Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Jajaran Polsek Lemahwungkuk Polres Cirebon Kota bergerak cepat mengungkap kasus penganiayaan yang terjadi di RT 04 RW 10 Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 21.30 WIB, setelah menerima laporan dari masyarakat.

Kapolsek Lemahwungkuk IPTU Usep Winta, S.H. mengatakan, korban dalam peristiwa tersebut adalah Feri Hadi Tama (41), buruh harian lepas, warga Kelurahan Pegambiran. Korban mengalami luka bengkak di bagian belakang kepala akibat benturan benda tumpul.

“Korban dipukul menggunakan kursi kayu dan sempat tidak sadarkan diri,” ujar IPTU Usep Winta, Kamis (29/1/2026).

Peristiwa bermula ketika tiga orang laki-laki datang ke rumah korban dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol dengan tujuan menemui adik korban. Situasi kemudian memanas hingga terjadi cekcok mulut yang berujung pada tindak kekerasan.

Terduga pelaku utama berinisial L (28), buruh harian lepas, warga Kelurahan Pegambiran, diduga memukul korban satu kali menggunakan kursi kayu ke arah kepala saat korban berusaha melerai pertikaian.

Sementara dua terduga pelaku lainnya berinisial H dan T turut datang ke lokasi kejadian, namun tidak melakukan pemukulan secara langsung.

Akibat kejadian tersebut, korban segera dilarikan ke RS Gunung Jati untuk mendapatkan perawatan medis. Berdasarkan informasi terakhir, korban telah sadar namun masih dalam proses pemulihan.

Petugas Polsek Lemahwungkuk yang dipimpin Perwira Pengawas langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan ketiga terduga pelaku guna mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri dari warga sekitar. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu buah kursi kayu yang digunakan dalam penganiayaan.


“Ketiga terduga pelaku berikut barang bukti telah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” jelas Kapolsek.


Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menegaskan bahwa langkah cepat tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi, menghindari konsumsi minuman keras, serta bijak dalam menggunakan media sosial.

“Apabila terjadi permasalahan di lingkungan, segera laporkan kepada kepolisian terdekat atau melalui layanan Call Center 110 agar dapat ditangani secara cepat dan tepat,” pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Suasana khidmat dan penuh syahdu menyelimuti kompleks Musholla Al Ijtihad di Desa Gintung Lor. Di bawah tenda-tenda yang terpasang rapi, ratusan jamaah dari berbagai usia duduk bersila, menyimak dengan khidmat lantunan ayat suci Al-Qur’an dan wejangan para ulama. Acara ini bukan sekadar pengajian rutin semata, melainkan sebuah perhelatan istimewa dalam rangka memperingati satu abad (100 tahun) berdirinya Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia yang mengakar kuat di kehidupan warga.

Peringatan seabad NU di tingkat akar rumput seperti di Musholla Al Ijtihad ini memiliki makna yang sangat dalam. Acara yang mengusung tema “Merawat Warisan Ulama, Memperkuat Kebhinekaan” ini menjadi refleksi nyata bagaimana nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang diusung NU telah hidup dan menyatu dalam denyut nadi masyarakat desa.

“Ini adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT. 100 tahun NU bukan sekadar angka, tapi perjalanan panjang menjaga Islam yang ramah, moderat, dan mencintai tanah air,” ujar KH. Nurul Mubin, salah satu Dewan Kemakmuran Musholla menyampaikan dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya melanjutkan perjuangan para pendiri NU, seperti KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah, dalam mendakwahkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh santri-santri muda setempat, diikuti dengan sholawat Nabi serta dzariah yang menggema menyatukan hati yang di meriahkan oleh Grup Hadroh Jam'iyyah Al-Badriyyah. 

Kemeriahan juga tampak dari kehadiran ibu-ibu yang menyiapkan hidangan untuk seluruh jamaah, mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat nahdliyin.

Selain peringatan seabad NU, Musholla Al Ijtihad juga memperingati berbagai haul, yakni : 
1. Haul Sesepuh Masyarakat Blok Cirago Kalimati
2. Haul Jam'iyah Asmaul Husna 
3. Haul Jam'iyah Bani Zuber
4. Haul Jam'iyah Rotibul 'Athos & Waqi'ah

Rangkalian acara ini dimulai pada tanggal 27 - 28 Januari 2026, dari simaan Al-Qur'an pada malam Rabu, dan pada Rabu siang Gema Sholawat dan Pengajian yang di sampaikan oleh KH. Jamaludin Kahfi, dari Bongas, Indramayu.

Dalam pengajiannya banyak poin yanh disampaikan dan poin yang disebutkan salah satunya yakni bahwa ada 4 kunci keberkahan yakni, Dzikir, Membaca Ayat Suci Al-Qur'an, Tawadu', serta Shodaqoh. Dimana poin-poin tersebut hanya terdapat 1 paket dalam Jam'iyyah NU ketika mengadakan rutinan.


Peringatan 1 Abad NU di Musholla Al Ijtihad ini merupakan gambaran kecil dari ribuan kegiatan serupa yang digelar di seluruh penjuru Nusantara. Ia menjadi bukti bahwa NU tidak hanya ada di tingkat pusat atau kota besar, tetapi justru hidup dan bernafas di musholla-musholla, langgar, dan pesantren-pesantren kecil di desa.

Di tengah arus perubahan zaman dan tantangan global, pengajian seperti ini berfungsi sebagai peneguh jati diri. Ia mengingatkan bahwa Islam Nusantara yang diajarkan NU adalah Islam yang menghargai budaya, menjaga kedamaian, dan setia pada prinsip hlan nahnu abnaa’u hadzihid diyar (kita adalah anak-anak negeri ini).

Sebagai penutup acara, seluruh jamaah bersama-sama membaca doa untuk keselamatan bangsa dan negara, dipimpin oleh para kiai. Dan di tutup pengajian oleh KH. Marzuki Ahal dari Ponpes Babakan, Ciwaringin.

Suara mereka bersatu dalam harmoni, mendoakan Indonesia yang damai dan sejahtera. Peringatan 1 Abad NU di Musholla Al Ijtihad Desa Gintung Lor pun ditutup dengan santapan bersama, menguatkan kembali tali silaturahmi dan semangat kebersamaan yang menjadi pondasi utama Nahdlatul Ulama selama seabad berkhidmat untuk agama, bangsa, dan negara. (MLK)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Kabupaten Cirebon) - RSUD Waled menerima bantuan satu unit mobil ambulans yang dilengkapi fasilitas transfusi darah dari bank BJB.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di RSUD Waled, Senin (27/1/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati Cirebon Imron.

Bupati Imron mengapresiasi kontribusi bank BJB dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, bantuan ambulans tersebut memiliki peran penting dalam menunjang kebutuhan medis masyarakat, khususnya pelayanan kegawatdaruratan.


“Saya menghadiri acara di RSUD Waled dalam rangka pemberian mobil ambulans dari bank BJB untuk RSUD Waled. Saya mengucapkan terima kasih kepada bank BJB yang telah memberikan bantuan mobil ambulans kepada rumah sakit,” ujar Imron.


Ia menjelaskan, ambulans yang diberikan bukan merupakan ambulans standar, melainkan dilengkapi fasilitas khusus untuk transfusi darah.

Dengan kelengkapan tersebut, kendaraan ini diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien yang membutuhkan transfusi darah secara segera.

“Ini satu unit ambulans, tetapi sudah dilengkapi fasilitas untuk transfusi darah. Jadi bukan sekadar ambulans, melainkan di dalamnya terdapat peralatan medis yang cukup lengkap,” katanya.


Imron berharap ambulans tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pihak rumah sakit demi kepentingan dan keselamatan masyarakat.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia perbankan, dan fasilitas kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan publik.

“Mudah-mudahan mobil ini bisa dimanfaatkan secara optimal untuk membantu kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon 
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - 
Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmennya dalam memperkuat transparansi informasi sekaligus pelestarian sejarah daerah melalui penandatanganan Komitmen Percepatan Implementasi Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN).

Langkah strategis ini bertujuan memastikan seluruh memori kolektif Kota Cirebon terkelola dengan baik serta dapat diakses secara mudah oleh publik melalui portal kearsipan nasional.

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Rabu (28/1), tersebut dihadiri langsung Direktur Informasi Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Rudi Anton, S.H., M.H., bersama jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon.


Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.AP., M.Si., menegaskan bahwa implementasi SIKN dan JIKN bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan bagian penting dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan akuntabel.

“Arsip adalah identitas dan memori kolektif bangsa. Melalui integrasi ke dalam jaringan nasional ini, kami ingin memastikan bahwa data sejarah dan informasi kearsipan Kota Cirebon tidak hanya tersimpan, tetapi juga hidup dan dapat diakses secara cepat serta akurat oleh masyarakat maupun peneliti melalui portal ANRI,” ujar Effendi Edo dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral dalam pengelolaan arsip daerah. Seluruh perangkat daerah diminta memberikan dukungan penuh kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon, khususnya dalam proses akuisisi arsip statis.


“Saya tegaskan, tidak boleh ada ego sektoral dalam pengelolaan data. Integrasi kearsipan ini adalah kerja kolektif. Kualitas data yang kita masukkan ke sistem nasional mencerminkan profesionalitas birokrasi Kota Cirebon di tingkat pusat,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Informasi Kearsipan ANRI, Rudi Anton, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Cirebon dalam mendorong percepatan implementasi SIKN dan JIKN. 

Menurutnya, Kota Cirebon memiliki kekayaan sejarah dan arsip yang sangat bernilai untuk menjadi bagian dari simpul jaringan informasi kearsipan nasional.


“SIKN dan JIKN membantu pemerintah daerah dalam menyajikan informasi yang terverifikasi, aman, dan mudah diakses. ANRI siap memberikan pendampingan teknis agar proses percepatan ini berjalan optimal, sehingga Kota Cirebon dapat menjadi salah satu simpul jaringan kearsipan terbaik di Indonesia,” ungkap Rudi Anton.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon menjelaskan bahwa tahapan selanjutnya meliputi pemetaan serta digitalisasi arsip-arsip penting di seluruh perangkat daerah untuk segera diintegrasikan ke dalam sistem nasional.

Melalui komitmen ini, Pemerintah Kota Cirebon menegaskan kesiapannya menjadi daerah yang melek informasi kearsipan berbasis teknologi digital, sekaligus menjaga warisan sejarah bagi generasi mendatang. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Bandung) -
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, S.Pd.I., menghadiri prosesi Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat masa khidmat 2025–2030 yang berlangsung khidmat di Balai Gede Pakuan, Kota Bandung, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam mempererat harmoni antara ulama dan pemerintah (umara) guna menjaga persatuan bangsa serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di Jawa Barat.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Pusat, K.H. M. Anwar Iskandar, dan disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta para tokoh ulama dan pejabat daerah dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Kehadiran Wakil Wali Kota Cirebon dalam agenda tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cirebon untuk terus berjalan selaras dengan tuntunan ulama dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan pembangunan daerah.


Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan pentingnya peran ulama sebagai penyejuk umat yang mampu menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Menurutnya, ulama memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing masyarakat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Sementara itu, Ketua MUI Jawa Barat terpilih, KH. Aang Abdullah Zein, menyatakan komitmennya untuk menggerakkan organisasi berdasarkan empat pilar utama, yakni bersatu dalam aqidah, berjamaah dalam ibadah, toleran dalam khilafiyah, serta bekerja sama dalam dakwah.

Ditemui usai kegiatan, Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati menyampaikan apresiasi atas dikukuhkannya pengurus baru MUI Jawa Barat. 

Ia menilai MUI memiliki peran strategis sebagai mercusuar moral dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.


“Saya mengucapkan selamat atas amanah yang diemban pengurus MUI Jawa Barat periode 2025–2030. Saya meyakini bahwa pembangunan di Kota Cirebon maupun Jawa Barat secara luas tidak akan mencapai titik istimewa tanpa doa dan tuntunan para ulama. Pemerintah sangat membutuhkan MUI sebagai mitra strategis untuk menghadirkan keteduhan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, semangat pengabdian yang ditekankan oleh MUI Pusat yakni semangat memberi, bukan meminta—harus menjadi teladan bagi seluruh pelayan masyarakat. 

Melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah Kota Cirebon dan MUI, diharapkan lahir program dakwah dan sosial yang lebih inklusif serta mampu menjawab persoalan riil umat di lapangan. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - 
Di balik setiap perjalanan kereta api yang aman dan nyaman, terdapat proses panjang dalam menjaga keandalan prasarana. Sepanjang tahun 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon secara konsisten melakukan perawatan jalan rel dan infrastruktur pendukung sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan perawatan prasarana tidak hanya berorientasi pada keselamatan perjalanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya KAI dalam mendukung transportasi ramah lingkungan.

“Perawatan prasarana tidak hanya bertujuan menjaga keselamatan perjalanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya KAI dalam mendukung transportasi ramah lingkungan. Infrastruktur rel yang terawat dengan baik memungkinkan perjalanan kereta api berjalan lebih lancar, efisien, dan mampu menjadi pilihan utama masyarakat dalam mengurangi ketergantungan pada transportasi pribadi,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).


Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan program KAI dalam modernisasi dan peremajaan infrastruktur perkeretaapian guna mendukung layanan kereta api yang aman dan andal.

Sepanjang tahun 2025, Daop 3 Cirebon melaksanakan perawatan melalui pemeriksaan rutin kondisi jalan rel, jembatan, terowongan, serta bangunan pelengkap lainnya. Pemeriksaan meliputi pengecekan sambungan rel, bantalan, batu ballast, drainase, hingga struktur utama jembatan untuk memastikan seluruh prasarana dalam kondisi prima.

Apabila ditemukan ketidaksesuaian di lapangan, KAI melakukan perawatan korektif, seperti penggantian komponen rel yang aus, perbaikan geometri lintasan, penggantian bantalan dan batu ballast, serta perbaikan wesel guna menjaga stabilitas jalur dan kelancaran perjalanan kereta api.


“Perawatan prasarana jalan rel dan jembatan dilakukan secara rutin dan berkala sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api di wilayah kerja Daop 3 Cirebon dan meningkatkan kenyamanan pelanggan setia kereta api,” ucap Muhibbuddin.

Berdasarkan data akumulasi perawatan periode Januari hingga Desember 2025, KAI Daop 3 Cirebon telah melakukan penggantian rel baru sepanjang 22.000 meter. Selain itu, dilakukan penggantian bantalan beton sebanyak 13.662 batang serta pemasangan 1.400 batang bantalan sintetis untuk memperkuat struktur jalan rel dan meningkatkan stabilitas lintasan.

Untuk mendukung daya tahan dan kestabilan jalur rel, KAI Daop 3 Cirebon juga melakukan penggantian balas sebanyak 39.315 meter kubik. Balas yang kuat dan stabil berperan penting dalam menjaga kualitas lintasan serta meminimalisir potensi gangguan dan risiko selama perjalanan kereta api.

Tidak hanya fokus pada rel dan jembatan, sepanjang tahun 2025 KAI Daop 3 Cirebon juga mengganti 21 unit wesel baru. Wesel merupakan komponen vital dalam sistem perkeretaapian karena berfungsi memindahkan kereta api dari satu jalur ke jalur lainnya secara aman dan lancar.


Selain itu, Daop 3 Cirebon melakukan peremajaan penambat atau pengunci rel sebanyak 35.080 pcs, serta perawatan menggunakan Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR) sepanjang 476,5 kilometer jalur rel. Perawatan juga dilakukan dengan mesin MTT (Multi Tie Temper) dan PBR (Pengatur Ballast Regulator) sepanjang 1.006,4 kilometer jalur rel.

“Setiap perawatan yang kami lakukan adalah investasi jangka panjang. Bukan hanya untuk keselamatan perjalanan hari ini, tetapi juga untuk memastikan kereta api tetap menjadi moda transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ungkap Muhibbuddin.

Ia menegaskan, melalui perawatan prasarana yang berkelanjutan, KAI Daop 3 Cirebon berkomitmen memastikan setiap pelanggan dapat bepergian dengan aman dan nyaman, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top