Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Komisi III DPRD Kota Cirebon mengeluarkan rekomendasi percepatan pembenahan Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati. Rekomendasi tersebut menjadi tindak lanjut atas berbagai persoalan, mulai dari manajemen, pelayanan, ketersediaan obat-obatan, hingga fasilitas alat kesehatan.

Hal itu disampaikan saat rapat Komisi III bersama pimpinan DPRD di ruang rapat gedung DPRD, Senin (2/11/2026). Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf MPd mengatakan, rekomendasi percepatan pembenahan RSD Gunung Jati itu akan segera disampaikan langsung kepada wali kota.

Ia menegaskan, penyusunan rekomendasi merupakan tindak lanjut dari serangkaian evaluasi yang dilakukan Komisi III terhadap kondisi RSD Gunung Jati. Evaluasi dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak), komunikasi dengan sejumlah dokter spesialis, hingga berkonsultasi dengan konsultan yang sebelumnya pernah memberikan penilaian terhadap rumah sakit kebanggan Kota Cirebon tersebut.


"Kami terus berupaya mengawasi dan mengevaluasi Rumah Sakit Gunung Jati ini, mulai dari inspeksi mendadak, berkomunikasi dengan para dokter spesialis, hingga mendatangi konsultan yang dulu pernah memberikan masukan kepada rumah sakit," ujar Yusuf.

Ia menjelaskan, Komisi III pun sudah berkonsultasi dengan ahli manajemen rumah sakit dr. Dewi Basalamah di RS Pasundan Bandung. Konsultasi itu dimaksudkan guna memperoleh penjelasan lebih lanjut terkait perbaikan RSD Gunung Jati. Menurutnya, konsultan tersebut memiliki pengalaman dalam membantu pembenahan sejumlah rumah sakit di Jawa Barat yang pernah menghadapi persoalan serupa.

Yusuf menegaskan, hasil pembahasan Komisi III dengan pimpinan DPRD salah satunya adalah pembentukan tim akselerasi untuk mempercepat proses pembenahan RSD Gunung Jati. Selain itu, perbaikan juga perlu menyentuh aspek manajemen, fasilitas alat kesehatan, pelayanan pasien, ketersediaan obat-obatan, hingga pengelolaan klaim BPJS.


"Yang salah satu diusulkan oleh Komisi III adalah membentuk tim akselerasi perbaikan Rumah Sakit Gunung Jati," jelasnya.

Ia menambahkan, pembenahan manajemen juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. Bahkan, perubahan maupun pergantian manajemen dapat menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan. Namun, keputusan mengenai langkah perbaikan itu sepenuhnya menjadi kewenangan wali kota.

"Semua kewenangan ada di Pak Wali Kota. Kami menyampaikan berbagai informasi yang didapatkan, kemudian masukan dari pihak-pihak yang kami anggap bisa memberikan solusi. Selanjutnya, kami mengusulkan perbaikan dan menyerahkan kepada Pak Wali Kota untuk merumuskannya," ungkapnya.


Melalui langkah tersebut, DPRD berharap pembenahan RSD Gunung Jati dapat segera direalisasikan secara menyeluruh sehingga berbagai persoalan dapat ditangani, serta kualitas pelayanan kesehatan semakin meningkat.

“Saat ini, rekomendasi tersebut masih dalam proses perumusan sebagai rekomendasi kelembagaan DPRD. Yusuf berharap rekomendasi dapat segera diselesaikan sebelum pertemuan dengan wali kota,” ujarnya.

Rapat kerja Komisi III tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio SE, serta dihadiri Wakil Ketua II DPRD Fitrah Malik SH, Ketua Komisi I Agung Supirno SH, Ketua Komisi III Yusuf MPd, Wakil Ketua Komisi III Sarifudin SH, Sekretaris Komisi III R Endah Arisyanasakanti SH, serta anggota Komisi I Ruri Tri Lesmana dan anggota Komisi III Indra Kusumah Setiawan AMd, Stanis Klau, Leni Rosliani SIP, M Fahmi Mirza Ibrahim SE, Prisilia, dan H Hendi Nurhudaya, SH. 

Sumber : Humas DPRD Kota Cirebon
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Kasus dugaan malpraktik di Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon memasuki ranah hukum. Tiga dari delapan pasien yang diduga mengalami infeksi setelah menjalani tindakan medis pada mata resmi melaporkan dokter dan pihak rumah sakit ke Polres Cirebon Kota, Selasa (3/11/2026).

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan infeksi pascatindakan medis yang menyebabkan sejumlah pasien mengalami gangguan penglihatan. Bahkan, salah seorang pasien dilaporkan kehilangan kemampuan melihat pada salah satu matanya.

Kuasa hukum korban, Fery Ramadhan, mengatakan, kedatangannya ke Polres Cirebon Kota didampingi keluarga dari tiga pasien, yakni Dedi, Komariah, serta keluarga almarhum Gunawan.

Ketiganya merupakan bagian dari delapan pasien yang diduga mengalami persoalan medis serupa setelah menjalani tindakan operasi di RSD Gunung Jati.

"Kami bersama tiga korban dari delapan korban dugaan malpraktik RSD Gunung Jati ingin melakukan pelaporan terkait dugaan tindak pidana di bidang medis kedokteran," ujar Fery kepada wartawan.

Fery menjelaskan, pihaknya telah membawa sejumlah bukti awal yang berkaitan dengan dugaan kontaminasi bakteri pada obat yang digunakan dalam tindakan injeksi medis saat operasi.

Laporan tersebut ditujukan kepada dokter pengampu yang menangani para pasien serta pihak rumah sakit.


Menurut Fery, persoalan ini bermula dari tindakan medis terhadap delapan pasien pada Agustus 2026. Meski memiliki diagnosis awal berbeda, para pasien tersebut diduga mengalami infeksi setelah mendapatkan penanganan medis di RSD Gunung Jati.

Salah satu pasien yang mengalami kondisi tersebut adalah Dedi. Awalnya, Dedi didiagnosis menderita katarak dan menjalani operasi di rumah sakit swasta. Namun, karena keterbatasan fasilitas medis, ia kemudian dirujuk ke RSD Gunung Jati untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Dua tindakan operasi pertama disebut berjalan tanpa keluhan berarti. Namun, setelah menjalani operasi ketiga, Dedi mulai merasakan nyeri pada mata kanannya.

Kondisi tersebut membuat Dedi kembali dirujuk ke RS Permata untuk menjalani operasi guna mengangkat infeksi pada matanya.

Fery menyebut, kondisi para pasien yang diduga menjadi korban cukup beragam. Bahkan, dalam kasus terberat, pasien mengalami kehilangan penglihatan hingga pandangannya gelap pada salah satu mata.

Dari delapan pasien yang diduga mengalami persoalan serupa, Fery mengaku saat ini memberikan pendampingan hukum kepada lima orang. Sementara itu, tiga pasien atau keluarga korban memutuskan menempuh jalur pelaporan pidana.

Fery juga meluruskan pernyataan pihak RSD Gunung Jati yang sebelumnya menyebut persoalan tersebut telah diselesaikan melalui kesepakatan kekeluargaan.

Menurutnya, memang ada sebagian korban yang menandatangani kesepakatan bersama. Namun, lima korban yang berada dalam pendampingannya belum mencapai kesepakatan dengan pihak rumah sakit.

Ia mengungkapkan, sebelumnya para korban telah dua kali menjalani mediasi dengan pihak rumah sakit. Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan titik temu yang dapat diterima oleh pihak korban.

Salah satu hal yang dipersoalkan adalah tawaran uang tali asih yang dinilai tidak layak. Selain itu, keluarga pasien juga masih membutuhkan kepastian mengenai kondisi medis para korban, termasuk peluang pemulihan penglihatan mereka.

"Kepastian mengenai kondisi kesehatan para pasien menjadi salah satu hal yang mereka tuntut dalam proses mediasi. Karena belum menemukan titik temu, sebagian korban akhirnya memilih menggunakan jalur hukum dengan melaporkan dugaan tindak pidana medis tersebut kepada kepolisian," pungkasnya. (Wnd)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Kota Cirebon) - DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Cirebon menggelar bimbingan teknis (bimtek) program pinjaman pembiayaan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon. Bimtek ini diikuti sejumlah perwakilan koperasi dari Kota dan Kabupaten Cirebon.

Ketua DPD APPSI Kota Cirebon, Romy Arief Hidajat, S.E., mengatakan, terdapat perubahan mekanisme dalam aturan terbaru penyaluran pembiayaan dana bergulir LPDB. Kini, akses pembiayaan harus melalui lembaga koperasi dan tidak bisa diajukan langsung oleh pedagang secara perorangan.


"Aturan barunya mengaitkan dana bergulir pembiayaan itu dengan institusi koperasi. Jadi, tidak bisa langsung kepada perorangan pedagang pasar. Harus ada lembaganya dulu, yaitu koperasi," kata Romy.


Ia menjelaskan, koperasi yang membutuhkan tambahan modal harus terlebih dahulu mengajukan pembiayaan kepada LPDB. Selanjutnya, penyaluran dana dilakukan melalui mekanisme yang telah ditentukan, termasuk melalui bank-bank pemerintah yang ditunjuk.

Menurut Romy, Kota dan Kabupaten Cirebon sebenarnya memiliki banyak koperasi, mulai dari koperasi pasar hingga koperasi dengan bidang usaha lainnya.

Namun, sebagian koperasi dinilai masih membutuhkan pemahaman lebih mengenai prosedur dan persyaratan untuk mengakses pembiayaan LPDB.


"Di Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon banyak koperasi. Mungkin mereka masih kekurangan edukasi dan literasi mengenai bagaimana mengakses LPDB. Makanya, hari ini diadakan bimtek langsung dari LPDB," ujarnya.


Melalui kegiatan tersebut, APPSI berharap pengurus koperasi mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai tata cara pengajuan pembiayaan sehingga dapat mengakses permodalan sesuai ketentuan.

Romy menambahkan, skema pembiayaan LPDB memiliki karakteristik dan plafon yang berbeda dibandingkan pinjaman perbankan pada umumnya.

Ia menyebutkan, plafon pembiayaan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut berkisar Rp500 juta hingga Rp250 milyard untuk koperasi yang menaungi pedagang.

"Jadi, penyalurannya melalui koperasi. Tidak bisa perorangan, baik pedagang maupun pengusaha yang mengajukan langsung," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati mengapresiasi inisiatif Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, pertemuan itu menjadi salah satu upaya meningkatkan literasi keuangan sekaligus memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha mengenai akses pembiayaan bagi koperasi dan pedagang pasar.


"Alhamdulillah, ini suatu inisiasi yang saya apresiasi sebesar-besarnya kepada APPSI beserta OJK yang telah memfasilitasi," ujar Siti Farida.


Ia menjelaskan, melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek), para peserta mendapatkan informasi mengenai mekanisme pendanaan serta persyaratan untuk memperoleh fasilitas pembiayaan melalui LPDB.

Informasi tersebut diharapkan dapat membantu koperasi pedagang pasar memahami berbagai peluang pendanaan yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.

Siti Farida berharap, koperasi-koperasi yang menaungi pedagang pasar tradisional dapat semakin bangkit dan berkembang setelah memperoleh informasi serta akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan.

"Harapannya, dengan segala pertukaran informasi ini, semoga koperasi-koperasi, khususnya koperasi dana pasar, bisa bangkit dan mendapatkan pembiayaan sesuai kebutuhan," katanya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon)
- Sebanyak 388 atlet Kota Cirebon resmi dilepas untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV 2026. Kontingen Kota Udang tersebut ditargetkan mampu menembus 10 besar klasemen akhir.

Pelepasan kontingen dilakukan langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon, Selasa (3/11/2026).

Effendi Edo mengatakan, Pemkot Cirebon optimistis para atlet mampu memenuhi target yang telah ditetapkan. Bahkan, ia berharap kontingen Kota Cirebon bisa membawa pulang sebanyak mungkin medali emas.

"Targetnya masuk 10 besar. Mudah-mudahan dari 10 besar itu bisa meraih emas semuanya," kata Effendi Edo kepada wartawan.

Ia berpesan kepada seluruh atlet dan ofisial agar menjaga sportivitas selama mengikuti pertandingan. Selain itu, para atlet diminta menjaga nama baik Kota Cirebon saat berkompetisi dengan kontingen dari daerah lain.

"Jaga sportivitas, jaga nama baik Kota Cirebon, dan raih juara," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Cirebon telah menyiapkan anggaran untuk memenuhi kebutuhan kontingen. Dukungan tersebut meliputi uang pembinaan, uang saku, hingga honorarium bagi atlet dan pelatih.


Sementara itu, Ketua KONI Kota Cirebon, Mohamad Handarujati Kalamullah, mengatakan target menembus 10 besar menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, persaingan antardaerah semakin ketat, baik dari sisi kualitas atlet maupun dukungan anggaran.

Meski demikian, pihaknya berharap dukungan pemerintah daerah dapat menjadi modal penting untuk memaksimalkan persiapan dan penampilan para atlet.

"Kami akan mencoba kembali ke 10 besar. Dengan jumlah 388 atlet, harapan kami seluruh atlet bisa memberikan performa terbaik," katanya.

Handarujati menyebut sejumlah cabang olahraga (cabor) menjadi andalan Kota Cirebon untuk mendulang medali. Di antaranya bola basket, gateball, muaythai, gulat, dan taekwondo.

KONI berharap atlet dari sejumlah cabor tersebut mampu tampil maksimal dan menyumbangkan medali untuk Kota Cirebon.
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Indramayu) -
Membanggakan Mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) Raih juara 1 Katagori dan Juara 3 katagori di Ajang lomba kompetisi inovasi teknologi bidang pertanian AiTeC tahun 2026 Tingkat Internasional yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Lampung (Polinela) Pada bulan Oktober Kemarin.

Para peserta yang mengikuti Lomba Kompetensi Inovasi Teknologi bidang pertanian AiTeC tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Lampung (Polinela) Bukan saja dari Perguruan tinggi di Indonesia tapi dari luar negeripun Ikut seperti dari Cina,Korea dan negara yang lainnya.

Izhak Sumitomo Ozhaqi Mahasiswa  Jurusan D3 Teknik Mesin Semester 5 yang Meraih Juara 1 Katagori ditemui Awak media Sangat Bangga dan Senang bisa meraih Juara 1 Katagori di Ajang Kompetisi inovasi teknologi bidang pertanian AiTeC tahun 2026 Yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Lampung (Polinela).

Saya sangat bangga bisa meraih juara 1 Katagori di ajang kompetisi inovasi teknologi bidang pertanian AiTeC 2026
Karena didalam Kompetisi itu diikuti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia juga diikuti ada peserta dari luar negeri seperti Cina dan Korea Mudah-mudahan Saya bisa mempertahankan juara tersebut dan lebih baik dan lebih ditingkatkan lagi.ucapnya

Adapun Jenis Lombanya yaitu Lomba pembuatan alat pertanian dan desain mesin pertanian mengunakan AutoCAD  Ucapnya.

Izhak Memberikan Motivasi kepada Teman-temanya atau pun adik-adiknya untuk terus belajar karena mimpi harus di barengi dengan prestasi maka dari itu gapai prestasi sebanyak mungkin untuk mengharumkan nama Baik Politeknik Negeri Indramayu Ujarnya

Izak Berharap kedepan Polindra Lebih aktif lagi Untuk mengirim Mahasiswa untuk ikut lomba kejuaraan nasional ataupun internasional.Ucapnya

Sementara itu Fadliansyah Jurusan Teknik Mesin D4 Perancangan Manufaktur Semester lima Juara 3 Katagori Menambahkan Sangat Bersyukur dan Tidak nyangka dapat Meraih juara 3 Katagori Karena Baru Pertama Kali Mengikuti Lomba apa lagi lomba yang diikuti termasuk dalam Lomba Internasional karena diikuti oleh mahasiswa dari luar Negeri dari Cina dan Korea.

Mudah-mudahan Juara yang di raihnya bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi Menjadi juara ke satu ataupun juara kedua.Ujarnya

Pesanya kepada rekan- Rekannya dan Adik-adik kelasnya Jangan Ragu dan sungkan untuk mengikuti lomba atau Kompetisi jadi juara atau tidak jadi juara, jadikan pengalaman "marilah kita berkontribusi untuk kampus Polindra untuk sama-sama menjaga Almamater serta mengharumkan nama Polindra baik di tingkat Nasional ataupun Internasional.Pungkasnya.  (iwan)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang)  -  Setelah beberapa kali sukses menyelenggarakan Forum Diskusi Publik (FGD), MCI Kota Tangerang kembali menggagas kegiatan serupa dengan mengangkat tajuk “Kota Tangerang Tidak Sedang Baik-Baik Saja”.

Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada 13 November 2026, bertempat di Rumah Perjuangan MCI Kota Tangerang.

Ketua Pelaksana, Lukman Suparman, menerangkan bahwa forum diskusi kali ini akan melibatkan langsung berbagai lapisan masyarakat, khususnya kelompok pekerja dan masyarakat yang selama ini menghadapi persoalan ekonomi maupun keterbatasan kesempatan kerja.

“Dalam kegiatan tersebut, kami akan mengundang teman-teman dan sahabat dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja serabutan, buruh, pedagang, sopir, pengemudi ojek online, pelaku UMKM, hingga masyarakat yang masih menganggur atau belum mendapatkan kesempatan kerja,” jelas Lukman saat ditemui di Rumah Perjuangan MCI Kota Tangerang, Senin (3/11/2026).

Menurut Lukman, forum tersebut juga akan menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kapasitas dan pengalaman sesuai bidang masing-masing.

Adapun narasumber yang direncanakan hadir, yakni:

1. Endah Prihatin Gasih, wartawati senior dan mantan Ketua PWI Kota Tangerang.
2. Mahmud Ali, pelaku UMKM sekaligus politikus Kota Tangerang.
3. Asep Wawan Wibawan, jurnalis kritis sekaligus Ketua MCI Pejuang Keadilan Kota Tangerang.

Lebih lanjut, Lukman menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, berbagi pengalaman, serta membahas berbagai persoalan yang tengah dihadapi warga Kota Tangerang.

Ia juga berharap adanya dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak agar kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Tentunya kami sangat mengharapkan dukungan, bantuan, dan partisipasi dari berbagai pihak agar acara ini bisa berjalan dengan baik dan lancar,” pungkasnya.

(AWW)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top