Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Tangerang) - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, suasana khidmat menyelimuti Lapangan Tengah (Balai) Perum Mulya Asri 2, Blok F, RT 23/09, Kelurahan Sukamulya Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang dalam acara Tawaqufan, Akhirus Sanah, dan Santunan Anak Yatim, pada Sabtu (14/02/2026).

​Acara yang diinisiasi oleh TPQ Mamba’ul ‘Ulum ini sekaligus menjadi momen penutupan sementara (tawaqufan) bagi Majlis Ta’lim kaum bapak Husnul Khotimah dan kaum ibu Izzatull Khasanah Blok F.

Suasana haru menyelimuti lokasi saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan dengan merdu oleh ananda Miko, santri TPQ Mamba’ul ‘Ulum, yang dilanjutkan dengan pembacaan Tawassul oleh Ust. Agus Salim Al Ansory.

Pesan Menyentuh : Bukan Sekadar Pintar, Tapi Beradab

​Dalam sambutannya, Pimpinan TPQ Mamba’ul ‘Ulum, Ust. Agus Salim Al Ansory, merefleksikan perjalanan lembaga yang telah berdiri sejak tahun 2009. Beliau menekankan bahwa 75 santri yang saat ini menimba ilmu adalah aset investasi akhirat yang paling berharga bagi warga.

​" Anak-anak ini adalah aset kita. Fokus kami bukan sekadar membuat mereka pintar membaca Al-Qur'an, tapi memiliki budi pekerti yang luhur," ujar Ustadz Agus Salim.

​Beliau membagikan empat pilar evaluasi harian yang selalu ditekankan kepada para santri :

​Kedisiplinan Ibadah:
1. "Bagaimana salat lima waktumu hari ini?"
2. ​Adab kepada Orang Tua : "Bagaimana sikapmu kepada kedua orang tuamu?"
3. ​Hormat kepada Guru : "Bagaimana sopan santunmu kepada guru-gurumu?"
4. ​Hubungan Sosial: "Bagaimana hubunganmu dengan teman-temanmu?"

​Filosofi "Bank Mamba’ul ‘Ulum"

​Lebih lanjut, Ustadz  Agus Salim menyampaikan pesan filosofis mengenai peran TPQ dan Majlis Ta’lim di tengah masyarakat. Beliau mengibaratkan lembaga ini sebagai wadah menabung kemuliaan di masa depan.

​" Majlis-TPQ Mamba'ul 'Ulum adalah tempat untuk mengaji, berbagi, dan peduli. Jika di dunia kita mengenal bank untuk materi, maka anggaplah ini sebagai 'Bank Mamba'ul 'Ulum', tempat bapak dan ibu menitipkan investasi akhirat melalui pendidikan anak-anak kita," tambahnya dengan penuh semangat.

Kilas Balik Visual dan Kepedulian Sosial

​Acara semakin emosional saat penayangan video visual kilas balik perjalanan TPQ di lingkungan RT 23/09. Selain sebagai ajang silaturahmi, acara ini juga diisi dengan santunan bagi 11 anak yatim sebagai wujud nyata kepedulian sosial sebelum memasuki bulan Ramadhan.

​Di akhir acara, Ustadz Agus mengajak seluruh jamaah untuk meramaikan Masjid Al Muhajirin pada agenda Tarhib Ramadhan esok hari. Beliau juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada warga Blok F3 atas segala sumbangsih dan dukungannya terhadap pendidikan agama generasi muda.

Acara ini berlangsung sejak pukul 20.00 - 22.00 Wib diikuti oleh jamaah majlis ta'lim Husnul Khotimah (Kaum Pria), Majlis Ta'lim Izzatul Khasanah (Kaum Ibu) dan Santriwan dan Satriwati dari TPQ Manbaul 'ulum.

(Soleh)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Film horor supranatural berjudul Rambut Sewu: Satu Langkah Getih akan menghadirkan kisah tentang pilihan kecil yang berujung pada kutukan berdarah. Cerita bertumpu pada ritual, mitos lokal, serta tekanan psikologis yang membayangi tokoh utamanya ketika teror perlahan mengambil alih hidupnya.

Zakir Rasyidin selaku produser memaparkan makna di balik judul sekaligus arah kekuatan cerita yang ditawarkan film ini. Menurut dia, judul tersebut merupakan gambaran inti dari cerita yang dialami karakter utama.

"Judul tersebut melambangkan sebuah keputusan kecil yang membawa seseorang masuk ke dalam dunia gelap penuh ritual, kutukan, dan konsekuensi berdarah. 'Satu langkah getih' menjadi simbol bahwa satu pilihan yang salah bisa mengubah hidup seseorang selamanya," kata Zakir, Sabtu (14/2/2026).

Ia menjelaskan, film ini menggabungkan horor supranatural dengan nuansa thriller. Pilihan genre itu diambil karena punya daya dramatik kuat sekaligus mampu memberi pengalaman menegangkan.

Cerita berpusat pada Wulan, perempuan yang pindah ke sebuah desa demi pekerjaan sambil merawat ibunya yang sakit. Ia kemudian menyewa rumah tua dengan harga murah tanpa tahu sejarah kelam di dalamnya.

Rumah tersebut ternyata berkaitan dengan seorang gadis bernama Marni. Sejak menetap di sana, Wulan mulai mengalami mimpi ganjil, berjalan saat tidur, hingga muncul luka misterius di tubuhnya.

Teror semakin menjadi ketika diketahui arwah Marni terikat ritual hitam dan berusaha mengambil tubuh Wulan sebelum 40 hari berakhir. Dalam kondisi terdesak, Wulan dibantu seorang wartawan dan saksi masa lalu untuk memutus kutukan sebelum terlambat.

Zakir menyebut ide cerita lahir dari ketertarikan pada kisah ritual dan mitos Jawa yang hidup di masyarakat. Terutama tentang perjanjian gaib yang selalu menuntut pengorbanan besar.

Meski terinspirasi dari berbagai kepercayaan lokal, ia memastikan film ini merupakan sebuah karya original yang dikembangkan menjadi narasi fiksi yang sinematik.

Untuk menghidupkan cerita, sejumlah aktor dipercaya memerankan karakter penting. Di antaranya Wavi Zihan sebagai Wulan, Taskya Namya sebagai Marni, Yusuf Mahardika sebagai Damar, serta aktor senior Donny Alamsyah sebagai Suradi.

Proses pemilihan pemain, kata Zakir, dilakukan lewat diskusi panjang antara dirinya dan sutradara Hanny Saputra. Kecocokan karakter, kemampuan akting, hingga chemistry jadi pertimbangan utama.

"Tantangan terbesar mereka adalah membangun emosi yang intens, terutama pada adegan kerasukan, konflik batin, dan situasi psikologis yang ekstrem," ujar dia. 


Sebelum kamera bergulir, para pemain mengikuti reading, diskusi karakter, hingga latihan emosi dan blocking. Tujuannya agar relasi antar tokoh terasa alami di layar.

Untuk mendukung atmosfer, syuting dilakukan di wilayah Tegal, Wonosobo, dan sekitarnya. Area desa serta hutan dipilih demi memperkuat nuansa mencekam.

Namun lokasi terpencil dan faktor cuaca menjadi tantangan tersendiri. Belum lagi adegan fisik yang menguras energi para pemain.

Dari sisi visual, film ini menawarkan pendekatan gelap, atmosferik, dan realistis. Kamera dibuat intim supaya penonton ikut merasakan teror yang dialami karakter.

Lewat film ini, Zakir berharap penonton tidak hanya mendapat ketakutan, tetapi juga pesan moral.

"Film ini ingin menyampaikan bahwa setiap jalan pintas yang ditempuh dengan cara gelap akan menuntut harga yang mahal, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar," tegasnya. 

Ia menambahkan, kekuatan utama film terletak pada ritual, mitos, dan konflik emosional yang membuat horor terasa personal, bukan sekadar menampilkan kejutan visual.

Zakir menyebut, saat ini proses produksi masih berlangsung. Proses produksi, mulai dari pra-produksi hingga syuting utama, direncanakan berlangsung selama beberapa bulan dengan jadwal syuting yang intensif. 

"Saat ini masih proses produksi. Syuting tanggal 25 Februari dan diperkirakan selesai tanggal 15 Maret 2026," kata Zakir. (Wan)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - 
Dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergitas antara Polri dan mitra masyarakat, Polres Cirebon Kota bersama Ojol Kamtibmas mengikuti kegiatan Ngariung Bareng Kapolda Jawa Barat yang dilaksanakan secara serentak melalui virtual, Jumat (13/2/2026).

Aliansi Online Cirebon Bersatu Apresiasi Program Ojol Kamtibmas


Cirebon - Aliansi Online Cirebon Bersatu yang mewadahi para pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Kota Cirebon menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Cirebon Kota atas pembentukan program Ojol Kamtibmas.

Perwakilan Aliansi Online Cirebon Bersatu, Triyas, mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, beserta jajarannya atas inisiasi tersebut.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Polres Ciko, khususnya Bapak Kapolres AKBP Eko Iskandar, yang telah membentuk Ojol Kamtibmas. Ini merupakan program dari Bapak Kapolri yang dilaksanakan di setiap daerah,” ujar Triyas saat dihubungi melalui nomor WhatsApp, Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, kehadiran Ojol Kamtibmas menjadi langkah strategis dalam melibatkan pengemudi ojol sebagai mitra kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan masing-masing.

Tak hanya itu, Triyas juga mengapresiasi dukungan konkret yang diberikan Polres Cirebon Kota kepada komunitas ojol, berupa fasilitas usaha seperti tempat cuci motor, warung, dan bengkel Ojol Kamtibmas.


“Dengan diresmikannya Ojol Kamtibmas, kami juga berterima kasih karena sudah dibuatkan kegiatan atau usaha berupa cuci motor, warung, dan bengkel Ojol Kamtibmas. Ini dari ojol untuk ojol,” katanya.

Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk keseriusan dan kepedulian seorang pemimpin terhadap masyarakat, khususnya para pengemudi ojol di Kota Cirebon.

“Kami melihat keseriusan dan kepedulian dari seorang pemimpin sejati yang langsung turun memberikan bukti nyata untuk kami ojol, bukan sekadar pencitraan,” ungkapnya.

Triyas menegaskan, komunitas ojol di Cirebon siap bersinergi dan mendukung program kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.
“Kami akan selalu bersama Bapak Kapolres,” tegasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Peletakan batu pertama pembangunan masjid dan asrama di Pondok Pesantren Daarul Mujaahid Kandang Juang, Jalan Pramuka, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, berlangsung khidmat, Sabtu (14/2/2026) pukul 15.35 WIB hingga 16.45 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri mantan Kapolri 2001–2005 Da'i Bachtiar, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., jajaran pejabat utama Polres Cirebon Kota, pengurus pondok pesantren, tokoh masyarakat, serta para santri dan santriwati.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Mujaahid, Ustadz Ujang Zakaria. 


Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pejabat kepolisian serta dukungan terhadap rencana pembangunan dan renovasi masjid serta asrama sebagai bentuk perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan di lingkungan pesantren.

Dalam kesempatan itu, Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar mengungkapkan rasa syukur dapat bersilaturahmi sekaligus melaksanakan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan kembali Pondok Pesantren Daarul Mujaahid dan Masjid Ad-Da’i Nur Ida Mardliyah.

Ia menargetkan pembangunan masjid dan asrama tersebut dapat rampung dalam kurun waktu lima hingga enam bulan ke depan.


Adi Vivid juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan almarhumah Hj. Mardliyah selaku donatur awal yang telah menghibahkan tanah untuk pembangunan pesantren tersebut.

Menurutnya, partisipasi dalam melanjutkan pembangunan merupakan bagian dari niat dan komitmen pribadi bersama keluarga untuk mendukung syiar agama, pendidikan keagamaan, serta pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama secara simbolis, doa bersama, serta foto dan ramah tamah antara jajaran kepolisian dan keluarga besar pondok pesantren sebagai wujud kebersamaan dalam mendukung pembangunan fasilitas ibadah dan asrama santri.


Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi antara institusi kepolisian dan lembaga pendidikan keagamaan dalam mendukung pembangunan sarana ibadah dan pendidikan.

Ia berharap pembangunan masjid dan asrama tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para santri maupun masyarakat sekitar dalam memperkuat nilai-nilai spiritual, moral, dan kebangsaan. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergitas antara Polri dan mitra masyarakat, Polres Cirebon Kota bersama Ojol Kamtibmas mengikuti kegiatan Ngariung Bareng Kapolda Jawa Barat yang dilaksanakan secara serentak melalui virtual, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan yang saat ini menjabat sebagai Kepolisian Daerah Jawa Barat.

Dalam momentum tersebut, Kapolres Cirebon Kota Eko Iskandar melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan tempat cuci motor gratis bagi Aliansi Online Cirebon Bersatu (Ojol Cirebon) di Jalan Dr. Sudarsono, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

Peletakan batu pertama itu menjadi simbol dimulainya pembangunan fasilitas yang diperuntukkan khusus bagi para pengemudi Ojol Kamtibmas. 

Fasilitas tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap aktivitas mereka di lapangan, mengingat kendaraan roda dua menjadi sarana utama dalam menjalankan tugas sekaligus menunjang mobilitas dalam membantu penyampaian informasi kamtibmas kepada pihak kepolisian.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar menyampaikan, keberadaan tempat cuci motor gratis tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban operasional para Ojol Kamtibmas.

“Sekaligus menjadi sarana kebersamaan yang memperkuat solidaritas serta kedekatan antara kepolisian dan mitra masyarakat yang selama ini turut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Cirebon Kota,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kasat Binmas Polres Cirebon Kota, Sudarsono menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemitraan dan pemberdayaan Aliansi Online Cirebon Bersatu.

“Ojol Kamtibmas tidak hanya dilibatkan dalam aspek deteksi dini dan penyampaian informasi, tetapi juga diberikan perhatian dalam bentuk dukungan fasilitas yang menunjang aktivitas mereka secara langsung,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Aliansi Online Cirebon Bersatu, Triyas, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Cirebon Kota atas pembentukan program Ojol Kamtibmas.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Polres Ciko, khususnya Bapak Kapolres AKBP Eko Iskandar, yang telah membentuk Ojol Kamtibmas. Ini merupakan program dari Bapak Kapolri yang dilaksanakan di setiap daerah,” ujar Triyas.

Menurutnya, kehadiran Ojol Kamtibmas menjadi langkah strategis dalam melibatkan pengemudi ojek online sebagai mitra kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan masing-masing.

Ia juga mengapresiasi dukungan konkret yang diberikan berupa fasilitas usaha seperti tempat cuci motor, warung, dan bengkel Ojol Kamtibmas.

“Dengan diresmikannya Ojol Kamtibmas, kami juga berterima kasih karena sudah dibuatkan kegiatan atau usaha berupa cuci motor, warung, dan bengkel Ojol Kamtibmas. Ini dari ojol untuk ojol,” katanya.

Triyas menilai langkah tersebut sebagai bentuk keseriusan dan kepedulian pemimpin terhadap masyarakat, khususnya para pengemudi ojol di Kota Cirebon.

“Kami melihat keseriusan dan kepedulian dari seorang pemimpin sejati yang langsung turun memberikan bukti nyata untuk kami ojol, bukan sekadar pencitraan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, komunitas ojol di Cirebon siap bersinergi dan mendukung program kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

“Kami akan selalu bersama Bapak Kapolres,” tegasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan jajaran kepolisian. 

Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana, S.H., M.H., C.PHR menyalurkan bantuan sosial berupa material baja ringan kepada korban kebakaran rumah di Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

 Bantuan tersebut diberikan kepada Agus Naim, warga Blok Sipalasa RT 04/06 Desa Purwawinangun, Kecamatan Suranenggala, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat kebakaran beberapa waktu lalu. Diketahui, peristiwa kebakaran terjadi pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. 


Akibat kejadian tersebut, bangunan rumah korban mengalami kerusakan cukup parah dan membutuhkan perbaikan struktur secara bertahap. 

AKP Rudiana mengatakan, penyaluran bantuan baja ringan ini merupakan bentuk kepedulian dan empati jajaran Polsek Kapetakan terhadap warga yang sedang mengalami musibah.

 “Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir dalam situasi sosial kemanusiaan untuk memberikan dukungan moril maupun materil kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya. 


Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mempercepat proses perbaikan rumah, sehingga korban dapat kembali menempati tempat tinggalnya dengan aman dan layak. 

Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban antara aparat kepolisian dan warga sekitar. Momen tersebut menjadi cerminan hubungan kemitraan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menyampaikan bahwa kepedulian sosial yang dilakukan jajaran kepolisian merupakan bagian dari pelayanan humanis Polri. 

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa solidaritas dan gotong royong dalam membantu sesama, khususnya bagi warga yang tengah tertimpa musibah. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top