Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menghadiri peluncuran Job Fair Online melalui platform Cherbon Menggawe sekaligus membuka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Tahun 2026 yang berlangsung di Balai Kota Cirebon pada Senin, 22 Juni 2026. Acara ini menjadi salah satu agenda strategis dalam memperkuat kebijakan ketenagakerjaan daerah agar semakin responsif terhadap dinamika zaman.

Momen ini juga terasa istimewa karena bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599. Peristiwa tersebut dijadikan kesempatan untuk merefleksikan capaian sekaligus melangkah maju dengan solusi konkret guna mengatasi masalah ketenagakerjaan yang kian kompleks di tingkat lokal.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon menekankan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari intervensi kebijakan sektoral Pemerintah Kota Cirebon. Ia menjelaskan bahwa tantangan ketenagakerjaan saat ini tidak hanya terletak pada penyediaan lapangan kerja, tetapi juga pada bagaimana memastikan informasi dan akses terhadap peluang tersebut dapat diterima secara merata oleh seluruh masyarakat.

"Peluncuran Cherbon Menggawe ini kami desain sebagai infrastruktur digital ketenagakerjaan yang terintegrasi. Tujuannya adalah mendemokratisasi akses informasi lowongan kerja agar lebih transparan, cepat, dan dapat diakses secara real-time oleh masyarakat," ujarnya.


Masalah utama di dunia kerja adalah asimetri informasi antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja, membuat banyak pencari kerja kesulitan mendapatkan informasi sesuai kompetensi pasar.

Sebagai solusi, Pemerintah Kota Cirebon meluncurkan Cherbon Menggawe, platform digital job fair yang mempermudah layanan ketenagakerjaan. Sistem ini terintegrasi dengan layanan lain untuk mendukung rekrutmen yang lebih efisien.

Wali Kota berharap program ini efektif menurunkan pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja di Cirebon.

"Tapi yang paling penting adalah kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem kerja yang inklusif dan berdaya saing," tuturnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, mengatakan bahwa perkembangan dunia kerja saat ini menuntut layanan ketenagakerjaan yang lebih cepat, mudah diakses, dan selaras dengan teknologi informasi. Karena itu, pemerintah terus memperkuat sistem yang mampu mempertemukan pencari kerja dan dunia industri secara lebih tepat sasaran.

"Cherbon Menggawe kami hadirkan sebagai gerbang layanan ketenagakerjaan Kota Cirebon yang menghubungkan pencari kerja, perusahaan, dan lembaga pelatihan dalam satu platform digital," ujar Ma'ruf.

Selain memperkenalkan job fair online, kegiatan ini turut menghadirkan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja. Pelatihan tersebut berperan penting dalam memperkokoh daya saing sumber daya manusia lokal agar lebih siap menghadapi tuntutan industri yang terus berkembang.

Pada batch ini, terdapat 32 peserta yang dibagi ke dalam dua kelas pelatihan, yaitu digital marketing dan teknisi ponsel. Program ini dirancang tidak hanya untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga untuk memastikan mereka mampu beradaptasi dengan dinamika pasar kerja yang terus berubah.


Job fair online kali ini melibatkan partisipasi dari 14 perusahaan yang menawarkan 24 jenis posisi dengan total 858 lowongan pekerjaan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 22 Juni hingga 22 Juli 2026, melalui platform Cherbon Menggawe.

Pelatihan vokasi sendiri akan dilaksanakan selama 26 hari kerja, berakhir pada 27 Juli 2026. Lokasi kegiatan bertempat di Balai Kota Cirebon dan Taman Belajar Cikalong. Sebagai penutup, seluruh peserta akan mengikuti uji kompetensi untuk menilai hasil pembelajaran mereka.

Untuk mendukung suksesnya kegiatan ini, Pemerintah Kota Cirebon bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk APINDO, KADIN, Forum HRD, dan sejumlah lembaga pelatihan kerja, guna memperkuat kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih baik.

"Sinergi ini diharapkan mampu memperluas peluang kerja sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja di daerah," harapnya. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri Gelar Karya Vokasi dan Seni Anak Istimewa SLBN Budi Utama 2026 pada Senin (22/6/2026). Acara ini menjadi wadah apresiasi bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan, dan hasil belajar vokasi mereka.

Sejak awal, suasana hangat terasa dengan beragam karya dan penampilan seni dari siswa. Acara ini membuktikan bahwa pendidikan dan pendampingan yang tepat dapat membantu anak berkembang sesuai potensinya.

Wakil Wali Kota menekankan bahwa karya dan penampilan siswa adalah bukti penting. Ketika diberikan ruang dan pelatihan yang tepat, anak-anak mampu menunjukkan potensi luar biasa.


"Acara Gelar Karya Vokasi dan Seni hari ini memberi kita satu pesan yang sangat jelas. Karya-karya dan pentas seni yang ditampilkan oleh anak-anak kita bukanlah sekadar pertunjukan, tetapi bukti nyata bahwa jika diberi ruang belajar dan pelatihan yang tepat, anak-anak dengan keistimewaannya masing-masing memiliki kemampuan yang luar biasa untuk mandiri dan berkarya," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan vokasi di SLBN Budi Utama menjadi langkah penting dalam mempersiapkan kemandirian anak-anak untuk masa depan. Pelatihan yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga menjadi bekal utama untuk membantu mereka hidup mandiri secara ekonomi.

Selain itu, ia juga menekankan perlunya peran aktif semua pihak dalam memberikan akses dan peluang bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, pencapaian kemandirian tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada pihak sekolah saja, melainkan membutuhkan dukungan dari lingkungan dan komunitas.

"Tugas pemerintah dan tugas kita bersama bukan hanya memastikan anak-anak ini belajar dengan tenang hingga lulus, tetapi juga memastikan setelah mereka lulus, mereka memiliki tempat di tengah masyarakat dan kesempatan yang setara di dunia kerja," tegasnya.

Sementara itu, Kepala SLB Negeri Budi Utama Kota Cirebon, Lela Lafifah menyampaikan bahwa gelar karya ini menjadi wadah bagi anak-anak istimewa untuk mengekspresikan kemampuan mereka, baik di bidang seni maupun keterampilan vokasi.

Ia menjelaskan bahwa berbagai karya siswa ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari hasil lukisan hingga produk keterampilan tata boga yang menjadi bagian dari pembelajaran vokasi di sekolah.

"SLB Negeri Budi Utama Kota Cirebon dapat menyelenggarakan gelar karya vokasi dan seni anak-anak kami yang sangat luar biasa. Mereka dapat mengekspresikan seluruh kemampuannya melalui kegiatan seni dan bazar vokasi. Beberapa karya seperti lukisan dan keterampilan tata boga juga kami pajang dalam kegiatan ini," ungkapnya.


Lela juga menuturkan bahwa kegiatan ini mengusung tema yang sarat makna, yakni "Merenda Sejarah Budaya Tatar Sunda Kacirebonan, Menjalin Kemandirian Beretika Pancawaluya yang Mendukung Terciptanya Wiji Sajati Terah Ing Bimasakti", yang mencerminkan nilai budaya sekaligus semangat kemandirian peserta didik.

Ia menambahkan bahwa motto sekolah "Wiji Sejati Terah Ing Bimasakti" menjadi filosofi yang menggambarkan keyakinan bahwa anak-anak di SLB Budi Utama adalah bibit unggul yang memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang.

"Saya berterima kasih kepada Ibu Wakil Wali Kota, semua dinas yang ada di sini juga sudah hadir. Itu bukti Pemda Kota Cirebon mendukung layanan pendidikan bagi anak-anak istimewa di Kota Cirebon," pungkasnya. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Tahun 2026, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kuningan bersama Kelompok Tani Desa Cibulan dan Dinas Pertanian Kecamatan Cidahu melaksanakan kegiatan perawatan tanaman jagung di lahan pertanian Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Senin (22/06/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan melalui monitoring pertumbuhan tanaman serta penyemprotan cairan pembasmi hama guna mencegah serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang dapat memengaruhi produktivitas hasil panen. Kegiatan ini merupakan wujud sinergitas antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional.

Personel Sat Lantas Polres Kuningan bersama petugas Dinas Pertanian Kecamatan Cidahu dan anggota Kelompok Tani Desa Cibulan turun langsung ke lahan pertanian untuk memastikan tanaman jagung tumbuh dengan baik, sehat, dan terawat. Selain melakukan penyemprotan, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan koordinasi mengenai teknik perawatan tanaman serta langkah-langkah pencegahan hama dan penyakit tanaman.

Kapolres Kuningan AKBP M. Ali Akbar nelalui Kasat Lantas AKP Aktuin Moniharapon menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk kepedulian dan dukungan terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani yang menjadi ujung tombak dalam menjaga ketersediaan pangan.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat sinergi dengan kelompok tani dan instansi terkait guna mendukung ketahanan pangan. Kehadiran Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam program-program yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian Kecamatan Cidahu mengapresiasi dukungan dan keterlibatan Satlantas Polres Kuningan dalam kegiatan pertanian yang dinilai mampu meningkatkan semangat para petani dalam mengelola lahan pertanian secara optimal.

Dengan adanya kolaborasi antara Sat Lantas Polres Kuningan, Kelompok Tani Desa Cibulan, dan Dinas Pertanian Kecamatan Cidahu, diharapkan tanaman jagung yang dibudidayakan dapat menghasilkan panen yang maksimal sehingga mampu mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kuningan. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) -
Anggaran kegiatan reses anggota DPRD Kota Tangerang pada tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP, total pagu berbagai paket pengadaan untuk mendukung pelaksanaan reses tahun 2026 mencapai sekitar Rp3,76 miliar.

Jumlah tersebut meningkat Rp197,4 juta atau sekitar 5,55 persen dibandingkan pagu kegiatan reses tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp3,56 miliar.

Kenaikan anggaran paling signifikan terlihat pada pos makan dan minum kegiatan reses. Pada 2025, anggaran konsumsi reses tercatat sebesar Rp1,98 miliar.

Sementara pada 2026 meningkat menjadi Rp2,25 miliar atau bertambah sekitar Rp274,48 juta untuk tiga kali pelaksanaan kegiatan reses.

Selain konsumsi, anggaran untuk kebutuhan sewa perlengkapan kegiatan reses juga mengalami peningkatan.

Jika pada 2025 total pagu sewa peralatan reses mencapai sekitar Rp1,15 miliar, maka pada 2026 naik menjadi Rp1,29 miliar atau bertambah sekitar Rp133,17 juta.

Berdasarkan rincian paket yang tercantum dalam SiRUP, pengadaan pada 2026 terbagi dalam sejumlah kegiatan yang dilaksanakan di masing-masing daerah pemilihan (dapil), meliputi kebutuhan konsumsi, pencetakan spanduk, fotokopi dokumen, hingga penyewaan perlengkapan kegiatan.

Meski mengalami kenaikan, porsi terbesar anggaran reses tahun 2026 masih terserap untuk kebutuhan konsumsi. Nilainya mencapai lebih dari 60 persen dari total pagu kegiatan reses yang terdaftar dalam sistem pengadaan.

Ironisnya, Kenaikan pagu tersebut  muncul di tengah dorongan efisiensi penggunaan anggaran di daerah.

( AWW )
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Aroma serabi yang dipanggang di atas tungku tanah liat berpadu dengan semarak pertunjukan seni mewarnai Malam Pentas Seni dan Festival Serabi yang digelar di Kecamatan Kesambi, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Cirebon ke-599 ini mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Cirebon, Effendi Edo.

Festival Serabi menjadi yang pertama diselenggarakan di Kota Cirebon dan menjadi inisiatif Kecamatan Kesambi untuk mengangkat salah satu kuliner tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Sebanyak 20 pelaku UMKM serabi turut ambil bagian, menyajikan cita rasa khas yang selama ini menjadi bagian dari identitas masyarakat Cirebon.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini memiliki makna lebih dari sekadar festival kuliner. Menurutnya, serabi merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga keberadaannya agar tidak tergerus perkembangan zaman.


"Festival Serabi ini merupakan bentuk penghargaan terhadap kekayaan kuliner tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Serabi bukan hanya makanan khas yang memiliki cita rasa sederhana namun istimewa. Di balik proses pembuatannya tersimpan nilai-nilai kesabaran, ketekunan, kebersamaan, dan semangat menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman," ujarnya.

Ia menambahkan, kuliner tradisional memiliki peran penting sebagai identitas daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

"Ketika kita terus memperkenalkan, menikmati, dan mempromosikan kuliner tradisional, sesungguhnya kita sedang menjaga akar budaya sekaligus membuka peluang bagi tumbuhnya ekonomi masyarakat. Produk lokal yang terus dikembangkan akan menjadi kekuatan daerah dalam mendorong UMKM agar semakin maju, berdaya saing, dan mampu menjadi daya tarik wisata Kota Cirebon," tuturnya.

Usai menghadiri kegiatan, Wali Kota juga mengapresiasi langkah Kecamatan Kesambi yang memilih Festival Serabi sebagai konsep utama peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599 di tingkat kecamatan.

"Ini karena serabi merupakan jajanan tradisional yang memang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan. Menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki ruang untuk terus hidup di tengah masyarakat," katanya.

Selain kuliner, Wali Kota juga menilai Kecamatan Kesambi memiliki potensi seni budaya yang sangat besar. Berbagai penampilan yang disuguhkan malam itu memperlihatkan kreativitas generasi muda yang mampu memadukan seni tradisional dengan sentuhan kontemporer.

"Saya senang dengan acara seperti ini karena ingin melihat potensi dari setiap kecamatan. Ternyata potensinya luar biasa. Anak-anak kita memiliki kreativitas yang sangat baik, tidak hanya menampilkan tarian tradisional, tetapi juga mampu memadukannya dengan unsur kontemporer dan modern," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Kesambi, Eko Budiyanto, mengaku bersyukur Festival Serabi perdana di Kota Cirebon mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Antusiasme warga terlihat sejak awal acara hingga memenuhi kawasan penyelenggaraan.

"Baru pertama kali Festival Serabi diadakan di Kota Cirebon dan sejak awal kita sudah melihat begitu banyak masyarakat yang hadir. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pedagang serabi yang berkomitmen ikut menyukseskan kegiatan ini,"  ujarnya.


Eko menjelaskan, dipilihnya serabi sebagai ikon festival bukan tanpa alasan. Menurutnya, makanan tradisional tersebut menyimpan filosofi kehidupan yang sangat dekat dengan nilai-nilai masyarakat Cirebon.

"Serabi mengajarkan bahwa hidup membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan proses yang tidak instan. Dari bahan-bahannya yang sederhana lahir cita rasa yang istimewa. Serabi juga menjadi simbol kebersamaan karena sejak dahulu disajikan dalam berbagai acara syukuran dan dinikmati bersama-sama. Filosofi itulah yang ingin kami angkat melalui festival ini," jelasnya.

Melalui Festival Serabi, Pemerintah Kota Cirebon berharap kuliner tradisional tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semakin dikenal sebagai bagian dari identitas daerah.

"Tentunya juga mampu memperkuat sektor pariwisata, menggerakkan UMKM, sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya lokal," pungkasnya. (wandi)

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Pemerintah Kota Cirebon bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon mencanangkan Komitmen Bersama sekaligus melepas petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Balai Kota Cirebon, Minggu (21/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pendataan ekonomi secara menyeluruh yang akan menjadi fondasi penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kebijakan publik yang tepat sasaran. Menurutnya, pembangunan yang berkualitas harus didukung oleh informasi yang akurat mengenai kondisi ekonomi masyarakat dan dunia usaha.

"Sebagai pelaksana pemerintahan, kita menyadari sepenuhnya bahwa kebijakan publik yang presisi harus bertumpu pada landasan kebijakan berbasis data. Sensus Ekonomi adalah instrumen untuk memetakan struktur ekonomi, daya saing bisnis, serta ekosistem dunia usaha secara riil di Kota Cirebon," ujarnya.

Ia menambahkan, komitmen bersama yang dideklarasikan bukan sekadar seremonial, melainkan wujud kesungguhan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan data ekonomi yang akurat, akuntabel, dan berkelanjutan. Hasil sensus nantinya akan menjadi dasar dalam menyusun berbagai kebijakan, mulai dari perencanaan pembangunan ekonomi, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan investasi di Kota Cirebon.

Wali Kota juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus.

"Seluruh data yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan hanya digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan," tuturnya.

Sebagai simbol dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Cirebon, Wali Kota Cirebon secara resmi melepas ratusan petugas sensus yang akan bertugas di lapangan. Pemerintah Kota Cirebon berharap kolaborasi antara pemerintah, BPS, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menghasilkan data berkualitas sebagai pijakan dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Cirebon, Samiran, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya mendata seluruh aktivitas usaha, tetapi juga akan mengumpulkan data sosial ekonomi masyarakat yang dibutuhkan pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan strategis.


"Sensus Ekonomi ini bukan untuk kepentingan BPS semata, melainkan untuk mendukung penyusunan kebijakan di tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota. Data yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan masyarakat ketika membutuhkan informasi yang akurat," jelas Samiran.

Ia mengungkapkan, sebanyak 232 petugas akan diterjunkan untuk melakukan pendataan di seluruh wilayah Kota Cirebon mulai Juni hingga akhir Agustus 2026. Pendataan tersebut mencakup sekitar 46 ribu unit usaha, dengan komposisi terbesar berasal dari sektor perdagangan yang mencapai sekitar 33 persen, disusul sektor pariwisata, meliputi hotel dan kuliner, sebesar 22 persen.

"Data tersebut menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi Kota Cirebon bertumpu pada sektor perdagangan dan pariwisata. Karena itu, kami berharap seluruh masyarakat dan pelaku usaha dapat menerima petugas sensus serta memberikan data yang lengkap dan benar agar menghasilkan potret ekonomi Kota Cirebon yang semakin akurat," tuturnya. (wandi)

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top