Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon menunjukkan taringnya dalam memberantas berbagai tindak kejahatan di Kabupaten Cirebon. Sepanjang periode Juni 2026, Polresta Cirebon berhasil mengungkap total 9 kasus tindak pidana dan meringkus 10 tersangka. 

Seluruh hasil capaian operasi penegakan hukum tersebut dipaparkan langsung dalam kegiatan konferensi pers yang dipimpin oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, dengan didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, di Aula Vicon Mapolresta Cirebon, pada Senin (29/6/2026) kemarin.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Imara Utama, menjelaskan, dari total sepuluh tersangka yang diamankan, rincian kasusnya didominasi tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua sebanyak 5 kasus dengan 6 tersangka. 

Selain itu, petugas juga berhasil mengungkap 2 kasus kekerasan seksual dengan 2 tersangka, 1 kasus penipuan dan penggelapan dengan 1 tersangka, serta 1 kasus kebiasaan membeli barang dengan tidak melunaskan pembayaran sama sekali yang menjerat 1 orang tersangka.


"​Pada klaster kasus curanmor, kasus pertama menjerat tersangka berinisial IA yang nekat mencongkel jendela rumah warga di wilayah Kecamatan Pabuaran, menggunakan obeng untuk menggasak sepeda motor, uang tunai Rp 8 juta, dan menguras saldo ATM korban sebesar 2,1 juta rupiah," katanya.

Ia mengatakan, kasus curanmor kedua terjadi di warung pinggir jalan di wilayah Kecamatan Pabuaran. Saat itu, dua tersangka MN dan MH berkomplot menggasak sepeda motor setelah mencuri kuncinya dari etalase saat pemilik warung tertidur. 

Dalam kasus ketiga berhasil digagalkan oleh warga di area pesawahan wilayah Kecamatan Greged. Saat itu, tersangka DA tepergok mendorong motor Honda Supra X 125 milik petani. 

Dua kasus curanmor lainnya merupakan pengungkapan kasus lama bermodus merusak kunci kontak dan memanfaatkan pintu rumah yang tidak terkunci, masing-masing menjerat tersangka AP di Kecamatan Plered, serta tersangka LA di Kecamatan Talun. 

"Para tersangka kasus curanmor dijerat dengan Pasal 477 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP," ujarnya.

​Sementara itu, pada klaster kasus kekerasan seksual, Satreskrim Polresta Cirebon berhasil mengamankan tersangka SKT di sebuah rumah kontrakan kawasan Kecamatan Sumber. Tersangka SKT ditangkap setelah tepergok merekam dua orang perempuan tetangga kontrakannya yang sedang mandi secara diam-diam melalui celah ventilasi udara menggunakan kamera ponsel pintarnya. 

Kasus kekerasan seksual kedua menjerat tersangka RM di wilayah Kecamatan Sumber, karena terbukti melakukan pelecehan fisik secara paksa di sebuah gang terhadap seorang perempuan yang sedang berjalan pulang. 

"Tersangka SKT dijerat Undang-Undang Pornografi dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), sedangkan tersangka RM dijerat Pasal 415 dan 417 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP," jelasnya.

​Tak berhenti di situ, petugas juga menuntaskan kasus penipuan berkedok penyaluran tenaga kerja ke luar negeri yang menjerat mantan pimpinan lembaga pelatihan kerja berinisial MS di Desa Pabuaran Lor. Tersangka MS terbukti menipu para korbannya dengan menjanjikan kontrak kerja di negara Turki dan menguras uang mereka melalui beberapa kwitansi, namun janji tersebut tidak pernah terealisasi. 

Di tempat terpisah, Satreskrim juga menahan tersangka AS dalam kasus kebiasaan membeli barang tanpa melunaskan sama sekali. Tersangka AS terbukti melakukan penipuan dalam transaksi jual beli bawang merah dan bibit bawang di wilayah Pangenan dan Gebang senilai total ratusan juta rupiah, di mana pelaku memberikan jaminan dokumen palsu dan mengingkari surat kesepakatan cicilan hutang yang telah dibuatnya. 


"Saat ini, seluruh tersangka mendekam di sel tahanan demi mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan kami berjanji akan terus meningkatkan patroli serta penindakan tegas demi menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Cirebon," pungkasnya.

Kapolresta Cirebon juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, mengamankan kendaraan maupun barang berharganya, serta tidak mudah percaya terhadap berbagai modus penipuan yang menjanjikan keuntungan atau pekerjaan secara instan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila mengetahui atau menjadi korban tindak pidana melalui kantor kepolisian terdekat atau menghubungi Hotline Polri 110 yang siap melayani pengaduan masyarakat selama 24 jam.

Melalui pengungkapan berbagai kasus tersebut, Polresta Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menghadirkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Mengisi masa libur sekolah, Yayasan Mutiara Bunda melalui SLB Mutiara Bunda Losari, Kabupaten Cirebon, menggelar kegiatan outing class di salah satu objek wisata air di Kabupaten Kuningan, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa-siswi berkebutuhan khusus, mulai dari tuna grahita, tuna rungu, hingga anak down syndrome. Tidak hanya didampingi para guru, kegiatan ini juga melibatkan orang tua siswa sehingga suasana kebersamaan terasa semakin hangat.

Selama berada di lokasi wisata, para siswa tampak ceria menikmati suasana alam terbuka. Mereka tidak hanya berinteraksi dengan teman satu sekolah, tetapi juga membaur dengan para pengunjung lainnya. 

Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk belajar bersosialisasi di lingkungan yang lebih luas.
Vivin, salah satu siswi SMPLB Mutiara Bunda Losari, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. 
Menurutnya, suasana alam yang asri dan kolam yang bagus membuat dirinya betah bermain bersama teman-teman dan para guru.

"Saya senang bisa bermain di alam terbuka. Kolamnya bagus dan saya senang berkumpul dengan teman-teman sekolah serta guru-guru," ujar Vivin.


Kepala SLB Mutiara Bunda Losari, Wardini, S.Pd., mengatakan kegiatan outing class ini sengaja dilaksanakan untuk mengisi waktu libur panjang sekolah dengan aktivitas yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi perkembangan peserta didik.

"Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak merasa senang selama masa liburan. Selain sebagai sarana rekreasi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara siswa, guru, dan orang tua. Kami juga ingin mengenalkan anak-anak pada lingkungan alam sehingga mereka mendapatkan pengalaman dan edukasi di luar kelas," kata Wardini.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap peserta didik dapat memperoleh pengalaman baru, meningkatkan kemampuan bersosialisasi, serta mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.

Reporter.   : Woelan
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Kota Tangerang) - Di tengah meningkatnya gelombang aksi unjuk rasa di berbagai daerah, situasi di lingkungan Kantor DPRD Kota Tangerang hingga saat ini masih terpantau kondusif, tertib, dan relatif terkendali. Tidak terlihat adanya konsentrasi massa, aksi demonstrasi, maupun aktivitas kelompok yang berpotensi mengganggu jalannya pemerintahan di kawasan tersebut. Kondisi ini menjadi kontras jika dibandingkan dengan sejumlah wilayah lain yang dalam beberapa waktu terakhir harus menghadapi tekanan publik akibat penyampaian aspirasi secara langsung di ruang-ruang pemerintahan.

Meski demikian, situasi yang tampak tenang ini tidak serta-merta dapat dibaca sebagai tanda bahwa seluruh persoalan publik di Kota Tangerang telah selesai atau bahwa tidak ada ruang kritik dari masyarakat. Justru dalam konteks demokrasi, ketiadaan aksi massa di depan kantor legislatif perlu dibaca secara lebih kritis: apakah hal itu mencerminkan kepuasan publik terhadap kinerja wakil rakyat, atau sekadar menunjukkan bahwa kanal penyampaian aspirasi belum benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Pertanyaan semacam ini penting diajukan agar ketenangan yang terlihat di permukaan tidak menutupi kebutuhan akan evaluasi yang lebih mendalam terhadap hubungan antara masyarakat dan lembaga perwakilan.

Aktivitas di kawasan perkantoran DPRD Kota Tangerang sendiri berjalan seperti biasa. Pelayanan publik tetap berlangsung, agenda kedewanan tetap dilaksanakan, dan mobilitas di sekitar area kantor terpantau normal. Dari sisi keamanan dan ketertiban, kondisi ini tentu patut diapresiasi karena menunjukkan adanya stabilitas. Namun di sisi lain, stabilitas tersebut juga menuntut kewaspadaan agar tidak berubah menjadi sikap abai terhadap dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Pemerintah daerah dan DPRD semestinya tidak hanya merasa aman karena tidak ada demonstrasi, tetapi juga aktif membaca potensi kegelisahan publik yang bisa muncul sewaktu-waktu apabila aspirasi warga tidak tersalurkan dengan baik.

Dalam praktiknya, demonstrasi sering kali muncul bukan semata karena masyarakat ingin membuat kegaduhan, melainkan karena adanya akumulasi persoalan yang tidak segera ditanggapi secara memadai. Karena itu, absennya aksi demo di depan Kantor DPRD Kota Tangerang seharusnya menjadi momentum bagi para pemangku kebijakan untuk memperkuat komunikasi publik, membuka ruang dialog yang lebih luas, dan memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat. Jika tidak, ketenangan yang ada hanya akan bersifat sementara dan berisiko berubah menjadi ketidakpuasan yang lebih besar di kemudian hari.

Di sisi lain, hak menyampaikan pendapat di muka umum tetap merupakan bagian penting dari demokrasi yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan. Hak tersebut tidak boleh dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai mekanisme kontrol sosial yang sehat terhadap jalannya pemerintahan. Karena itu, masyarakat perlu tetap diberi ruang untuk menyampaikan kritik, masukan, maupun keberatan secara terbuka, sementara aparat dan lembaga terkait berkewajiban memastikan agar penyampaian aspirasi berlangsung tertib, aman, dan tidak menimbulkan gangguan terhadap kepentingan umum.

Dengan kondisi yang saat ini masih tertib dan terkendali, harapannya bukan sekadar agar Kantor DPRD Kota Tangerang tetap bebas dari aksi massa, melainkan agar hubungan antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat semakin terbuka, responsif, dan akuntabel. Stabilitas yang sehat bukanlah stabilitas yang menekan suara publik, melainkan stabilitas yang lahir dari kepercayaan, keterbukaan, dan kesediaan untuk mendengar. Jika prinsip itu dijaga, maka aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan optimal tanpa mengabaikan hak warga untuk bersuara.

Penulis : Asep Wawan Wibawan
( Jurnalis  E satu.com)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Indramayu) - Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol (TRIK) Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) berkolaborasi dengan SMKN 1 Sindang dalam pengembangan Trainer Kit IoT Simulator yang ditujukan untuk mendukung kegiatan pembelajaran berbasis Internet of Things (IoT) di Jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi.

Kegiatan ini berawal dari kunjungan tim Polindra ke SMKN 1 Sindang untuk melakukan diskusi dan identifikasi permasalahan dalam pembelajaran dasar pengukuran berbasis IoT.

Dari hasil pembahasan tersebut, disepakati perlunya alat bantu praktik yang dapat memperkenalkan konsep IoT secara lebih aplikatif dan mudah dipahami oleh siswa.

Menindaklanjuti hasil diskusi,wujud nyata Sinergi Pendidikan Vokasi tim dosen dan mahasiswa Polindra kemudian merancang dan membuat Trainer Kit IoT Simulator, sebuah perangkat pembelajaran yang dirancang khusus untuk mensimulasikan sistem pengukuran dan monitoring berbasis internet.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Ketua Jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi guru, siswa, serta tim dosen dan mahasiswa Polindra.

“Trainer ini diharapkan dapat menjadi sarana efektif untuk mengenalkan konsep IoT secara praktis kepada siswa,” ungkap Bagus Dharmawan Hadi selaku salah satu dosen dari tim Polindra Kepada Awak Media Selasa 30 Juni 2026 di Kampus Polindra.

Bagus Darmawan Menambahkan, Pelatihan Guru dan Siswa: Belajar IoT dengan Cara yang Menyenangkan

Tim Polindra juga melaksanakan pelatihan penggunaan Trainer Kit IoT Simulator kepada guru dan siswa SMKN 1 Sindang.

Pelatihan ini mencakup pengenalan konsep dasar IoT, cara pengoperasian trainer, serta praktik langsung bagaimana sistem pengukuran dapat dikendalikan dan dipantau secara daring. Siswa tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka dapat mencoba langsung berbagai fitur pada trainer, seperti menghubungkan sensor, membaca data real-time, dan mengakses tampilan monitoring melalui aplikasi berbasis web.


“Alhamdulillah, hasil Pengabdian Kepada Masyarakat dari dosen-dosen Polindra dan tim sangat bermanfaat sekali bagi sekolah SMKN 1 Sindang, khususnya jurusan Teknik Jaringan Komputet dan Telekomunikasi karena alatnya sangat bermanfaat sebagai media pembelajaran mata pelajaran IoT,” ujar Laili Ani Jumala, S. Kom, selaku guru dari jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi SMKN 1 Sindang.


Harapan Keberlanjutan dan Inovasi Bersama“Kami sangat berterima kasih kepada tim Polindra atas dukungannya, Semoga kerja sama ini dapat dikembangkan lebih jauh, khususnya dalam pengembangan perangkat pembelajaran dan riset berbasis IoT,” ungkap Iip Arif Fadillah, S.Kom selalu Kepala Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi SMKN 1 Sindang.

Kegiatan ini menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara pendidikan tinggi vokasi dan sekolah menengah kejuruan dalam membangun ekosistem pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan tuntutan era digital.(iwan)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Cirebon) - Upaya mencegah maraknya investasi bodong kini menyasar lingkungan kampus. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Cirebon, Selasa (30/6/2026).

Galeri investasi tersebut diharapkan menjadi pusat edukasi pasar modal sekaligus mencetak investor muda yang memahami instrumen keuangan legal dan terhindar dari investasi ilegal.

Pantauan di lokasi, peresmian berlangsung di depan ruangan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Untag Cirebon. Sebuah papan bertuliskan "Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Untag Cirebon" dengan slogan Investasi Hari Ini, Masa Depan Negeri menyambut para tamu undangan.

Prosesi dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Rektor Untag Cirebon, Kepala OJK Cirebon, perwakilan Bursa Efek Indonesia, serta sejumlah mitra.

Suasana berlangsung hangat dan penuh antusias sebagai penanda dimulainya operasional galeri investasi tersebut.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, kehadiran galeri investasi merupakan bagian dari komitmen OJK dalam memperkuat literasi, inklusi, dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

"Sesuai dengan komitmen OJK sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang PPSK bahwa OJK tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga melakukan edukasi, literasi dan inklusi keuangan, perlindungan konsumen, serta pengembangan industri itu sendiri," kata Agus.

Menurut Agus, galeri investasi di lingkungan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk mempercepat pengembangan industri pasar modal sekaligus menyiapkan generasi investor masa depan.

"Ruangan ini tidak hanya sekadar ruangan, tetapi sebuah jendela informasi yang nantinya akan menjadi Kawah Candradimuka para investor baru dan pebisnis baru agar mereka paham serta melek keuangan," ujarnya.

Ia menilai mahasiswa yang memahami investasi akan mampu membedakan produk investasi legal dan ilegal, sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak menjadi korban investasi bodong.

"Mereka bisa mencegah teman-temannya berinvestasi pada produk ilegal, sekaligus mengajak berinvestasi pada instrumen yang legal dan diawasi OJK ketika memiliki dana lebih," ujarnya.

Agus juga mengungkapkan jumlah investor pasar modal nasional terus meningkat. Bahkan, saat ini investor domestik telah mendominasi pasar modal Indonesia.

"Kami berharap nanti akan muncul banyak investor andal dari Cirebon Raya," katanya.

Sementara itu, Rektor Untag Cirebon Dr Erna menyambut baik hadirnya galeri investasi tersebut.

Menurutnya, fasilitas itu terbuka bagi seluruh mahasiswa dari berbagai program studi.

"Galeri ini akan dimanfaatkan untuk mahasiswa kami, bukan hanya Fakultas Ekonomi, tetapi semua fakultas bisa bergabung di sini," ujarnya.

Ke depan, Untag Cirebon juga akan menggandeng SMA, SMK, hingga organisasi kepemudaan untuk memperluas edukasi investasi kepada generasi muda.

"Kami akan menggandeng SMA-SMK di Cirebon dan organisasi pemuda agar mereka dapat memanfaatkan galeri investasi ini," katanya.

Kepala Wilayah 1 Bursa Efek Indonesia Thasrif Muharfi mengatakan Galeri Investasi merupakan program nasional BEI untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pasar modal melalui lingkungan kampus.

"Harapannya mahasiswa bisa lebih paham tentang pasar modal, mengetahui risiko investasi, sehingga mampu mengambil keputusan investasi yang tepat," ujarnya.

Menurut Thasrif, pemahaman terhadap instrumen investasi legal menjadi bekal penting agar generasi muda tidak mudah tergiur investasi bodong.

Ia mengungkapkan jumlah investor pasar modal Indonesia kini telah menembus lebih dari 28 juta investor dan didominasi kelompok usia 17 hingga 25 tahun dengan pertumbuhan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir.

Head of Regional Management Division KISI Sekuritas Agastya Yoga Swara menambahkan, galeri investasi dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik langsung di pasar modal.

"Kami berharap galeri investasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperdalam dan mempraktikkan ilmu mereka secara benar melalui pasar modal," ujarnya.

Dengan diresmikannya Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di Untag Cirebon, kampus tersebut diharapkan menjadi pusat edukasi keuangan yang melahirkan generasi muda melek investasi, cakap mengelola keuangan, sekaligus mampu menghindari jebakan investasi ilegal. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Cirebon) - Sebanyak 62 personel Polres Cirebon Kota menerima kenaikan pangkat dalam Upacara Korps Raport Periode 1 Juli 2026 yang digelar di Lapangan Mapolres Cirebon Kota, Selasa (30/6/2026).

Momen tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Upacara dipimpin langsung Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar dan dihadiri Wakapolres, pejabat utama, personel Polres Cirebon Kota, ASN Polri, serta anggota yang menerima kenaikan pangkat.

Kabag SDM Polres Cirebon Kota Kompol Didi Wahyudi Sunansah mengatakan kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan institusi kepada personel yang dinilai memiliki integritas, disiplin, loyalitas, dan kinerja yang baik selama menjalankan tugas.


"Setiap personel yang memperoleh kenaikan pangkat diharapkan mampu menunjukkan kualitas kepemimpinan dan tanggung jawab yang semakin baik," katanya.


Dalam amanatnya, Kapolres AKBP Eko Iskandar menegaskan bahwa pangkat baru bukan sekadar penghargaan, tetapi juga amanah yang harus diimbangi dengan peningkatan profesionalisme dan komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia meminta seluruh personel menjaga nama baik institusi Polri melalui pelaksanaan tugas yang bertanggung jawab serta terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Pada periode 1 Juli 2026, sebanyak 18 personel naik pangkat dari Aipda menjadi Aiptu, 30 personel dari Bripka menjadi Aipda, dua personel dari Brigpol menjadi Bripka, lima personel dari Briptu menjadi Brigpol, serta tujuh personel dari Bripda menjadi Briptu. Total terdapat 62 personel yang menerima kenaikan pangkat.


Prosesi Korps Raport berlangsung khidmat, dimulai dari laporan kenaikan pangkat, amanat inspektur upacara, pembacaan doa, hingga pemberian ucapan selamat kepada seluruh personel yang menerima penghargaan.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan kenaikan pangkat merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat.


"Kami berharap setiap personel yang menerima kenaikan pangkat mampu memberikan teladan dalam pelaksanaan tugas, menjaga integritas, serta terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, dan Presisi demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ujarnya.

Menurutnya, momentum yang bertepatan dengan Hari Bhayangkara ke-80 itu juga menjadi penyemangat bagi seluruh personel Polres Cirebon Kota untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga etika profesi, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top