Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Polresta Cirebon melalui Tim TEKAB 852 Sat Reskrim bersama Unit Reskrim Polsek Klangenan mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi tawuran menggunakan senjata tajam yang sebelumnya viral di media sosial.

Penanganan perkara tersebut dilakukan setelah adanya laporan masyarakat terkait video aksi tawuran yang terjadi di wilayah hukum Polresta Cirebon. Tim TEKAB 852 yang dipimpin Kanit TEKAB IPDA Roni Cainudin, bersama Unit Reskrim Polsek Klangenan kemudian melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku yang terlibat.

Peristiwa tawuran diketahui terjadi pada Senin, 20 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Raya Arjawinangun-Palimanan, tepatnya di wilayah Desa Tegalkarang, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon. Tawuran tersebut melibatkan kelompok pelajar SMK di wilayah Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon yang diduga terlibat bentrokan dengan kelompok pelajar salah satu SMK di Wilayah Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon hingga mengakibatkan sejumlah korban mengalami luka-luka.

Dari hasil penyelidikan, petugas mengamankan tiga orang yang diduga memiliki peran dalam aksi tersebut. Mereka masing-masing berinisial DS (18), WA (17), dan H (15).

DS diduga berperan sebagai videographer saat aksi tawuran berlangsung sekaligus admin akun media sosial yang mengunggah rekaman tawuran. Sementara WA dan H diduga membawa senjata tajam jenis celurit dalam aksi tersebut.

Dalam pengungkapan perkara ini, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna hijau yang digunakan untuk merekam kejadian serta tiga unit telepon seluler berbagai merek.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan tindakan tegas terhadap aksi tawuran, khususnya yang melibatkan pelajar dan penggunaan senjata tajam.

"Polresta Cirebon tidak akan memberikan ruang bagi aksi tawuran yang meresahkan masyarakat. Terlebih apabila dalam aksinya menggunakan senjata tajam karena dapat membahayakan keselamatan orang lain dan berpotensi menimbulkan korban jiwa," ujar Kombes Pol. Imara Utama.


Ia juga mengimbau para pelajar agar tidak mudah terprovokasi maupun ikut dalam kelompok yang berpotensi melakukan tawuran. Menurutnya, penyelesaian persoalan antarpelajar harus dilakukan melalui komunikasi dan cara-cara yang positif, bukan dengan kekerasan.

Saat ini, ketiga orang tersebut beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Cirebon untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik juga masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, mendalami keterlibatan pihak lain, serta mencari barang bukti tambahan.

Polresta Cirebon mengajak masyarakat, khususnya para orang tua dan pihak sekolah, untuk bersama-sama mengawasi aktivitas anak-anak dan pelajar guna mencegah terjadinya aksi tawuran maupun tindak pidana lainnya.

Masyarakat yang mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas maupun aksi tawuran dapat segera melaporkannya melalui hotline 110 atau kantor kepolisian terdekat agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) -
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Tangerang 2026 telah memasuki fase setelah penerimaan. Namun, persoalan yang sempat disampaikan masyarakat melalui kanal pengaduan resmi pemerintah tidak semestinya berhenti ketika proses pendaftaran selesai.

Data Diskominfo Kota Tangerang mencatat 64 laporan terkait SPMB pada periode 26 Juni–3 Juli 2026 dari total 362 aduan masyarakat. SPMB bahkan menjadi kategori laporan terbanyak pada periode tersebut.

Angka itu menimbulkan pertanyaan sederhana tetapi penting: ke mana ujung 64 aduan tersebut?

Orang tua yang menyampaikan keberatan tentu tidak hanya membutuhkan nomor laporan atau pemberitahuan bahwa aduan telah diterima. Mereka membutuhkan jawaban, kepastian, dan penyelesaian.

Kini, memasuki Agustus 2026, publik layak meminta Dinas Pendidikan Kota Tangerang membuka perkembangan penanganan aduan tersebut.

Berapa yang telah diselesaikan?

Berapa yang masih dalam proses?

Berapa yang tidak dapat dipenuhi?

Dan yang paling penting, apa alasan serta dasar keputusan terhadap setiap persoalan yang diajukan masyarakat?

Persoalan ini penting karena SPMB menyangkut akses anak terhadap pendidikan. Ketika orang tua merasa perlu menggunakan kanal pengaduan pemerintah, berarti ada persoalan yang menurut mereka membutuhkan penjelasan atau intervensi.

Pemerintah memang telah menyediakan mekanisme pengaduan. Namun, keberhasilan pelayanan publik tidak seharusnya diukur dari berapa banyak laporan yang berhasil masuk ke sistem, melainkan dari berapa banyak persoalan masyarakat yang berhasil diselesaikan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, memasuki Agustus, pertanyaan publik bukan lagi sekadar “bagaimana SPMB berjalan?”

Pertanyaannya jauh lebih mendasar:

“Setelah orang tua mengadu, apa yang benar-benar dilakukan pemerintah?”

Jika seluruh 64 laporan telah ditangani, publik berhak mengetahui hasilnya.

Jika masih ada yang belum selesai, masyarakat juga berhak mengetahui penyebabnya.

Sebab kanal pengaduan tanpa kepastian penyelesaian berisiko hanya menjadi tempat masyarakat menitipkan keluhan—bukan pintu menuju solusi.

Melalui WA Awak media mencoba konfirmasi kepada Kadis Pendidikan Kota Tangerang, namun sampai berita ini di turunkan . Namun sampai berita ini diturunkan yang berkaitan  belum memberikan keterangan 


( AWW )
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Kota Cirebon)- Fakultas Pendidikan dan Sains (FPS) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon resmi melepas mahasiswa peserta Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 Tahun Akademik 2026/2027.
Acara pelepasan berlangsung di Aula Kampus 2 FPS UGJ, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor 1 UGJ, jajaran pimpinan fakultas, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta ratusan mahasiswa calon pendidik.

PLP 2 tahun ini mengusung tema "Mewujudkan Guru Profesional melalui Pembelajaran Inovatif, Reflektif, dan Berbasis Deep Learning di Era Digital."
Program tersebut menjadi tahapan penting bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman mengajar secara langsung di sekolah mitra.


Pada PLP 2 Tahun Akademik 2026/2027, FPS UGJ menggandeng 30 sekolah mitra. Sekolah tersebut terdiri dari jenjang SD, SMP, hingga SMA atau sederajat yang tersebar di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka.


Dekan FPS UGJ, Dr. H. Endang Herawan, M.M., mengatakan PLP 2 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan teori pembelajaran yang telah diperoleh selama menjalani perkuliahan.

"PLP 2 adalah ruang pembuktian bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan teori-teori pembelajaran yang telah dipelajari di bangku kuliah. Kami berharap para mahasiswa dapat menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi kode etik profesi, serta memberikan kontribusi positif di sekolah mitra masing-masing," ujar Endang.

Sementara itu, mahasiswa peserta PLP 2 secara resmi dilepas oleh Wakil Rektor 1 UGJ Cirebon, Dr. Surya Amami Pramuditya, M.Si.
Surya berpesan agar mahasiswa mampu menerapkan pembelajaran inovatif, reflektif, dan berbasis pembelajaran mendalam selama menjalani PLP 2.

"Saya berpesan agar mahasiswa peserta PLP 2 ini dapat mengimplementasikan pendekatan deep learning pada pembelajaran, yaitu mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning. Lewat pendekatan ini, pembelajaran yang berkualitas dan bermakna dapat tercapai," kata Surya.


Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PLP 2 tidak hanya melakukan observasi di sekolah. Mereka juga diberi kesempatan mengelola pembelajaran secara aktif, menyusun modul ajar berdasarkan kurikulum terkini, serta terlibat langsung dalam berbagai agenda persekolahan.


FPS UGJ berharap pengalaman tersebut dapat membentuk mahasiswa menjadi calon guru yang profesional, berkualitas, berkarakter, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan pendidikan di era digital.

Program PLP 2 sekaligus menjadi bagian dari komitmen FPS UGJ dalam menyiapkan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi dan daya saing global. (Wandi)

https://ugj.ac.id/
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) - Sebanyak 219 aduan masyarakat tercatat masuk melalui layanan LAKSA Kota Tangerang pada periode 31 Juli–7 Agustus 2026, berdasarkan data yang dipublikasikan di situs resmi Diskominfo Kota Tangerang.

Lima aduan terbanyak yakni PJU padam 23 laporan, ambulans gratis 15 laporan, KK 13 laporan, KTP 12 laporan, dan jalan rusak 10 laporan.

Angka tersebut menunjukkan masih adanya persoalan pelayanan publik yang disampaikan langsung masyarakat melalui kanal resmi pemerintah.

Namun, persoalannya bukan hanya berapa banyak warga yang mengadu, melainkan sejauh mana aduan tersebut ditindaklanjuti.

Dalam semangat UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, masyarakat memiliki kepentingan untuk mengetahui informasi mengenai penyelenggaraan pelayanan publik sepanjang informasi tersebut dapat diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, publik patut mendapatkan kejelasan: berapa aduan yang sudah selesai, berapa yang masih diproses, dan apa kendalanya?

EsatumCom telah meminta konfirmasi kepada Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan Kota Tangerang terkait aduan masyarakat dan tindak lanjutnya.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait.

Ketiadaan tanggapan tersebut tidak serta-merta dapat disebut sebagai pelanggaran UU KIP, karena konfirmasi jurnalistik berbeda dengan mekanisme permohonan informasi publik.

Meski demikian, keterbukaan mengenai tindak lanjut aduan tetap penting sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan kepada masyarakat.

219 aduan bukan sekadar angka. Di dalamnya terdapat suara warga yang menunggu respons pemerintah.

E satu.com tetap membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi Pemkot Tangerang maupun dinas terkait.

E satu.com — Mengawal Suara Warga, Menguji Transparansi Pelayanan Publik.

( AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) -
Warga Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, mengaku kecewa setelah permintaan layanan sedot WC yang dihubungkan dengan program Sedot WC Gratis Pemerintah Kota Tangerang belum mendapat respons.

Miftah, warga setempat, mengatakan kondisi WC di rumahnya telah hampir tiga minggu penuh. Ia mengaku memilih menunggu program Sedot WC Gratis yang dijadwalkan berlangsung pada 15–18 Agustus 2026.

“WC di rumah sudah hampir tiga minggu penuh, tetapi belum disedot karena menunggu program Sedot WC Gratis. Sekitar tanggal 15, ayah saya menghubungi operator pelayanan sedot WC permintaan Kota Tangerang, tetapi tidak direspons,” ungkap Miftah dengan nada kecewa, Kamis (20/8/2026).

Menurut Miftah, WC di rumahnya berukuran sekitar 1,5 meter x 1,5 meter. Karena kapasitas dan resapannya terbatas, WC tersebut dalam satu tahun terakhir sudah tiga kali menjalani penyedotan.

“Dalam satu tahun ini WC di rumah sudah tiga kali disedot karena ukurannya kecil dan kurang ada resapan sehingga cepat penuh,” katanya.

Ia membandingkan pelayanan yang diterima sebelumnya. Menurutnya, ketika WC penuh dan meminta layanan sedot, operator sebelumnya langsung merespons.

“Dulu waktu WC penuh, ayah saya menghubungi operator pelayanan sedot WC langsung direspons. Pagi ditelepon, siangnya disedot,” ujarnya.

Namun, kali ini ia mengaku tidak mendapatkan respons ketika menghubungi operator.

“Sekarang dihubungi malah tidak dijawab. Apa karena ayah saya menanyakan program sedot WC gratis, jadi tidak direspons?” tambahnya.

Miftah berharap Pemerintah Kota Tangerang memberikan kejelasan terkait mekanisme pelayanan, khususnya bagi warga yang telah mengajukan permintaan tetapi belum memperoleh kepastian.

Pasalnya, kondisi WC yang penuh membuat aktivitas sehari-hari keluarganya terganggu. Selama WC belum disedot, mereka terpaksa menggunakan toilet milik saudara atau tetangga.

“Selama WC di rumah belum disedot, kalau mau BAB terpaksa numpang di WC saudara atau tetangga,” pungkasnya.

E satu.com masih membuka ruang klarifikasi bagi Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Tangerang maupun operator layanan terkait mengenai mekanisme pengaduan, jumlah permintaan yang masuk, serta alasan belum adanya respons terhadap permintaan warga tersebut. 

(AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Sebanyak 10 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menerima beasiswa dari Yayasan Pelayanan Kasih A & A Rachmat dari Triputra Group melalui PT Dharma Electrindo Manufacturing (DEM) di bawah naungan Dharma Group.

Pemberian beasiswa tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan sekaligus dukungan bagi generasi muda dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Prabu Diaz yang mewakili T.P. Rachmat selaku pembina  Yayasan Pelayanan Kasih A & A Rachmat dan mewakili  CEO Dharma Group sekaligus Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk, Irianto Santoso, dan Presiden Direktur PT Dharma Electrindo Manufacturing, Yohanes Susanto, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa selama menjalani pendidikan.

"Setiap tahun memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat Indonesia. Berbagai bantuan ada pertanian, operasional ambulans untuk organisasi kemasyarakatan sampai dengan pendidikan," ujar Prabu Diaz, kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, dukungan di bidang pendidikan menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia. 

Ia berharap beasiswa tersebut dapat membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan dan mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045.

"Beasiswa ini diharapkan bermanfaat bagi para generasi muda dalam kegiatan studinya sehingga tujuan Generasi Emas 2045 dapat tercapai," katanya.

Beasiswa tersebut bersumber dari anggaran tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan di bawah naungan Triputra Group dan Dharma Group.

Prabu Diaz berharap program beasiswa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan tidak hanya menyasar mahasiswa UGJ, tetapi juga mahasiswa di perguruan tinggi lainnya.

"Semoga bantuan beasiswa ini akan terus berlanjut setiap tahunnya, bukan hanya di UGJ, tapi juga mungkin beberapa universitas lainnya," tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Prabu Diaz didampingi Manager HRD PT DEM Albert Bonivora. Turut hadir tim yang terdiri dari Alya Bunga, Krisna Yudistira, dan Herawati.


Sementara itu, Rektor UGJ Cirebon Prof Dr Ir H Achmad Faqih mengapresiasi kepedulian dan kolaborasi yang dilakukan Dharma Group terhadap dunia pendidikan.

"Saya sangat tersentuh hatinya karena banyak sekali perusahaan-perusahaan di Indonesia, khususnya di Cirebon," ujar Achmad.

Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada mahasiswa UGJ.

Achmad berharap Dharma Group semakin berkembang dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Terima kasih atas kepeduliannya. Mudah-mudahan PT Dharma Group lebih berkembang, lebih berkah dan lebih maju," katanya. (Wandi)

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top