru mengapresiasi respons cepat dari kepolisian dalam menerima laporan tersebut. 

Ia mengaku sebelumnya sempat pesimistis terhadap penanganan perkara, namun kini melihat adanya keseriusan dari aparat penegak hukum. 

“Kami cukup senang karena laporan kami direspons secara agresif dan profesional,” ucapnya.

Dalam perkara tersebut, Heru menyoroti dugaan penyekapan terhadap putri Ahmad Bahar yang disebut dibawa ke markas GRIB tanpa persetujuan keluarga. 

Ia juga menyinggung adanya klarifikasi dari Ketua RW setempat yang menyatakan tidak ada penyekapan.

 Namun menurut Heru, pernyataan tersebut justru memunculkan persoalan baru karena proses membawa anak Ahmad Bahar disebut dilakukan tanpa dasar administratif yang jelas.

 “Tidak ada surat resmi ataupun legal standing yang jelas ketika anak Mas Bahar dibawa ke markas GRIB,” tegasnya. 

Tak hanya itu, pihak Ahmad Bahar juga melaporkan dugaan pembajakan nomor telepon seluler milik Bahar dan putrinya. 

Dugaan tersebut berkaitan dengan beredarnya konten yang dinilai menimbulkan kesalahpahaman dan memicu konflik.

Sementara itu, Ahmad Bahar mengaku anaknya mengalami tekanan psikologis setelah dibawa ke markas GRIB. 

Ia menyebut putrinya mendapatkan intimidasi verbal hingga diminta melepas jilbab saat berada di lokasi. 

“Anak saya perempuan sendirian di sana dan mengalami tekanan secara psikologis. Bahkan ada ucapan yang menurut kami sangat melukai,” kata Bahar. 

Bahar juga membantah tudingan yang menyebut pihak keluarga Hercules menjadi korban dalam perkara tersebut.

Menurutnya, justru keluarganya yang mengalami tekanan dan trauma. 

Ia berharap seluruh persoalan dapat diproses secara objektif melalui jalur hukum tanpa intimidasi maupun tekanan dari pihak manapun. (Wn)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tegal) -
Perhatian dan komitmen Wali Kota Cirebon, Effendi Edo terhadap media, termasuk kepada para jurnalisnya patut diapresiasi. Karena di bawah kepemimpinannya, insan pers mendapat ruang seluas-luasnya untuk bisa berkolaborasi turut serta membangun Kota Cirebon.

Atas dasar hal itu lah, Forum Jurnalis Cirebon (FJC) memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Wali Kota Cirebon, Effendi Edo. Plakat penghargaan kepada orang nomor satu di Kota Cirbon tersebut, diserahkan langsung Ketua FJC yang juga Penanggungjawab Redaksi Pikiran Rakyat Jabar, Andi Kurniadi ( Andik), Jumat 22 Mei 2026 malam.

Prosesi penyerahan plakat dilakukan di sela acara seremoni Media Gathering Kota Cirebon di Sun Q Ta Hotel, Kawasan Wisata Guci Kab Tegal Jawa Tengah. Selain kepada Wali Kota, apresiasi dan penghargaan juga diberikan kepada Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik ( DKis) Kota Cirebon sebelumnya, Ma'ruf Nuryasa yang berpindah tugas menjadi Kadisnaker. Plakat diserahkan Bendahara FJC yang juga wartawan senior Antara, Enjang Solichin.

Kemudian penghargaan dan apresiasi sekaligus ucapan selamat berikutnya diberikan FJC kepada kepala DKis baru, Tubagus Muhammad Maulana Yusuf. Plakat diberikan Sekretaris FJC yang juga Pemred E satu.com

"Atas nama Pemkot Cirebon, saya menyampaikan terimakasih kepada rekan-rekan media. Semoga melalui silaturahmi ini, kita bisa makin bersinergi dalam membangun Kota Cirebon," ujar Wali Kota dalam sambutannya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Iing Daiman dan para kepala OPD serta camat. Mereka ikut berbaur dengan para jurnalis dari berbagai media yang menjadi peserta kegiatan.

Sementara itu, Ketua FJC, Andik, kembali menegaskan komitmen FJC dalam menjalin sinerjitas dengan Pemkot Cirebon. Menurutnya, membangun sinergitas antara Pemerintah Kota Cirebon untuk bersama-sama turut serta dalam pembangunan sesuai kapasitas yang dimiliki.

"Kami ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pak Wali Kota atas perhatiannya kepada para jurnalis. Kami melihat bahwa di bawah kepemimpinannya, banyak program dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, plakat penghargaan ini kami serahkan sebagai bentuk terima kasih dan penghormatan atas kerja keras serta pengabdian yang telah diberikan," ujarnya.

Pihaknya berharap, penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi Wali Kota dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Cirebon untuk terus melangkah maju, berinovasi, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

"Semoga sinergi antara pemerintah dan insan pers terus terjaga, dan Kota Cirebon semakin maju, sejahtera, dan membanggakan," pungkasnya. (red)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Partai NasDem Kota Cirebon mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029.

Pelantikan pengurus mulai tingkat DPC hingga kelurahan disebut menjadi langkah penting untuk memperkuat konsolidasi partai sekaligus meningkatkan perolehan suara dan kursi DPRD.

Ketua DPD Partai NasDem Kota Cirebon, Eti Herawati mengatakan, struktur organisasi partai kini telah terbentuk hingga tingkat bawah sebagai bagian dari penguatan internal partai.

“Artinya sudah sampai tingkat bawah. Insya Allah dengan pelantikan ini roda partai bisa terus bergerak menuju 2029. Targetnya tentu ada kenaikan suara dan kursi DPRD bertambah,” ujar Eti usai pelantikan pengurus, Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, konsolidasi organisasi terus dilakukan agar seluruh pengurus partai di Jawa Barat semakin aktif menjalankan program-program partai sekaligus mendekatkan diri kepada masyarakat.

Selain penguatan struktur, NasDem juga menyiapkan program perlindungan bagi para pengurus partai melalui pemberian asuransi secara bertahap.

Program tersebut disebut akan dimulai dari tingkat DPC sebelum diperluas hingga tingkat kelurahan.

“Mudah-mudahan seluruh pengurus DPC sampai tingkat kelurahan nantinya bisa terakomodasi. Sekarang dilakukan bertahap,” katanya.

Eti menyebut, saat ini struktur partai di Kota Cirebon telah terbentuk di 22 kelurahan dan 5 kecamatan.


Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat kerja politik partai menjelang pesta demokrasi mendatang.


Ia menegaskan, pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memastikan kader partai hadir dan bekerja langsung di tengah masyarakat.

“Pelantikan ini tentu bukan hanya seremonial, tapi bagaimana partai harus kerja nyata di tengah masyarakat. Kehadiran partai harus bisa menciptakan kebersamaan dengan warga,” ujarnya.

Menurut Eti, berbagai kebutuhan masyarakat nantinya akan dijembatani melalui anggota DPRD agar aspirasi warga bisa diperjuangkan secara langsung di parlemen. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Euforia kemenangan Persib Bandung usai memastikan gelar juara kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia musim 2025 - 2026 terlihat di sejumlah ruas jalan pada Sabtu 23 Mei 2026 malam.

disambut meriah oleh ribuan suporter di berbagai daerah, termasuk di Kota Cirebon. Para Bobotoh dan Viking turun ke jalan melakukan konvoi sebagai bentuk perayaan atas keberhasilan Maung Bandung mengunci gelar juara.

Usai pertandingan melawan Persijap Jepara vs Persib Bandung berakhir imbang 0-0.

Untuk memastikan perayaan berjalan aman dan tertib, Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar turun langsung mengawal jalannya konvoi para suporter, Sabtu (23/5/2026).

Pantauan di lapangan, iring-iringan kendaraan roda dua dan roda empat memadati sejumlah ruas jalan di Kota Cirebon. Suporter membawa atribut Persib, membunyikan klakson, hingga menyanyikan yel-yel kemenangan.

AKBP Eko Iskandar mengatakan pihak kepolisian memberikan ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemenangan Persib, namun tetap mengingatkan agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

"Silakan konvoi, silakan untuk merayakan. Namun jangan ada kegiatan-kegiatan anarkis dan jangan ada kegiatan kriminal. Kami akan mengawal," ujar Eko Iskandar saat ditemui di lokasi.

Ia menegaskan, kemenangan Persib merupakan kebahagiaan bersama yang patut dirayakan dengan tertib dan damai.

"Kita sama-sama merayakan kemenangan Persib. Hari ini kita lihat banyak sekali adik-adik yang melaksanakan konvoi. Silakan, namun jaga ketertiban, jangan ada tindakan kriminal dan anarkis," ungkapnya.

Polres Cirebon Kota juga menerjunkan personel di sejumlah titik strategis untuk mengatur arus lalu lintas dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama perayaan berlangsung.

Hingga malam, suasana konvoi suporter Persib di Kota Cirebon terpantau berlangsung aman, lancar, dan kondusif. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Cirebon bersama komunitas Bobotoh Persib Kota Cirebon menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Cirebon Kota atas suksesnya pengamanan konvoi kemenangan Persib Bandung usai memastikan gelar juara Liga 1 musim 2025-2026.

Ucapan terima kasih tersebut ditujukan langsung kepada AKBP Eko Iskandar beserta seluruh personel yang dinilai berhasil menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif selama euforia perayaan berlangsung di sejumlah ruas jalan di Kota Cirebon, Sabtu (23/5/2026).

Ketua DPD KNPI Kota Cirebon, Jaka Permana mengatakan, pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian patut diapresiasi karena mengedepankan pendekatan humanis di tengah tingginya antusiasme masyarakat dan para Bobotoh.

“Kami atas nama DPD KNPI Kota Cirebon dan Bobotoh Persib Kota Cirebon mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Cirebon Kota beserta seluruh jajaran. Berkat kesigapan, profesionalisme, dan pendekatan humanis dari personel kepolisian, kegiatan konvoi juara Persib di Kota Cirebon dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Jaka saat ditemui di lokasi, Sabtu (23/5/2026) malam.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan tersebut menjadi bukti sinergi positif antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga ketertiban di tengah perayaan besar suporter sepak bola.

Ia berharap hubungan baik antara kepolisian dengan elemen kepemudaan maupun komunitas suporter terus terjalin demi menjaga kondusivitas di Kota Cirebon.

“Semoga Bapak Kapolres beserta seluruh jajaran selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesuksesan dalam menjalankan tugas melindungi serta melayani masyarakat. Polri Presisi,” tambahnya.

Sebelumnya, ribuan Bobotoh turun ke jalan merayakan keberhasilan Persib Bandung meraih gelar juara kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia musim ini.

Konvoi dipusatkan di sejumlah titik strategis di Kota Cirebon dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian guna memastikan arus lalu lintas serta keamanan masyarakat tetap terjaga. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top