Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

Bangku perkuliahan adalah masa yang diidamkan setiap orang, namun pada kenyataannya tidak semua orang mampu mencapai titik tersebut, salah satunya karena terhalang oleh biaya. Seperti angin segar, Presiden Indonesia mengutarakan rencananya untuk pendidikan gratis. Presiden Prabowo menginstruksikan jajarannya agar program pendidikan gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dapat disiapkan secepat mungkin dengan tetap mempertimbangkan tahapan pelaksanaan dan kemampuan fiskal negara. Hal tersebut dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (23/09/2026), sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden mengenai pendidikan negeri gratis hingga jenjang perguruan tinggi (Setneg.go.id, 23/09/2026).

Selain itu, DPR dan Pemerintah telah sepakat untuk memulai uji coba sekolah gratis pada 2027. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah mengatakan, total anggaran yang disiapkan untuk uji coba di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T akan mencapai Rp 5 triliun di dalam APBN 2027 (CNBCIndonesia.com, 29/09/2026). Bukan hanya itu, Presiden Prabowo sendiri mengatakan, bahwa anggaran pendidikan gratis ini dapat bersumber dari dana hasil korupsi yang dikembalikan (Detik.com, 21/09/2026).

Program pendidikan gratis ini pastilah membutuhkan biaya yang sangat besar. Fakta di lapangan pun memperlihatkan bahwa biaya jenjang perguruan tinggi tidak sedikit. Ditambah lagi dengan adanya penyusutan subsidi dari negara setiap mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) selama satu dekade terakhir. Diketahui, bahwa sejumlah Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum mengalami tekanan keuangan, menyusul menurunnya tren alokasi dana dari pemerintah. Penyusutan ini berpotensi meningkatkan ketergantungan kampus pada uang kuliah yang ditanggung mahasiswa (Kompas.com, 25/05/2026).

Pendidikan gratis memang terdengar menyegarkan, tapi kita sebagai manusia yang diberi akal tidak boleh berhenti pada apa yang sekedar terlihat atau terdengar. Kita seharusnya bisa memandang lebih jauh pada persiapan dibalik layar kebijakan ini. Berdasarkan fakta di atas, kebijakan pendidikan gratis untuk jenjang perguruan tinggi memiliki tantangan ketika diterapkan dalam Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH)) yang memberikan otonomi luas untuk mengelola keuangan, aset, serta kebijakan akademik dan non-akademik secara mandiri.

Di satu sisi, pendidikan tinggi diharapkan menjadi akses publik yang dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat. Di sisi lain, perguruan tinggi harus menjaga keberlanjutan pembiayaan, mengelola sumber daya secara mandiri, dan memenuhi kebutuhan operasionalnya. Namun, jika diliat dari pemaparan fakta di atas, maka secara tidak langsung mengatakan bahwa pendidikan gratis hanya memindahkan beban tagihan dari mahasiswa ke negara. Dengan hal ini, maka pendidikan tetap diposisikan sebagai komoditas yang diperjualbelikan, bukan hak dasar setiap warga negara. 

Kesiapan anggaran menjadi kunci dalam kebijakan ini. Pendidikan gratis yang akan bersumber dari APBN justru memunculkan pertanyaan di masyarakat.  Berdasarkan Laporan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2025, lebih dari 82,1% pendapatan negara berasal dari perpajakan (pajak, bea, dan cukai), naik dari 77,5% di tahun sebelumnya (Pajak.go.id, 14/07/2026). Maka, pendidikan gratis hanya sebuah label, karena 82,1%  pemasukan APBN adalah uang masyarakat. Masyarakat pun seringkali kewalahan dengan iuran pajak hingga saat ini, terutama masyarakat menengah ke bawah. Jika target pemasukan APBN naik karena kebijakan pendidikan gratis ini, maka masyarakat akan menjadi korban lagi.

Pendidikan gratis akan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat dengan sumber dananya yang jelas, legal, dapat diandalkan dalam jangka panjang. Namun, jika pendanaannya juga termasuk dari uang hasil korupsi, maka pendanaannya tidak bisa menjamin keberlajutan. Karena, tidak setiap tahun ada kasus korupsi yang berhasil diungkap dengan nilai dana yang besar. Sementara, pendidikan membutuhkan anggaran yang rutin dan berkelanjutan, seperti gaji guru, biaya operasional, dan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut hanya mementingkan kepentingan politik daripada perencanaan anggaran jangka panjang.

Dalam kacamata Islam, pendidikan merupakan kewajiban bagi setiap individu. Hal ini disampaikan oleh Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah. 
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah)
Peradaban Islam pada masa Bani Abbasiyah menjadi salah satu puncak pencapaian intelektual terbesar dalam sejarah umat manusia. Pada masa itu pun lahir orang-orang pintar seperti 4 Imam mazhab, Al-Khawarizmi sang ahli matematika, Ibnu Sina Bapak kedokteran modern, Al-Haitsam Bapak optik modern, dan lainnya.  Hadist Rasulullah ini menjadi acuan dalam negara, sehingga pendidikan yang mudah terjangkau sampai gratis menjadi tanggung jawab bagi negara pada seluruh lapisan masyarakat tanpa syarat kemampuan fiskal tahunan.

Selain itu, dalam Islam kesiapan anggaran juga di atur melalui Baitul Maal dengan pos-posnya. Anggaran pendidikan berasal dari pos Milkyyah Ammah atau Kepemilikan Umum yang bersumber dari SDA yang dikelola penuh oleh negara. Pengelolaan SDA sendiri termasuk hak masyarakat bersama, bukan semata-mata dari pungutan individu seperti pajak atau UKT, sehingga berpotensi berkelanjutan.

الْمُسْلِمُوْنَ شُرَكَاءُ فِي ثَلَاثٍ فِي الْكَلَا وَالْمَاءِ وَالنَّار
“Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api.” (HR Imam Abu Dawud dan Ahmad)

Kejayaan peradaban Islam seperti massa Bani Abbasiyah ini memperlihatkan bahwa setiap ayat pada Al-Quran, dan perkataan maupun perbuatan Rasul pada Hadist bukan hanya ditumbuhkan pada setiap individu, namun juga diperkuat dengan diterapkannya sebagai aturan negara. Inilah sistem Islam, sistem yang bedasar pada hukum Allah SWT. mencakup Al-Qur’an dan Hadist. Sistem Islam ini mengatur secara menyeluruh, yang bukan hanya mengatur urusan spritual namun juga mengatur urusan kehidupan sosial. Islam secara menyeluruh ini hanya dapat diterapkan melalui sistem pemerintahan Islam bukan yang lain. Wallahualam bishawab.

Penulis: Memi Mirnawati (Aktivis Muslimah)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang ) -
Juranslis yang terkenal  vokal , berani dan konsisten Mengkritisi   sikap atau kinerja pemerintah daerah, mengaku ditelpon oleh Walikota dan Ketua DPRD Kota Tangerang, namun  tidak  diangkat  dan ia tidak menelpon balik dengan alasan potensi  untuk diterima sangat tipis 

" Ia tadi saya di telepon oleh Walikota Tangerang , Sahruddin  Dan  sebelumnya pun saya di telpon  oleh ketua DPRD Kota Tangerang, Syaiful Milah

Namun tidak saya  angkat,  karena kecewa dengan sikap Walikota dan para anggota dewan yang belum terdengar menidaklanjuti keluhan - keluhan masyarakat yang saya tayangkan   di media 

Diantaranya terkait pelayanan kesehatan , pendidikan dan keluhan  4 orang Driver yang Kompak mengundurkan diri karena Kecewa dengan kebijakan perusahaan"  Ungkapnya. Sabtu ( 17/10/2026 )

Menurut Asep, Walikota  dan  Ketua DPRD Kota Tangerang   ddiduga  hanya ingin menulusuri ,  bertanya  atau  mengingatkan agar tidak terlalu tajam dan terlalu sering menayangkan berita-berita kritis atau isu kurang baik 

" Saya menduga atau meyakini Walikota  dan Ketua DPRD Kota Tangerang telepon saya hanya ingin menelusuri, bertanya , memberikan  bantahan atau bisa jadi ingin agar saya tidak terlalu sering menayangkan berita - berita kritis atau isu yang kurang baik 

Saya kira kalau memang berita - berita  Kritis isu  negatif yang saya tanyangkan diberita tidak benar atau salah  ya tinggal dilurusan atau  memberikan  bantahan  melalui media lagi,  gunakan hak jawab sesuai dengan undang-undang " Katanya 

Meskipun demikian , Asep mengaku sangat berterima kasih kepada Walikota dan ketua DPRD Kota Tangerang yang telah Sudi, menyempatkan diri menelpon dirinya secara langsung 

'  Namun  bagaimanapun juga saya sangat berterima kasih kepada Walikota dan Ketua DPRD kota Tangerang , ditengah - tengah aktifitasnya yang super sibuk telah  sudi alias berkenan menelepon saya secara langsung" Tambahnya 

Lebih lanjut,  Asep pun tidak lupa menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para pihak yang merasa tidak nyaman atau tersinggung dengan pemberitaan - pemberitaan Kritis yang ditayangkan 

"  Saya sebagai manusia , sebagai makhluk sosial atau sebagai hamba Allah yang do'if , pastinya tidak  luput bahkan banyak kekesalan   atau kehilapan 

Saya yakin dan   merasakan sepertinya cukup banyak pihak yang merasa  tersinggung atau  merasa tidak nyaman dengan pemberitaan - pemberitaan Kritis yang saya tayangkan 

Karena itu dari lubuk hati paling dalam saya sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.

Pemberitaan - pemberitaan kritis saya tayangkan  adalah sebagai ungkapan Kekecewaan sekaligus sebagai bukti bahwa di Kota Tangerang masih cukup banyak masyarakat yang kecewa  terhadap proses pembangunan yang sedang berjalan 

Harapannya  agar bisa menjadi bahan evaluasi "Pungkasnya

( AWW )
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - 
Grup tari Megu Putri Kertapati dari Sanggar Tari Dewata Sonca berhasil meraih juara kedua dalam lomba tari dance temporer yang diselenggarakan melalui aplikasi INI GURUKU di Yogya Junction, Sabtu (17/10/2026).

Lomba tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai sanggar tari di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Ajang ini menjadi wadah bagi anak-anak berbakat untuk mengembangkan kemampuan seni sekaligus menunjukkan kreativitas mereka di bidang tari.

Grup Megu Putri Kertapati yang berada di bawah asuhan Sanggar Tari Dewata Sonca pimpinan Irvan Hardiansyah tampil dengan melibatkan sejumlah penari muda berbakat, termasuk Naura Khatami Sukriano. 

Penampilan mereka berhasil mengantarkan grup tersebut meraih posisi kedua.

Heni Suwarni, orang tua salah satu peserta grup Megu Putri Kertapati, mengatakan keikutsertaan anak-anak dalam perlombaan menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan bakat sekaligus memperkenalkan budaya daerah.


Menurut dia, keberadaan sanggar tari memiliki peran penting dalam mengenalkan seni dan budaya kepada generasi muda agar tetap lestari.

Ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada sanggar-sanggar seni di Kota Cirebon. Dukungan tersebut dinilai penting agar kelompok seni daerah mendapatkan kesempatan tampil dalam berbagai ajang, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Heni juga mengapresiasi Sanggar Tari Dewata Sonca yang telah mendedikasikan diri untuk mendidik anak-anak agar lebih mengenal dan mencintai budaya daerah.

“Cirebon memiliki potensi seni dan budaya yang sangat luas. Karena itu, pemerintah seharusnya bangga dan memberikan ruang bagi anak-anak serta sanggar seni untuk berkembang,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026).

Ia berharap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta instansi terkait dapat lebih aktif mengakomodasi potensi seni daerah melalui berbagai kegiatan dan panggung pertunjukan.

Heni juga menyoroti perlunya kesempatan yang lebih merata bagi para pelaku seni untuk tampil dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan pemerintah daerah.

Menurutnya, kegiatan seni dan budaya semestinya terbuka bagi seluruh sanggar yang memiliki potensi, bukan hanya kelompok yang mempunyai kedekatan dengan pihak penyelenggara.

Dengan dukungan yang lebih luas, ia berharap semakin banyak generasi muda Cirebon yang berani tampil, mengembangkan bakat, serta ikut melestarikan seni dan budaya daerah. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -  Jajaran Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat melaksanakan kegiatan korve lingkungan di Mako Batalyon C Pelopor, Talun, Kabupaten Cirebon, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan markas.

Komandan Kompi (Danki) 1 Batalyon C Pelopor, AKP Djadja Supriatna, mengatakan kegiatan korve merupakan bentuk kepedulian personel terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat semangat kebersamaan di antara seluruh personel.


“Melalui kegiatan korve ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran seluruh personel agar senantiasa menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan,” ujarnya.


Ia berharap, kegiatan tersebut dapat menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, asri, dan nyaman sehingga mampu mendukung kelancaran pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kegiatan korve lingkungan ini sekaligus menjadi wujud komitmen personel Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar dalam menjaga kebersihan lingkungan Mako serta membangun budaya disiplin dan peduli lingkungan di lingkungan satuan. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Brimob Kompi 4 Yon C Pelopor Polda Jabar mempererat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan salat Jumat keliling (Jumling) dan Jumat Berkah di Masjid Jami Bani Ma'mun, Desa Sende, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan ini diisi dengan ibadah bersama dan berbagi kepada warga sebagai wujud kepedulian sosial serta pendekatan humanis Polri.

Pa Ops Kompi 4 Yon C Pelopor, Ipda Jalil Siregar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Brimob untuk mempererat silaturahmi dan membangun kedekatan dengan masyarakat.


Menurutnya, kehadiran Brimob di tengah warga tidak hanya untuk beribadah bersama, tetapi juga memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.


Melalui program Jumat Berkah, personel Brimob juga berbagi dengan warga sebagai upaya menumbuhkan kepedulian sosial serta mewujudkan pendekatan humanis Polri. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang mulai menyiapkan rehabilitasi musala di Kampung Cinaga, Dusun I, RW 03, RT 02, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Sabtu (17/10/2026). Persiapan dilakukan dengan mengerok dan membersihkan dinding yang berlumut serta mengalami pengelupasan cat sebelum pengecatan ulang.

Selain pembenahan dinding, Satgas juga memeriksa bagian bangunan yang memerlukan perbaikan, termasuk atap dan tempat wudu. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi bagian yang perlu ditangani dalam proses rehabilitasi.

Danki Satgas TMMD ke-130 menjelaskan, pekerjaan tidak hanya berfokus pada pengecatan, tetapi juga pembenahan bagian musala yang mengalami kerusakan.

“Dinding yang berlumut dan catnya sudah mengelupas kami bersihkan terlebih dahulu. Bagian lain, seperti atap dan tempat wudu, juga kami periksa agar bisa diketahui apa saja yang perlu diperbaiki,” ujarnya.


Ketua RW setempat, Bapak Dadang RK, menyambut baik rehabilitasi musala yang digunakan masyarakat untuk beribadah. Ia berharap perbaikan tersebut dapat membuat kondisi musala lebih terawat dan nyaman bagi warga.


“Kami berterima kasih musala di lingkungan kami mendapat perhatian. Mudah-mudahan setelah diperbaiki, warga bisa beribadah dengan lebih nyaman dan musala ini semakin terawat,” kata Dadang RK.

Tahap pembersihan dinding menjadi bagian awal persiapan pengecatan ulang, sementara pemeriksaan bangunan membantu mengidentifikasi kebutuhan perbaikan lainnya.
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top