Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -  Gelaran nonton bareng dan Dengar Bareng Final Piala Duni 2026 yang digelar RRI, Pemkot Cirebon dan Polres Cirebon Kota berlangsung sukses dan meriah pada senin dini hari (20/7/2026)

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar mengapresiasi semangat kebersamaan antara Pemerintah, Polri dan unsur Media yang memberikan suguhan hiburan terbaik di tahun 2026 ini. " Ini kan sepak bola merupakan olahraga favorit masyarakat sehingga taktis di laga final piala dunia 2026 menyedot antusias dan animo yang besar dari seluruh pecinta sepak Bola di Penjuru Tanah air termasuk Kota Cirebon, jadi ya kami bersama Pemkot dan RRI serta rekan - rekan media inisiatif menggelar Nobar Final ini untuk memberikan hiburan buat warga Kota Cirebon,' ujar AKBP Eko.


AKBP Eko pun mengucapkan rasa terima kasih atas ketertiban masyarakat selama acara berlangsung hingga laga final selesai. Kedepan AKBP Eko berharap jalinan kerja sama antara Pemerintah, POLRI, Media dan unusr lainnya lebih baik lagi terutama dalam memberikan suguhan hiburan publik untuk masyarakat dengan baik.


Walikota Cirebon Effendi Edo mengapresiasi dan bangga bisa menggelar Nobar Final Piala dunia 2026 di Lapangan kebumen dengan dihadiri ribuan masyarakat sampai selesai." Kami bangga bisa menggelar nobar ini dan acaranya sukses sekali,' ucapnya.

Pengamat Sepak Bola Cirebon Didi Sunardi pun mengaku takjub dengan kesuksesan acara Nobar Final Piala dunia yang digagads oleh Pemkot Cirebon, RRI dan Polres Cirebon Kota yang sangat menghibur dan memberikan suguhan hiburan terbaik untuk masyarakat." Ini kolaborasi baik antara Pemkot, Polres, RRI dan rekan - rekan media, kedepan harus banyak berkolaborasi ini" katanya.


Dalam laga final piala dunia 2026 di Amerika tersebut Tim Spanyol berhasil menumbangkan sang Juara bertahan Argantina dengan skor 1 - 0. Kesuksesan ajang Piala Dunia tahun 2026 diharapkan bisa menjadi acuan untuk kesuksesan dalam penyelenggaraan piala dunia tahun 2030 mendatang di benua Eropa dimana Portugal, Spanyol dan Maroko akan menjadi tuan rumah utama. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Anggota DPR RI, Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, M.Si., menggelar acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 bersama ratusan pengemudi ojek online (ojol), aktivis, dan masyarakat di Rumah Aspirasi Herman Khaeron Ruko Patra Jasa Cirebon. Selain menjadi ajang silaturahmi, momentum ini dimanfaatkan Herman untuk menyerap aspirasi warga sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

"Pertama, acara ini adalah bagian dari kebersamaan dan silaturahmi dengan masyarakat, utamanya para pengemudi ojol dan aktivis yang sudah lama tidak berjumpa. Kedua, ini menjadi momentum penting bagi saya untuk menampung aspirasi, masukan, dan pandangan warga untuk mengawal kerja-kerja politik saya di DPR RI," ujar Herman.

Acara yang berlangsung hangat ini juga diwarnai dengan pembagian berbagai doorprize menarik bagi warga yang hadir. Tidak hanya itu, sebagai wujud kepedulian nyata terhadap pelaku usaha kecil, Herman menghadirkan sejumlah gerobak UMKM—mulai dari penjual nasi goreng, mie goreng, hingga bakso—untuk menyediakan makan malam gratis bagi seluruh peserta nobar.


Terkait jalannya pertandingan sengit yang mempertemukan Spanyol dan Argentina tersebut, politisi senior ini mengaku puas dengan hasil akhir. Sejak awal turnamen, Herman konsisten mendukung tim Matador.

"Saya sebetulnya konsisten mendukung Spanyol sejak awal. Hari ini saya sengaja pakai kaos Argentina supaya ada perlawanan yang keras. Tapi ternyata permainan cantik Spanyol mampu mengecoh permainan keras Argentina. Spanyol sungguh sangat layak memenangkan pertandingan dan menjadi juara dunia tahun 2026," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
DPRD Kota Cirebon menggelar rapat kerja bersama Dinas Pendidikan dan seluruh Kepala SMP Negeri, Jumat (17/7/2026).

Rapat tersebut membahas evaluasi pelaksanaan SPMB Tahun 2026, khususnya terkait transparansi pembiayaan pendidikan, penyamaan persepsi pelayanan masyarakat.

Saat rapat berlangsung, Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan komunikasi, antara sekolah dengan masyarakat. Menurutnya, pelayanan pendidikan harus mengedepankan transparansi serta mempertimbangkan kemampuan ekonomi orang tua agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.


“Hari ini media sosial sangat cepat menyebarkan informasi. Karena itu kita mengingatkan seluruh sekolah agar terus mengedepankan keterbukaan, memperhatikan kemampuan ekonomi orang tua, serta mengurangi potensi persoalan yang dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” tegasnya saat rapat di Aula SMPN 1 Kota Cirebon.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Yusuf MPd menjelaskan, rapat tersebut sebagai tindak lanjut aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan SPMB Tahun 2026. Komisi III menghadirkan Disdik dan seluruh kepala SMP Negeri agar terdapat kesamaan persepsi dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kami konfirmasi dengan Disdik dan kepala sekolah SMP Negeri bias hadir agar mempunyai persepsi yang sama terkait pelayanan pendidikan di Kota Cirebon. Kami juga meminta klarifikasi terkait biaya-biaya yang muncul setelah proses penerimaan siswa baru,” katanya.


Yusuf menambahkan, Komisi III meminta Disdik merasionalisasi berbagai komponen pembiayaan. Selain itu, diharapkan ada pedoman atau petunjuk teknis bagi seluruh sekolah agar tidak terjadi perbedaan persepsi dalam pelaksanaannya.

Sementara itu, Anggota Komisi III, Umar Stanis Klau menegaskan, seluruh kebijakan berkaitan dengan pembiayaan harus memiliki dasar hukum. Menurutnya, sekolah tidak diperbolehkan memungut dalam bentuk apa pun, meskipun ada ruang bagi komite sekolah menggalang dana masyarakat sesuai dengan ketentuan yang sudah diatur.

“Pungutan itu dilarang keras. Itu ada aturannya, Permendikbud Nomor 44/2012. Sekolah tidak boleh memungut berkedok apa pun. Memang Permendikbud Nomor 75/2016 memberikan ruang bagi komite sekolah menggalang dana, tetapi ada batasannya. Tidak boleh ada target nilai, maupun batas waktu. Kalau sudah ada angka tertentu, itu namanya pungutan,” tegasnya.


Ia mengatakan, Komisi III meminta seluruh data pembiayaan yang dikenakan kepada peserta didik saat daftar ulang untuk dikaji. Upaya tersebut demi memastikan setiap komponen biaya memiliki dasar hukum yang jelas, serta tidak terjadi duplikasi dengan anggaran yang telah dialokasikan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Kami minta dikumpulkan dulu biaya-biaya yang dikenakan kepada siswa saat daftar ulang, supaya kami lihat rasionalisasinya apa. Karena kami menduga ada beberapa item biaya yang duplikasi dengan yang sudah dianggarkan di BOS,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD, Indra Kusumah Setiawan AMd mengatakan, sekolah perlu menyampaikan rincian pembiayaan secara terbuka, agar masyarakat memahami biaya yang dibebankan.


“Kami juga meminta sekolah memberikan keringanan atau skema pembayaran bertahap bagi orang tua yang mengalami kesulitan ekonomi. Semua masyarakat berhak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa membedakan status ekonomi,” katanya.

Hadir pula dalam rapat Anggota Komisi III DPRD lainnya, R. Endah Arisyanasakanti SH, Leni Rosliani SIP, Prisilia, dan Laurentia Mellynda. 

Sumber : Humas DPRD Kota Cirebon
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon memastikan seluruh sarana kereta api yang dioperasikan memenuhi standar keselamatan.

Sebanyak 32 unit kereta dan gerbong dinyatakan lulus 100 persen uji kelaikan operasi yang dilakukan Balai Pengujian Perkeretaapian, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Uji berkala tersebut berlangsung pada 15-18 Juli 2026 sebagai bagian dari pengawasan pemerintah untuk memastikan sarana perkeretaapian layak beroperasi sebelum melayani masyarakat.

Sebanyak 32 unit yang diperiksa terdiri dari 14 kereta penumpang dan 18 gerbong barang. Tim penguji melakukan pemeriksaan statis dan dinamis terhadap berbagai komponen penting, seperti sistem pengereman, mekanik, kelistrikan, hingga perangkat keselamatan operasional.


Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan hasil tersebut menjadi bukti komitmen KAI dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

"Keselamatan bukan hanya prioritas, tetapi merupakan budaya yang terus kami bangun dalam setiap aspek operasional. Hasil kelulusan 100 persen ini menjadi bukti bahwa seluruh sarana kami memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan pemerintah," kata Muhibbuddin, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan, uji berkala dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 49 Tahun 2023 tentang Standar, Tata Cara Pengujian, dan Sertifikasi Kelaikan Kereta Api Kecepatan Normal dengan Penggerak Sendiri.


Menurutnya, keberhasilan seluruh sarana memperoleh status layak operasi menunjukkan program perawatan dan pemeriksaan yang dilakukan KAI berjalan konsisten. 

KAI Daop 3 Cirebon pun berkomitmen terus meningkatkan keandalan sarana dan kualitas pelayanan agar masyarakat dapat menikmati perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Cirebon) - Tim Hotman 911 kembali menyalurkan bantuan kepada YTR (29), korban dugaan penganiayaan dan penyekapan di Kabupaten Bandung. Setelah menyerahkan bantuan tahap pertama sebesar Rp200 juta, tim kuasa hukum akan menyalurkan bantuan tahap kedua senilai Rp500 juta kepada keluarga korban.

Kuasa hukum korban dari Tim Hotman 911, Raden Reza, mengatakan total donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,5 miliar. Dana tersebut akan disalurkan secara bertahap hingga seluruhnya diterima oleh keluarga korban.

"Donasi yang terkumpul sebesar Rp2,5 miliar. Tahap pertama sudah kami serahkan Rp200 juta, dan tahap kedua sebesar Rp500 juta akan kami berikan langsung kepada keluarga korban di Bandung. Penyalurannya dilakukan secara bertahap hingga seluruh dana tersalurkan," kata Reza, Senin (20/7/2026).

Menurut Reza, donasi tersebut berasal dari rekan-rekan Hotman Paris yang berhasil menggalang dana dalam waktu sekitar empat hari. Besarnya dukungan yang diberikan disebut sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi korban.

Ia menjelaskan, bantuan itu tidak digunakan untuk biaya pengobatan karena seluruh perawatan korban telah ditanggung pemerintah. Dana donasi dipersiapkan sebagai bekal bagi korban setelah menjalani masa pemulihan, baik untuk modal usaha maupun memenuhi kebutuhan hidup ke depan.

"Harapannya setelah sembuh, korban memiliki bekal untuk kembali menjalani kehidupannya secara mandiri," ujarnya.

Reza mengungkapkan, kasus yang menimpa YTR bermula pada 2023 di wilayah Jawa Tengah. Berdasarkan keterangan yang diterimanya, korban diduga mengalami kekerasan fisik dan psikis dalam waktu yang cukup lama.


Menurutnya, korban awalnya dikenalkan dengan seorang oknum yang kemudian diduga memberikan narkotika jenis sabu. Selama bersama terduga pelaku, korban diduga mengalami berbagai bentuk kekerasan, mulai dari penganiayaan, penyekapan, hingga ancaman.


Selain itu, tim kuasa hukum juga mengungkap adanya dugaan tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual. Namun, mereka tidak membeberkan rinciannya demi melindungi privasi korban dan karena berkaitan dengan unsur asusila.

Sebelumnya, Tim Hotman 911 telah menyerahkan bantuan tahap pertama sebesar Rp200 juta kepada keluarga YTR.

Penyaluran donasi senilai total Rp2,5 miliar itu akan terus dilakukan secara bertahap sebagai bentuk dukungan agar korban dapat bangkit dan menata kembali kehidupannya setelah melewati masa pemulihan. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Cirebon) - Di balik lancarnya perjalanan kereta api di Pulau Jawa, ada peran penting Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan yang setiap hari merawat mesin-mesin perawatan jalan rel. Suara mesin bubut, aktivitas pengelasan, pemeriksaan sistem hidraulis hingga pengujian komponen menjadi rutinitas di fasilitas milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut.

Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan yang berlokasi di Jalan Kesambi Nomor 2, Kota Cirebon, menjadi pusat perawatan utama Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR). Di tempat ini dilakukan perawatan berkala, perawatan berat, perbaikan, pengujian fungsi hingga penyesuaian kemampuan teknis mesin sebelum kembali dioperasikan di berbagai daerah operasi KAI di Pulau Jawa.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan keberadaan Balai Yasa memiliki peran strategis dalam menjaga kesiapan prasarana dan keselamatan perjalanan kereta api.

"Perjalanan kereta api yang aman memerlukan kondisi rel yang stabil dan sesuai standar teknis. Mesin perawatan jalan rel membantu menjaga kondisi tersebut. Karena itu, setiap mesin perlu dipastikan andal sebelum kembali digunakan," ujar Muhibbuddin.



Menurutnya, mesin perawatan jalan rel digunakan untuk mengangkat dan meluruskan jalur, mengatur ketinggian rel, memadatkan batu balas, membentuk profil batu balas hingga menstabilkan jalur setelah proses perawatan.


Jika posisi rel maupun kepadatan batu balas berubah akibat beban perjalanan dan faktor lingkungan, mesin tersebut berfungsi mengembalikan geometri jalur agar sesuai standar teknis, meliputi kelurusan, ketinggian, jarak antarrelnya, hingga kemiringan rel.
Pada 2026, Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan memiliki target merawat 51 unit mesin perawatan jalan rel. Hingga 17 Juli 2026, sebanyak 22 unit atau 43,1 persen telah selesai menjalani perawatan, tujuh unit masih dalam proses, sementara 22 unit lainnya dijadwalkan menjalani perawatan pada tahap berikutnya.

Mesin yang dirawat terdiri dari berbagai jenis, di antaranya Multiple Tie Tamper (MTT) yang digunakan untuk mengangkat, meluruskan, dan memadatkan jalan rel, serta Plasser Ballast Regulator (PBR) yang berfungsi menata dan membentuk profil batu balas di sekitar bantalan rel.

"Setiap mesin mempunyai fungsi yang berbeda. Ada mesin yang mengoreksi posisi rel, memadatkan batu balas, menata material di sekitar bantalan, dan membantu pekerjaan pada wesel. Seluruh fungsi tersebut saling mendukung agar jalur tetap aman dilewati kereta api," kata Muhibbuddin, Minggu (19/7/2027).

Mesin-mesin tersebut mendukung pekerjaan pemeliharaan di Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 4 Semarang, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, Daop 8 Surabaya, hingga Daop 9 Jember. Dengan cakupan tersebut, Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan menjadi salah satu tulang punggung pemeliharaan prasarana KAI di Pulau Jawa.

Berdasarkan data kinerja, Balai Yasa menyelesaikan 50 pekerjaan perawatan mesin pada 2024 dan meningkat menjadi 53 pekerjaan pada 2025. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 22 pekerjaan telah rampung sehingga total terdapat 125 penyelesaian pekerjaan perawatan sejak 2024.
Perawatan dilakukan melalui siklus P12, P24, dan P48 sesuai usia, jam operasi, kondisi komponen, serta riwayat gangguan masing-masing mesin. Prosesnya meliputi pemeriksaan sistem mekanis, hidraulis, kelistrikan, pengereman, penggerak, hingga perangkat kerja mesin.

Mesin yang ditangani juga memiliki rentang usia cukup beragam, mulai produksi tahun 1984 hingga 2024. Kondisi tersebut menuntut para pekerja memiliki kompetensi dalam menangani teknologi lintas generasi, mulai dari sistem mekanis konvensional hingga mesin modern berbasis elektronik.

"Keandalan mesin sangat bergantung pada ketelitian dan kompetensi pekerja. Setiap tahapan harus dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pemeriksaan awal, perbaikan komponen, pemasangan, hingga pengujian sebelum mesin dinyatakan siap digunakan," ujar Muhibbuddin.


Untuk menunjang pekerjaan, Balai Yasa dilengkapi berbagai peralatan seperti overhead crane, mesin bubut, mesin milling, forklift, hydraulic press, lifting jack, mesin pengisian nitrogen accumulator, hingga high-pressure washer.


Selain mengedepankan kualitas pekerjaan melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015, Balai Yasa juga mencatatkan kinerja keselamatan yang baik. Hingga April 2026, tercatat nol kecelakaan kerja, nol pencemaran lingkungan, dan nol keterlambatan proses perawatan.

"Keselamatan perjalanan dibangun dari banyak pekerjaan yang berlangsung di belakang layar. Kesiapan rel di lapangan, keandalan mesin perawatan, kompetensi pekerja, serta disiplin dalam setiap proses menjadi bagian yang saling terhubung untuk menjaga perjalanan kereta api di seluruh Jawa," tutup Muhibbuddin. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top