Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Ratusan siswa dari empat sekolah di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (20/10/2026).

Sejumlah siswa dilaporkan harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami keluhan mual, muntah, sakit perut, hingga diare.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat, termasuk tokoh masyarakat Kota Cirebon sekaligus Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz. 

Ia meminta agar persoalan tersebut ditangani secara terbuka dan menyeluruh.

Menurut Prabu Diaz, evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG perlu dilakukan, terutama terkait standar operasional dan kelayakan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia makanan.

"Harus terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi. Saya melihat banyak SPPG yang menurut saya belum sesuai dengan pola dan mekanisme yang sudah diterapkan pemerintah," kata Prabu Diaz, kepada wartawan, Kamis (22/10/2026).

Ia menyoroti keberadaan sejumlah SPPG di Kota Cirebon yang disebutnya memanfaatkan bangunan rumah atau rumah toko (ruko) sebagai tempat pengolahan makanan.

Menurut dia, penggunaan bangunan tersebut perlu diikuti pemenuhan standar fasilitas dan sanitasi, termasuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Prabu Diaz mengaku masih menemukan sejumlah tempat pengolahan makanan yang menurut pengamatannya belum dilengkapi fasilitas IPAL sesuai standar yang diperlukan.

Selain itu, ia menyoroti proses pengolahan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku, pencucian, proses memasak, sterilisasi, pengemasan, hingga pendistribusian makanan kepada para siswa.

Menurutnya, pengelolaan limbah sisa makanan dan sampah dari aktivitas dapur juga perlu mendapat perhatian serius agar tidak menimbulkan persoalan sanitasi.

"Mulai dari bahan baku datang, dicuci, dimasak, dikemas, sampai pengiriman harus diperhatikan.

Termasuk pembuangan sampah dan limbahnya. Kalau pengelolaannya tidak profesional, ini bisa menimbulkan persoalan lingkungan dan risiko kontaminasi," ujarnya.

Ia juga menyampaikan adanya keluhan masyarakat di sekitar lokasi SPPG terkait saluran air yang disebut tersumbat sejak operasional dapur MBG berlangsung.

Menurut Prabu Diaz, warga menduga penyumbatan tersebut berkaitan dengan lemak atau sisa aktivitas pengolahan makanan. Namun, dugaan tersebut masih perlu diperiksa lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.

Selain persoalan saluran air, ia menyebut warga sekitar turut mengeluhkan aliran air bersih dari PDAM yang dirasakan semakin kecil sejak keberadaan SPPG di lingkungan mereka.

Prabu Diaz menilai penggunaan air dalam jumlah besar untuk operasional dapur perlu diperhitungkan agar tidak mengganggu kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

Ia pun meminta agar pengelolaan SPPG di Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon dievaluasi secara menyeluruh, terutama menyangkut kepatuhan terhadap regulasi, standar sanitasi, serta sistem pengelolaan limbah.

"Perlu ditata secara regulasi yang benar dan sistematis. Konsep SPPG itu sudah memiliki aturan dan mekanisme, termasuk mengenai pengelolaan IPAL dan pembuangan sisa sampah," katanya.

Lebih lanjut, Prabu Diaz mengaku baru melihat puluhan SPPG di wilayah Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon yang menurut penilaiannya telah memenuhi mekanisme serta regulasi yang ditetapkan pemerintah. (wandi)

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Subang) -
Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui pelibatan warga untuk menyiapkan makanan bagi personel Satgas selama kegiatan berlangsung. Kamis (22/10/2026)

Melalui skema tersebut, warga menerima uang kebutuhan konsumsi untuk mengelola dan memasak makanan prajurit. Cara ini membuat masyarakat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung, sekaligus menghadirkan suasana kebersamaan antara prajurit dan warga.

Komandan Satgas TMMD ke-130, Letkol Czi Deny Widi Anggoro, S.H.,M.Han.  menjelaskan bahwa pelibatan masyarakat menjadi bagian dari upaya agar manfaat program TMMD dapat dirasakan lebih luas.

“Kami ingin kehadiran TMMD tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan melibatkan warga, perputaran ekonomi di desa dapat ikut bergerak,” ujarnya.

Pemanfaatan bahan pangan lokal turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Warga dapat menggunakan sayur-mayur dari kebun sendiri untuk menyiapkan menu rumahan bagi anggota Satgas, sehingga kebutuhan konsumsi dapat dikelola dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan desa.

Kebersamaan ini juga terlihat dalam interaksi prajurit dengan warga di sekitar lokasi sasaran Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Di tengah pelaksanaan pembangunan, hubungan antara Satgas dan masyarakat tumbuh melalui aktivitas sehari-hari yang sederhana, termasuk saat menyiapkan dan menikmati makanan bersama.

Melalui pola pemberdayaan ini, TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan jalan, sarana air bersih, dan fasilitas umum, tetapi juga dengan keterlibatan serta kesejahteraan masyarakat. Semangat gotong royong tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat di Desa Cupunagara.
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Subang) -
Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang bersama Satnarkoba Polres Subang menggelar penyuluhan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Aula Desa Cupunagara, Kampung Cupunagara, Dusun 2, RT 02/RW 04, Kecamatan Cisalak, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini diikuti masyarakat dan pelajar sekitar Desa Cupunagara ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang.

Penyuluhan menghadirkan Kaur Binops Satnarkoba Polres Subang, Iptu Hartono, S.H., sebagai narasumber. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya mengenali bahaya narkoba serta mencegah penyalahgunaannya sejak dini.

Iptu Hartono, S.H., menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Pelajar perlu memahami risikonya, berani menolak narkoba, serta melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui indikasi penyalahgunaan atau peredarannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Danki Satgas TMMD 130 Kodim 0605/Subang Letda Inf Rizki menyampaikan bahwa edukasi mengenai bahaya narkoba perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.

“Melalui penyuluhan ini, kami berharap masyarakat dan pelajar semakin memahami bahaya narkoba serta ikut berperan menjaga lingkungan agar tetap aman dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Melalui penyuluhan P4GN ini, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang bersama Polres Subang berharap masyarakat dan pelajar semakin waspada terhadap bahaya narkotika. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD dalam membangun kesadaran dan kepedulian bersama untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Subang) -
Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang memberikan edukasi bela negara kepada anak-anak SDN Ciwangun di Kampung Babakan Loa, Dusun 2, RT 01/RW 06, Desa Cupunagara, Kamis (22/10/2026). Kegiatan berlangsung di sela-sela istirahat siang untuk menanamkan nilai cinta tanah air sejak dini.

Edukasi tersebut diberikan oleh Danki Satgas TMMD, Letda Inf Rizki, bersama anggota Satgas, Serda Yudi. Para siswa diajak mengenal makna bela negara melalui contoh sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Letda Inf Rizki menyampaikan bahwa bela negara dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan keluarga, seperti belajar dengan tekun, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga persatuan.

“Bela negara bisa dimulai dari hal sederhana, seperti rajin belajar, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga persatuan,” ujar Letda Inf Rizki.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Satgas TMMD dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memberikan wawasan kebangsaan kepada generasi muda di wilayah sasaran program.

Melalui edukasi tersebut, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang berharap anak-anak semakin memahami pentingnya cinta tanah air dan tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berkarakter, serta memiliki semangat persatuan.
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Subang) -
Kedekatan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang dengan masyarakat Desa Cupunagara terjalin melalui berbagai kegiatan, termasuk aktivitas keagamaan. Pada Rabu sore (21/10/2026), personel Satgas mengikuti pengajian bersama warga di musala Kampung Babakan Loa, RT 01/RW 06, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak.

Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi prajurit untuk berbaur dengan masyarakat di luar aktivitas pembangunan fisik. Melalui pengajian bersama, personel Satgas dan warga membangun komunikasi serta mempererat silaturahmi dalam suasana kekeluargaan.

Tokoh agama setempat, Abah Solih, menilai kehadiran personel Satgas dalam kegiatan keagamaan menjadi salah satu cara mempererat hubungan dengan masyarakat. Menurutnya, kebersamaan tersebut membuka ruang bagi warga dan prajurit untuk saling mengenal lebih dekat.

“Kehadiran anggota Satgas dalam kegiatan pengajian menjadi bentuk kedekatan dengan warga. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjalin dan membawa kebaikan bagi masyarakat,” ujar Abah Solih.

Sementara itu, Danki Satgas TMMD, Letda Inf Rizki, menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun hubungan sosial dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sehari-hari.

“Kami tidak hanya melaksanakan pembangunan, tetapi juga ingin terus menjalin silaturahmi dan berbaur dengan masyarakat. Dengan kebersamaan, hubungan TNI dan rakyat semakin erat,” ungkap Letda Inf Rizki.

Melalui kebersamaan dalam kegiatan pengajian, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang berharap hubungan harmonis dengan warga Desa Cupunagara terus terjaga. Semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat pun semakin kuat, baik dalam pembangunan desa maupun kehidupan bermasyarakat.
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Subang) -
Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang melaksanakan briefing evaluasi pekerjaan harian di Kampung Cupunegara, Dusun 2, RT 02/RW 04, Desa Cupunagara, Rabu malam (21/10/2026). Kegiatan berlangsung saat istirahat malam sebagai upaya memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

Evaluasi dilakukan oleh anggota tim Sarana Air Bersih (SAB) titik 3 dengan membahas pekerjaan yang telah dilaksanakan, perkembangan di lapangan, serta hal-hal yang perlu diperbaiki untuk kegiatan berikutnya.

Danki Satgas TMMD, Letda Inf Rizki, menegaskan bahwa evaluasi menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pekerjaan.

“Evaluasi itu penting untuk mengetahui perkembangan pekerjaan dan kendala yang dihadapi. Karena itu, setiap tim melaksanakan evaluasi sebelum apel pengecekan malam,” ujarnya.

Melalui briefing tersebut, anggota Satgas dapat menyampaikan perkembangan pekerjaan sekaligus menyamakan pemahaman mengenai langkah yang perlu dilakukan selanjutnya. Koordinasi ini diperlukan agar pelaksanaan sasaran fisik TMMD berjalan lebih efektif dan terarah.

Kegiatan evaluasi juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan tanggung jawab setiap anggota dalam tim. Dengan pembahasan rutin, kendala yang ditemukan di lapangan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi bersama.
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top