Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Petugas Polresta Cirebon mengamankan pengedar obat keras (OKA) tanpa izin resmi berinisial G (30). Pelaku ditangkap di kamar kosnya yang berada di wilayah Kabupaten Cirebon, pada Senin (23/2/2026) malam Sekira pukul 22.00 WIB.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama mengatakan, sejumlah barang bukti juga turut diamankan dari tangan G. Diantaranya, 306 butir Tramadol, 215 butir Trihex, uang tunai Rp 40 ribu yang diduga hasil penjualan Obat keras, tas, dan dua buah handphone.

"Saat ini, kami masih melakukan Proses lebih lanjut terhadap pelaku. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, G yang dijerat dengan  Pasal 435  jo Pasal 436 ayat ( 1 ) dan ayat ( 2 )  UU RI No 17 Tahun 2023 tentang kesehatan. Sebagaimana telah diubah dalam UU RI No. 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana katanya, Selasa (24/2/2026).

Pihaknya memastikan, jajaran Polresta Cirebon tidak akan berhenti memberantas kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba, maupun peredaran obat keras ilegal di wilayah Kabupaten Cirebon.

"Kepada  masyarakat Kabupaten Cirebon dihimbau untuk segera melaporkan apabila mengetahui tindak pidana yang dapat mengganggu kamtibmas, untuk melaporkan melalui layanan hotline 110 atau nomor pengaduan 08112497497. Dipastikan setiap laporan yang diterima segera ditindaklanjuti secepatnya," pungkasnya. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, meninjau Serap Gabah (Sergab) hasil panen di area persawahan Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Rabu (25/2/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan hasil keringat petani terserap optimal oleh Bulog. 

Kehadiran Wakil Wali Kota juga menjadi bentuk penguatan sinergi dalam program Sergab yang diinisiasi oleh Kodim 0614/Kota Cirebon bersama Bulog.

​Dalam kegiatan ini, Bulog berhasil menyerap sebanyak 2.694 kilogram gabah varietas Inpari 33 yang berasal dari lahan seluas kurang lebih satu hektare milik Kelompok Tani Sipanggang Jaya. 

Langkah ini diambil bukan sekadar rutinitas panen, melainkan upaya konkret untuk menjaga stabilitas harga di tingkat produsen sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.


Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa kehadiran Pemerintah Daerah merupakan wujud komitmen dalam mengawal rantai pangan dari hulu ke hilir. Menurutnya, keberhasilan ketahanan pangan sangat bergantung pada seberapa kuat kolaborasi antara petani dan para pemangku kepentingan.

​"Pemerintah Daerah hadir dan mengapresiasi masa panen hingga serap gabah di Kelurahan Larangan ini. Kolaborasi nyata lintas sektor dalam menjaga stabilitas pangan daerah maupun nasional seperti ini harus terus diperkuat," ujarnya.

​Ia juga menekankan bahwa sinergi yang melibatkan TNI, Bulog, unsur perbankan, dan pemerintah sangat krusial.

“Agar hasil panen tidak hanya sekadar angka produksi, tetapi benar-benar memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan petani setempat,” harapnya.
​Senada dengan hal tersebut, Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso, menegaskan bahwa peran TNI AD tidak hanya berhenti pada fungsi pertahanan, tetapi juga hadir sebagai mitra setia petani. 


Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses tanam hingga memastikan harga jual pasca-panen tetap kompetitif melalui Bulog.

​"Serap gabah ini merupakan wujud komitmen TNI AD dalam mendampingi petani, mulai dari masa tanam, pertumbuhan hingga pasca-panen. Kita mengharapkan, melalui kerja sama yang berkelanjutan dengan Bulog, petani semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian," tuturnya.

​Untuk diketahui, program Sergab merupakan instrumen strategis Pemerintah Pusat untuk melindungi petani dari fluktuasi harga pasar yang kerap merugikan saat musim panen raya. 

Dengan terserapnya hasil panen secara optimal, stok beras nasional dapat terjaga, sehingga ketahanan pangan di tingkat daerah, khususnya Kota Cirebon, tetap dalam kondisi yang aman dan stabil. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Tiket kereta api untuk masa Angkutan Lebaran 2026 di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 3 Cirebon masih tersedia untuk sejumlah tanggal keberangkatan. Ketersediaan ini berdasarkan data sementara pemesanan tiket yang terus diperbarui.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyampaikan hingga Rabu (25/2/2026) pukul 13.00 WIB, tercatat masih tersedia sekitar 100.103 tiket untuk perjalanan selama masa Angkutan Lebaran 2026.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan tiket kereta api melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, maupun kanal resmi lainnya agar dapat mengamankan tiket dan merencanakan perjalanan dengan baik sebelum tiket habis,” ujar Muhibbuddin.


Ia menjelaskan, masa Angkutan Lebaran 2026 berlangsung selama 22 hari, mulai 11 Maret 2026 hingga 1 April 2026. 

Pada periode tersebut, KAI Daop 3 Cirebon mengoperasikan berbagai perjalanan kereta api jarak jauh guna melayani mobilitas masyarakat menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026.

Adapun tiket yang masih tersedia mencakup perjalanan dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon menuju sejumlah kota tujuan, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Purwokerto, Surabaya, dan kota lainnya.


Hingga saat ini, jumlah tiket yang telah terjual tercatat sebanyak 57.673 tiket atau sekitar 36,5 persen dari total 157.740 kapasitas tempat duduk yang disediakan selama masa Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Daop 3 Cirebon. Data tersebut bersifat sementara dan dapat berubah seiring meningkatnya penjualan tiket.

“Masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan layanan pemesanan tiket melalui kanal resmi KAI untuk memastikan perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar selama masa Angkutan Lebaran,” tutup Muhibbuddin. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Cirebon) - Memasuki hari ke-7 bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, suasana religius kian terasa di wilayah Kabupaten Cirebon dan sekitarnya.

Momentum Ramadhan ini diharapkan menjadi ajang meningkatkan keimanan serta mempererat tali silaturahmi antar sesama.

Ditemui wartawan pada Rabu (25/2/2026) bertepatan dengan puasa hari ke-7, Pak Ortu Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Ipda Widi Nugraha mengatakan bulan Ramadhan yang penuh berkah menjadi momen istimewa bagi umat Islam.

“Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini menjadi momentum istimewa untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak ibadah serta mempererat tali silaturahmi antar sesama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak awal Ramadhan 1447 H, suasana yang tercipta terasa adem dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk.

“Alhamdulillah, suasananya adem yang membuat kita lebih tenang dan khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa,” tegasnya.

Suasana khidmat juga terlihat di berbagai masjid dan lingkungan masyarakat, khususnya di Kabupaten Cirebon.

Umat Islam dengan penuh semangat menjalankan ibadah puasa, salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga berbagai kegiatan sosial yang membawa nilai kebaikan dan kepedulian.

Memasuki puasa ke-7, Ipda Widi berharap semangat dan keikhlasan dalam beribadah tetap terjaga hingga akhir Ramadhan.

“Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, meningkatkan empati, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT,” ucapnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga kesehatan, memperbanyak doa, serta menebar kebaikan kepada sesama.

“Semoga di hari ke-7 ini, setiap amal ibadah yang dilakukan diterima dan dilipatgandakan pahalanya. Mari terus menjaga kesehatan, memperbanyak doa dan menebar kebaikan kepada sesama,” pungkasnya.

Ipda Widi juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa ke-7 Ramadhan 1447 H dan berharap seluruh masyarakat senantiasa diberikan kekuatan, keberkahan, serta ampunan di bulan suci ini. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) - Suasana menjelang berbuka puasa di kawasan Jalan Siliwangi, Kuningan, mendadak ramai pada Selasa sore (24/2/2026). Puluhan personel Satlantas Polres Kuningan turun ke jalan bukan untuk menggelar razia, melainkan untuk membagikan ratusan paket takjil gratis kepada para pengguna jalan.

Aksi sosial yang dimulai sekira pukul 17.00 WIB ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Terpantau, ratusan paket takjil yang disiapkan ludes terjual atau tepatnya habis dibagikan hanya dalam hitungan menit. Pengendara motor, sopir angkutan umum, hingga pejalan kaki tampak antusias menerima bingkisan untuk membatalkan puasa tersebut.

Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Aktuin Moniharapon, yang memimpin langsung kegiatan tersebut, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bagian dari program "Polantas Berbagi" di bulan suci Ramadan. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi serta membantu para pengendara yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba.


"Hari ini kami membagikan ratusan paket takjil sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan di Jalan Siliwangi. Luar biasa sekali antusiasmenya, ratusan paket habis dalam hitungan menit saja," ujar AKP Aktuin Moniharapon di lokasi kegiatan.


Meski fokus pada kegiatan sosial, personel Satlantas tetap menyelipkan pesan-pesan edukasi terkait keselamatan berlalu lintas (Safety Riding). Petugas dengan ramah mengingatkan pengendara untuk tetap tertib, menggunakan helm, dan tidak terburu-buru saat mengejar waktu berbuka di rumah.

"Sambil membagikan takjil, kami juga terus mengimbau masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan di jalan raya. Jangan sampai karena ingin cepat sampai rumah untuk berbuka, mengabaikan aturan lalu lintas yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain," imbuh Kasat.


Salah seorang pengendara ojek online yang melintas, mengaku sangat terbantu dengan adanya pembagian takjil ini. "Sangat terbantu, apalagi kalau masih ada orderan pas jam buka. Terima kasih buat Satlantas Polres Kuningan, semoga jadi berkah buat semua," tuturnya.


Kegiatan rutin tahunan ini diharapkan dapat mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat, sekaligus menciptakan situasi Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas yang kondusif selama bulan Ramadan di wilayah hukum Polres Kuningan. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang Selatan) - 
Kerusakan berulang pada jalan di kawasan Melati Mas kembali memicu sorotan publik. Ruas jalan yang sebelumnya telah diperbaiki kini kembali berlubang dalam waktu singkat, menimbulkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan, pengawasan proyek, serta transparansi penggunaan anggaran di wilayah Kota Tangerang Selatan.

Sorotan utama mengarah kepada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kota Tangerang Selatan yang dinilai belum memberikan penjelasan terbuka meski keluhan masyarakat, pemberitaan media, dan surat resmi telah berulang kali disampaikan.

DPC Aliansi Wartawan Independen Indonesia Tangerang Raya menilai kerusakan berulang tidak dapat dipandang sebagai persoalan teknis biasa. Sekretaris AWII Tangerang Raya, Agus Sapto Utomo, menyatakan perlunya audit teknis untuk memastikan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi kontrak, kualitas material, serta kewajiban masa pemeliharaan proyek.

Menurutnya, apabila kerusakan terjadi saat masa pemeliharaan masih berlaku, maka perbaikan seharusnya menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana, bukan kembali menggunakan anggaran pemerintah daerah.

Ketua AWII Tangerang Raya, Cecep Anang Hardian, menegaskan publik berhak mengetahui kontraktor pelaksana, nilai proyek, metode pekerjaan, serta durasi masa pemeliharaan sebagai bentuk akuntabilitas penggunaan anggaran infrastruktur.

AWII juga menyoroti belum adanya langkah terbuka dari lembaga pengawas internal seperti Inspektorat Kota Tangerang Selatan meski sejumlah surat telah disampaikan untuk meminta pemeriksaan teknis terhadap proyek.

Sebagai tindak lanjut, laporan turut dilayangkan ke Kejaksaan Tinggi Banten guna meminta penelusuran independen terhadap pelaksanaan proyek, termasuk kemungkinan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan dan potensi kerugian keuangan daerah.

Kerusakan yang muncul dalam waktu singkat memunculkan dugaan persoalan mutu material, ketebalan lapisan aspal, proses pelaksanaan, hingga lemahnya pengawasan lapangan. Tanpa evaluasi menyeluruh, perbaikan berulang dikhawatirkan menjadi pemborosan anggaran serta berdampak pada keselamatan pengguna jalan.

Desakan publik kini mengarah pada pembukaan dokumen proyek, pengumuman kontraktor pelaksana, hasil uji kualitas material, serta kepastian masa pemeliharaan pekerjaan agar transparansi penggunaan anggaran dapat terwujud.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak dinas teknis maupun lembaga pengawas internal belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kerusakan berulang serta langkah evaluasi terhadap proyek jalan Melati Mas.

( Soleh )
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top